Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Mitragyna speciosa Korth
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi dan Skrining Fitokimia Simplisa dan Ekstrak Etanol Daun Kratom (Mitrgyna Speciosa (Korth.) Havil)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth) memiliki aktivitas sebagai analgesik, antidiare, antidepresan, antibakteri, antinosiseptif, anti-inflamasi, serta antioksidan. Karakterisasi dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui mutu dari suatu bahan baku obat tradisional. Daun kratom diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan didapatkan rendemen sebesar 23,46%. Hasil uji karakterisasi spesifik meliputi uji organoleptik pada simplisia berupa serbuk berwarna hijau kecoklatan, rasa pahit, dengan aroma khas dan pada ekstrak etanol berupa ekstrak kental, berwarna coklat kehitaman, rasa pahit, dan aroma yang khas. Hasil pengamatan makroskopik daun kratom yaitu berbentuk elips, tepi daunnya bergigi, tulang daun dengan berwarna coklat kemerahan menyirip berjumlah 12-17 pasang, pangkal daun sub cordate dan ujung meruncing. Kadar senyawa terlarut dalam air pada simplisia sebesar 23% dan pada ekstrak sebesar 69%, sedangkan kadar senyawa terlarut dalam etanol pada simplisia sebesar 17,7% dan pada ekstrak sebesar 20,3%. Hasil uji karakterisasi non spesifik meliputi susut pengeringan pada simplisia sebesar 13,75% dan pada ekstrak sebesar 24,3%. Kadar abu total dalam simplisia sebesar 4,12% dan dalam ekstrak sebesar 10,35%, kadar abu tidak larut asam dalam simplisia sebesar 0,85% dan dalam ekstrak sebesar 0,58%. Bobot jenis ekstrak sebesar 1,02 g/ml. Total cemaran mikroba angka lempeng total simplisia sebanyak 7,9  10³ koloni/g dan ekstrak 4,5  10³ koloni/g, sedangkan angka kapang khamir pada simplisia 6,4  10³ koloni/g dan pada ekstrak 4,4  10³ koloni/g. Hasil uji skrining fitokimia simplisia dan ekstrak daun kratom positif mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin,saponin, dan steroid.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS SEDATIF DAUN KRATOM (Mitragyna Speciosa Korth)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Daun kratom adalah tumbuhan berkhasiat obat termasuk famili Rubiaceae. Daun kratom merupakan salah satu tanaman obat yang menghasilkan efek stimulan (pada dosis rendah) dan efek sedatif (pada dosis tinggi). Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sedatif daun kratom antara esktrak n-heksan, fraksi etanol, ekstrak etanolik dan ekstrak infusa dengan menggunakan dosis yang bervariasi. Spesies hewan yang digunakan yaitu mencit jantan galur BALB/c dan menggunakan diazepam sebagai kontrol positif. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang dihasilkan dari beberapa penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan memiliki dosis efektif 96 mg/kgBB yang artinya memberikan kemampuan efek sedatif lebih baik jika dibandingkan dengan diazepam. Fraksi etanol menunjukkan dosis efektif 27,20 mg/20g BB. Dosis efektif ekstrak etanolik yaitu 48,57 mg/20gBB, sedangkan ekstrak infusa efek sedatif yang diperoleh yaitu dengan dosis 7,80 g/KgBB namun potensinya masih lemah. Kesimpulan yang dapat diambil adalah efek sedatif pada ekstrak infusa lebih rendah jika dibandingkan dengan ekstrak n-heksan, fraksi etanol dan ekstrak etanolik. Hasil efek sedatif yang diperoleh bervariasi, tergantung pada pelarut yang digunakan dan dosis untuk pengujian efek sedatif sehingga terdapat perbedaan antara ekstrak n-heksan, fraksi etanol, ekstrak etanolik dan infusa. Semakin tinggi dosis yang diberikan maka semakin besar efek sedatif yang dihasilkan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN KRATOM (Mitragyna Speciosa Korth.)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan daun kratom (Mitragyna speiosa Korth.). Daun kratom secara tradisional dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Antioksidan merupakan senyawa yang berguna mengatasi kerusakan oksidatif akibat radikal bebas sehingga berperan mencegah berbagai macam penyakit. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa jurnal penelitian. Hasil uji fitokimia pada ke-empat literatur didapatkan ekstrak daun kratom teridentifikasi mengandung senyawa flavonoid yang dapat berpotensi sebagai antioksidan. Nilai IC50 dengan kategori sangat kuat terdapat pada ekstrak etanol daun kratom (38,56 ppm ; 3,6078 ppm) dan ekstrak metanol daun kratom (34,07 ppm ; 37,08 ppm), kategori sedang terdapat pada ekstrak alkaloid daun kratom (104,8 ppm), dan kategori sangat lemah terdapat pada ekstrak air daun kratom (213,4 ppm). Semakin kecil nilai IC50 maka semakin besar aktivitas antioksidannya. Hasil studi literatur menunjukkan terdapat perbedaan nilai IC50 daun kratom pada setiap pelarut ekstraknya.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTINOSISEPTIF DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa Korth.)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) merupakan salah satu tanaman herbal. Tumbuhan kratom dapat digunakan sebagai obat demam, meringankan nyeri otot dan mengurangi nafsu makan. Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) memiliki efek analgesik opioid (antinosiseptif). Kandungan utama daun kratom adalah mitraginin yang memiliki afinitas kuat pada reseptor opioid. Studi ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antinosiseptif ekstrak dan fraksi daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) dari pelarut yang berbeda. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Fraksi n-heksan daun kratom dosis I (70mg/kgBB), dosis II (140mg/kgBB), dosis III (280 mg/kgBB), fraksi diklorometana daun kratom dosis I (70mg/kgBB), dosis II (140mg/kgBB), dosis III (280 mg/kgBB), fraksi air daun kratom dosis I (140mg/kgBB), dosis II (280mg/kgBB) dan dosis III (560 mg/kgBB) memiliki efek antinosiseptif. Kesimpulan dari studi ini adalah terdapat perbedaan aktivitas antinosiseptif fraksi daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) dari pelarut yang berbeda. Fraksi air daun kratom dosis 560 mg/kgBB memiliki aktivitas antinosiseptif lebih lemah dibandingkan dosis 280 mg/kgBB yang dihasilkan oleh fraksi n-heksan dan fraksi diklorometana.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail