Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

28 hasil
Penulis: FITRIA
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KOKANG (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia terletak di garis khatulistiwa sehingga memungkinkan terpapar sinar matahari dengan intensitas tinggi yang dapat merusak kulit akibat radiasi UV A dan UV B. Daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) berpotensi sebagai tabir surya alami dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi aktivitas tabir surya dari ekstrak etanol daun kokang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun kokang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Variabel terikatnya adalah aktivitas tabir surya ekstrak dan fraksi daun kokang. Hasil penelitian pada serbuk simplisia daun kokang didapatkan nilai susut pengeringan 10,73% dan hasil rendemen ekstrak 15,4% dengan nilai kadar air ekstrak 6,39%. Hasil yang didapatkan dari rendemen fraksi n-heksan 10,04%, fraksi etil asetat 22,92%, dan fraksi etanol air 36,96%. Hasil penelitian terhadap nilai SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan konsentrasi 2500 ppm berturut-turut yaitu pada fraksi n-heksan memiliki nilai SPF 34,46 ± 0,13 (high protection), fraksi etanol air 29,73 ± 0,03 (medium protection), ekstrak etanol 28,94 ± 0,35 (medium protection) dan nilai SPF paling rendah pada fraksi etil asetat 15,91 ± 0,07 (medium protection). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi memiliki nilai signifikansi (sig.) > 0,05 yang artinya berdistribusi normal, serta nilai homogenitas varians sebesar 0,206 (> 0,05) yang menunjukkan varians homogen. Uji One-Way Analysis of Variance (ANOVA) dinyatakan adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai keempat sampel (p 0,05). Analisis data lanjutan menggunakan Uji Post Hoc Test (PHT) didapatkan bahwa keempat sampel memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda sehingga tidak dapat dianggap identik.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN PARFUM DARI BAHAN PEWANGI ALAMI MINYAK ATSIRI AKAR WANGI (Vetiveria zizanioides) SEBAGAI FIXATIVE AGENT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan parfum saat ini menjadi kebutuhan gaya hidup, namun kelemahan utama sediaan parfum adalah aromanya yang cepat menguap. Minyak akar wangi (Vetiveria zizanioides) mengandung senyawa vetiver yang memiliki daya ikat dan titik didih tinggi, sehingga berpotensi sebagai fixative agent alami untuk mempertahankan aroma parfum lebih lama. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi terbaik minyak akar wangi sebagai fixative agent yang menghasilkan sediaan parfum cair dengan stabilitas fisik dan ketahanan aroma (longevity) yang paling baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Tahapan penelitian diawali dengan perancangan formulasi, pembuatan sediaan parfum cair, hingga evaluasi mutu fisik dan tingkat kesukaan panelis. Sediaan parfum dibuat dalam empat formula dengan variasi konsentrasi minyak akar wangi sebagai fixative agent, yaitu F1 (0 ml), F2 (0,125 ml), F3 (0,25 ml), dan F4 (0,375 ml). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji ketahanan aroma (longevity) serta uji hedonik. Data hasil kesukaan panelis dianalisis secara statistik menggunakan Friedman test untuk menentukan ada tidaknya pengaruh konsentrasi minyak akar wangi terhadap kualitas sediaan parfum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik organoleptik yang baik, homogen, dan memiliki pH 5. Hasil uji spot/noda menunjukkan bahwa seluruh formula tidak menghasilkan noda permanen pada kain. Peningkatan konsentrasi minyak akar wangi menunjukkan kecenderungan peningkatan ketahanan aroma, dengan F1 bertahan selama 2-3 jam, F2 selama 4-5 jam, F3 selama 6-7 jam, dan F4 selama 8-10 jam. Formula F4 menunjukkan tingkat kesukaan tertinggi secara deskriptif. Hasil uji Friedman menunjukkan nilai p = 0,961 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap tingkat kesukaan panelis antarformula. Berdasarkan hasil evaluasi, formula terbaik adalah F4 dengan konsentrasi minyak akar wangi sebesar 0,375% karena menunjukkan karakteristik fisik yang baik dan ketahanan aroma paling lama.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENGGUNAAN OBAT CACING PADA ANAK DI BEBERAPA DESA WILAYAH KECAMATAN BENTIAN BESAR KABUPATEN KUTAI BARAT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengetahuan merupakan domain yang penting dalam terbentuknya perilaku terbuka atau open behavior. Penyakit cacingan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, khususnya pada kelompok anak-anak. Infeksi cacing dapat menimbulkan dampak serius seperti kekurangan gizi, anemia, dan hambatan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu mengenai penggunaan obat cacing pada anak di Desa Dilang Puti dan Desa Suakong, Kabupaten Kutai Barat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Responden penelitian ialah Ibu yang memiliki anak berusia 1–5 tahun dan bersedia berpartisipasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup untuk menilai pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing, kemudian dianalisis secara deskriptif guna memperoleh gambaran tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian di Desa Dilang Puti menunjukkan bahwa dari 75 responden, mayoritas memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 57 orang (76%), kurang baik sebanyak 17 orang (22,7%), dan kurang baik 1 orang (1,3%). Sementara itu, hasil penelitian di Desa Suakong menunjukkan bahwa dari 48 responden, sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 44 orang (97,7%), cukup baik sebanyak 4 orang (8,3%), dan tidak terdapat responden dengan kategori kurang baik (0%). Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak 1-5 tahun di Desa Dilang Puti dan Desa Suakong termasuk dalam kategori baik.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR EVALUASI PENYIMPANAN OBAT YANG TEPAT BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK M MANADO DAN X PURWOKERTO

