2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 SPIN-OFF [Buku Modul Pengenalan Candra Jiwa Indonesia (Soenarto)] Bergambar Tokoh Nakula-Sadewa sikembar dari keluarga Pandawa Lima, menyampai-kan pesan bahwa buku-buku Sidequel dan Spin-off baik isi maupun lampirannya ber-sifat komplementer. Dapat dipelajari secara mandiri maupun berkelompok. Sinopsis Fokus buku ini (modul) ingin menjadikan petugas kesehatan sebagai Motivator Kesehat-an Paripurna terhadap klien-sehat jantung, pasien-sakit jantung dan keluargannya de-ngan pendekatan reassurance~reposition~re-education. Reassurance pada hakekatnya membuat senang hati pasien dengan banyak cara. Reposition adalah menempatkan diri sebagai saudara tua atau guru untuk melakukan komunikasi-informasi-edukasi ke-sehatan jantung dan pembuluh darah. Re-education pada hakekatnya menyadarkan pasien agar selalu mendekat kepada Nya, seraya beribadat sesuai agama dan keper-cayaannya. Gambar tokoh Bima (Ego-Jasmani) bertemu dengan tokoh Dewa Ruci (Ego-Rohani) di kedalaman introspeksinya pada batas Rahsa Jatinya (TheGate of Entrance). Tokoh Bima-lah yang justru menjadi bayangan dari Dewa Ruci sebagai jatidiri yang sesung-guhnya/TheSelf ialah Yang Dihidupi. Tidak lain karena dihidupi oleh Yang Menghidupi ialah Suksma Sejati/TheForce atas nama sumber hidup, asalmula hidup dan tujuan hidup ialah Suksma Kawekas/TheSource-nya manusia. Sampul biru-laut sebagai perlambang bahwa imajinasi itu lebih penting dari pada pengetahuan (Einstein). Sadarkah kita bahwa dalamnya laut biru dan birunya langit diatas sana bukan menjadi batas imajinasi manusia? Modul adalah paket belajar yang berisi satu unit materi belajar yang dapat dibaca atau dipelajari seseorang secara mandiri dan berkelompok. Selamat membaca, semoga Suksma Sejati/TheForce, sadar kolektif/agung (dinamis), menganugerahkan tuntunan, pencerahan dan kekuatan-Nya kepada kita semua, amin.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini disusun untuk memberikan pemahaman tentang resep dokter dan bahasa Latin yang digunakan dalam peresepan serta berbagai bentuk sediaan farmasi secara konseptual. Dengan pemaparan materi perkuliahan dalam buku ajar ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar evaluasi resep dokter, evaluasi dosis obat, pengenalan berbagai bentuk sediaan farmasi, serta pembuatan sediaan farmasi. Materi perkuliahan dalam buku ini meliputi: Ketentuan umum dalam farmakope Indonesia, resep, dosis, pulpis dan pulveres, kapsul, pil, tablet, salep, suppositoria, larutan, emulsi, suspensi, dan sediaan galenik. Buku ini penting untuk dibaca oleh mahasiswa farmasi, para praktisi, dan apoteker.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Terlaksananya unsur-unsur pengendalian intern yang baik menghasilkan informasi persediaan barang yang baik, dan informasi yang baik serta akurat sangat berperan penting dalam manajemen sebuah Rumah Sakit agar terciptanya pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas sistem pengendalian intern persediaan obat di beberapa Rumah Sakit di Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah gambaran penerapan sistem pengendalian intern persediaan obat. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah literatur ilmiah yang terkait dan dilakukan verifikasi serta meninjau kembali data yang didapat agar dapat dilakukan penarikan kesimpulan dengan benar. Analisis data yang dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang telah didapat pada tiap-tiap jurnal yang akan diteliti. Didapatkan hasil bahwa penerapan sistem pengendalian intern persediaan obat di Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Surakarta telah efektif pada 3 unsur yaitu unsur sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, praktik yang sehat, dan unsur karyawan, adapun 1 unsur yang belum efektif yaitu unsur struktur organisasi. Penerapan sistem pengendalian intern persediaan obat di Rumah Sakit Astrini Wonogiri telah efektif pada 2 unsur yaitu unsur praktik yang sehat, dan karyawan, adapun 2 unsur yang belum efektif yaitu unsur struktur organisasi dan unsur sistem otorisasi dan prosedur pencatatan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan uji daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Sterptococcus muntas pada daun kemangi (Ocimum). Daun kemangi banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pengobatan infeksi senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri ialah senyawa alkaloid, minyak atsiri dan fenol. Studi yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan, mempelajari dan menelaah naskah publikasi serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Objek yang diteliti adalah baktei Staphylococcus aureus dan Streptococcus muntas. Analisis data ini menggunakan data kuantitatif yan berupa zona hambat disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil studi literature menyatakan bahwa penelitian antibakteri Staphylococcus aureus daun kemangi (Ocimum) menunjukkan aktivitas antibakteri pada kosentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100% dengan zona hambat yang dihasilkan secara berturut-turut 12,10 mm, 12,77 mm, 13,34 mm, 18,31 mm, dan 18,90 mm, sedangkan penelitian antibakteri Streptococcus muntas menunjukkan aktivitas antibakteri pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100% dengan zona hambat hambat yang dihasilkan secara berturut-turut 6,90 mm, 7,33 mm, 8,12 mm, 9,65 mm, dan 10,26 mm. Kesimpulan daun kemangi (Ocimum) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus muntas.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan uji daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Sterptococcus muntas pada daun kemangi (Ocimum). Daun kemangi banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pengobatan infeksi senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri ialah senyawa alkaloid, minyak atsiri dan fenol. Studi yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan, mempelajari dan menelaah naskah publikasi serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Objek yang diteliti adalah baktei Staphylococcus aureus dan Streptococcus muntas. Analisis data ini menggunakan data kuantitatif yan berupa zona hambat disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil studi literature menyatakan bahwa penelitian antibakteri Staphylococcus aureus daun kemangi (Ocimum) menunjukkan aktivitas antibakteri pada kosentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100% dengan zona hambat yang dihasilkan secara berturut-turut 12,10 mm, 12,77 mm, 13,34 mm, 18,31 mm, dan 18,90 mm, sedangkan penelitian antibakteri Streptococcus muntas menunjukkan aktivitas antibakteri pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100% dengan zona hambat hambat yang dihasilkan secara berturut-turut 6,90 mm, 7,33 mm, 8,12 mm, 9,65 mm, dan 10,26 mm. Kesimpulan daun kemangi (Ocimum) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus muntas.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Terlaksananya unsur-unsur pengendalian intern yang baik menghasilkan informasi persediaan barang yang baik, dan informasi yang baik serta akurat sangat berperan penting dalam manajemen sebuah Rumah Sakit agar terciptanya pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas sistem pengendalian intern persediaan obat di beberapa Rumah Sakit di Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah gambaran penerapan sistem pengendalian intern persediaan obat. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah literatur ilmiah yang terkait dan dilakukan verifikasi serta meninjau kembali data yang didapat agar dapat dilakukan penarikan kesimpulan dengan benar. Analisis data yang dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang telah didapat pada tiap-tiap jurnal yang akan diteliti. Didapatkan hasil bahwa penerapan sistem pengendalian intern persediaan obat di Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Surakarta telah efektif pada 3 unsur yaitu unsur sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, praktik yang sehat, dan unsur karyawan, adapun 1 unsur yang belum efektif yaitu unsur struktur organisasi. Penerapan sistem pengendalian intern persediaan obat di Rumah Sakit Astrini Wonogiri telah efektif pada 2 unsur yaitu unsur praktik yang sehat, dan karyawan, adapun 2 unsur yang belum efektif yaitu unsur struktur organisasi dan unsur sistem otorisasi dan prosedur pencatatan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT PREDNISON PADA JAMU REMATIK DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS ABSTRAK Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi bahan kimia obat prednison pada jamu rematik dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Prednison merupakan obat golongan kortikosteroid, yang digunakan sebagai