Profil penulis
MM
157 karya publik ditemukan.
PROFIL PERESEPAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD TAMAN HUSADA BONTANG PERIODE JULI-DESEMBER 2018
PENENTUAN KADAR ALKALOID TOTAL EKSTRAK DAUN KRATOM (Mitragyna Speciosa) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
GAMBARAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT (PKPO) BERDASARKAN PEDOMAN STARKES 2024 DI RSUD Dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN
Pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat di rumah sakit merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien dan bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien melalui obat yang aman, efektif dan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pelayanan kefarmasian dan pengelolaan obat berdasarkan STARKES 2024 di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif dengan informan kunci berjumlah 9 orang yang dipilih melalui purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu pelaksanaan PKPO, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, telaah dokumen, dan simulasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk memberikan Gambaran yang sistematis dan terukur mengenai Tingkat keterlaksanaan PKPO berdasarkan 7 elemen penilaian STARKES 2024.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor
Pelayanan kefarmasian yang berkualitas di rumah sakit berperan penting dalam meningkatkan kepuasan dan keamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif non-eksperimental. Responden dipilih menggunakan metode accidental sampling dan data dikumpulkan melalui kuesioner berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti langsung (tangible). Hasil penelitian mengenai pelayanan kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor menunjukkan bahwa dimensi pelayanan berada dalam kategori baik, yaitu kehandalan 77,5, daya tanggap 77,5, jaminan 78,125, dan empati 78,75, dan bukti langsung 77,5. Secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor diperoleh nilai SKM sebesar 77,8 dengan mutu pelayanan baik (B).
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)
GAMBARAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT (PKPO) BERDASARKAN PEDOMAN STARKES 2024 DI RSUD Dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN
Pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat di rumah sakit merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien dan bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien melalui obat yang aman, efektif dan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pelayanan kefarmasian dan pengelolaan obat berdasarkan STARKES 2024 di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif dengan informan kunci berjumlah 9 orang yang dipilih melalui purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu pelaksanaan PKPO, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, telaah dokumen, dan simulasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk memberikan Gambaran yang sistematis dan terukur mengenai Tingkat keterlaksanaan PKPO berdasarkan 7 elemen penilaian STARKES 2024.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor
Pelayanan kefarmasian yang berkualitas di rumah sakit berperan penting dalam meningkatkan kepuasan dan keamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif non-eksperimental. Responden dipilih menggunakan metode accidental sampling dan data dikumpulkan melalui kuesioner berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti langsung (tangible). Hasil penelitian mengenai pelayanan kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor menunjukkan bahwa dimensi pelayanan berada dalam kategori baik, yaitu kehandalan 77,5, daya tanggap 77,5, jaminan 78,125, dan empati 78,75, dan bukti langsung 77,5. Secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor diperoleh nilai SKM sebesar 77,8 dengan mutu pelayanan baik (B).
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)
Terong susu (Solanum mammosum L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan. Antioksidan berfungsi mencegah kerusakan oksidatif dalam sistem biologis, sehingga berperan dalam mengurangi risiko penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung dan kanker. Secara tradisional, tanaman ini digunakan dalam pengobatan infeksi jamur, batuk, asma, serta kanker payudara melalui perebusan buahnya. Variasi konsentrasi pelarut akan memengaruhi kualitas ekstrak yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak buah terong susu dengan variasi konsentrasi etanol 70% dan 95% serta vitamin C sebagai pembanding menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Penelitian bersifat eksperimental dengan tahapan meliputi determinasi tanaman, pengambilan sampel, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan, ekstraksi maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan microplate reader. Aktivitas antioksidan dinyatakan sebagai nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 54,76% dan etanol 95% sebesar 13,66%. Kadar air ekstrak etanol 70% sebesar 19,86 ± 0,12% dan etanol 95% sebesar 13,05 ± 0,65%. Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, dan triterpenoid. Nilai IC₅₀ ekstrak etanol 70% sebesar 242,04 ± 59,85 ppm (kategori sedang), sedangkan etanol 95% sebesar 83,05 ± 9,71 ppm (kategori kuat). Vitamin C sebagai kontrol positif memiliki IC₅₀ 4,84 ± 1,21 ppm (sangat kuat). Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan (p 0,05). Hasil uji lanjut Tukey HSD menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% berbeda signifikan dengan ekstrak etanol 95% dan vitamin C, sedangkan ekstrak etanol 95% tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan vitamin C.