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat merupakan bagian penting dari pengelolaan sediaan farmasi. Obat-obatan harus disimpan sesuai standar pelayanan kefarmasian agar tetap aman, bebas dari cacat atau kerusakan fisika ataupun kimia, serta mutu obat dapat terjaga. Sistem penyimpanan obat menjadi bagian penting dalam pengelolaan stok di apotek karena berpengaruh terhadap kestabilan, keamanan, dan mutu obat hingga digunakan oleh pasien. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan obat yang tepat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian. Rancangan penelitian yang digunakan merupakan jenis penelitian studi literatur (literature review). Pendekatan ini dilaksanakan melalui kegiatan pengumpulan data, penelaah mendalam, dan analisis kritis terhadap berbagai sumber pustaka. Objek penelitian ini yaitu artikel yang menyajikan data evaluasi penyimpanan obat yang tepat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di apotek M Manado dan apotek X Purwokerto. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif komparatif. Data yang diperoleh dari berbagai gambaran mengenai evaluasi penyimpanan obat yang tepat di apotek M Manado dan apotek X Purwokerto. Berdasarkan telaah literatur didapatkan hasil yaitu pada apotek M Manado yang memenuhi yaitu sebesar 67,57% yang termasuk dalam kategori baik sedangkan yang tidak memenuhi masih kurang sebesar 30,43%. Pada apotek X Purwokerto yang memenuhi yaitu sebesar 94,44% memenuhi dalam kategori sangat baik sedangkan yang tidak memenuhi yaitu sebesar 5,56%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KOKANG (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2025•Koleksi Perpustakaan

Indonesia terletak di garis khatulistiwa sehingga memungkinkan terpapar sinar matahari dengan intensitas tinggi yang dapat merusak kulit akibat radiasi UV A dan UV B. Daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) berpotensi sebagai tabir surya alami dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi aktivitas tabir surya dari ekstrak etanol daun kokang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun kokang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Variabel terikatnya adalah aktivitas tabir surya ekstrak dan fraksi daun kokang. Hasil penelitian pada serbuk simplisia daun kokang didapatkan nilai susut pengeringan 10,73% dan hasil rendemen ekstrak 15,4% dengan nilai kadar air ekstrak 6,39%. Hasil yang didapatkan dari rendemen fraksi n-heksan 10,04%, fraksi etil asetat 22,92%, dan fraksi etanol air 36,96%. Hasil penelitian terhadap nilai SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan konsentrasi 2500 ppm berturut-turut yaitu pada fraksi n-heksan memiliki nilai SPF 34,46 ± 0,13 (high protection), fraksi etanol air 29,73 ± 0,03 (medium protection), ekstrak etanol 28,94 ± 0,35 (medium protection) dan nilai SPF paling rendah pada fraksi etil asetat 15,91 ± 0,07 (medium protection). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi memiliki nilai signifikansi (sig.) > 0,05 yang artinya berdistribusi normal, serta nilai homogenitas varians sebesar 0,206 (> 0,05) yang menunjukkan varians homogen. Uji One-Way Analysis of Variance (ANOVA) dinyatakan adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai keempat sampel (p 0,05). Analisis data lanjutan menggunakan Uji Post Hoc Test (PHT) didapatkan bahwa keempat sampel memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda sehingga tidak dapat dianggap identik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Studi literatur hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pemberian imunisasi dasar