obat rematik yang bertujuan untuk menghilangkan rasa nyeri secepat mungkin. Berdasarkan hasil penemuan BPOM pada tahun 2016 ditemukan 43 obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) salah satunya prednison. Adapun tahapan penelitian yaitu: melakukan kompilasi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dituangkan dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi, dan tinjauan ulang data yang didapat menghasilkan kesimpulan yang benar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur. Hasil identifikasi BKO pada jamu rematik dengan metode KLT khususnya daerah Makassar dari 5 sampel jamu terdapat 1 sampel, untuk daerah Pekalongan dari 2 sampel jamu terdapat 1 sampel, sedangkan daerah Karawang Barat dari 10 sampel jamu yang di uji terdapat 6 sampel jamu yang mengandung prednison.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT PREDNISON PADA JAMU REMATIK DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS ABSTRAK Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi bahan kimia obat prednison pada jamu rematik dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Prednison merupakan obat golongan kortikosteroid, yang digunakan sebagai obat rematik yang bertujuan untuk menghilangkan rasa nyeri secepat mungkin. Berdasarkan hasil penemuan BPOM pada tahun 2016 ditemukan 43 obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) salah satunya prednison. Adapun tahapan penelitian yaitu: melakukan kompilasi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dituangkan dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi, dan tinjauan ulang data yang didapat menghasilkan kesimpulan yang benar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur. Hasil identifikasi BKO pada jamu rematik dengan metode KLT khususnya daerah Makassar dari 5 sampel jamu terdapat 1 sampel, untuk daerah Pekalongan dari 2 sampel jamu terdapat 1 sampel, sedangkan daerah Karawang Barat dari 10 sampel jamu yang di uji terdapat 6 sampel jamu yang mengandung prednison.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan yang terdapat pada ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum). Tumbuhan salam dan jambu air merupakan tumbuhan yang diketahui mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, terpenoid dan saponin. Senyawa flavonid pada tumbuhan ini khususnya bagian daun memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah buku-buku serta jurnal ilmiah dan skripsi. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan melihat data perbandingan nilai IC_50 (Inhibitor Concentration fifty) aktivitas antioksidan dan metabolit sekunder pada kedua ekstrak. Berdasarkan hasil studi literatur yang telah ditelaah dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC_50 dari ekstrak daun salam berturut-turut metanol (26,03 ppm), etanol (14,89 ppm), etil asetat (73,15 ppm), dan n-heksana (3121,37 ppm). Sedangkan pada ekstrak daun jambu air berturut-turut metanol (20,24 ppm), etanol (10,01 ppm), etil asetat (65,12 ppm), dan n-heksana (515,48 ppm).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan yang terdapat pada ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum). Tumbuhan salam dan jambu air merupakan tumbuhan yang diketahui mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, terpenoid dan saponin. Senyawa flavonid pada tumbuhan ini khususnya bagian daun memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah buku-buku serta jurnal ilmiah dan skripsi. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan melihat data perbandingan nilai IC_50 (Inhibitor Concentration fifty) aktivitas antioksidan dan metabolit sekunder pada kedua ekstrak. Berdasarkan hasil studi literatur yang telah ditelaah dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC_50 dari ekstrak daun salam berturut-turut metanol (26,03 ppm), etanol (14,89 ppm), etil asetat (73,15 ppm), dan n-heksana (3121,37 ppm). Sedangkan pada ekstrak daun jambu air berturut-turut metanol (20,24 ppm), etanol (10,01 ppm), etil asetat (65,12 ppm), dan n-heksana (515,48 ppm).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengelolaan obat yang baik sangat berpengaruh untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pengelolaan obat bertujuan agar obat yang diperlukan selalu siap tersedia ketika ingin digunakan dalam jumlah yang cukup serta bermutu untuk mendukung pelayanan yang baik, pengelolaan obat termasuk dalam kegiatan seperti penyimpanan. Indikator pengelolaan penyimpanan obat yang baik yaitu Turn Over Ratio (TOR), kecocokan antara obat dengan kartu stok, presentase nilai obat kadaluarsa dan rusak, presentase stok mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di instalasi farmasi RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental yang bersifat deskriptif dengan pelaksanaan pengumpulan data secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi menggunakan form check list berdasarkan Permenkes RI nomer 72 tahun 2016 dan disajikan dalam bentuk berupa narasi. Data kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel dan pengukuran analisisnya menggunakan indikator penyimpanan obat yaitu berupa Turn Over Ratio (TOR), kecocokan antara obat dengan kartu stok, presentase nilai obat kadaluarsa dan atau rusak, presentase stok mati di instalasi farmasi RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa sistem penyimpanan di RSUD Ratu Aji Putri Botung belum sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan, persentase yang didapatkan sebesar 80% untuk persyaratan penyimpanan, 80% untuk komponen penyimpanan, 25% untuk pengaturan penyimpanan, 60% untuk metode penyimpanan, 100% untuk pengelolaan obat emergency, 80% untuk fasilitas penyimpanan. Hasil evaluasi penyimpanan obat di RSUD Ratu Aji Putri Botung dengan indikator penyimpanan obat menunjukan hasil TOR 49,02 kali, persentase obat kadaluarsa sebesar 8,9%, persentase stok obat mati 1%, persentae kecocokan obat dengan kartu stok 100%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengelolaan obat yang baik sangat berpengaruh untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pengelolaan obat bertujuan agar obat yang diperlukan selalu siap tersedia ketika ingin digunakan dalam jumlah yang cukup serta bermutu untuk mendukung pelayanan yang baik, pengelolaan obat termasuk dalam kegiatan seperti penyimpanan. Indikator pengelolaan penyimpanan obat yang baik yaitu Turn Over Ratio (TOR), kecocokan antara obat dengan kartu stok, presentase nilai obat kadaluarsa dan rusak, presentase stok mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di instalasi farmasi RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental yang bersifat deskriptif dengan pelaksanaan pengumpulan data secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi menggunakan form check list berdasarkan Permenkes RI nomer 72 tahun 2016 dan disajikan dalam bentuk berupa narasi. Data kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel dan pengukuran analisisnya menggunakan indikator penyimpanan obat yaitu berupa Turn Over Ratio (TOR), kecocokan antara obat dengan kartu stok, presentase nilai obat kadaluarsa dan atau rusak, presentase stok mati di instalasi farmasi RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa sistem penyimpanan di RSUD Ratu Aji Putri Botung belum sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan, persentase yang didapatkan sebesar 80% untuk persyaratan penyimpanan, 80% untuk komponen penyimpanan, 25% untuk pengaturan penyimpanan, 60% untuk metode penyimpanan, 100% untuk pengelolaan obat emergency, 80% untuk fasilitas penyimpanan. Hasil evaluasi penyimpanan obat di RSUD Ratu Aji Putri Botung dengan indikator penyimpanan obat menunjukan hasil TOR 49,02 kali, persentase obat kadaluarsa sebesar 8,9%, persentase stok obat mati 1%, persentae kecocokan obat dengan kartu stok 100%.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku Teknologi dan Formulasi Sediaan Padat dirancang dengan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti. Buku ini mengupas dan membahas berbagai macam bentuk sediaan padat mulai dari serbuk,kapsul, tablet konvensional hingga tablet khusus. Dalam buku ini dibahas secara lengkap mulai dari pengertian dari setiap sediaan, kelebihan dan kekurangan, aspek-aspek dalam proses pembuatan sediaan, contoh nama bahan yang digunakan, pengujian kualitas sediaan, permasalahan dari sediaan dan saran penanganannya, serta dilengkapi dengan beberapa soal untuk mempermudah mendalami pokok bahasan yang disajikan. Buku ini diharapkan dapat membantu mahasiswa, pelajar serta tim pengajar dalam kegiatan pembelajaran, khususnya ilmu tentang sediaan obat yang berbentuk padat. Selain itu, buku ini juga dapat digunakan oleh praktisi sebagai bahan acuan awal dalam proses pembuatan sediaan padat di industri farmasi.