Perbandingan Metode Perkolasi Dan Infundasi Terhadap Rendemen Dan skrining Fitokimia Ekstrak Daun Sirih Hutan (Piper aduncum L.)
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryhidrazyl)
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl)
Bajakah merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan yang ada pada batang bajakah dengan ekstrak etanol dan menggunakan metode uji DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) sebagai radikal bebas. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental, sampel batang bajakah diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70%. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak etanol batang bajakah dengan metode maserasi, penetapan kadar air, skrinning fitokimia, pengujian aktivitas antioksidan melalui spektrofotometer UV-Vis dan analisis data. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah batang bajakah (Spatholobus littoralis Hassk). Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung flavonoid, fenolik, saponin, dan terpenoid. Uji kuantitatif menghasilkan nilai IC₅₀ ekstrak sebesar 206,81 ppm (kategori sangat lemah), sedangkan kontrol positif vitamin C memiliki nilai IC₅₀ 7,62 ppm (kategori sangat kuat). Analisis statistik dengan uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data terdistribusi normal (p=0,061 > 0,05). Uji independent sample T-Test dengan Levene test sig 0,018 (p<0,05) menghasilkan nilai p=0,015 (p<0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok ekstrak batang bajakah dan vitamin C. Hasil uji ekstrak etanol batang bajakah memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami, namun efektivitasnya masih jauh lebih rendah dibandingkan vitamin C sehingga perlu proses penyesuaian metode ekstraksi atau kombinasi dengan senyawa lain.
PERBANDINGAN METODE PERKOLASI DAN INFUNDASI TERHADAP RENDEMEN DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.)
Efisiensi teknologi ekstraksi hingga saat ini menjadi tantangan besar dalam hilirisasi komoditas tanaman obat di industri farmasi. Piper aduncum L. (sirih hutan) merupakan tumbuhan obat potensial yang profil mutu ekstraknya sangat dipengaruhi oleh karakteristik metode penyarian, Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan persen rendemen serta mengevaluasi profil golongan senyawa metabolit sekunder dan sidik jari Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ekstrak daun Piper aduncum L. melalui komparasi metode perkolasi (etanol 70%, suhu ruang) dan infundasi (akuades, 90°C selama 15 menit). Sampel daun diperoleh dari Desa Loa Lepu, Kutai Kartanegara. Pengujian meliputi preparasi simplisia, ekstraksi, penetapan kadar air ekstrak, skrining fitokimia kualitatif, serta analisis KLT menggunakan pembanding kuersetin. Data kuantitatif dianalisis secara statistik menggunakan uji Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode infundasi menghasilkan rendemen rata-rata lebih tinggi (33,31% ± 0,34) dibandingkan metode perkolasi (28,97% ± 0,86), dengan perbedaan bermakna secara statistik (p 0,05). Susut pengeringan serbuk simplisia sebesar 4,97%, sedangkan kadar air ekstrak infundasi dan perkolasi masing-masing sebesar 6,64% ± 0,10 dan 6,20% ± 0,05. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung alkaloid, fenolik, flavonoid, triterpenoid, dan tanin; saponin terdeteksi hanya pada ekstrak infundasi, sedangkan steroid tidak terdeteksi pada kedua ekstrak. Profil KLT terbaik diperoleh pada eluen n-heksana:etil asetat (2:8). Ekstrak perkolasi menunjukkan diversifikasi senyawa yang lebih luas (7 noda) dibandingkan ekstrak infundasi (4 noda), di mana kedua ekstrak mengindikasikan kemiripan migrasi dengan pembanding kuersetin pada nilai Rf 0,49 dan 0,64. Secara umum, infundasi lebih tinggi dalam menghasilkan rendemen, sedangkan perkolasi menunjukkan keragaman profil KLT yang lebih luas.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN OBAT BEBAS TERBATAS DALAM SWAMEDIKASI BATUK DI KOTA BONTANG
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN OBAT BEBAS TERBATAS DALAM SWAMEDIKASI BATUK PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN GUNUNG ELAI KOTA BONTANG
Batuk merupakan salah satu keluhan saluran pernapasan yang sering ditangani secara mandiri oleh masyarakat melalui swamedikasi menggunakan obat bebas dan obat bebas terbatas. Keberhasilan swamedikasi sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pemilihan dan penggunaan obat yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas dalam swamedikasi batuk di Kelurahan Gunung Elai, Kota Bontang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 390 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 9 pertanyaan mengenai penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas dalam swamedikasi batuk. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, serta tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 177 responden (45,4%), diikuti kategori cukup sebanyak 163 responden (41,8%), dan kategori kurang sebanyak 50 responden (12,8%). Berdasarkan karakteristik responden, tingkat pengetahuan baik lebih banyak ditemukan pada responden perempuan (48,1%), kelompok usia 26–35 tahun (53,4%), pendidikan D3/S1/S2 (64,7%), serta Pegawai Negeri Sipil (70%). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas dalam swamedikasi batuk di Kelurahan Gunung Elai, Kota Bontang secara umum berada pada kategori baik. Kata Kunci : Pengetahuan, Swamedikasi Batuk, Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas
Studi Literatur Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit dan Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Menggunakan Metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhidrazyl)
Alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami. Selain daging buahnya, bagian kulit dan biji alpukat diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, tanin, dan senyawa fenolik lainnya yang berperan dalam menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang berhubungan dengan berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan sumber antioksidan yang aman dan berasal dari bahan alam. Pemanfaatan bagian kulit dan biji alpukat sebagai sumber antioksidan menjadi peluang yang perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan biji alpukat berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelusuri artikel ilmiah melalui mesin pencari Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kesesuaian judul, metode penelitian, dan hasil yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan kulit dan biji alpukat menggunakan metode (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) DPPH. Dari hasil penelusuran dan seleksi literatur, diperoleh dua jurnal penelitian yang relevan untuk dianalisis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan biji alpukat berdasarkan nilai persentase penghambatan yang dilaporkan dalam literatur.
STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT DAN BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN METODE DPPH (1,1-DIPHENYL-2-PICRYLHIDRAZYL)
Alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami. Selain daging buahnya, bagian kulit dan biji alpukat diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, tanin, dan senyawa fenolik lainnya yang berperan dalam menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang berhubungan dengan berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan sumber antioksidan yang aman dan berasal dari bahan alam. Pemanfaatan bagian kulit dan biji alpukat sebagai sumber antioksidan menjadi peluang yang perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan biji alpukat berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelusuri artikel ilmiah melalui mesin pencari Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kesesuaian judul, metode penelitian, dan hasil yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan kulit dan biji alpukat menggunakan metode (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) DPPH. Dari hasil penelusuran dan seleksi literatur, diperoleh dua jurnal penelitian yang relevan untuk dianalisis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan biji alpukat berdasarkan nilai persentase penghambatan yang dilaporkan dalam literatur.
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI UPTD PUSKESMAS KARANG JATI BALIKPAPAN TAHUN 2025
Penyimpanan obat merupakan tahapan krusial dari sistem pengelolaan sediaan farmasi yang berisiko tinggi, dan berpengaruh langsung terhadap ketersediaan, keterjangkauan, stabilitas, serta mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di UPTD Puskesmas Karang Jati Balikpapan berdasarkan Permenkes RI No.74 Tahun 2016. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis retrospektif dan prospektif terhadap data periode Januari hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kualitatif meliputi stabilitas, keamanan, sanitasi, pencahayaan, kelembaban, dan ventilasi telah sesuai standar. Indikator kuantitatif memperlihatkan kesesuaian jumlah item obat dengan kartu stok sebesar 100%, nilai Inventory Turn Over Ratio (ITOR) sebesar 9 kali per tahun (sesuai standar 8–12 kali), serta persentase obat kedaluwarsa hanya 0,23% (memenuhi standar 1%). Namun, persentase stok mati sebesar 24,7% belum sesuai dengan standar ideal (0%).
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI UPTD PUSKESMAS KARANG JATI BALIKPAPAN
Penyimpanan obat merupakan tahapan krusial dari sistem pengelolaan sediaan farmasi yang berisiko tinggi, dan berpengaruh langsung terhadap ketersediaan, keterjangkauan, stabilitas, serta mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di UPTD Puskesmas Karang Jati Balikpapan berdasarkan Permenkes RI No.74 Tahun 2016. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis retrospektif dan prospektif terhadap data periode Januari hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kualitatif meliputi stabilitas, keamanan, sanitasi, pencahayaan, kelembaban, dan ventilasi telah sesuai standar. Indikator kuantitatif memperlihatkan kesesuaian jumlah item obat dengan kartu stok sebesar 100%, nilai Inventory Turn Over Ratio (ITOR) sebesar 9 kali per tahun (sesuai standar 8–12 kali), serta persentase obat kedaluwarsa hanya 0,23% (memenuhi standar 1%). Namun, persentase stok mati sebesar 24,7% belum sesuai dengan standar ideal (0%).
STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DAUN BIDARA ARAB (Ziziphus spina-christi L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Propionibacterium acnes
Jerawat atau acne vulgaris merupakan permasalahan kulit yang disebabakan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.) berpotensi dapat digunakan untuk mengatasi bakteri penyebab jerawat. Etanol dengan konsentrasi berbeda sering di gunakan dalam proses ekstraksi. Perbedaan variasi konsentrasi etanol dapat mempengaruhi rendemen, senyawa biaoktif dan aktivitas antibakteri dari ekstrak suatu tanaman. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% dan 96% daun bidara arab terhadap pertumbuhan bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes serta untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung. Metode yang digunakan adalah studi literatur dekskriptif menggunakan data sekunder yaitu artikel dari penelitian sebelumnya. Hasil analisis data menunjukkan ekstrak etanol 70% daun bidara arab pada konsentrasi 40% menghasilkan zona hambat sebesar 10,12 mm dengan kategori daya hambat kuat sedangkan ekstrak etanol 96% pada konsentrasi 30% menghasilkan zona hambat sebesar 14,13 mm yang termasuk golongan daya hambat kuat. Hasil analisis skrining fitokimia ekstrak etanol 70% mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid dan tanin sedangkan ekstrak etanol 96% mengandung senyawa aktif flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Perbedaan aktivitas antibakteri dan senyawa aktif yang dihasilkan diakibatkan oleh perbedaan tingkat polaritas serta perbedaan konstanta dielektrik pelarut etanol 70% dan 96%. Selain itu, faktor lain yang menjadi penyebab perbedaan aktivitas antibakteri serta kandungan senyawa aktif yaitu proses pembuatan simplisia, kualitas simplisia yang digunakan, metode ekstraksi, perbandingan bahan dan pelarut, pH, waktu, suhu stabilitas senyawa, konsentrasi antibakteri dalam ekstrak, laju difusi zat antibakteri ke dalam medium, serta faktor lain seperti inokulum, ukuran, suhu, inkubasi, pH, komponen media, dan aktivitas metabolisme mikroorganisme.