ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan bahwa sekitar 19,85% penduduk Indonesia atau sekitar 64 juta jiwa belum memiliki fasilitas cuci tangan di rumah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya inovasi produk pembersih yang praktis, higienis, dan mudah dibawa, seperti sabun kertas (paper soap). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi mutu fisik sabun kertas berbahan aktif ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) berdasarkan parameter Standar Nasional Indonesia (SNI) 3532:2021 tentang sabun padat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Ekstrak daun kemangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dengan rendemen sebesar 21,97%, kemudian diformulasikan ke dalam sediaan sabun kertas dengan konsentrasi ekstrak 3% (F1), 6% (F2), dan 9% (F3), serta formula kontrol tanpa penambahan ekstrak (F0). Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, kadar air, alkali bebas, pH, dan tinggi busa. Data hasil pengujian disajikan dalam bentuk nilai rata-rata dan standar deviasi, kemudian dibandingkan dengan persyaratan mutu berdasarkan SNI 3532:2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik organoleptik yang berbeda sesuai dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Nilai kadar air Formula F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 12,77% ± 0,47; 14,97% ± 5,00; 15,69% ± 0,49; dan 16,49% ± 0,05. Nilai alkali bebas berturut-turut sebesar 0,088% ± 0,0040; 0,072% ± 0,0040; 0,061% ± 0,0046; dan 0,050% ± 0,0046. Nilai pH berturut-turut sebesar 11,10 ± 0,05; 10,10 ± 0,05; 10,03 ± 0,04; dan 10,00 ± 0,05. Tinggi busa yang dihasilkan berturut-turut sebesar 26,00 ± 5,29 mm; 40,00 ± 6,24 mm; 55,33 ± 4,16 mm; dan 78,33 ± 11,59 mm. Berdasarkan hasil evaluasi dan perbandingan dengan persyaratan mutu SNI 3532:2021, Formula F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan pada seluruh parameter yang diuji, sedangkan Formula F0 tidak memenuhi persyaratan pada parameter pH karena memiliki nilai pH sebesar 11,10 yang melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat diformulasikan menjadi sabun kertas yang memenuhi persyaratan mutu fisik SNI 3532:2021. Penambahan ekstrak menghasilkan perbedaan karakteristik fisik antarformula di mana konsentrasi yang lebih tinggi menurunkan pH, serta meningkatkan kadar air dan tinggi busa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman yang mempunyai banyak khasiat diantaranya sebagai antioksidan. Senyawa yang bermanfaat sebagai antioksidan pada kemangi yaitu flavonoid, eugenol, dan polifenol yang mempunyai kemampuan menetralkan radikal bebas. Mengingat besarnya potensi kemangi sebagai antioksidan maka perlu pengembangan dalam sediaan yang lebih praktis, stabil dan memberikan dosis yang tepat salah satunya adalah sediaan farmasi dalam bentuk tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh sifat fisik dan aktivitas antioksidan tablet ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap variasi jenis dan konsentrasi bahan pengikat PVP dan Gelatin. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan tiga formula dengan variasi jenis dan konsentrasi PVP dan Gelatin sebagai bahan pengikat dengan perbandingan yaitu formula 1 (5:0), formula 2 (2,5:2,5), dan formula 3 (0:5). Dilakukan pengujian sifat fisik tablet dan aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS dengan spektrofotometri UV-Vis. Parameter pengujian sifat fisik tablet meliputi uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan tablet, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Sedangkan parameter pengukuran aktivitas antioksidan yaitu IC50.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun Kemangi mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang teridentifikasi memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dalam bentuk jurnal ilmiah. Pembuatan ekstrak etanol daun kemangi dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode difusi agar menggunakan kertas cakram dan difusi lubang sumuran. Hasil penelitian yang diperoleh dari data jurnal tersebut menujukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 5%-100%, dengan daya hambat yang diperoleh 8,31mm-19,9mm. Pada penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki antivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang dikategorikan sedang hingga kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia dikenal sebagai salah satu dari tujuh negara dengan keanekaragaman hayati terbesar dan memiliki potensi dalam pengembangan obat herbal dalam bidang kesehatan. Obat herbal yang biasa digunakan dimasyarakat adalah tanaman, yang menghasilkan senyawa metabolit sekunder. Salah satu tanaman yang memiliki banyak kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu tanaman kemangi (Ocimum santcum L.), senyawa yang terdapat pada tanaman kemangi diantaranya adalah flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan sehingga dapat dikembangkan menjadi sediaan farmasi yaitu granul sirup kering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan campuran Natrium CMC dan Avicel pH 101 sebagai suspending agent yang dapat menghasilkan granul sirup kering yang memenuhi persyaratan fisik sirup kering. Penelitian ini meliputi beberapa tahan diantaranya determinasi tanaman, pengambilan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan granul sirup kering dan evaluasi sediaan granul sirup kering. Formulasi granul sirup kering dibuat dalam tiga variasi konsentrasi dengan perbandingan Natrium CMC dan Avicel pH 101 sebagai suspending agent yaitu Formula I (0,5% : 1,5%), formula II (1% : 1%), dan formula III (1,5% : 0,5%). Sediaan yang dihasilkan dilakukan evaluasi karakteristik fisik granul yaitu uji organoleptis, uji higroskopis, kandungan lembab, sifat alir, densitas massa, distribusi ukuran partikel, dan waktu rekonstitusi dan karakteristik fisik granul setelah rekonstitusi uji viskositas, uji pH dan uji bobot jenis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun kerehau (Callicarpa longifolia) memiliki manfaat sebagai antiinflamasi dan antimalaria. Daun Kemangi (Ocimum sanctum ) digunakan sebagai penurun kadar asam urat. Jeruju (Acanthus illicifolius) digunakan sebagai antidiabetes dan antirematik. Karakterisasi adalah langkah awal untuk mengetahui mutu ekstrak, tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik ekstrak etanol daun kerehau, daun kemangi dan daun jeruju. Penelitian ini berupa studi literatur. Tahapan penelitian yaitu, reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas; penyajian data; penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Karakteristik ekstrak daun kerehau, daun kemangi dan daun jeruju secara organoleptis yaitu: warna coklat tua, rasa pahit, bau khas dan ekstrak kental; hijau kecoklatan, rasa pahit, bau aromatis dan ekstrak kental; kecoklatan, rasa pahit, bau khas dan ekstrak kental. Senyawa metabolit sekunder pada ekstrak daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid/terpenoid. Kadar sari larut air dan etanol dari ekstrak etanol daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju berurutan adalah 40,4% dan 39,9%; 6,74% dan 22,83%; (-). Kadar air, kadar abu dan kadar abu tidak larut asam ekstrak etanol daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju beurutan adalah 15%, 3,5% dan 0,3%; (-), 4,8% dan 4,53%; 25,40%, 15,6% dan 0,74%.