ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Luka bakar merupakan kerusakan jaringan kulit akibat paparan panas, listrik, bahan kimia, atau radiasi yang dapat menimbulkan gangguan fungsi kulit, nyeri, serta risiko infeksi. Pengembangan terapi berbasis bahan alam terus dilakukan, salah satunya dalam bentuk sediaan gel yang memiliki keunggulan efek dingin, mudah diaplikasikan, dan mampu meningkatkan penetrasi zat aktif ke dalam kulit. Daun pegagan (Centella asiatica L. Urban) mengandung senyawa aktif seperti asiaticoside, madecassoside, flavonoid, saponin, dan tanin yang berperan dalam proses penyembuhan luka melalui stimulasi proliferasi fibroblas, peningkatan sintesis kolagen, dan percepatan reepitelisasi. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah relevan dan dianalisis secara deskriptif-komparatif berdasarkan konsentrasi ekstrak, metode ekstraksi, serta hasil penyembuhan luka pada hewan uji. Hasil kajian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun pegagan efektif mempercepat penyembuhan luka bakar pada hewan uji tikus putih jantan dengan ekstrak etanol 96% pada beberapa variasi konsentrasi dibandingkan kelompok kontrol positif dan negatif sehingga peningkatan konsentrasi ekstrak cenderung meningkatkan laju penyembuhan luka secara signifikan pada kelompok perlakuan gel tersebut dalam penelitian efektivitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dismenorea atau nyeri haid merupakan masalah ginekologi yang sering dialami oleh remaja putri dan wanita usia subur, serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tingginya angka kejadian dismenorea mendorong perlunya alternatif pe-nanganan yang aman dan minim efek samping. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan tanaman herbal seperti jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa aktif antiinflamasi dan analgesik. Senyawa ngingerol, shogaol, dan paradol pada jahe merah berperan sebagai senyawa bioaktif utama yang memberikan efek antiinflamasi dan analgesik yang kuat untuk mengurangi nyeri haid. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian rebusan jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan analisis konten kualitatif terhadap jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa air rebusan jahe merah dapat menurunkan intensitas nyeri dismenorea baik pada remaja dan wanita usia subur. Dimana pemberian air rebusan jahe merah dapat menurunkan skala nyeri, mulai dari nyeri berat sampai nyeri ringan. Berdasakan hasil penelitian juga mengkonsumsi air rebusan jahe merah dapat menurunkan nyeri sebelum dan pada saat menstruasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tren “back to nature” sudah menjadi gaya hidup masyarakat saat ini, sehingga masyarakat kembali menggunakan berbagai bahan alam dalam pengobatan. Kejadian Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD) dari obat-obat herbal merupakan hal yang masih jarang diteliti di Indonesia sehingga diperlukan studi farmakovigilans untuk mendeteksi kejadian ROTD. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian ROTD dari penggunaan obat herbal. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian dalam studi literatur ini yaitu gambaran ROTD. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dimana penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menyajikan data mengenai kejadian ROTD dari penggunaan obat herbal. Data yang diperoleh dari berbagai studi diolah untuk memberikan gambaran umum tentang frekuensi dan jenis ROTD yang terjadi. Hasil penelitian ini menunjukan beberapa obat herbal dapat menyebabkan ROTD dengan kategori berbeda seperti possible ( cukup mungkin) dan probable (mungkin). Gejala ROTD yang paling umum adalah gangguan gastrointestinal seperti mual, muntah, diare, maag, dan asam lambung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persepsi konsumen merupakan cara pandang dan penilaian individu terhadap suatu produk atau layanan yang dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan, sikap, dan faktor sosial budaya masyarakat. Persepsi ini tidak hanya mencakup penilaian terhadap kualitas produk, tetapi juga terhadap manfaat, keamanan, serta keaslian dari obat herbal yang ditawarkan. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisa persepsi konsumen terhadap pembelian obat herbal berdasarkan studi literatur, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen seperti keamanan, efektivitas, pengaruh budaya, dan pengetahuan konsumen. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu dengan melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisa data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingkan pengaruh persepsi dan budaya terhadap keputusan pembelian konsumen di Pasar Kahayangan Palangka Raya dan Kecamatan Seberang Ulu II Palembang. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa gambaran pengaruh keputusan pembelian konsumen terhadap pembelian obat herbal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Menurut data dari World Health Organization, prevalensi hipertensi pada populasi dewasa di Indonesia mencapai 31,7% dengan angka yang lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Salah satu tanaman herbal yang dikenal memilik khasiat dalam menurunkan tekanan darah adalah daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik responden penderita hipertensi yang mengkonsumsi rebusan daun salam, serta untuk memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat mengenai pengobatan alternatif yang lebih alami dan aman. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis studi literatur dengan mengambil data sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian-penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif, yaitu dengan menyajikan data yang fokus pada hasil pengaruh rebusan daun salam pada penyakit hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nyata tekanan darah sistolik dan diastolik setelah konsumsi rebusan daun salam secara rutin. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p 0,05, yang mengindikasikan pengaruh nyata dari terapi herbal tersebut. Penurunan tekanan darah dikaitkan dengan mekanisme vasodilatasi dan aktivitas antihipertensi dari kandungan senyawa aktif daun salam. Kelompok yang paling banyak mengalami hipertensi adalah perempuan usia di atas 50 tahun dan mayoritas berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Rebusan daun salam terbukti dapat menurunkan tekanan darah secara nyata pada penderita hipertensi, dan dapat digunakan sebagai terapi pendukung alami yang aman, terutama jika dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan medis.