2025•Koleksi Perpustakaan

STUDI LITERATUR HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR ABSTRAK Imunisasi merupakan upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh akan penyakit yang dilakukan melalui pemberian vaksin. Usaha pemerintah Indonesia dalam pencapaian herd immunity yaitu, cakupan imunisasi rutin minimal harus 95% merata di seluruh wilayah, program imunisasi setiap bayi (usia 0-11 bulan) wajib mendapatkan lima imunisasi dasar lengkap (LIL) yang terdiri dari 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 dosis polio, 1 dosis hepatitis B, dan 1 dosis campak/MPR. Penelitian sebelumnya masih terdapat kurangnya persepsi sebesar 46,5% dalam pemberian imunisasi pada bayinya, dikarenakan fasilitas kesehatan masih kurang dalam penyuluhan promosi kesehatan. Tindakan yang perlu dilakukan dalam mengatasi permasalahan diatas maka perlu adanya peningkatan pengetahuan tentang imunisasi dasar. Tujuan penelitian mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar terhadap pemberian imunisasi dasar. Rancangan penelitian menggunakan studi literatur dengan merumuskan serta mencari perbedaan hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pemberian imunisasi dasar, dimana jurnal terpublikasi pada SINTA 1 sampai 6 pada tahun 2021-2023. Metode penelitian ini yaitu menggambarkan karateristik responden berdasarkan umur, pekerjaan, jenis kelamin, pendidikan, serta hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pemberian imunisasi dasar. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan menggunakan tabel dan grafik. Kata kunci : hubungan, tingkat pengetahuan ibu, pemberian, imunisasi dasar

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAN ETANOL DAUN KEMANGI DENGAN METODE DPPH

2025•Koleksi Perpustakaan

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap atau menetralisir radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, karsinogenesis, dan penyakit lainnya. Salah satu tanaman di Indonesia yang memiliki aktivitas antioksidan alami adalah kemangi (Ocimum basilicum L.). Daun kemangi memiliki kandungan fenolik yang tinggi, senyawa fenolik memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Selain memiliki antioksidan, kemangi terbukti secara ilmiah memiliki aktivitas farmakologi yaitu sebagai analgesik, sedatif, antiinflamasi, antianging, antimikroba, antifungi, dan antivirus. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan berbeda pelarut yaitu metanol dan etanol menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Rancangan yang digunakan adalah dengan melakukan pengumpulan data, mempelajari, menelaah, dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian sehingga didapatkan nilai IC50. Objek pada studi literatur ini adalah aktivitas antioksidan esktrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa prosedur uji aktivitas antioksidan pada ekstrak metanol dan etanol memiliki prosedur yang sama yaitu, pembuatan larutan induk sampel, pembuatan larutan seri, pengukuran absorbansi untuk pembuatan kurva inhibisi, kurva inhibisi, dan hasil uji aktivitas antioksidan maka didapatkan aktivitas antioksidan yang berbeda, pada ekstrak metanol memiliki nilai IC50 1.370,9233 µg/ml yang dikategorikan sangat lemah dan ekstrak etanol memiliki nilai IC50 52,68 µg/ml dikategorikan sedang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid di Puskesmas

