Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Muntingia calabura
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman kersen secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat asam urat, obat batuk, penurun panas dan luka bakar. Daun kersen mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, saponin, dan triterpenoid/steroid yang mempunyai daya antibakteri dan antiinflamasi. Ekstrak etanol daun kersen dibuat dengan metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah tentang uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kersen terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Staphylococcus aureus yang diperoleh dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian yang diperoleh dari data jurnal tersebut menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kersen memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi terkecil yaitu 10% dengan zona hambat yang diperoleh sebesar 13,7 mm dan pada konsentrasi terbesar yaitu 100% diperoleh zona hambat sebesar 19,5 mm. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak daun kersen memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang dikategorikan kuat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Rendemen Ekstrak Daun Kersen (Mutingia calabura L. ) Berdasarkan Metode Maserasi, Refluks dan Sokletasi

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu tahapan pengembangan obat adalah pengolahan bahan baku yang dapat menjamin bahan bermutu secara fisika dan kimia. Agar meningkatkan mutu sediaan obat dari bahan alam, maka ekstrak harus mempunyai kualitas yang baik secara fisik dan kandungan kimianya. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendemen adalah metode ekstraksi. Metode ekstraksi yang biasa digunakan antara lain maserasi, refluks dan sokletasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan hasil rendemen ekstraksi daun kersen dengan menggunakan berbagai metode ekstraksi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa metode ekstraksi menggunakan metode maserasi, refluks dan sokletasi. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian nilai rendemen pada perbedaan metode dari ekstraksi daun pepaya menghasilkan nilai rendemen yang berbeda-beda disetiap metode, pada metode maserasi mendapatkan hasil rendemen sebesar 23,9%, metode refluks mendapatkan hasil 27,3% sedangkan pada metode sokletasi mendapatkan hasil rendemen sebesar 28,92%. Hal ini disebabkan oleh pelarut apa yang digunakan, ukuran partikel, jumlah sampel, metode ekstraksi yang digunakan, dan lama waktu ekstraksi.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN, BUAH, DAN KULIT BATANG TUMBUHAN KERSEN (Muntingia calabura L.) DENGAN METODE DPPH (1,1-DIPHENYL-2-PICRYLHYDRAZYL).

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun, buah, dan kulit batang tumbuhan kersen dengan metode DPPH. Tumbuhan kersen (Muntingia calabura L.) diketahui memiliki senyawa antioksidan alami seperti senyawa flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan triterpenoid. Objek penelitian adalah aktivitas antioksidan dari daun, buah, dan kulit batang tumbuhan kersen. Tahapan penelitian yaitu, mengumpulkan artikel ilmiah kemudian mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data utama tulisan, penyajian secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang perbandingan aktivitas daun, buah, dan kulit batang tumbuhan kersen dengan melihat nilai IC50. Berdasarkan studi literatur dapat disimpulkan bahwa pada tumbuhan kersen memiliki aktivitas antioksidan etanol kulit batang tumbuhan kersen memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dari bagian daun dan buah tumbuhan kersen. Ekstrak etanol kulit batang kersen memiliki nilai IC50 19,632 ppm, termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat, sedangkan ekstrak etanol daun dan buah tumbuhan kersen memiliki nilai IC50 berturut-turut sebesar 164,12 ppm dan 250 ppm, nilai tersebut termasuk kategori antioksidan yang lemah.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail