ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman herbal yang memiliki potensi farmakologis tinggi dan banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai pengobatan alternatif karena kandungan antioksidan alaminya. Meskipun demikian, variasi metode ekstraksi dan sumber simplisia dalam berbagai penelitian seringkali menghasilkan data mutu dan kandungan kimia yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan hasil pengujian parameter spesifik, non-spesifik, serta profil fitokimia ekstrak bunga telang melalui penelusuran pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data difokuskan pada parameter non-spesifik yang meliputi kadar air, kadar abu total, dan susut pengeringan, serta parameter spesifik seperti organoleptik dan kadar sari larut pelarut tertentu. hasil penelitian menunjukaan ekstrak bunga telang pada penelitian (Rismayuti, Supriningrum dan Supomo, 2024) Menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 43,8% dengan karakteristik organoleptik kental, berwarna biru kehitaman, dan berasa pahit. Hasil uji parameter spesifik menunjukkan kadar sari larut air 58%, larut etanol 17,67%, sementara parameter non-spesifik mencatat kadar air 21,93%, kadar abu total 5%, serta bobot jenis 1,015 g/ml dengan angka cemaran mikroba yang memenuhi syarat keamanan BPOM. Skrining fitokimia ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan terpenoid, dan hasil negatif pada pengujian tanin, sedangkan pada penelitinan (Ramdhini, 2023) Menghasilkan rendemen ekstrak yaitu 10% dengan karakteristik berwarna cokelat tua dan tidak berasa. Parameter spesifik menunjukkan kadar sari larut air sebesar 8,5% dan larut etanol 1,1%. Parameter non-spesifik mencatat nilai susut pengeringan yaitu 0,8% dan bobot jenis 1,38 g/ml, sedangkan hasil skrining fitokimianya menunjukkan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, dan alkaloid.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radikal bebas merupakan senyawa reaktif yang dapat menyebabkan kerusakan sel serta berperan dalam timbulnya berbagai penyakit degeneratif, seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes melitus. Untuk menghambat dampak negatif tersebut, tubuh memerlukan antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas. Antioksidan dapat berasal dari berbagai senyawa aktif, seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung antosianin serta senyawa bioaktif lain yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai IC₅₀ dari ekstrak etanol 70% bunga telang berdasarkan dua artikel ilmiah yang menggunakan metode DPPH. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ pada jurnal pertama sebesar 41,36 µg/mL dan pada jurnal kedua sebesar 43,68 ppm, yang keduanya termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Perbedaan nilai IC₅₀ tersebut dapat disebabkan oleh variasi metode ekstraksi, konsentrasi larutan induk, serta perlakuan terhadap sampel. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa bunga telang memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bunga telang (Clitoria ternatea L.) saat ini semakin populer di Indonesia karena dikenal mempunyai berbagai manfaat kesehatan, bunga telang menjadi sebagai sumber flavonoid. Konsentrasi pelarut yang digunakan sebagai cairan penyari dapat berpengaruh terhadap kadar senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak bahan alam. Flavonoid adalah salah satu kandungan senyawa yang dimiliki ekstrak bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar flavonoid ekstrak bunga telang berdasarkan variasi konsentrasi pelarut etanol yaitu 50, 70 dan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai susut pengeringan simplisia bunga telang sebesar 7,12 ± 1,89%. Hasil skrining semua ekstrak menunjukkan terdapat senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Data lain yang diperoleh meliputi rendemen, kadar air, dan kadar flavonoid pada tiga variasi konsentrasi pelarut etanol yaitu 50%, 70% dan 95%. Data rendemen yang diperoleh berturut-turut sebesar 57,14%, 54,08%, dan 40,72%. Sedangkan pada penetapan kadar air berturut-turut sebesar 9,44 ± 2,17%, 8,99 ± 2,12%, dan 7,75 ± 1,97%. Hasil penetapan kadar flavonoid ekstrak etanol bunga telang berdasarkan variasi konsentrasi pelarut etanol, diperoleh kadar tertinggi pada etanol 95% (1,2939 ± 0,0880 %), etanol 70% (0,6958 ± 0,0573%), dan etanol 50% (0,5811% ± 0,0142%). Hasil analisis statistika pada uji ANOVA menunjukan bahwa ada perbedaan rata-rata yang signifikan pada tiga kelompok data.