2025•Koleksi Perpustakaan

Antibiotik merupakan obat yang berfungsi membunuh dan/atau menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik termasuk golongan obat keras yang banyak digunakan dalam tata laksana terapi farmakologi. Demam tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Penyebaran penyakit ini biasanya melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Salah satu tatalaksana penyakit ini adalah dengan pemberian antibiotik yang penggunaannya perlu dievaluasi untuk menjamin mutu, kualitas dan efektivitas terapi demam tifoid, meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat indikasi, tepat durasi. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Puskesmas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek dari penelitian ini adalah pasien demam tifoid di Puskesmas. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Analisis data dilakukan dengan analisis secara deskriptif yaitu mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap data yang sudah terkumpul. Hasil evaluasi penggunaan obat di Puskesmas Kabupaten Garut diperoleh persentase tepat indikasi 96,88%, tepat obat 58,27%, tepat dosis 63,32%, tepat durasi 49,75% dan pada Puskesmas Pertahanan Kabupaten Kebumen diperoleh persentase tepat indikasi 100%, tepat obat 95,45%, tepat dosis 78,78%, tepat pasien 100%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi literatur hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pemberian imunisasi dasar

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI LITERATUR HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR ABSTRAK Imunisasi merupakan upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh akan penyakit yang dilakukan melalui pemberian vaksin. Usaha pemerintah Indonesia dalam pencapaian herd immunity yaitu, cakupan imunisasi rutin minimal harus 95% merata di seluruh wilayah, program imunisasi setiap bayi (usia 0-11 bulan) wajib mendapatkan lima imunisasi dasar lengkap (LIL) yang terdiri dari 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 dosis polio, 1 dosis hepatitis B, dan 1 dosis campak/MPR. Penelitian sebelumnya masih terdapat kurangnya persepsi sebesar 46,5% dalam pemberian imunisasi pada bayinya, dikarenakan fasilitas kesehatan masih kurang dalam penyuluhan promosi kesehatan. Tindakan yang perlu dilakukan dalam mengatasi permasalahan diatas maka perlu adanya peningkatan pengetahuan tentang imunisasi dasar. Tujuan penelitian mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar terhadap pemberian imunisasi dasar. Rancangan penelitian menggunakan studi literatur dengan merumuskan serta mencari perbedaan hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pemberian imunisasi dasar, dimana jurnal terpublikasi pada SINTA 1 sampai 6 pada tahun 2021-2023. Metode penelitian ini yaitu menggambarkan karateristik responden berdasarkan umur, pekerjaan, jenis kelamin, pendidikan, serta hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pemberian imunisasi dasar. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan menggunakan tabel dan grafik. Kata kunci : hubungan, tingkat pengetahuan ibu, pemberian, imunisasi dasar

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAN ETANOL DAUN KEMANGI DENGAN METODE DPPH

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap atau menetralisir radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, karsinogenesis, dan penyakit lainnya. Salah satu tanaman di Indonesia yang memiliki aktivitas antioksidan alami adalah kemangi (Ocimum basilicum L.). Daun kemangi memiliki kandungan fenolik yang tinggi, senyawa fenolik memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Selain memiliki antioksidan, kemangi terbukti secara ilmiah memiliki aktivitas farmakologi yaitu sebagai analgesik, sedatif, antiinflamasi, antianging, antimikroba, antifungi, dan antivirus. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan berbeda pelarut yaitu metanol dan etanol menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Rancangan yang digunakan adalah dengan melakukan pengumpulan data, mempelajari, menelaah, dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian sehingga didapatkan nilai IC50. Objek pada studi literatur ini adalah aktivitas antioksidan esktrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa prosedur uji aktivitas antioksidan pada ekstrak metanol dan etanol memiliki prosedur yang sama yaitu, pembuatan larutan induk sampel, pembuatan larutan seri, pengukuran absorbansi untuk pembuatan kurva inhibisi, kurva inhibisi, dan hasil uji aktivitas antioksidan maka didapatkan aktivitas antioksidan yang berbeda, pada ekstrak metanol memiliki nilai IC50 1.370,9233 µg/ml yang dikategorikan sangat lemah dan ekstrak etanol memiliki nilai IC50 52,68 µg/ml dikategorikan sedang.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid di Puskesmas

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik merupakan obat yang berfungsi membunuh dan/atau menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik termasuk golongan obat keras yang banyak digunakan dalam tata laksana terapi farmakologi. Demam tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Penyebaran penyakit ini biasanya melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Salah satu tatalaksana penyakit ini adalah dengan pemberian antibiotik yang penggunaannya perlu dievaluasi untuk menjamin mutu, kualitas dan efektivitas terapi demam tifoid, meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat indikasi, tepat durasi. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Puskesmas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek dari penelitian ini adalah pasien demam tifoid di Puskesmas. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Analisis data dilakukan dengan analisis secara deskriptif yaitu mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap data yang sudah terkumpul. Hasil evaluasi penggunaan obat di Puskesmas Kabupaten Garut diperoleh persentase tepat indikasi 96,88%, tepat obat 58,27%, tepat dosis 63,32%, tepat durasi 49,75% dan pada Puskesmas Pertahanan Kabupaten Kebumen diperoleh persentase tepat indikasi 100%, tepat obat 95,45%, tepat dosis 78,78%, tepat pasien 100%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Formulasi Lulur Kocok Beras Merah (Oryza nivara Linn.) Kombinasi Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Sebagai Antioksidan

2023•Koleksi Perpustakaan

Kulit manusia berfungsi sebagai proteksi, fungsi proteksi akan terganggu jika kulit sering terpapar polusi dan radikal bebas dari sinar UV matahari. Melawan radikal bebas dapat diberikan antioksidan. Sumber antioksidan dapat dijumpai pada biji Alpukat (Persea americana Mill.) dan beras merah (Oryza nivara L.). Biji alpukat memiliki sumber senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan dan beras merah memiliki senyawa antosianin sebagai antioksidan, selain itu beras merah berfungsi mengangkat sel kulit mati. Sediaan topikal sangat dibutuhkan untuk melindungi kulit dari serangan radikal bebas, sediaan topikal dapat berupa lulur kocok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik dan mengetahui kandungan aktivitas antioksidan dalam sediaan lulur kocok. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Biji alpukat diekstrak menggunakan pelarut etanol 95% yang diformulasikan menjadi sediaan lulur kocok beras merah kombinasi ekstrak biji alpukat, dengan konsentrasi ekstrak biji alpukat 2,5%, 5% dan 7,5%. Evaluasi sediaan lulur kocok meliputi uji organoleptis, uji viskositas, uji sedimentasi, uji redispersi dan uji aktivitas antioksidan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji mutu fisik menunjukkan bahwa F0, F1, F2, F3 memenuhi persyaratan yang baik pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH , uji sedimentasi dan uji redispersi. Pada pengujian pH memenuhi syarat pH kulit 4,5-8, pada pengujian viskositas F0 memiliki viskositas yang baik dari minggu 0 hingga minggu 4. Pada F1, F2 dan F3 mengalami peningkatan viskositas. Pada pengujian sedimentasi memenuhi syarat memiliki harga mendekati 1 dan pada pengujian redispersi memiliki syarat tidak lebih dari 30 detik. Nilai antioksidan pada F1 dengan konsentrasi ekstrak biji alpukat 2,5% menghasilkan nilai IC50 1.655,11 ppm, nilai IC50 pada F2 dengan konsentrasi 5% menghasilkan nilai IC50 956,51 ppm, dan pada F3 dengan konsentrasi 7% menghasilkan nilai IC50 725 ppm. Sediaan lulur kocok tergolong ke dalam antioksidan lemah.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Lulur Kocok Beras Merah (Oryza nivara Linn.) Kombinasi Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Sebagai Antioksidan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit manusia berfungsi sebagai proteksi, fungsi proteksi akan terganggu jika kulit sering terpapar polusi dan radikal bebas dari sinar UV matahari. Melawan radikal bebas dapat diberikan antioksidan. Sumber antioksidan dapat dijumpai pada biji Alpukat (Persea americana Mill.) dan beras merah (Oryza nivara L.). Biji alpukat memiliki sumber senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan dan beras merah memiliki senyawa antosianin sebagai antioksidan, selain itu beras merah berfungsi mengangkat sel kulit mati. Sediaan topikal sangat dibutuhkan untuk melindungi kulit dari serangan radikal bebas, sediaan topikal dapat berupa lulur kocok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik dan mengetahui kandungan aktivitas antioksidan dalam sediaan lulur kocok. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Biji alpukat diekstrak menggunakan pelarut etanol 95% yang diformulasikan menjadi sediaan lulur kocok beras merah kombinasi ekstrak biji alpukat, dengan konsentrasi ekstrak biji alpukat 2,5%, 5% dan 7,5%. Evaluasi sediaan lulur kocok meliputi uji organoleptis, uji viskositas, uji sedimentasi, uji redispersi dan uji aktivitas antioksidan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji mutu fisik menunjukkan bahwa F0, F1, F2, F3 memenuhi persyaratan yang baik pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH , uji sedimentasi dan uji redispersi. Pada pengujian pH memenuhi syarat pH kulit 4,5-8, pada pengujian viskositas F0 memiliki viskositas yang baik dari minggu 0 hingga minggu 4. Pada F1, F2 dan F3 mengalami peningkatan viskositas. Pada pengujian sedimentasi memenuhi syarat memiliki harga mendekati 1 dan pada pengujian redispersi memiliki syarat tidak lebih dari 30 detik. Nilai antioksidan pada F1 dengan konsentrasi ekstrak biji alpukat 2,5% menghasilkan nilai IC50 1.655,11 ppm, nilai IC50 pada F2 dengan konsentrasi 5% menghasilkan nilai IC50 956,51 ppm, dan pada F3 dengan konsentrasi 7% menghasilkan nilai IC50 725 ppm. Sediaan lulur kocok tergolong ke dalam antioksidan lemah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Morfologi, Taksonomi dan Filosofi Tumbuhan

2023•Koleksi Perpustakaan

Kepel (Stelechocarpus burahol) digemari putri kraton Jawa karena menyebabkan hasil ekskresi tubuh beraroma wangi. Daun kepel mengatasi asam urat. Kepel memiliki makna filosofis yang mendalam, melambangkan manunggaling sedya kaliyan gegayuhan atau tekad kuat bekerja keras. Kepel dan tumbuhan lain adalah sumber makanan, sumber oksigen, penyerap polutan, bahan bangunan, obat, hiasan, dan pelengkap acara keagamaan. Memayu hayuning bawana adalah salah satu falsafah kehidupan Jawa di mana manusia wajib menjaga keharmonisan alam semesta. Buku ini berisi uraian beberapa flora asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomis, estetis, dan filosofis dalam pandangan masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa memanfaatkan tumbuhan sebagai media pengantar pesan luhur kepada generasi penerus. Mengenal jenis dan memahami filosofi flora asli Indonesia akan mendorong pelestarian keanekaragaman hayati Nusantara, sekaligus meneladani cara pandang, budi pekerti, dan kearifan lokal masyarakat Jawa.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Kajian Kesehatan Lingkungan pada Usaha Depot Air Minum Isi Ulang

2023•Koleksi Perpustakaan

Setiap depot air minum isi ulang wajib memiliki keterangan tanda terdaftar dan sertifikat laik sehat. Sertifikat laik sehat adalah sertifikat yang diberikan kepada pengelola apabila telah memenuhi syarat uji laik sehat baik secara umum maupun secara teknis dan disertai hasil pemeriksaan kualitas air yang menyatakan air tersebut memenuhi persyaratan kualitas air minum. Sertifikat laik sehat sementara berlaku 6 bulan dan sertifikat laik sehat tetap berlaku selama 3 tahun dan wajib diperbaharui. Depot air minum diberikan sertifikat laik sehat jika tetap menjaga dan memperhatikan keadaan higiene sanitasi depot, yaitu kebersihan ruang kerja dan pengolahan, fasilitas yang dipakai, badan dan pakaian kerja serta lingkungan. Kesehatan karyawan/pekerja harus diperhatikan dengan ketentuan setiap 6 bulan sekali harus diperiksa oleh dokter puskesmas di tempat usaha itu berada, serta kewajiban memeriksa air baku 3 (tiga) bulan sekali dan 1 (satu) bulan sekali bagi air yang telah diolah atau air hasil produksi. Harapannya, buku ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan keilmuan tentang kajian kesehatan lingkungan pada usaha depot air minum isi ulang dalam hal kepemilikan sertifikat laik sehat pada depot air minum isi ulang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail