Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Skrining fitokimia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Labu Kuning (Cucubita moschata Duch.) Berdasarkan Perbedaan Konsesntrasi Pelarut Terhadap Bakteri Staphhylococcus aureus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) merupakan bahan pangan yang kaya akan vitamin A, C, mineral serta karbohidrat. Labu kuning memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti, antibakteri, antidiabetes, dan antioksidan. Ekstrak buah labu kuning (Cucurbita moschata Duch) mengandung senyawa flavonoid, saponin dan terpenoid yang bersifat antibakteri. Perbedaan konsentrasi pelarut dapat mempengaruhi aktivitas farmakologi suatu ekstrak bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri daging buah labu kuning dengan perbedaan pelarut terhadap bakteri Staphylococus aureus. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, penetapan susut penegeringan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan perbedaan konsentrasi pelarut etanol 50% dan 70%, skrining fitokimia, penetapan kadar air ekstrak dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai susut pengeringan simplisia 4,26 %. Rendemen ekstrak etanol 50% sebesar 11,48% dan etanol 70% sebesar 20,97%. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol 50% menunjukkan danya senyawa saponin, dan flavonoid. Sedangkan pada ekstrak etanol 70 % diperoleh senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Hasil rata-rata kadar air ekstrak etanol 50% sebesar 16,47% dan ekstrak etanol 70% sebesar 23,71%. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan, bahwa perbedaan pelarut mempengaruhi aktivitas antibakteri pada ekstrak daging buah labu kuning, pada konsentrasi 10%; 12,5%; 15%; 20%; 25%, dan 30% dengan kategori sedang pada pelarut etanol 50% dan pada pelarut etanol 70% dengan kategori sedang hingga kuat. Diamater zona hambat pada kontrol positif kloramfenikol 0,1% sebesar 20 mm dan kontrol negatif DMSO 1% adalah 0 mm.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Metode Pengeringan Oven dan Kering Angin Terhadap Skrining Fitokimia dan Hasil Rendemen Ekstrak Daun Sirih Hutan (Piper Aduncum L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengeringan merupakan tahapan pascapanen yang berperan penting dalam menjaga mutu simplisia dan kestabilan senyawa bioaktif tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode pengeringan oven dan kering angin terhadap rendemen ekstrak etanol serta hasil skrining fitokimia daun sirih hutan (Piper aduncum L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua perlakuan pengeringan, yaitu kering angin dan oven suhu 40°C. Simplisia diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Parameter yang diamati meliputi susut pengeringan, rendemen ekstrak, kadar air, dan skrining fitokimia. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk membandingkan nilai rendemen serta hasil skrining fitokimia, dan secara statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk data susut pengeringan yang tidak berdistribusi normal, serta uji Independent Sample t-test untuk data kadar air yang berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan oven menghasilkan susut pengeringan sebesar 5,18%, rendemen 21,09%, dan kadar air 4,41%, sedangkan pengeringan kering angin menghasilkan susut pengeringan sebesar 4,96%, rendemen 27,73%, dan kadar air 6,76%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua metode pengeringan menghasilkan golongan metabolit sekunder yang sama, yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/terpenoid. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan susut pengeringan antara kedua metode (p = 0,046 0,05), dengan mean rank metode oven (5,00) lebih tinggi dibandingkan kering angin (2,00). Hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kadar air antara kedua metode (p = 0,013 0,05), dengan kadar air metode oven lebih rendah dibandingkan kering angin.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KARAKTERISASI DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK BUNGA TELANG ( clitoria ternatea L).

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman herbal yang memiliki potensi farmakologis tinggi dan banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai pengobatan alternatif karena kandungan antioksidan alaminya. Meskipun demikian, variasi metode ekstraksi dan sumber simplisia dalam berbagai penelitian seringkali menghasilkan data mutu dan kandungan kimia yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan hasil pengujian parameter spesifik, non-spesifik, serta profil fitokimia ekstrak bunga telang melalui penelusuran pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data difokuskan pada parameter non-spesifik yang meliputi kadar air, kadar abu total, dan susut pengeringan, serta parameter spesifik seperti organoleptik dan kadar sari larut pelarut tertentu. hasil penelitian menunjukaan ekstrak bunga telang pada penelitian (Rismayuti, Supriningrum dan Supomo, 2024) Menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 43,8% dengan karakteristik organoleptik kental, berwarna biru kehitaman, dan berasa pahit. Hasil uji parameter spesifik menunjukkan kadar sari larut air 58%, larut etanol 17,67%, sementara parameter non-spesifik mencatat kadar air 21,93%, kadar abu total 5%, serta bobot jenis 1,015 g/ml dengan angka cemaran mikroba yang memenuhi syarat keamanan BPOM. Skrining fitokimia ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan terpenoid, dan hasil negatif pada pengujian tanin, sedangkan pada penelitinan (Ramdhini, 2023) Menghasilkan rendemen ekstrak yaitu 10% dengan karakteristik berwarna cokelat tua dan tidak berasa. Parameter spesifik menunjukkan kadar sari larut air sebesar 8,5% dan larut etanol 1,1%. Parameter non-spesifik mencatat nilai susut pengeringan yaitu 0,8% dan bobot jenis 1,38 g/ml, sedangkan hasil skrining fitokimianya menunjukkan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, dan alkaloid.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAUN PEGAGAN DAN NILAI RENDEMEN DENGAN METODE MASERASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pegagan adalah nama umum Indonesia untuk Centella asiatica (L.) Urban. Jenis ini telah lama dikenali masyarakat karena kegunaannya untuk bahan obat-obatan tradisional. Belum diketahui secara jelas asal usulnya, akan tetapi daerah persebarannya meliputi daerah tropis dan sub tropis di seluruh dunia mulai dari Afrika Selatan, Afrika Tengah, Asia bahkan sampai Semenanjung Arab. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji skrining fitokimia terhadap ekstrak daun pegagan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung di dalamnya dan standardisasi ekstrak, seperti alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, glikosida, triterpenoid, dan steroid dengan menggunakan metode maserasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, Analisis data dilakukan secara deskriptif, dengan menyajikan data kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil studi menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, triterpenoid, dan steroid, meskipun hasil identifikasi berbeda tergantung pada jenis pelarut yang digunakan. Penggunaan etanol 96% menghasilkan rendemen sebesar 16,31%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan etanol 70% yang hanya menghasilkan 5,9%. Selain itu, etanol 96% juga lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa semi-polar dan non-polar yang tidak dapat larut optimal dalam pelarut etanol 70%. Temuan ini memberikan gambaran penting tentang pengaruh jenis pelarut terhadap efektivitas ekstraksi bahan aktif dari tanaman obat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sediaan herbal berbasis daun pegagan yang efektif, aman, dan terstandar

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah. Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan herba tahunan dari famili Liliaceae yang banyak tumbuh hampir di seluruh penjuru dunia. Kulit tumbuhan bawang merah banyak digunakan sebagai obat untuk penyakit-penyakit seperti batuk, haid tidak teratur, kencing manis, dan demam pada anak-anak. Skrining fitokimia merupakan langkah awal untuk mengetahui bahan aktif yang merupakan metabolit sekunder pada tumbuhan. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Objek penelitian adalah hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah. Tahap penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis desktiptif, berupa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah (Allium cepa L.). Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit bawang merah positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, dan terpenoid.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH ARA (Ficus racemosa L.)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan Ara (Ficus racemosa L.) secara empiris digunakan oleh masyarakat sebagai antidiare, antelmentik, antiinflamasi, antitusif, antibakteri, dan antioksidan. Secara farmakologi, buah ara telah diteliti memiliki aktivitas sebagai sebagai penurun gula darah dalam tubuh, dan penurun lemak darah atau kolesterol. Tumbuhan buah ara mempunyai kandungan senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai aktivitas antioksidan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kandungan aktivitas antioksidan yang terdapat pada ekstrak buah ara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah buku - buku, majalah ilmiah serta jurnal ilmiah dan skripsi. Tahapan penelitin meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Objek penelitian yaitu nilai IC50 aktivitas antioksidan dan metabolit sekunder esktrak buah ara. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan melihat data perbandingan nilai IC50 aktivitas antioksidan dan metabolit sekunder pada ekstrak buah ara. Hasil uji skrining fitokimia yang terdapat dalam ekstrak buah ara memiliki metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Senyawa metabolit yang terkandung pada ekstrak buah ara dengan pelarut toluen (alkaloid, flavonoid, saponoin, steroid,dan tanin), etanol (alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin), etil asetat (alkaloid dan flavonoid). Ekstrak buah ara (Ficus racemosa L.) yang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat terdapat dalam pelarut toluen dengan nilai IC50 0,75 ppm.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) PADA BAKTERI Escherichia coli

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Studi Literatur menjelaskan tentang Escherichia coli merupakan golongan bakteri coliform yaitu flora normal didalam usus manusia dan menimbulkan penyakit bila masuk kedalam organ atau jaringan lain, seperti pneumonia, endocarditis, infeksi pada luka, dan penyakit diare. Secara tradisional biji pepaya memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder pada ekstrak biji pepaya dan penghambatan antibakteri E.coli. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri biji pepaya (Carica papaya L.) pada Escherichia coli. Tahapan penelitian dimulai dari data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data yaitu data dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan melakukan verifikasi dan tujuan ulang data yang didapat agar kesimpulan dilakukan dengan benar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan skrining fitokimia pada ekstrak biji pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Sedangkan aktivitas antibakteri ekstrak biji pepaya mampu menghambat pada konsentrasi 1,25%, 10%, 20%, 50% dengan pelarut etanol 96% dan pada etanol 70% mampu menghambat pada konsentrasi 1%. Kesimpulan dari penelitian studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya sudah mampu menghambat pada konsentrasi 1,25% menghasilkan zona hambat 3,60 mm pada pelarut etanol 96% dan dengan konsentrasi 1% mengasilkan zona hambat 9 mm pada pelarut etanol 70%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN, BIJI DAN KULIT BATANG PANGI (Pangium edule Reinw.)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman pangi (Pangium edule Reinw.) secara empiris banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati penyakit gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada kulit. Daun segar, getah daun, tumbukan daun dan biji juga digunakan sebagai antiseptik dan disinfektan untuk membersihkan luka bakar. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun, biji, dan kulit batang tumbuhan pangi (Pangium edule Reinw.). Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Tahapan penelitian mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama berupa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun, biji, dan kulit batang tumbuhan pangi (Pangium edule Reinw.); penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif berupa data penelitian sebelumnya, data hasil skrining fitokimia. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa Ekstrak etanol daun pangi. positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Ekstrak etanol biji pangi positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Sedangkan ekstrak etanol kulit batang pangi positif mengandung senyawa alkaloid, tanin, dan saponin.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR RENDEMEN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) METODE MASERASI DENGAN BERBAGAI PELARUT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk membandingkan hasil rendemen ekstraksi daun pepaya dengan menggunakan berbagai pelarut yang berbeda. Daun pepaya merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah tropis, masyarakat pada umumnya menggunakan daun pepaya sebagai pelunak daging, pengobatan malaria, demam berdarah, pereda nyeri haid dan juga anti jerawat. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Data yang diambil dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil penelitian nilai rendemen pada perbedaan pelarut dari ekstraksi maserasi daun pepaya menghasilkan nilai rendemen yang berbeda-beda disetiap pelarutnya hal ini disebabkan oleh pelarut apa yang digunakan, ukuran partikel, jumlah sampel, metode ekstraksi yang digunakan, lama waktu ekstraksi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail