Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
PERBANDINGAN RENDEMEN EKSTRAK DAUN MAHANG (Macaranga triloba (Thunb.) Mull. Arg.) YANG DIEKSTRAKSI MENGGUNAKAN BERBAGAI PELARUT
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN RUMAH SAKIT DIRGAHAYU DENGAN METODE SERVQUAL DAN ZONE OF TOLERANCE (ZoT)
Analisis Laporan Keuangan
Book chapter ini disusun oleh sejumlah akademisi dan praktisi sesuai dengan kepakarannya masing-masing. Buku ini diharapkan dapat hadir memberi kontribusi positif dalam ilmu pengetahuan khususnya terkait dengan Analisis Laporan Keuangan. Sistematika buku Analisis Laporan Keuangan ini mengacu pada pendekatan konsep teoritis dan contoh penerapan. Buku ini terdiri atas 15 bab yang dibahas secara rinci, diantaranya: Pengantar analisis laporan keuangan, Laporan keuangan, Konsep analisis laporan keuangan, Teknik dan tahapan ALK, Analisis horisontal, Analisis vertikal, Analisis trend, Analisis rasio, Analisis arus kas, Analisis modal kerja, Analisis break even point, Analisis kredit, Analisis du-pont, Analisis economic value added (EVA), dan Analisis laba.
Fitoremediasi Pencemar Limbah Organik dan Anorganik di Wilayah Pesisir Menggunakan Tumbuhan Mangrove
Buku ini berisi pembahasan mengenari pesisir, pencemaran yang terjadi di pesisir, metode fitoremediasi, mangrove, dan kemampuan mangrove mendegradasi pencemar di pesisir. Buku ini ditujukan sebagai referensi dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup untuk pemulihan pencemaran limbah organik dan anorganik di wilayah pesisir menggunakan tumbuhan mangrove.
Kapas
The cotton commodity in Indonesia: socioeconomic study.
DATA WAREHOUSING & DATA MINING Modul Praktikum
Modul untuk belajar data mining
PERBANDINGAN RENDEMEN EKSTRAK DAUN MAHANG (Macaranga triloba (Thunb.) Mull. Arg.) YANG DIEKSTRAKSI MENGGUNAKAN BERBAGAI PELARUT
STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BORAKS PADA KERUPUK
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi kandungan boraks pada kerupuk. Bahan tambahan pangan merupakan bahan campuran yang ditambahkan pada pangan dengan tujuan membuat sifat ataupun bentuk pangan sesuai yang diharapkan. Boraks merupakan salah satu zat yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Boraks dalam pangan dapat menyebabkan kerusakan susunan saraf pusat ginjal dan hati. Penggunaan boraks dalam kerupuk oleh produsen tak bertanggung jawab untuk meningkatkan kerenyahan dan memberikan rasa gurih. Boraks dalam pangan dapat di identifikasi dengan beberapa uji kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, skripsi, jurnal penelitian, serta dokumen yang terkait. Tahapan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama, penyajian data yaitu dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan melalui verifikasi dan tinjauan ulang data yang diperoleh. Berdasarkan telaah literatur, diketahui bahwa sampel kerupuk gendar dari pasar yang berada di Kecamatan Kamal, semua teridentifikasi mengandung borak, dengan uji kertas kurkumin. Sampel dari beberapa pasar di Kota Pekan Baru, negatif mengandung boraks, yang diuji dengan uji nyala. Sampel kerupuk dari Pasar di Kabupaten Tanggamus, 6 positif mengandung borak dengan kertas kurkumin, sedangkan uji nyala api dan uji uap ammonia memberikan hasil negatif terhadap 8 sampel kerupuk
STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BORAKS PADA KERUPUK
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi kandungan boraks pada kerupuk. Bahan tambahan pangan merupakan bahan campuran yang ditambahkan pada pangan dengan tujuan membuat sifat ataupun bentuk pangan sesuai yang diharapkan. Boraks merupakan salah satu zat yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Boraks dalam pangan dapat menyebabkan kerusakan susunan saraf pusat ginjal dan hati. Penggunaan boraks dalam kerupuk oleh produsen tak bertanggung jawab untuk meningkatkan kerenyahan dan memberikan rasa gurih. Boraks dalam pangan dapat di identifikasi dengan beberapa uji kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, skripsi, jurnal penelitian, serta dokumen yang terkait. Tahapan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama, penyajian data yaitu dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan melalui verifikasi dan tinjauan ulang data yang diperoleh. Berdasarkan telaah literatur, diketahui bahwa sampel kerupuk gendar dari pasar yang berada di Kecamatan Kamal, semua teridentifikasi mengandung borak, dengan uji kertas kurkumin. Sampel dari beberapa pasar di Kota Pekan Baru, negatif mengandung boraks, yang diuji dengan uji nyala. Sampel kerupuk dari Pasar di Kabupaten Tanggamus, 6 positif mengandung borak dengan kertas kurkumin, sedangkan uji nyala api dan uji uap ammonia memberikan hasil negatif terhadap 8 sampel kerupuk
STUDI LITERATUR PERBANDINGAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN DAGING BUAH NANAS (Ananas comosus) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumonia, Propionibacterium acnes, dan Staphylococcus aureus
Nanas (ananas comosus) salah satu buah dengan produksi tertinggi di Indonesia setelah pisang, mangga, dan jeruk. Pada air perasan buah nanas terdapat kandungan bromelin yang dipercaya memiliki aktivitas atibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak buah nanas terhadap Propionibacterium acnes. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan uji aktivitas antibakteri air perasan buah nanas terhadap bakteri klebsiella pneumonia, propionibacterium acnes, dan staphylococcus aureus. Data yang di pakai dalam sudi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah artikel. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajin data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data pada studi ini menggunakan metode analisis deskriptif. Kesimpulan yang dapat di ambil adalah terdapat perbedaan daya hambat antibakteri air perasan daging buah pada bakteri klebsiella pneumonia, propionibacterium acnes, dan staphylococcus aureus.
STUDI LITERATUR PENGUJIAN KUALITAS SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN PEWARNA BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)
Lipstik merupakan sediaan kosmetika yang digunakan untuk mewarnai bibir. Dalam sediaan lipstik mengandung bahan pewarna. Zat warna yang biasa digunakan dalam produk lipstik dapat berupa zat warna sintesis dan zat warna alami. Buah naga merah adalah salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi zat pewarna alami pada produk kosmetika seperti lipstik. Penelitian ini merupakan penelitian jenis studi literatur yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kualitas sediaan lipstik menggunakan pewarna alami buah naga, mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak buah naga terhadap kualitas sediaan lipstik yang dihasilkan. Objek penelitian yang digunakan adalah formulasi sediaan lipstik menggunakan pewarna alami buah naga. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan literatur, perbandingan literatur, pengkajian literatur, dan menarik kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil peneltian menunjukkan bahwa ekstrak buah naga baik yang berasal dari daging buah maupun kulit dapat digunakan sebagai pewarna kosmetik seperti lipstik. Variasi konsentrasi ekstrak buah naga berpengaruh terhadap warna sediaan dan nilai pH, namun tidak berpengaruh pada homogenitas sediaan, hasil polesan dan pengujian iritasi.
STUDI LITERATUR PERBANDINGAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN DAGING BUAH NANAS (Ananas comosus) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumonia, Propionibacterium acnes, dan Staphylococcus aureus
Nanas (ananas comosus) salah satu buah dengan produksi tertinggi di Indonesia setelah pisang, mangga, dan jeruk. Pada air perasan buah nanas terdapat kandungan bromelin yang dipercaya memiliki aktivitas atibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak buah nanas terhadap Propionibacterium acnes. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan uji aktivitas antibakteri air perasan buah nanas terhadap bakteri klebsiella pneumonia, propionibacterium acnes, dan staphylococcus aureus. Data yang di pakai dalam sudi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah artikel. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajin data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data pada studi ini menggunakan metode analisis deskriptif. Kesimpulan yang dapat di ambil adalah terdapat perbedaan daya hambat antibakteri air perasan daging buah pada bakteri klebsiella pneumonia, propionibacterium acnes, dan staphylococcus aureus.
STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) PADA BAKTERI Escherichia coli
ABSTRAK Studi Literatur menjelaskan tentang Escherichia coli merupakan golongan bakteri coliform yaitu flora normal didalam usus manusia dan menimbulkan penyakit bila masuk kedalam organ atau jaringan lain, seperti pneumonia, endocarditis, infeksi pada luka, dan penyakit diare. Secara tradisional biji pepaya memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder pada ekstrak biji pepaya dan penghambatan antibakteri E.coli. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri biji pepaya (Carica papaya L.) pada Escherichia coli. Tahapan penelitian dimulai dari data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data yaitu data dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan melakukan verifikasi dan tujuan ulang data yang didapat agar kesimpulan dilakukan dengan benar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan skrining fitokimia pada ekstrak biji pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Sedangkan aktivitas antibakteri ekstrak biji pepaya mampu menghambat pada konsentrasi 1,25%, 10%, 20%, 50% dengan pelarut etanol 96% dan pada etanol 70% mampu menghambat pada konsentrasi 1%. Kesimpulan dari penelitian studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya sudah mampu menghambat pada konsentrasi 1,25% menghasilkan zona hambat 3,60 mm pada pelarut etanol 96% dan dengan konsentrasi 1% mengasilkan zona hambat 9 mm pada pelarut etanol 70%.
STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) PADA BAKTERI Escherichia coli
ABSTRAK Studi Literatur menjelaskan tentang Escherichia coli merupakan golongan bakteri coliform yaitu flora normal didalam usus manusia dan menimbulkan penyakit bila masuk kedalam organ atau jaringan lain, seperti pneumonia, endocarditis, infeksi pada luka, dan penyakit diare. Secara tradisional biji pepaya memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder pada ekstrak biji pepaya dan penghambatan antibakteri E.coli. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri biji pepaya (Carica papaya L.) pada Escherichia coli. Tahapan penelitian dimulai dari data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data yaitu data dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan melakukan verifikasi dan tujuan ulang data yang didapat agar kesimpulan dilakukan dengan benar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan skrining fitokimia pada ekstrak biji pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Sedangkan aktivitas antibakteri ekstrak biji pepaya mampu menghambat pada konsentrasi 1,25%, 10%, 20%, 50% dengan pelarut etanol 96% dan pada etanol 70% mampu menghambat pada konsentrasi 1%. Kesimpulan dari penelitian studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya sudah mampu menghambat pada konsentrasi 1,25% menghasilkan zona hambat 3,60 mm pada pelarut etanol 96% dan dengan konsentrasi 1% mengasilkan zona hambat 9 mm pada pelarut etanol 70%.
STUDI LITERATUR PENGUJIAN KUALITAS SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN PEWARNA BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)
Lipstik merupakan sediaan kosmetika yang digunakan untuk mewarnai bibir. Dalam sediaan lipstik mengandung bahan pewarna. Zat warna yang biasa digunakan dalam produk lipstik dapat berupa zat warna sintesis dan zat warna alami. Buah naga merah adalah salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi zat pewarna alami pada produk kosmetika seperti lipstik. Penelitian ini merupakan penelitian jenis studi literatur yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kualitas sediaan lipstik menggunakan pewarna alami buah naga, mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak buah naga terhadap kualitas sediaan lipstik yang dihasilkan. Objek penelitian yang digunakan adalah formulasi sediaan lipstik menggunakan pewarna alami buah naga. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan literatur, perbandingan literatur, pengkajian literatur, dan menarik kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil peneltian menunjukkan bahwa ekstrak buah naga baik yang berasal dari daging buah maupun kulit dapat digunakan sebagai pewarna kosmetik seperti lipstik. Variasi konsentrasi ekstrak buah naga berpengaruh terhadap warna sediaan dan nilai pH, namun tidak berpengaruh pada homogenitas sediaan, hasil polesan dan pengujian iritasi.