ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian memiliki peran penting dalam menjamin kepuasan pasien di apotek, yang melampaui harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepuasan pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda selama periode April hingga Juni 2025 dengan menggunakan metode Importance-Performance Analysis (IPA). Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan analisis secara deskriptif. Dengan objek penelitian kepuasan pasien Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda yang menggunakan jasa pelayanan. Analisis data yang digunakan adalah metode (IPA) untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tingkat harapan dan kenyataan pasien terhadap pelayanan di Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nama: Rosiana Silla Wati Program Studi: Sarjana Farmasi Judul Skrisi: Gambaran Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Rizky Mahakam Farma 2 Kota Bangun ulu Dengan Metode Inportance Perfomence Analysis . Pembimbing: 1. apt. Heri Wijaya, S.Farm.,M.Si.,Ph.D 2. apt. Siti Jubaidah, S.Farm.,M.Pd. Pelayanan kefarmasian yang berkualitas merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kepuasan pasien di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Rizky Mahakam Farma 2 Kota Bangun Ulu dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kepentingan dan kinerja pelayanan yang dirasakan oleh pasien, sehingga dapat diketahui area pelayanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Penelitian ini bersifat deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek pelayanan yang masuk dalam kuadran prioritas perbaikan, seperti kecepatan pelayanan, ketepatan pemberian informasi obat, dan keramahan tenaga farmasi. Sementara itu, beberapa aspek lain berada dalam kuadran kinerja tinggi dan penting bagi pasien, sehingga perlu dipertahankan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa secara umum pasien merasa cukup puas terhadap pelayanan kefarmasian di apotek tersebut, namun masih diperlukan perbaikan pada beberapa aspek layanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit karena berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan bermutu serta berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien. Evaluasi kepuasan pasien diperlukan sebagai dasar dalam mengidentifikasi aspek pelayanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan tenaga kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor menggunakan metode SERVQUAL, Importance Performance Analysis (IPA), dan Zone of Tolerance (ZoT). Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 378 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri atas 20 unsur pelayanan berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pelayanan kefarmasian termasuk dalam kategori Baik. Analisis IPA menunjukkan bahwa atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan adalah ketersediaan obat dan penyerahan obat sesuai nomor urut antrean, sedangkan aspek keramahan, perhatian, kesabaran, dan penampilan tenaga kefarmasian telah memenuhi harapan pasien sehingga perlu dipertahankan. Analisis ZoT menunjukkan bahwa seluruh dimensi pelayanan masih berada dalam batas toleransi pasien, yang menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan masih dapat diterima oleh pasien meskipun masih terdapat beberapa atribut yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor secara umum telah memberikan kepuasan kepada pasien, tetapi peningkatan mutu pelayanan masih perlu difokuskan pada aspek kehandalan, terutama ketersediaan obat dan ketertiban proses penyerahan obat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian yang berkualitas memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah dengan fasilitas terbatas seperti Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di dua apotek wilayah Sanga-Sanga pada periode Februari–Maret 2026. Kepuasan diukur menggunakan model SERVQUAL yang meliputi lima dimensi: reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan), empathy (empati), dan tangible (bukti fisik). Metode penelitian bersifat kuantitatif deskriptif non-eksperimental dengan teknik accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 350 pasien yang menerima layanan kefarmasian. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi menampilkan nilai GAP negatif, yang mengindikasikan adanya selisih antara harapan pasien dan kenyataan layanan di apotek. Pada Apotek A, rata-rata skor kenyataan adalah 84,55 dan harapan 98,46 sehingga GAP total −13,90. Sedangkan pada Apotek B, skor kenyataan 82,95 dan harapan 97,43 sehingga GAP total −14,48. Dimensi dengan GAP terbesar pada Apotek A adalah tangible (−15,86), menunjukkan kebutuhan peningkatan fasilitas fisik dan penampilan layanan. Pada Apotek B dimensi terbesar adalah responsiveness (−15,45), menandakan perlunya peningkatan kecepatan dan ketanggapan staf dalam melayani pasien. Berdasarkan penilaian pasien tingkat pelayanan kefarmasian kedua apotek masih dikategorikan baik. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pelayanan kefarmasian di wilayah Sanga-Sanga belum sepenuhnya memenuhi harapan pasien sehingga diperlukan perbaikan, khususnya pada dimensi yang memiliki GAP terbesar. Penelitian diharapkan menjadi acuan evaluasi bagi apotek setempat, referensi akademik bagi mahasiswa farmasi, serta dasar rekomendasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam upaya peningkatan dan pemerataan layanan kesehatan di daerah terpencil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek semakin penting dalam konteks kesehatan saat ini. Kesadaran pasien akan hak yang seharusnya didapatkan dan tuntutan untuk layanan berkualitas mendorong apotek untuk memenuhi harapan pasien secara optimal. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek melalui studi literatur. Penelitian ini mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien, seperti kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. Metode yang digunakan adalah analisis literatur yang komprehensif, dengan menelaah artikel akademis dan laporan penelitian yang relevan. Data dikumpulkan dari 2 jurnal yang relevan dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien di Apotek Melia Banjarmasin tergolong puas, dengan skor rata-rata 3,25, sedangkan di Apotek X Kota Bengkulu tergolong sangat puas dengan skor rata-rata 85,43%. Dimensi empati, jaminan, dan ketanggapan merupakan faktor dominan yang memengaruhi kepuasan pasien pada kedua apotek. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa meskipun keduanya menunjukkan kepuasan tinggi, peningkatan fasilitas fisik serta pelatihan komunikasi apoteker tetap diperlukan untuk menunjang mutu pelayanan secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas Kalimantan Timur. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal penelitian yang sama dan sudah dilakukan. Analisis data yang digunakan dengan metode deskriptif. Objek pada penelitian ini adalah tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur perbandingan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di tiga puskesmas, didapatkan hasil rata-rata kepuasan tertinggi adalah Puskesmas Baqa Samarinda dengan rata-rata 86,27% pada dimensi jaminan, responden merasa sangat puas. Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Sempaja Samarinda rata-rata 81,4% responden merasa puas. Ketidakpuasan pasien tertinggi terdapat pada Puskesmas Loa Ipuh sebesar 23,5% responden tidak puas dalam dimensi jaminan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Standar pelayanan kefarmasian adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian dan pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas, maka ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong.Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021. Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitian observasional dengan menggunakan desain penelitian cohort.Data diperoleh dari pengisian lembar wawancara, lembar kuesioner oleh pasien dan lembar daftar tilik berdasarkan pengamatan langsung di ruang farmasi Puskesmas Loa Ipuh.Data yang diperoleh dibandingkan dengan standar yang ada pada kepustakaan dan dianalisis menggunakan uji ChiSquare dan Spearman’s.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi rumah sakit. Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna meliputi pelayanan rawat jalan, rawat inap, dan rawat darurat. Salah satu indikator untuk mengevaluasi kualitas pelayanan farmasi adalah dengan mengukur tingkat kepuasan/pelanggang. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan metode analisis deskriptif yaitu menggunakan data sekunder yang telah ditelaah dari beberapa literatur dan dituangkan dalam bentuk tabel. Adapun tahapan penelitian yaitu : melakukan kompilasi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dituangkan dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan dan melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil penelitian studi literatur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit didapatkan hasil rata-rata kepuasaan tertinggi adalah di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado dengan persentase 80,96% dengan kriteria sangat puas, selanjutnya tingkat kepuasan di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Kota Cirebon dengan persentase 68,66% dengan kriteria puas dan tingkat kepuasan terendah adalah di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon dengan persentase 66,12% dengan kriteria puas. Dalam 5 dimensi yang digunakan, hasil rata-rata tingkat kepuasan tertinggi adalah pada Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon pada dimensi realibility dengan persentase 91,8% dengan kriteria sangat puas dan rata-rata tingkat kepuasan terendah adalah di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon pada dimensi empathy dengan persentase 53,1% dengan kriteria puas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas pelayanan kesehatan menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri pasien. Kualitas pelayanan dengan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat dicapai melalui penciptaan pelayanan yang berkualitas tinggi dalam hal penyediaan sarana yang baik, kehandalan petugas, daya tanggap petugas, jaminan pelayanan dan empati. Jika kepuasan pelanggan tinggi akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang demi kelangsungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy terhadap kepuasan pasien rawat jalan di beberapa rumah sakit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Obyek penelitian ini adalah kualitas pelayanan di rawat jalan beberapa rumah sakit mencakup aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran perbandingan dari data-data yang diperoleh terhadap pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di beberapa rumah sakit. Hasil penelitian di RS. St. Elisabeth Semarang diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,716, berarti 71,6% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan, nilai koefisien determinasi RS. Thursina Duri sebesar 0,957, berarti 95,7% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan dan nilai koefisien determinasi RS. Sarila Husada Sragen sebesar 0,377, artinya 37,7% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di apotek.Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh Apoteker Pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian.Kepuasan pasien menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari mutu pelayanan kefarmasian yang diberikan apotek Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian studi literatur yaitu dengan cara mengumpulkan literatur mereduksi, menelaah, menganalisis deskriptif setelah itu menarik kesimpulan. Penelitian studi literatur ini meggunakan (3) jurnal penelitian kepuasan pasien dengan mengukur lima dimensi kepuasan pasien yaitu ketanggan (responsiveness), kehandalan (reliability), Jaminan (assurance), Empati (empaty), Penampilan (Tangible). Hasil penelitian studi literatur adalah bahwa pasien apotek “X” di kota Jambi dengan presentase 77,5% dengan kriteria puas, pasien apotek di wilayah kota Yogyakarta dengan presentase rata-rata 98,15% dengan kriteria sangat puas dengan pelayanan kefamasian apotek yang mereka peroleh, sedangkan pasien apotek di kecamatan Sukorame Bandar Lampung 58,05% pasien tidak puas dengan pelayan apotek yang mereka peroleh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan pasien merupakan suatu target yang sering diterapkan dengan cara membandingkan hasil pelayanan kesehatan yang diterima dengan harapannya dalam bentuk respon emosional (perasaan senang dan puas). Studi ini bertujuan untuk membandingkan gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di instalasi farmasi rawat jalan di beberapa rumah sakit. Berdasarkan jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan. Berdassarkan dari hasil membandingkan tingkat kepuasan pasien di instalasi farmasi rawat jalan RSUD Labuang Aji Makassar, RSIA di Kota Kupang, dan RS Santa Elisabeth Ganjuran Bantul di dapat persentase rata-rata dari ke tiga rumah sakit tersebut pada dimensi ketanggapan sebesar 80,61% puas, jaminan kepastian sebesar 78,80% puas, empati sebesar 81,57% puas, kehandalan sebesar 78,24% puas, dan dimensi penampilan 78,71% puas.