Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

37 hasil
Subjek: hipertensi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Medication Error pada Resep Obat Hipertensi Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Moeis Samarinda

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesalahan pengobatan merupakan kegagalan dalam proses pengobatan yang menyebabkan atau berpotensi menyebabkan kerugian dan membahayakan pasien, mulai dari bahaya ringan hingga risiko yang mengancam nyawa. Kesalahan pengobatan dapat disebabkan oleh kesalahan dalam proses peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), persiapan hingga penyerahan obat (dispensing), dan proses penggunaan obat (administration). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesalahan pengobatan yang terjadi pada resep obat pasien hipertensi. Metode yang digunakan penelitian non eksperimental. Pengambilan data dilakukan secara prospektif bulan maret 2025 terhadap 735 resep dan 354 memenuhi kriteri inklusi resep pasien hipertensi di poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Moeis Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan pengobatan pada fase prescribing yaitu tidak ada nomor SIP dokter 100% karena resep elektronik dan nomor SIP dokter sudah terverifikasi dalam sistem rumah sakit sehingga dinyatakan tidak terjadi kesalahan pengobatan pada prescribing dan fase dispensing yaitu salah pengambilan obat sebanyak 4 resep (1%).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KEMBANG JANGGUT KUTAI KARTANEGARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg berdasarkan pengukuran berulang. Dalam praktik klinis, pasien hipertensi sering memperoleh terapi kombinasi antihipertensi serta obat untuk penyakit penyerta yang dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis pasien hipertensi periode Oktober–Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 100 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, diagnosis, dan terapi obat. Potensi interaksi obat diidentifikasi menggunakan aplikasi Drugs.com dan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan menjadi minor, moderate, dan mayor, kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 144 potensi interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi kategori minor sebanyak 28 kasus (19,44%) moderate merupakan yang terbanyak yaitu 69 kasus (47,92%), kategori mayor sebanyak 25 kasus (17,36%), serta 22 kasus (15,28%) yang tidak menunjukkan adanya potensi interaksi obat. Berdasarkan mekanisme interaksinya, potensi interaksi lebih banyak terjadi melalui mekanisme farmakodinamik dibandingkan farmakokinetik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pasien hipertensi di Puskesmas Kembang Janggut memiliki potensi interaksi obat yang didominasi oleh kategori moderate dengan mekanisme interaksi farmakodinamik, sehingga identifikasi potensi interaksi obat diperlukan untuk mendukung keamanan dan rasionalitas terapi pasien.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT PASIEN HIPERTENSI DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kondisi hipertensi seringkali disertai dengan penyakit lain sehingga pasien mendapatkan terapi lebih dari satu obat. Kombinasi obat ini berpotensi untuk terjadi interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta di Poli Penyakit Dalam RSUD Aji Muhammad Parikesit periode Juli-Desember 2025. Jenis penelitian ini merupakan non-eksperimental dengan desain deskriptif observasional. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Analisis potensi interaksi obat dilakukan menggunakan aplikasi Drugs.com® untuk mengidentifikasi mekanisme interaksi dan tingkat keparahan (major, moderate, minor). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 263 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 206 (78,33%) sampel yang berpotensi mengalami interaksi obat dengan total kejadian sebanyak 562 interaksi. Berdasarkan severity level dari total kejadian tersebut, interaksi tingkat moderate merupakan interaksi yang paling banyak ditemukan yaitu sebesar 493 (87,72%), diikuti minor sebesar 51 (9,07%), dan major sebesar 18 (3,20%). Pasangan obat yang paling sering berinteraksi adalah pasangan obat amlodipin dengan atorvastatin sebanyak 56 (9,96%) dengan kategori moderate.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DI PUSKESMAS UJOH BILANG KABUPATEN MAHAKAM ULU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas didunia. Penggunaan obat antihipertensi yang tepat berperan penting dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjainya komplikasi. Oleh karena itu, diperlukan gambaran mengenai penggunaan obat antihipertensi sebagai bahan evaluasi pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Puskesmas Ujoh Bilang Kabupaten Mahakam Ulu. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan pengambilan sampel dengan purposive sampling diperoleh 178 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Data analisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien paling banyak berusia 49-59 tahun (50,0%), jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan 122 pasien sebesar (68,5%), hipertensi tahap I sebanyak 86 pasien (48,3%), dan penyakit penyerta paling banyak adalah diabetes melitus sebanyak 26 (59,1%). Gambaran penggunaan obat antihipertensi menunjukkan bahwa obat paling banyak digunakan adalah golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yaitu amlodipin 10 mg sebanyak 112 resep (58,6%). Pola penggunaan obat tunggal didominasi oleh amlodipin 10 mg sebanyak 164 pasien (99,4%), sedangkan pola penggunaan kombinasi yang paling banyak amlodipin 10 mg dan catopril 25 mg sebanyak 8 pasien (61,5%). Frekuensi pemberian obat paling banyak adalah 1 kali sehari sebanyak 112 (62,9%).

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMPUNG BAQA SAMARINDA SEBERANG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan lebih dari 1,28 miliar penderita dewasa di seluruh dunia. Di Kalimantan Timur, prevalensi hipertensi menempati peringkat ketiga tertinggi di Indonesia pada usia >18 tahun sebesar 29,6%, sedangkan di Kota Samarinda pada tahun 2023–2024 mencapai 39,46% pada usia >15 tahun. Kepatuhan minum obat antihipertensi merupakan faktor penting dalam pengendalian tekanan darah jangka panjang untuk mencegah komplikasi serius pada jantung, otak, ginjal, dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat kepatuhan dengan karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan lama menderita hipertensi) di Puskesmas Kampung Baqa Samarinda Seberang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional cross-sectional. Sampel sebanyak 385 pasien hipertensi dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi diagnosis hipertensi ICD-10:I10;I11, kesediaan menjadi responden, dengan kriteria eksklusi komplikasi jantung atau ginjal disertai edema/asites dan kehamilan. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Pengumpulan data dilakukan melalui data pasien di aplikasi e-Pus dan kuesioner di Puskesmas Kampung Baqa Samarinda Seberang pada periode 25 Maret–25 Mei 2026. Analisis data menggunakan SPSS, meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden terbanyak adalah pasien berjenis kelamin perempuan (74,8%), kelompok usia pralansia 45–59 tahun (47,5%), berpendidikan SD (34,3%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (56,1%), dan menderita hipertensi ≥5 tahun (53,5%). Tingkat kepatuhan minum obat menunjukkan kategori tinggi sebanyak 178 orang (46,2%), kategori rendah sebanyak 140 orang (36,4%), dan kategori sedang sebanyak 67 orang (17,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi, yaitu jenis kelamin (p=0,895), usia (p=0,363), tingkat pendidikan (Fisher-Freeman-Halton, p=0,508), pekerjaan (p=0,629), dan lama menderita hipertensi (p=0,552). Disimpulkan bahwa karakteristik pasien bukan merupakan faktor penentu kepatuhan minum obat antihipertensi pada populasi penelitian ini.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA DI RUMAH SAKIT RSUD Dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama : Dian Novita Sayuti Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Usulan Skripsi : Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Preeklampsia Di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Pembimbing : apt. Siti Jubaidah, S. Far., M.Pd. apt. Yullia Sukawaty, S. Far., M Sc. Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah setelah usia kehamilan 20 minggu yang disertai proteinuria atau gangguan organ lainnya. Kondisi ini menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat, termasuk penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain observasional retrospektif dan analisis deskriptif. Data diperoleh dari rekam medis pasien preeklampsia rawat inap periode Januari–Agustus 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Dari 160 rekam medis yang diperoleh, sebanyak 61 rekam medis memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dikumpulkan meliputi usia pasien, usia kehamilan, riwayat hipertensi, proteinuria, diagnosis, lama rawat inap, serta penggunaan obat antihipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien preeklampsia paling banyak berada pada kelompok usia 20–35 tahun sebanyak 46 pasien (75%), usia kehamilan trimester III sebanyak 60 pasien (98%), memiliki riwayat hipertensi keluarga sebanyak 28 pasien (46%), proteinuria +3 sebanyak 27 pasien (45%), dan diagnosis preeklampsia berat sebanyak 40 pasien (66%). Pola penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi nifedipin, magnesium sulfat (MgSO₄), dan methyldopa sebanyak 24 pasien (39%), diikuti kombinasi nifedipin dan methyldopa sebanyak 19 pasien (30%). Penggunaan terapi kombinasi lebih dominan dibandingkan terapi tunggal karena sebagian besar pasien mengalami preeklampsia berat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan didominasi oleh terapi kombinasi nifedipin, MgSO₄, dan methyldopa. Terapi kombinasi digunakan untuk mengendalikan tekanan darah sekaligus mencegah komplikasi kejang pada pasien preeklampsia. Kata kunci: Preeklampsia, Antihipertensi, Nifedipin, Methyldopa, Magnesium Sulfat, Profil Penggunaan Obat.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BARONG TONGKOK KUTAI BARAT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, serta gagal ginjal. Keberhasilan terapi hipertensi sangat dipengaruhi oleh rasionalitas penggunaan obat antihipertensi, Sehingga diperlukan evaluasi terhadap ketepatan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien hipertensi, pola penggunaan obat antihipertensi, serta mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat berdasarkan ketepatan pasien, ketepatan indikasi, ketepatan obat, dan ketepatan dosis pada pasien hipertensi di Puskesmas Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat.Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis pasien hipertensi periode Januari–Desember 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 376 data resep yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas penggunaan obat diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian, mengoptimalkan keberhasilan terapi, serta mencegah terjadinya komplikasi akibat hipertensi melalui penggunaan obat yang tepat dan sesuai pedoman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi didominasi oleh perempuan sebanyak 239 pasien (63,56%) dan kelompok usia 61–70 tahun sebanyak 130 pasien (34,57%). Penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan adalah diabetes melitus sebanyak 104 pasien (71,72%). Sebagian besar pasien telah mencapai target tekanan darah sistolik, yaitu sebanyak 304 pasien (80,85%), sedangkan 72 pasien (19,15%) belum mencapai target pengendalian tekanan darah. Pola penggunaan antihipertensi didominasi oleh terapi monoterapi golongan Calcium Channel Blocker menggunakan amlodipin sebanyak 311 pasien (82,71%), sedangkan terapi kombinasi amlodipin–kaptopril diberikan pada 65 pasien (17,29%). Hasil evaluasi rasionalitas menunjukkan bahwa penggunaan obat antihipertensi telah memenuhi kriteria tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis sesuai pedoman terapi yang digunakan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Barong Tongkok telah memenuhi prinsip penggunaan obat secara rasional sesuai pedoman terapi, meskipun masih terdapat pasien yang belum mencapai target tekanan darah sehingga diperlukan pemantauan terapi, peningkatan kepatuhan minum obat.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SEGIRI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nama : Leony Putri Eka Mellya Progam Studi : Sarjana Farmasi Judul : Hubungan Prsepsi Penyakit Dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Segiri Pembimbing : apt.Juliyanti,M.Farm Hipertensi merupakan kondisi kronis yang sering berkembang tanpa gejala dan memerlukan kepatuhan terhadap pengobatan untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Kepatuhan tersebut dapat dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi penyakit kategori sedang sebanyak 277 orang (69%) dan kepatuhan obat kategori tinggi sebanyak 216 orang (54%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 44,746 dengan df=4 dan p-value=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Disimpulkan bahwa persepsi penyakit berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Persepsi penyakit yang rasional dan adaptif dapat mendukung kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang. Kata Kunci: Hipertensi, persepsi penyakit, obat antihipertensi, kepatuhan obat, MMAS-8, B-IPQ.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepatuhan pasien dalam menggunakan obat antihipertensi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi, namun masih banyak pasien yang tidak patuh, sehingga tekanan darah tetap tidak terkontrol dan beresiko menyebabkan komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran tingkat kepatuhan dalam menggunakan obat antihipertensi di puskesmas. Metodologi penelitian ini menggunakan studi literatur dengan meninjuau artikel dan jurnal tingkat kepatuhan pasien hipertensi yang di ukur menggunakan kuisioner MMAS-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan rendah pada pasien hipertensi di puskesmas lempake samarinda dengan persentase (41,5%), sedangkan di puskesmas kema minahasa utara kepatuhan rendah dengan persentase (57,7%). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan termasuk usia, pendidikan, pekerjaan, lama menderita hipertensi, pengetahuan pasien, serta jenis kelamin. Pasien dengan tingkat pendidikan rendah, pekerjaan yang padat, dan yang telah lama menderita hipertensi cenderung memiliki kepatuhan yang rendah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR POLA PENGGUNAAN OBAT ARB DAN CCB PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi adalah komorbiditas dominan (>80%) dan merupakan faktor risiko utama untuk komplikasi kardiovaskular (CVD) pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis. Berdasarkan guideline KDIGO 2024 Angiotensin Receptor Blockers (ARB) dan Calcium Channel Blockers (CCB) adalah terapi lini pertama. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan ARB dan CCB, baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi, dalam pengendalian hipertensi pada pasien hemodialisis. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur. Pencarian literatur dilakukan di basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect untuk menemukan artikel penelitian relevan yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2016-2025). Berdasarkan analisis kedua studi, pola penggunaan antihipertensi pada pasien hemodialisis menunjukkan bahwa CCB lebih dominan digunakan sebagai terapi tunggal (40% di RS Bali dan 51,8% di RS Makassar) dibandingkan ARB (15% di RS Bali dan 4,7% di RS Makassar). Kombinasi ARB dan CCB merupakan pola terapi kombinasi dua obat yang paling sering ditemukan. Amlodipine (CCB) dan candesartan (ARB) adalah obat yang paling banyak digunakan dari masing-masing golongan dan sisanya kombinasi 2-3 golongan obat. Penggunaan golongan CCB tunggal lebih disukai dibandingan golongan ARB tunggal maupun kombinasi karena didukung oleh profil keamanan CCB yang tidak menyebabkan hiperkalemia serta efektivitasnya dalam menurunkan tekanan darah pada populasi dengan aktivitas renin rendah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum di masyarakat. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya melebihi 130/85 mmHg. Prevalensi hipertensi terus meningkat, sehingga pemahaman mengenai kondisi ini sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi di apotek. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka, seperti jurnal dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan hasil dalam bentuk tabel dan persentase untuk memberikan gambaran yang lebih jelas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai tingkat pemahaman pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi serta membantu meningkatkan edukasi terkait pengelolaan dan pencegahan hipertensi di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penggunaan obat antihipertensi, meskipun masih terdapat kekeliruan dalam pemahaman terkait konsumsi obat bersama makanan tertentu dan pentingnya keteraturan dalam minum obat. Perbedaan tingkat pendidikan dan usia pasien juga berkontribusi terhadap variasi pemahaman yang dimiliki. Studi ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada pasien guna meningkatkan kepatuhan dan efektivitas terapi antihipertensi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang serius saat ini adalah hipertensi. Akibat terburuk dari penyakit ini adalah kematian karena hampir 90% kasus hipertensi tidak diketahui penyebab sebenarnya bahkan pada sebagian besar kasus hipertensi tidak memberikan gejala. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah di puskesmas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya kepatuhan dalam penggunaan obat antihipertensi kepada masyarakat. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah berbagai sumber terkait seperti skripsi, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Objek penelitian ini yaitu hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah di puskesmas. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan obat hipertensi yang digunakan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Pengaruh Rebusan Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Pada Penderita Penyakit Hipertensi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Menurut data dari World Health Organization, prevalensi hipertensi pada populasi dewasa di Indonesia mencapai 31,7% dengan angka yang lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Salah satu tanaman herbal yang dikenal memilik khasiat dalam menurunkan tekanan darah adalah daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik responden penderita hipertensi yang mengkonsumsi rebusan daun salam, serta untuk memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat mengenai pengobatan alternatif yang lebih alami dan aman. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis studi literatur dengan mengambil data sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian-penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif, yaitu dengan menyajikan data yang fokus pada hasil pengaruh rebusan daun salam pada penyakit hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nyata tekanan darah sistolik dan diastolik setelah konsumsi rebusan daun salam secara rutin. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p 0,05, yang mengindikasikan pengaruh nyata dari terapi herbal tersebut. Penurunan tekanan darah dikaitkan dengan mekanisme vasodilatasi dan aktivitas antihipertensi dari kandungan senyawa aktif daun salam. Kelompok yang paling banyak mengalami hipertensi adalah perempuan usia di atas 50 tahun dan mayoritas berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Rebusan daun salam terbukti dapat menurunkan tekanan darah secara nyata pada penderita hipertensi, dan dapat digunakan sebagai terapi pendukung alami yang aman, terutama jika dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan medis.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR EFEKTIVITAS DAUN SELEDRI ( apium graviolens L ) PADA PASIEN HIPERTENSI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian global yang sering dijuluki sebagai silent killer Oleh karena itu, penggunaan daun seledri (Apium graveolens L.), yang mengandung senyawa aktif seperti apigenin menjadi semakin diminati. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur terkait efektivitas daun seledri dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi serta menganalisis metode pemberian yang optimal (seduhan atau rebusan). Penelitian dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan database Google Scholar dari tahun 2019 hingga 2024. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan efektivitas daun seledri sebagai antihipertensi berdasarkan dua jurnal utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun seledri efektif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, baik dalam bentuk rebusan maupun seduhan. Pemberian air rebusan daun seledri terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada kelompok lansia hipertensi. Temuan ini menunjukkan potensi daun seledri sebagai alternatif pengobatan hipertensi yang aman, ekonomis, dan minim efek samping. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan dosis dan metode administrasi yang optimal .

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI MEDICATION ERROR DARI FASE PRESCRIBING PADA RESEP PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYAKU RAJA KOTA BANGUN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nama : Kartini Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Evaluasi Medication Error dari Fase Prescribing pada Resep Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja Kota Bangun Pembimbing : 1. apt. Nurul Fatimah, M.Sc. Pembimbing : 2. apt. Heri Wijaya, M.Si., Ph.D. Medication error merupakan permasalahan serius dalam pelayanan kefarmasian yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan keluarga pasien. Kejadian ini dapat terjadi di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik, dan apotek. Medication error dapat disebabkan oleh kesalahan dalam proses peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), persiapan hingga penyerahan obat (dispensing), dan dalam proses penggunaan obat (administration). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi medication error pada fase prescribing pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunakan 213 resep pasien hipertensi yang masuk di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medication error yang terjadi pada fase prescribing yaitu tidak ada rute pemakaian 7,04%; tidak ada frekuensi 1,88%; tidak ada paraf dokter 100%; tidak ada nomor rekam medis pasien sebanyak 2,35%; tidak ada usia pasien sebanyak 26,30%; tidak ada berat badan pasien 21,12%. Kejadian Medication error di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja Kota Bangun yaitu terjadi pada fase prescribing.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI MEDICATION ERROR DARI FASE PRESCRIBING PADA RESEP PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYAKU RAJA KOTA BANGUN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Medication error merupakan permasalahan serius dalam pelayanan kefarmasian yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan keluarga pasien. Kejadian ini dapat terjadi di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik, dan apotek. Medication error dapat disebabkan oleh kesalahan dalam proses peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), persiapan hingga penyerahan obat (dispensing), dan dalam proses penggunaan obat (administration). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi medication error pada fase prescribing pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunakan 213 resep pasien hipertensi yang masuk di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medication error yang terjadi pada fase prescribing yaitu tidak ada rute pemakaian 7,04%; tidak ada frekuensi 1,88%; tidak ada paraf dokter 100%; tidak ada nomor rekam medis pasien sebanyak 2,35%; tidak ada usia pasien sebanyak 26,30%; tidak ada berat badan pasien 21,12%. Kejadian Medication error di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja Kota Bangun yaitu terjadi pada fase prescribing.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLINIK KIMIA FARMA DR SUTOMO SAMARINDA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi diartikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik diatas 90 mmHg. Pengobatan hipertensi dipengaruhi oleh kepatuhan penderita dalam mengonsumsi obat hipertensi dengan melakukan modifikasi gaya hidup. Berdasarkan dari data permasalahan yang ada pasien yang tidak rutin minum obat dan tidak minum obat masih banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Klinik Kimia Farma Dr. Sutomo Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan desain studi cross sectional, menggunakan uji statistik chi-square dengan pendekatan prospektif. Metode pengukuran tingkat kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8. Objek penelitian meliputi pasien hipertensi yang berobat di Klinik Kimia Farma Dr. Sutomo Samarinda. Analisis data menggunakan tabel karakteristik pasien (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI ANALISIS INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUDUNGGA SANGATTA KUTAI TIMUR

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu dari 10 penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian tertinggi yang ditandai dengan nilai tekanan darah yang melebihi batas normalnya. Pada terapi pengobatan hipertensi umumnya dengan menggunakan monoterapi atau kombinasi terapi obat yang dapat memungkinkan terjadinya interaksi obat. Interaksi obat merupakan terdapatnya dua atau lebih obat yang diberikan secara bersamaan yang dapat memberikan efek masing-masing obat. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis obat antihipertensi yang menyebabkan interaksi obat. Jenis penelitian yang dilakukan secara deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Objek yang diteliti adalah data interaksi obat antihipertensi yang diperoleh berdasarkan hasil rekam medis pasien hipertensi rawat jalan. Sampel penelitian ini adalah data rekam medis pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kudungga Sangatta Kutai Timur periode bulan Januari-Juni tahun 2023. Data yang telah diidentifikasi selanjutnya diolah untuk mengetahui interaksi obat antihipertensi. Peninjauan data menggunakan situs drugs.com untuk mengetahui interaksi obat yang terjadi serta analisis data dengan menggunakan aplikasi Microsoft excel. Penelitian ini memaparkan persentase dalam bentuk tabel hasil dari data interaksi obat dengan kategori yang telah didapatkan. Hasil penelitian yang diperoleh obat antihipertensi yang menyebabkan interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan minor 2 kasus (2%), moderate 58 kasus (48%) dan mayor 17 kasus (14%). Berdasarkan mekanisme interaksi obat farmakodinamik sejumlah 44 kasus (59%) dan farmakokinetik sejumlah 30 kasus (41%). Obat antihipertensi yang mengalami interaksi terbanyak adalah penggunaan obat amlodipin dan bisoprolol sebanyak 17 kasus (30%) dengan tingkat keparahan interaksi obat moderate.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien BPJS Kesehatan Di Apotek Kimia Farma

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular aterosklerosis, gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal. Hipertensi menimbulkan risiko mortalitas dini, yang meningkat saat tekanan sistolik dan diastolik meningkat. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan untuk ditangani di FKTP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien BPJS Kesehatan Di Apotek. Penelitian yangdilakukan merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku serta dokumen yang terkait sepertikarya tulis ilmiah, skripsi, dan jurnal ilmiah. Studi literatur ini mengacu pada 2 jurnal penelitian yaitu “Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien BPJS Kesehatan Diapotek Kimia Farma Ahmadyani”, dan “Gambaran Peresepan Obat Antihipertensi Dan Interaksi Obat Pada Pasien BPJS Di Apotek Kimia Farma 479 Kendari”. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif berupa data kuantitatif yaitu dengan data pengobatan antihipertensi secara monoterapi dan kombinasi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi adalah gejala gangguan keseimbangan hemodinamik dalam sistem kardiovaskular. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui data demografi pasien hipertensi serta mengetahui kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, dengan tahapan meliputi pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini berfokus pada Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Sumowono, Puskesmas Banyumas (Jawa Tengah) dan Puskesmas Bantul II (Daerah Istimewa Yogyakarta). Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu memberikan gambaran tentang data demografi pasien hipertensi serta tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat antihipertensi. Puskemas Sumowono dengan rentang usia 46-65 tahun 81.8%, jenis kelamin perempuan 90.9%, sebagai petani 45.5%, dan riwayat pendidikan Sekolah Dasar 90.9% dengan tingkat kepatuhan tinggi 40.9%. Puskesmas Banyumas dengan usia 56-65 tahun 37%, jenis kelamin perempuan sebanyak 66%, status bekerja 51% dan riwayat pendidikan Sekolah Dasar 48% dengan tingkat kepatuhan rendah 40% dengan tingkat kepatuhan sedang. Puskesmas Bantul II dengan usia 19 tahun 83.1%, jenis kelamin perempuan 69.2%, status bekerja 61,5% dan riwayat pendidikan SMA-Magister 60% dengan tingkat kepatuhan tinggi 50.7%.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail