ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jerawat atau acne vulgaris merupakan permasalahan kulit yang disebabakan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.) berpotensi dapat digunakan untuk mengatasi bakteri penyebab jerawat. Etanol dengan konsentrasi berbeda sering di gunakan dalam proses ekstraksi. Perbedaan variasi konsentrasi etanol dapat mempengaruhi rendemen, senyawa biaoktif dan aktivitas antibakteri dari ekstrak suatu tanaman. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% dan 96% daun bidara arab terhadap pertumbuhan bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes serta untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung. Metode yang digunakan adalah studi literatur dekskriptif menggunakan data sekunder yaitu artikel dari penelitian sebelumnya. Hasil analisis data menunjukkan ekstrak etanol 70% daun bidara arab pada konsentrasi 40% menghasilkan zona hambat sebesar 10,12 mm dengan kategori daya hambat kuat sedangkan ekstrak etanol 96% pada konsentrasi 30% menghasilkan zona hambat sebesar 14,13 mm yang termasuk golongan daya hambat kuat. Hasil analisis skrining fitokimia ekstrak etanol 70% mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid dan tanin sedangkan ekstrak etanol 96% mengandung senyawa aktif flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Perbedaan aktivitas antibakteri dan senyawa aktif yang dihasilkan diakibatkan oleh perbedaan tingkat polaritas serta perbedaan konstanta dielektrik pelarut etanol 70% dan 96%. Selain itu, faktor lain yang menjadi penyebab perbedaan aktivitas antibakteri serta kandungan senyawa aktif yaitu proses pembuatan simplisia, kualitas simplisia yang digunakan, metode ekstraksi, perbandingan bahan dan pelarut, pH, waktu, suhu stabilitas senyawa, konsentrasi antibakteri dalam ekstrak, laju difusi zat antibakteri ke dalam medium, serta faktor lain seperti inokulum, ukuran, suhu, inkubasi, pH, komponen media, dan aktivitas metabolisme mikroorganisme.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Acne vulgaris yang lebih dikenal sebagai jerawat adalah kondisi peradangan kronik dari unit pilosebaceous yang ditandai dengan adanya komedo, papula, kista, pustula, dan nodul. Terdapat beberapa mekanisme utama dalam patogenesis jerawat, salah satunya disebabkan infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Daun pegagan (Centella asiatica L.) dengan kandungan senyawa triterpenoid centelloid memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Metode uji aktivitas antibakteri dapat berpengaruh terhadap hasil diameter zona hambat yang terbentuk. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Tahapan penelitian meliputi reduksi data dari beberapa jurnal penelitian hingga diperoleh data utama, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif komparatif yaitu membuat gambaran dari data artikel penelitian yang digunakan, berupa diameter zona hambat aktivitas antibakteri. Hasil analisis data dari metode sumuran diperoleh hasil rata-rata zona hambat antara 7,6 – 12,6 mm dengan kategori sedang hingga kuat. Sedangkan menggunakan metode difusi cakram, diperoleh hasil rata-rata zona hambat antara 8,66 – 19,33 mm, dengan kategori sedang hingga kuat. Perbedaan besar zona hambat yang dihasilkan dipengaruhi oleh metode pengujian yang digunakan, konsentrasi ekstrak, serta perbedaan lokasi pengambilan sampel tanaman pegagan (Centella asiatica L.).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman obat di Indonesia yang sering dimanfaatkan untuk mengobati jerawat ialah daun sirih merah yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penyebab utama jerawat melibatkan produksi minyak berlebih (sebum) yang dapat menghambat pori-pori kulit, serta menyebabkan terjadinya peradangan kulit, dan juga dapat disebabkan oleh pertumbuhan bakteri seperti Propionibacterium acnes. Analisis daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap bakteri Propinibacterium acnes dapat dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap bakteri Propinibacterium acnes. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, dengan tahap yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Hasil dari studi literatur ini ialah ekstrak daun sirih merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Ekstrak daun sirih merah yang menggunakan metode ekstraksi sokhletasi pada konsentrasi 10% menghasilkan zona daya hambat sebesar 9,53 mm dengan kategori sedang. Namun ekstrak yang menggunakan metode maserasi pada konsentrasi yang sama menghasilkan zona daya hambat sebesar 23,25 mm dengan kategori sangat kuat. Kesimpulan dari studi literatur ini ialah ekstrak daun sirih merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada metode ekstraksi maserasi dengan zona daya hambat kategori sangat kuat.
ArticleOpen AccessMetadata saja
2025•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Plants as medicinal ingredients have potential as antimicrobials and antioxidants, with various molecules that can protect the human body from pathogens and cellular oxidation. This is closely related to the secondary metabolitescontained in these plants. Currently there are several bacteria that are resistant to antibiotics, therefore it is necessary to find an alternative to overcome this resistance by conducting research on medicinal plants. Sekilang (Embeliaborneensis) is a plant that is used by the Dayak tribe in Kalimantan as an ingredient for catching fish, repelling leeches and hair care and does not rule out having medicinal properties. So it is necessary to do research on these plants, especially the bark. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of sekilang bark extract against Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis bacteria. Extraction of the active substance was carried out by maceration with ethanol solvent and antibacterial activity test using the disc diffusion method. The results of phytochemical screening showed that the bark extract of sekilang contains saponins, flavonoids, alkaloids and tannins. The results of the antibacterial activity test against Propionibacterium acne at a concentration of 2.5%; 5% ; 10% and 20% are 6.5 mm, respectively; 8.36 mm ; 7.5mm; 7.33mm. Antibacterial activity against Staphyllococus epidermidis at a concentration of 2.5%; 5% ; 10% and 20% are 7.0 mm, respectively; 7.7mm; 6.33mm; 7.8mm. It was concluded, that the bark extract of sekilang have antibacterial activity against Propionibacterium acne and Staphyllococus epidermidis with moderate category. The positive control used was clindamycin and the negative control was Dimethyl sulfoxy.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat salah satunya yaitu sebagai antibakteri. Diare dapat disebabkan karena adanya bakteri disaluran pencernaan, salah satu bakteri yang dapat menyebabkan diare adalah bakteri Escherichia coli. Jerawat dapat disebabkan karena adanya pertumbuhan koloni bakteri penyebab jerawat dan inflamasi, inflamasi atau peradangan ini umumnya dipicu oleh salah satu bakteri yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui diameter zona hambat dari daun senggani terhadap bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dan menggunakan metode difusi cakram. Variabel bebas penelitian ini yang digunakan adalah konsentrasi 20%, 40% dan 60%, variabel terikatnya adalah diameter zona hambat bakteri yang terbentuk disekitar kertas cakram dan variabel kontrol penelitian ini adalah perlakuan bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes dan metode uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun senggani mengandung metabolit sekunder berupa alkoloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun senggani memiliki aktivitas terhadap bakteri Escherichia coli ditandai adanya diameter zona bening disekitar kertas cakram, aktivitas zona hambat pada ekstrak etanol 70% dengan konsentrasi 20% (12,88 mm), 40% (15,03 mm) dan 60% (15,71 mm). Sedangkan aktivitas zona hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan kosentrasi 20% (13,13 mm), 40 % (15,90 mm) dan 60% (16,71 mm). Uji daya hambat ekstrak etanol 70 % daun senggani terhadap bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes menunjukkan hasil bahwa daun senggani memiliki daya hambat terhadap kedua bakteri dengan kategori kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman nyirih (Xylocarpus granatum) merupakan salah satu spesies yang banyak ditemukan di hutan mangrove yang termasuk dalam famili Meliaceae. Berdasarkan data empiris tanaman nyirih digunakan sebagai obat diare dan pembersih luka. Manfaat biji buah nyirih dimasyarakat yang dicampur dengan tepung beras digunakan sebagai masker wajah untuk mengobati jerawat. Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit karena adanya penumpukan minyak yang menyebabkan pori-pori kulit wajah tersumbat sehingga memicu aktivitas bakteri dan peradangan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji buah nyirih dalam menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah antibakteri ekstrak biji buah nyirih terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Aktivitas antibakteri diuji dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi ekstrak 10%, 15% dan 20%. Kontrol negatif yang digunakan yaitu DMSO 1% dan kontrol positif yang digunakan yaitu kloramfenikol 0,1%. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol biji buah nyirih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes dengan kriteria sedang pada konsentrasi 10%, 15%, 20%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Acne vulgaris penyakit kulit karena bakteri Propionibacterium acnes. Rangkaian produk skincare salah satunya cream anti acne yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan. Cream anti acne mempunyai mekanisme kerja yaitu untuk mengurangi sekresi sebum, meningkatkan regenerasi sel kulit, serta memiliki sifat anti bakteri dan inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas dan efektivitas night cream anti acne dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan teknik sampling purposive sampling. Penelitian ini menggunakan 3 sampel night cream anti acne berbeda yang digunakan dengan kode krim (DS, MS dan ST) yang diperoleh dari toko kosmetik dan klinik kecantikan. Uji efektivitas bakteri dengan benzoil peroksida gel (2,5%) sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Analisa didapatkan dengan melakukan pengukuran diameter zona hambat. Dianalisa dengan analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui MS memiliki zona hambat paling besar dengan rata-rata 6,7 mm. Berdasarkan analisis data menggunakan metode Kruskall-Wallis, diketahui nilai sig 0,05 dan = 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna peningkatan konsentrasi krim uji terhadap zona hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih hijau terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Daun sirih diketahui memiliki senyawa antibakteri alami seperti senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, saponin, tannin dan minyak atsiri. Objek penelitian adalah daya hambat bakteri dari daun sirih hijau. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama tulisan, penyajian secara deskriptif. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang perbandingan aktivitas antibakteri daun sirih hujau (Piper betle L.) Berdasarkan Hasil penelitian ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap bakteri Staphylococus aureus memiliki daya hambat dengan kategori kuat pada konsentrasi 15%, 25%, 50%, 75%, dan secara berurutan 10,1 mm, 12,5 mm, 15,3 mm, 20,3 mm. Sedangkan zona hambat daun sirih hijau terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, dan 20%. Secara berurutan 7,01 mm, 8,92 mm, 13,28 mm, 21,08 mm,. memiliki daya hambat dengan kategori sangat kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nanas (ananas comosus) salah satu buah dengan produksi tertinggi di Indonesia setelah pisang, mangga, dan jeruk. Pada air perasan buah nanas terdapat kandungan bromelin yang dipercaya memiliki aktivitas atibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak buah nanas terhadap Propionibacterium acnes. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan uji aktivitas antibakteri air perasan buah nanas terhadap bakteri klebsiella pneumonia, propionibacterium acnes, dan staphylococcus aureus. Data yang di pakai dalam sudi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah artikel. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajin data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data pada studi ini menggunakan metode analisis deskriptif. Kesimpulan yang dapat di ambil adalah terdapat perbedaan daya hambat antibakteri air perasan daging buah pada bakteri klebsiella pneumonia, propionibacterium acnes, dan staphylococcus aureus.