ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesalahan pengobatan merupakan kegagalan dalam proses pengobatan yang menyebabkan atau berpotensi menyebabkan kerugian dan membahayakan pasien, mulai dari bahaya ringan hingga risiko yang mengancam nyawa. Kesalahan pengobatan dapat disebabkan oleh kesalahan dalam proses peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), persiapan hingga penyerahan obat (dispensing), dan proses penggunaan obat (administration). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesalahan pengobatan yang terjadi pada resep obat pasien hipertensi. Metode yang digunakan penelitian non eksperimental. Pengambilan data dilakukan secara prospektif bulan maret 2025 terhadap 735 resep dan 354 memenuhi kriteri inklusi resep pasien hipertensi di poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Moeis Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan pengobatan pada fase prescribing yaitu tidak ada nomor SIP dokter 100% karena resep elektronik dan nomor SIP dokter sudah terverifikasi dalam sistem rumah sakit sehingga dinyatakan tidak terjadi kesalahan pengobatan pada prescribing dan fase dispensing yaitu salah pengambilan obat sebanyak 4 resep (1%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sangat serius di Indonesia, dengan tingkat kasus yang relatif tinggi dan proses pengobatan yang sering kali terkendala oleh ketidakpatuhan pasien dalam menyelesaikan seluruh tahapan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepatuhan dalam pengobatan pasien TBC dewasa di wilayah kerja Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam serta mengidentifikasi berbagai faktor-faktor utama yang memengaruhinya, seperti tingkat pengetahuan individu pasien, dukungan dari keluarga inti dan lingkungan sekitar, serta peran aktif tenaga kesehatan dalam pendampingan selama masa terapi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap pasien TBC dewasa yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien TBC dewasa yang telah menjalani pengobatan minimal selama satu bulan dan bersedia menjadi partisipan dengan menandatangani lembar persetujuan di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Data dikumpulkan melalui kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien, serta kuesioner tambahan untuk menilai pengetahuan, dukungan keluarga, dan persepsi pasien terhadap peran tenaga kesehatan. Data pendukung juga diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi dari rekam medis pasien yang tersedia di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, tingkat kepatuhan, serta faktor-faktor yang diteliti. Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan pengetahuan pasien, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat serta berisiko menimbulkan komplikasi akibat ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Kepatuhan pengobatan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur melalui penelusuran Google scholar berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh dua artikel yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengkaji karakteristik sosiodemografi, klinis dan psikososial, serta menggunakan instrumen Medication Adherence Report Scale (MARS-5) dengan uji chi square pada masing-masing artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan kepatuhan meliputi usia, jenis kelamin dan pekerjaan meskipun tidak konsisten pada setiap penelitian. Faktor klinis yang berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan yaitu frekuensi minum obat, jenis terapi, dan kadar gulah darah. Faktor ekonomi khususnya penghasilan berhubungan dengan kepatuhan. Faktor psikososial seperti motivasi diri, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pegagan adalah nama umum Indonesia untuk Centella asiatica (L.) Urban. Jenis ini telah lama dikenali masyarakat karena kegunaannya untuk bahan obat-obatan tradisional. Belum diketahui secara jelas asal usulnya, akan tetapi daerah persebarannya meliputi daerah tropis dan sub tropis di seluruh dunia mulai dari Afrika Selatan, Afrika Tengah, Asia bahkan sampai Semenanjung Arab. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji skrining fitokimia terhadap ekstrak daun pegagan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung di dalamnya dan standardisasi ekstrak, seperti alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, glikosida, triterpenoid, dan steroid dengan menggunakan metode maserasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, Analisis data dilakukan secara deskriptif, dengan menyajikan data kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil studi menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, triterpenoid, dan steroid, meskipun hasil identifikasi berbeda tergantung pada jenis pelarut yang digunakan. Penggunaan etanol 96% menghasilkan rendemen sebesar 16,31%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan etanol 70% yang hanya menghasilkan 5,9%. Selain itu, etanol 96% juga lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa semi-polar dan non-polar yang tidak dapat larut optimal dalam pelarut etanol 70%. Temuan ini memberikan gambaran penting tentang pengaruh jenis pelarut terhadap efektivitas ekstraksi bahan aktif dari tanaman obat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sediaan herbal berbasis daun pegagan yang efektif, aman, dan terstandar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam mengatur fungsi organ, jaringan, dan sel dalam tubuh manusia melalui pembentukan dan pelepasan hormon tiroid. Kanker tiroid merupakan salah satu gangguan pada kelenjar tiroid yang memiliki beberapa klasifikasi seperti karsinoma papiler, karsinoma folikular, karsinoma meduler, dan karsinoma anaplastik. Beberapa faktor risiko yang mempengaruhi kanker tiroid meliputi faktor genetik, jenis kelamin, usia, kebiasaan merokok, dan paparan radiasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran karakteristik dan pola pengobatan pasien kanker tiroid periode 2023 di Instalasi Kedokteran Nuklir RSUD Abdul Wahab Sjahranie yang dilaksanakan secara deskriptif kuanlitatif dengan pendekatan retrospektif, menggunakan data rekam medik pasien kanker tiroid yang telah menjalani terapi ablasi iodium-131. Hasil penelitian diolah dan dipresentasikan melalui rangkuman yang menggambarkan data secara ilmiah dalam bentuk tabel. Pada penilitian ini didapatkan hasil mengenai karakteristik pasien kanker tiroid terbanyak. Paling banyak berdasarkan jenis kelamin adalah (80,14%), berdasarkan asal pasien adalah dari Kalimantan Timur (63,71%), berdasarkan usia pasien adalah 20-44 tahun (47,94%), berdasarkan status pembiayaan adalah BPJS (91,78%), berdasarkan BMI adalah normal (46,23%), berdasarkan pekerjaan adalah IRT (45,21%), berdasarkan durasi isolasi adalah 2 hari (98,65%), berdasarkan jenis kanker adalah karsinoma papiler (86,30%). Hasil penelitian untuk pola pengobatan terbanyak, diperoleh berdasarkan dosis diagnostik SST Nal-131 adalah 5 mCi (132 tindakan), berdasarkan dosis terapi ablasi I-131 adalah 100 mCi (281 tindakan), berdasarkan peresepan obat oral pendamping adalah euthyrox 100 mcg (236 peresepan)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama terjadinya
penyakit kardiovaskular aterosklerosis, gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Hipertensi menimbulkan risiko mortalitas dini, yang meningkat saat tekanan
sistolik dan diastolik meningkat. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang
ditanggung oleh BPJS Kesehatan untuk ditangani di FKTP. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien BPJS
Kesehatan Di Apotek. Penelitian yangdilakukan merupakan jenis penelitian studi
literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah
buku-buku serta dokumen yang terkait sepertikarya tulis ilmiah, skripsi, dan jurnal
ilmiah. Studi literatur ini mengacu pada 2 jurnal penelitian yaitu “Pola Peresepan
Obat Antihipertensi Pada Pasien BPJS Kesehatan Diapotek Kimia Farma Ahmadyani”, dan
“Gambaran Peresepan Obat Antihipertensi Dan Interaksi Obat Pada Pasien BPJS Di
Apotek Kimia Farma 479 Kendari”. Analisis data dilakukan dengan metode analisis
deskriptif berupa data kuantitatif yaitu dengan data pengobatan antihipertensi
secara monoterapi dan kombinasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen, salah satunya ialah penyakit infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih (ISK) adalah keadaan adanya infeksi yang di tandai dengan pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri dalam saluran kemih. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih. Rancangan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan dan penyajian data, dalam tabel deskriptif. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Objek penelitian ini adalah penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih di Rumah Sakit RSUD Dr. Soetomo dan Rumah Sakit Bhayangkara kupang. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis antibiotik yang terbanyak digunakan pada kasus Infeksi Saluran Kemih (ISK) di beberapa rumah sakit yaitu ceftriaxone yang termasuk golongan sefalosporin generasi ketiga. Kesimpulan yang dapat di ambil bahwa antibiotik Infeksi Saluran Kemih yang paling banyak digunakan adalah antibiotik ceftriaxon golongan sefalosporin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Coronavirus disease (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-Cov2. Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi dan skala penyebaran penyakit terjadi secara global di seluruh dunia. Antibiotik dalam Penatalaksanaan COVID-19 menjadi salah satu terapi yang diberikan pada pasien COVID-19 di rumah sakit. Pemberian antibiotik pada pasien COVID-19 di rumah sakit masih terdapat perbedaan terapi yang didasari oleh infeksi atau gejala yang diderita pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan antibiotik pada pasien COVID-19 di rumah sakit beberapa kota. Penggunaan antibiotik pada penelitian ini berdasarkan jenis kelamin, usia, golongan antibiotik, penggunaan antibiotik, dan pemberian antibiotik kombinasi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan cara mengumpulkan, mempelajari, lalu menelaah sumber literatur yang kemudian disajikan dalam tabel data. Data yang diteliti adalah penggunaan antibiotik pada pasien COVID-19 di rumah sakit yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan penyebaran COVID-19 berdasarkan jenis kelamin dari keempat rumah sakit yang paling banyak adalah laki-laki, sedangkan berdasarkan usia penyebaran COVID-19 paling banyak terinfeksi pada usia 40 sampai 65 tahun keatas. Perbedaan penggunaan antibiotik berdasarkan golongan antibiotik terbanyak yaitu pada Rumah Sakit Kota Bandung golongan makrolida (40,42%), untuk Rumah Sakit Kota Semarang golongan kuinolon (32,3%), Rumah Sakit Kota Jakarta golongan meropenem (52,68%), sedangkan Rumah Sakit Kota Banjarmasin golongan makrolida (5,84%). Pemberian antibiotik kombinasi hanya pada dua rumah sakit yaitu Rumah Sakit kota Bandung dengan kombinasi azitromisin dan seftriakson (28,03%), sedangkan Rumah Sakit Kota Semarang dengan kombinasi sefoperazon dan sulbaktam (7,3%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus di puskesmas. Diabetes melitus terjadi akibat kerusakan insulin. Kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus penting untuk mencapai tujuan pengobatan dan efektif dalam mencegah beberapa komplikasi diabetes melitus, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai oleh adanya hiperglikemia karena gangguan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi literatur, menggunakan data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi : (1). Pengumpulan data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama tulisan; (2). Penyajian data; (3). Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan OHO tunggal di RSUD Larantuka dan RSU Asy-Syifa Boyolali adalah Metformin (81,82% dan 38,1%), sedangkan di RSUD Lerik Kupang adalah Glimepiride (85,92%). Profil pengobatan diabetes mellitus untuk kombinasi OHO di RSUD Larantuka dan RSU Asy-Syifa Boyolali adalah Metformin dan Glimepirid (39,49% dan 26,4%), sedangkan di RS Lerik Kupang adalah Glimepiride dan Acarbose (47,07%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesalahan Pengobatan (Medication Error) adalah suatu kejadian yang tidak hanya dapat merugikan pasien tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan khususnya dalam hal pelayanan pengobatan pasien yang sebetulnya dapat dicegah. Medication error dapat terjadi pada tahapan prescribing. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui kesalahan apa saja yang terjadi pada tahap peresepan dan mengetahui persentase kesalahan pengobatan pada tahap peresepan