Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: staphylococcus aureus.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun petai belalang (Archidendron clypearia ( Jack) I.C Nielsen) Terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Petai belalang (Archidendron clypearia) adalah tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan tradisional untuk demam, diare, dan detoksifikasi yang mengandung senyawa flavonoid seperti robinetin, quercetin, serta memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri ekstrak daun petai belalang terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan tahapan penelitian yang dilakukan dimulai dari determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan ekstrak dan skrining fitokimia. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus untuk menilai potensi antimikroba ekstrak tumbuhan ini. Ekstrak dibuat dengan konsentrasi 1%, 5%, 10%, dan 15%, menggunakan kontrol positif amoxicillin dan kontrol negatif DMSO 1%. Metode difusi cakram digunakan untuk mengukur zona hambat bakteri. Analisis data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan metode statistik One Way Anova. Hasil Penelitian aktivitas zona hambat pada ekstrak etanol daun petai belalang pada konsentrasi 15% menghasilakan zona hambat sebesar 8,7 mm dengan kategori sedang, terhadap bakteri Escherichia coli, sedangkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 15% menghasilkan zona hambat 7,9 mm. Hasil analisis statistik One Way Anova menunjukkan adanya perbedaan terhadap bakteri gram postif dan negatif.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) dan JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang jahe (Zingiber officinale) dan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman jahe dan jahe merah secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat batuk, pegal-pegal, kepala pusing, masuk angin, rematik dan mual-mual. Rimpang Jahe merah mengandung lebih banyak gingerol dan minyak atsiri dari pada jahe biasa, sehingga jahe merah lebih pedas dan efektif sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Metabolit sekunder dalam tanaman tersebut diketahui memiliki sifat antibakteri. Rimpang jahe dan jahe merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar yang telah dimodifikasi (Difusi Kirby dan Bauer), metode disk diffusion dan metode difusi paper disk. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah tentang uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang jahe dan jahe merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Staphylococcus aureus yang diperoleh dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian yang diperoleh dari data jurnal tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang jahe (Zingiber officinale) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40% dan 80% kategori hambatan sedang. Ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dengan konsentrasi 20%, 25%, 40%, 50%, 60%, 75%, 80% dan 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori hambatan sedang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R. M.Sm.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Sp.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Senyawa antibakteri merupakan senyawa kimiawi atau biologis baik alami maupun sintetik yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri. Bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) mempunyai aktivitas efektif terhadap antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ekstrak etanol bunga kecombrang asal desa Pampang (100-500 mdpl), Kalimantan timur yang optimal dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Dengan objek yang diteliti yaitu, zona hambat ekstrak bunga kecombrang terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode sumuran dengan konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 40%, 60% dan kontrol positif kloramfenikol, dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil pada penelitian ini adalah ekstrak etanol 96% bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi optimal 60% memiliki daya hambat kategori sedang yaitu 5,933 mm.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman kersen secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat asam urat, obat batuk, penurun panas dan luka bakar. Daun kersen mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, saponin, dan triterpenoid/steroid yang mempunyai daya antibakteri dan antiinflamasi. Ekstrak etanol daun kersen dibuat dengan metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah tentang uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kersen terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Staphylococcus aureus yang diperoleh dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian yang diperoleh dari data jurnal tersebut menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kersen memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi terkecil yaitu 10% dengan zona hambat yang diperoleh sebesar 13,7 mm dan pada konsentrasi terbesar yaitu 100% diperoleh zona hambat sebesar 19,5 mm. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak daun kersen memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang dikategorikan kuat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun Kemangi mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang teridentifikasi memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dalam bentuk jurnal ilmiah. Pembuatan ekstrak etanol daun kemangi dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode difusi agar menggunakan kertas cakram dan difusi lubang sumuran. Hasil penelitian yang diperoleh dari data jurnal tersebut menujukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 5%-100%, dengan daya hambat yang diperoleh 8,31mm-19,9mm. Pada penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki antivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang dikategorikan sedang hingga kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN DAGING BUAH NANAS (Ananas comosus) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumonia, Propionibacterium acnes, dan Staphylococcus aureus

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nanas (ananas comosus) salah satu buah dengan produksi tertinggi di Indonesia setelah pisang, mangga, dan jeruk. Pada air perasan buah nanas terdapat kandungan bromelin yang dipercaya memiliki aktivitas atibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak buah nanas terhadap Propionibacterium acnes. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan uji aktivitas antibakteri air perasan buah nanas terhadap bakteri klebsiella pneumonia, propionibacterium acnes, dan staphylococcus aureus. Data yang di pakai dalam sudi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah artikel. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajin data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data pada studi ini menggunakan metode analisis deskriptif. Kesimpulan yang dapat di ambil adalah terdapat perbedaan daya hambat antibakteri air perasan daging buah pada bakteri klebsiella pneumonia, propionibacterium acnes, dan staphylococcus aureus.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TUMBUHAN PUTAT (Barringtonia acutangula) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) merupakan tumbuhan alam yang berpotensi sebagai antibakteri. Secara empiris tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) memiliki khasiat sebagai obat diare, penyakit kulit, radang, pilek. Bakteri yang menyebabkan infeksi kulit salah satunya Staphylococcus aureus. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Tahapan penelitian mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama berupa hasil Uji aktivitas antibakteri tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif berupa data penelitian sebelumnya, data hasil aktivitas antibakteri. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil uji aktivitas antibakteri Rata-rata zona hambat yang terbentuk di setiap bagian tumbuhan yang di uji adalah biji dengan konsentrasi 1000 µg/ml (22.4±0.55mm) dan 125 µg/ml (21.3±0.65 mm) dan kulit batang dengan konsentrasi 30 µg/ml (12 mm) dan 50 µg/ml (12 mm). Terdapat dari hasil uji aktivitas antibakteri yang di uji kesetiap bagian tumbuhan dimana aktivitas antibakteri yang lebih baik adalah di konsentrasi 30 µg/ml 12 mm dimana dengan konsentrasi terkecil sudah masuk dalam kategori kuat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI ESKTRAK BIJI PANGI (Pangium edule Reinw.) DENGAN EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biji Pangi (Pangium edule Reinw.) dan Biji Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid. Senyawa metabolit tersebut memiliki potensi sebagai antibakteri. Stapylococcus aureus merupakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri ekstak biji pangi dan ekstrak biji pepaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Objek penelitian ini adalah aktivitas antibakteri ekstrak biji pangi (Pangium edule Reinw.) dengan biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat yang terbentuk terhadap zat antibakteri yaitu ekstrak dari biji pangi (Pangium edule Reinw.) dan ekstrak biji pepaya (Carica papaya L.). Uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak biji pangi memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak biji pepaya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococccus aureus dengan zona hambat terbesar yang terbentuk 20,3 mm pada konsentrasi 8%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail