Profil penulis
MM
157 karya publik ditemukan.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Tahongai (Kleinhovia hospita L) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi
Penetapan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Bawang Kucai (Allium tuberosum rottl. ex Spreng) Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis
Uji Daya Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Paku Laut (Acrostichum aureum L.) Dengan Metode Penangkal Radikal Bebas DPPH (1,1-diphenyl-2-pikrilhidrazil)
Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis
Melastoma malabathricum L. (senduduk) dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, seperti antiseptik, antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Kandungan metabolit sekundernya, seperti flavonoid, tanin, dan triterpenoid, berpotensi sebagai agen tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak etanol serta fraksi n-heksan, etil asetat, dan etanol-air daun senduduk. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin; sedangkan komposisi senyawa bervariasi pada masing-masing fraksi. Pada konsentrasi 800 ppm, nilai SPF tertinggi diperoleh dari fraksi etil asetat (30,91 ± 0,43) dan ekstrak etanol (30,06 ± 1,70), dikategorikan sebagai aktivitas tinggi. Fraksi n-heksan dan fraksi air masing-masing menunjukkan nilai SPF sebesar 22,37 ± 0,06 dan 19,00 ± 0,31 (kategori sedang). Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok (p = 0.000), namun tidak terdapat perbedaan signifikan antara ekstrak etanol dan fraksi etil asetat (p = 0.281). Dengan demikian, fraksi etil asetat dan ekstrak etanol memiliki potensi setara sebagai agen pelindung terhadap sinar UV.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN TAMPOI (Baccaurea macrocarpa) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KOKANG (Lepisanthes amoena (Haask.) Leenh.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI EMULGATOR TWEEN-SPAN 80
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT SILDENAFIL SITRAT PADA JAMU PENAMBAH STAMINA PRIA MENGGUNAKAN PROTOTIPE TEST STRIP
KESESUAIAN LABEL PADA KEMASAN KERUPUK IKAN DI KUTAI KARTANEGARA DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Serunai (Chromolaena odorata L.) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
KEPATUHAN PASIEN PENDERITA TUBERKULOSIS PADA PEMBERIAN TERAPI ORAL TERHADAP KUALITAS HIDUP DI PUSKESMAS SEBULU I KUTAI KARTANEGARA PERIODE JULI-DESEMBER 2017
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Perepat Merah (Sonneratia caseolaris L.) Terhadap Mencit Putih (Mus musculus) Jantan
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL BIJI BUAH NYIRIH (Xylocarpus granatum) DENGAN MENGGUNAKAN DPPH
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN CEMPEDAK (Artocarpus champeden L.) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK DAUN JERINGAU (Acorus calamus L.) DENGAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN REFLUKS
ANALISIS MUTU PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS MANGGAR, BATU AMPAR DAN BARU TENGAH DAERAH KOTA BALIKPAPAN
Potensi fraksi kloroform umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) sebagai inhibitor sel MCF-7 pada kanker payudara
Kanker payudara adalah penyebab utama kematian pada wanita, dengan sel MCF-7 sebagai model penelitian yang sering digunakan. Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antikanker, menawarkan pengobatan alami dengan efek samping lebih rendah dibanding kemoterapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sitotoksisitas fraksi kloroform umbi Bawang Dayak terhadap sel MCF-7. Ekstraksi dan fraksinasi umbi Bawang Dayak dilakukan menggunakan pelarut kloroform. Uji organoleptik dan fitokimia kualitatif dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dalam fraksi kloroform. Selanjutnya, analisis kuantitatif dilakukan dengan menguji sitotoksisitas fraksi kloroform dan kontrol positif (doxorubicin), menghitung viabilitas sel, persen inhibisi, dan nilai IC50. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test untuk membandingkan nilai IC50 antara fraksi kloroform dan doxorubicin.
Analisis Kandungan Zat besi (Fe) Pada Tepung Ikan Baung (Hamibagrus nemurus) Menggunakan Metode ICP-MS ( Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry) Dan Spektrofotometri UV-VIS
Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan, baik sel tubuh maupun sel otak. Ikan baung memiliki kandungan zat besi yang baik untuk tubuh sehingga berpotensi sebagai alternatif untuh mencegah anemia. Kekurangan kadar Hb dalam darah dapat menimbulkan gejala lesu, lemah, letih, lelah dan cepat lupa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar zat besi pada ikan baung yang dianalisis dengan dua metode yaitu ICP-MS (Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry) dan Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah kadar zat besi pada tepung ikan baung. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu ICP-MS (Iductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry) dan Spektrofotometer UV-Vis. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kandungan zat besi dalam tepung ikan baung dan variabel kontrol pada penelitian ini yaitu tepung ikan baung. Penelitian ini menggunakan sampel ikan baung yang diolah menjadi tepung ikan. Tahapan penelitian mencakup derteminasi hewan, pengumpulan sampel, pengolahan sampel, uji organoleptis, analisis kualitatif, analisis kuantitatif dan analisis data seacara independent t-test menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan zat besi yang di analisis dengan ICP-MS lebih akurat dan dapat dijadikan acuan utama dalam penentuan kadar zat dalam smpel tepung ikan baunga. Hasil spektrofotometri UV-Vis tetap dapat digunakan sebagai data pendukung.
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT dari EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhiz) DAN MINYAK ATSIRI JERUK LEMON (Citrus lemon)
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sabun padat yang mengandung ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan minyak atsiri jeruk lemon (Citrus limon) untuk meningkatkan kualitas produk kosmetik. Metode yang digunakan adalah eksperimen, meliputi ekstraksi, formulasi sabun, dan uji fisik seperti uji organoleptis, pH, stabilitas busa, homogenitas, dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun padat dengan konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah 2,1%, 3,6%, dan 4,2% memenuhi standar sifat fisik yang baik. Uji organoleptis menunjukkan perubahan warna sesuai dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dan pH sabun berada dalam rentang aman (9-11). Formula 3 menunjukkan stabilitas busa terbaik, dan uji iritasi pada 15 panelis menunjukkan tidak ada efek iritasi pada kulit. Kesimpulannya, sabun padat ini aman digunakan dan memanfaatkan limbah kulit buah naga merah, mendukung pengembangan produk kosmetik berbahan alami.