Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: ekstrak.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi dan Skrining Fitokimia Simplisa dan Ekstrak Etanol Daun Kratom (Mitrgyna Speciosa (Korth.) Havil)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth) memiliki aktivitas sebagai analgesik, antidiare, antidepresan, antibakteri, antinosiseptif, anti-inflamasi, serta antioksidan. Karakterisasi dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui mutu dari suatu bahan baku obat tradisional. Daun kratom diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan didapatkan rendemen sebesar 23,46%. Hasil uji karakterisasi spesifik meliputi uji organoleptik pada simplisia berupa serbuk berwarna hijau kecoklatan, rasa pahit, dengan aroma khas dan pada ekstrak etanol berupa ekstrak kental, berwarna coklat kehitaman, rasa pahit, dan aroma yang khas. Hasil pengamatan makroskopik daun kratom yaitu berbentuk elips, tepi daunnya bergigi, tulang daun dengan berwarna coklat kemerahan menyirip berjumlah 12-17 pasang, pangkal daun sub cordate dan ujung meruncing. Kadar senyawa terlarut dalam air pada simplisia sebesar 23% dan pada ekstrak sebesar 69%, sedangkan kadar senyawa terlarut dalam etanol pada simplisia sebesar 17,7% dan pada ekstrak sebesar 20,3%. Hasil uji karakterisasi non spesifik meliputi susut pengeringan pada simplisia sebesar 13,75% dan pada ekstrak sebesar 24,3%. Kadar abu total dalam simplisia sebesar 4,12% dan dalam ekstrak sebesar 10,35%, kadar abu tidak larut asam dalam simplisia sebesar 0,85% dan dalam ekstrak sebesar 0,58%. Bobot jenis ekstrak sebesar 1,02 g/ml. Total cemaran mikroba angka lempeng total simplisia sebanyak 7,9  10³ koloni/g dan ekstrak 4,5  10³ koloni/g, sedangkan angka kapang khamir pada simplisia 6,4  10³ koloni/g dan pada ekstrak 4,4  10³ koloni/g. Hasil uji skrining fitokimia simplisia dan ekstrak daun kratom positif mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin,saponin, dan steroid.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAUN PEGAGAN DAN NILAI RENDEMEN DENGAN METODE MASERASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pegagan adalah nama umum Indonesia untuk Centella asiatica (L.) Urban. Jenis ini telah lama dikenali masyarakat karena kegunaannya untuk bahan obat-obatan tradisional. Belum diketahui secara jelas asal usulnya, akan tetapi daerah persebarannya meliputi daerah tropis dan sub tropis di seluruh dunia mulai dari Afrika Selatan, Afrika Tengah, Asia bahkan sampai Semenanjung Arab. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji skrining fitokimia terhadap ekstrak daun pegagan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung di dalamnya dan standardisasi ekstrak, seperti alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, glikosida, triterpenoid, dan steroid dengan menggunakan metode maserasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, Analisis data dilakukan secara deskriptif, dengan menyajikan data kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil studi menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, triterpenoid, dan steroid, meskipun hasil identifikasi berbeda tergantung pada jenis pelarut yang digunakan. Penggunaan etanol 96% menghasilkan rendemen sebesar 16,31%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan etanol 70% yang hanya menghasilkan 5,9%. Selain itu, etanol 96% juga lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa semi-polar dan non-polar yang tidak dapat larut optimal dalam pelarut etanol 70%. Temuan ini memberikan gambaran penting tentang pengaruh jenis pelarut terhadap efektivitas ekstraksi bahan aktif dari tanaman obat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sediaan herbal berbasis daun pegagan yang efektif, aman, dan terstandar

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH VARIASI PELARUT TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera L)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui nilai rendemen ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L) yang diekstraksi menggunakan berbagai pelarut. Daun kelor (Moringa oleifera L) tanaman ini telah dikenal selama berabad-abad sebagai salah satu tanaman sayuran yang multiguna padat nutrisi, hampir semua bagian dari tanaman kelor ini dapat dijadikan sumber makanan karena mengandung senyawa aktif dan gizi lengkap. Daun kelor mengandung metabolit primer seperti protein, lemak karbohidrat, berbagai mineral, vitamin dan asam amino sehingga dapat dimanfaatkan sebagai makanan alternatif pada kasus malnutrisi, selain itu daun kelor juga mengandung, metabolit sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehungga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil dari studi literatur ini, didapatkan bahwa nilai rendemen terbesar pada ekstrak etanol 70% sebesar 12,69% dengan kandungan senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan, saponin. Bahwa ternyata daun kelor banyak tersari pada pelarut yang polar, maka bisa disimpulkan senyawa metabolit sekunder yang ada dalam daun kelor lebih banyak bersifat polar.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail