Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Ocimum basilicum L.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN TONER DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILLICUM L.) DENGAN VARIASI GLISERIN DAN PROPILENGLIKOL Propilenglikol

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L.) berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam sediaan toner. Minyak atsiri memiliki berbagai aktivitas biologis seperti antibakteri, antiparasit, antijamur, antivirus, antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi optimum gliserin dan propilenglikol sebagai humektan dalam formulasi toner minyak atsiri daun kemangi. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode penelitian desain faktorial penuh 2² (Design-Expert 13) dengan variasi gliserin (10% dan 15%) serta propilenglikol (5% dan 10%). Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, waktu kering, dan aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik, dengan nilai pH 4,88–6,38, viskositas 2,30–4,70 cPs, dan waktu kering 1,05–1,11 menit. Analisis ANOVA menunjukkan gliserin berpengaruh dominan terhadap respons pH, sedangkan viskositas dipengaruhi secara signifikan (p0,05). Formula optimum memiliki aktivitas antibakteri terhadap propionibacterium acnes dengan rata-rata zona hambat 14,00 ± 0,87 mm (kategori kuat). Disimpulkan bahwa kombinasi gliserin dan propilenglikol menghasilkan formula toner minyak atsiri daun kemangi yang optimal, memenuhi persyaratan mutu fisik, serta berpotensi sebagai toner alami.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN EVALUASI STRIP SABUN KERTAS EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan bahwa sekitar 19,85% penduduk Indonesia atau sekitar 64 juta jiwa belum memiliki fasilitas cuci tangan di rumah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya inovasi produk pembersih yang praktis, higienis, dan mudah dibawa, seperti sabun kertas (paper soap). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi mutu fisik sabun kertas berbahan aktif ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) berdasarkan parameter Standar Nasional Indonesia (SNI) 3532:2021 tentang sabun padat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Ekstrak daun kemangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dengan rendemen sebesar 21,97%, kemudian diformulasikan ke dalam sediaan sabun kertas dengan konsentrasi ekstrak 3% (F1), 6% (F2), dan 9% (F3), serta formula kontrol tanpa penambahan ekstrak (F0). Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, kadar air, alkali bebas, pH, dan tinggi busa. Data hasil pengujian disajikan dalam bentuk nilai rata-rata dan standar deviasi, kemudian dibandingkan dengan persyaratan mutu berdasarkan SNI 3532:2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik organoleptik yang berbeda sesuai dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Nilai kadar air Formula F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 12,77% ± 0,47; 14,97% ± 5,00; 15,69% ± 0,49; dan 16,49% ± 0,05. Nilai alkali bebas berturut-turut sebesar 0,088% ± 0,0040; 0,072% ± 0,0040; 0,061% ± 0,0046; dan 0,050% ± 0,0046. Nilai pH berturut-turut sebesar 11,10 ± 0,05; 10,10 ± 0,05; 10,03 ± 0,04; dan 10,00 ± 0,05. Tinggi busa yang dihasilkan berturut-turut sebesar 26,00 ± 5,29 mm; 40,00 ± 6,24 mm; 55,33 ± 4,16 mm; dan 78,33 ± 11,59 mm. Berdasarkan hasil evaluasi dan perbandingan dengan persyaratan mutu SNI 3532:2021, Formula F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan pada seluruh parameter yang diuji, sedangkan Formula F0 tidak memenuhi persyaratan pada parameter pH karena memiliki nilai pH sebesar 11,10 yang melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat diformulasikan menjadi sabun kertas yang memenuhi persyaratan mutu fisik SNI 3532:2021. Penambahan ekstrak menghasilkan perbedaan karakteristik fisik antarformula di mana konsentrasi yang lebih tinggi menurunkan pH, serta meningkatkan kadar air dan tinggi busa.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAN ETANOL DAUN KEMANGI DENGAN METODE DPPH

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap atau menetralisir radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, karsinogenesis, dan penyakit lainnya. Salah satu tanaman di Indonesia yang memiliki aktivitas antioksidan alami adalah kemangi (Ocimum basilicum L.). Daun kemangi memiliki kandungan fenolik yang tinggi, senyawa fenolik memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Selain memiliki antioksidan, kemangi terbukti secara ilmiah memiliki aktivitas farmakologi yaitu sebagai analgesik, sedatif, antiinflamasi, antianging, antimikroba, antifungi, dan antivirus. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan berbeda pelarut yaitu metanol dan etanol menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Rancangan yang digunakan adalah dengan melakukan pengumpulan data, mempelajari, menelaah, dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian sehingga didapatkan nilai IC50. Objek pada studi literatur ini adalah aktivitas antioksidan esktrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa prosedur uji aktivitas antioksidan pada ekstrak metanol dan etanol memiliki prosedur yang sama yaitu, pembuatan larutan induk sampel, pembuatan larutan seri, pengukuran absorbansi untuk pembuatan kurva inhibisi, kurva inhibisi, dan hasil uji aktivitas antioksidan maka didapatkan aktivitas antioksidan yang berbeda, pada ekstrak metanol memiliki nilai IC50 1.370,9233 µg/ml yang dikategorikan sangat lemah dan ekstrak etanol memiliki nilai IC50 52,68 µg/ml dikategorikan sedang.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Tablet Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan Kombinasi PVP dan Gelatin Sebagai Bahan Pengikat

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman yang mempunyai banyak khasiat diantaranya sebagai antioksidan. Senyawa yang bermanfaat sebagai antioksidan pada kemangi yaitu flavonoid, eugenol, dan polifenol yang mempunyai kemampuan menetralkan radikal bebas. Mengingat besarnya potensi kemangi sebagai antioksidan maka perlu pengembangan dalam sediaan yang lebih praktis, stabil dan memberikan dosis yang tepat salah satunya adalah sediaan farmasi dalam bentuk tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh sifat fisik dan aktivitas antioksidan tablet ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap variasi jenis dan konsentrasi bahan pengikat PVP dan Gelatin. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan tiga formula dengan variasi jenis dan konsentrasi PVP dan Gelatin sebagai bahan pengikat dengan perbandingan yaitu formula 1 (5:0), formula 2 (2,5:2,5), dan formula 3 (0:5). Dilakukan pengujian sifat fisik tablet dan aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS dengan spektrofotometri UV-Vis. Parameter pengujian sifat fisik tablet meliputi uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan tablet, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Sedangkan parameter pengukuran aktivitas antioksidan yaitu IC50.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun Kemangi mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang teridentifikasi memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dalam bentuk jurnal ilmiah. Pembuatan ekstrak etanol daun kemangi dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode difusi agar menggunakan kertas cakram dan difusi lubang sumuran. Hasil penelitian yang diperoleh dari data jurnal tersebut menujukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 5%-100%, dengan daya hambat yang diperoleh 8,31mm-19,9mm. Pada penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki antivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang dikategorikan sedang hingga kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI GRANUL SIRUP KERING EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) SEBAGAI SEDIAAN FOOD SUPPLEMENT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia dikenal sebagai salah satu dari tujuh negara dengan keanekaragaman hayati terbesar dan memiliki potensi dalam pengembangan obat herbal dalam bidang kesehatan. Obat herbal yang biasa digunakan dimasyarakat adalah tanaman, yang menghasilkan senyawa metabolit sekunder. Salah satu tanaman yang memiliki banyak kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu tanaman kemangi (Ocimum santcum L.), senyawa yang terdapat pada tanaman kemangi diantaranya adalah flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan sehingga dapat dikembangkan menjadi sediaan farmasi yaitu granul sirup kering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan campuran Natrium CMC dan Avicel pH 101 sebagai suspending agent yang dapat menghasilkan granul sirup kering yang memenuhi persyaratan fisik sirup kering. Penelitian ini meliputi beberapa tahan diantaranya determinasi tanaman, pengambilan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan granul sirup kering dan evaluasi sediaan granul sirup kering. Formulasi granul sirup kering dibuat dalam tiga variasi konsentrasi dengan perbandingan Natrium CMC dan Avicel pH 101 sebagai suspending agent yaitu Formula I (0,5% : 1,5%), formula II (1% : 1%), dan formula III (1,5% : 0,5%). Sediaan yang dihasilkan dilakukan evaluasi karakteristik fisik granul yaitu uji organoleptis, uji higroskopis, kandungan lembab, sifat alir, densitas massa, distribusi ukuran partikel, dan waktu rekonstitusi dan karakteristik fisik granul setelah rekonstitusi uji viskositas, uji pH dan uji bobot jenis.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail