2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRACTDrug related Problems in Type-2 Diabetes patients in geriatric patients of South India: Using PCNE classification tool Background:Drug-related problems (DRPs) lead to substantial morbidity and mortality and are statistically related to the clinical outcomes, healthcare costs, and quality of life of diabetic patients. Several studies have demonstrated that diabetic patients are at the risk for drug -related problems. Patients with Type-2 diabetes mellitus (T2DM) are known to be at risk of drug related problems since they often receive multiple medications due to co-morbidities associated with the condition. This study assessed the prevalence of drug related problems and related factors in a geriatric population of diabetic patients using PCNE classification tool in a tertiary hospital of south India.Methods: A prospective analysis of selected geriatric patients of Type 2 diabetic was conducted from January 2016 to January 2017 in the Medicine ward of Rajah Muthiah Medical College and Hospital, Annamalai University. Data was collected and analyzed for demographics, clinical conditions (co-morbidity), types of medications used and medication complications. All collected data were scrutinized with the SPSS version 20 for data management and analyzes in the study. The Chi-square test was used for determination of the significant relationship between types of medications prescribed for geriatric patients and factors associated with the occurrence of DRPs. The P-value
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
"...the authors provide a detailed review of existing drug policy in the United States and an excellent and thorough review of the effects of both legal and illegal substances. One of the book's outstanding features is its comprehensive coverage of policy regarding legal and non legal drugs...this book is also extremely thought provoking and challenges readers to consider the foundation of their own perspectives on drugs and drug policies." —PSYCCRITIQUES Drugs and Drug Policy: The Control of Consciousness Alteration provides a cross-national perspective on the regulation of drug use by examining and critiquing drug policies in the United States and abroad in terms of their scope, goals, and effectiveness. In this engaging text, authors Clayton J. Mosher and Scott Akins discuss the physiological, psychological, and behavioral effects of legal and illicit drugs; the patterns and correlates of use; and theories of the “causes” of drug use.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Examines a demonstration project that applied problem-oriented policing strategies to resolving drug problems in five cities. Each city was provided with training & on site technical assistance to help officers identify & analyze specific neighborhood drug problems. For example, officers were assisted in determining all relevant factors of drug sales in a certain location; what type of drugs were sold, during what specific time, & by whom. The project revealed underlying social & economic conditions contributing to drug problems.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Report prepared by the Australian Institute of Health which examines data sources on Aboriginal and Islander drug and drug-related problems. Covers recent developments, methodology used and problems encountered, as well as identifying gaps and deficiencies in current data sources, and possible future options to remedy these deficiencies.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Measures the prevalence of illicit drugs, alcohol and tobacco among the civilian, non-institutionalized population over 12 years old. Covers: marijuana; cocaine; inhalants, hallucinogens and heroin; nonmedical use of psychotherapeutic drugs; alcohol; cigarettes and smokeless tobacco; problems associated with alcohol, tobacco and illicit drug use; drug use patterns; special topics (drug use by family income, health insurance status, and welfare assistance, prevalence of drug and alcohol abuse treatment, prevalence of anabolic steroid and "ice" use). Over 100 tables.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk mengetahui profil tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi diare. Profil sosiodemografi dan pengetahuan masyarakat tentang obat dapat menggambarkan ke rasionalan pemilihan obat secara swamedikasi. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat lebih dominan tergolong cukup atau sedang dengan persentasi 56.53%, 22% dan 54.25%. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi diare menunjukkan masyarakat rata-rata memiliki tingkat pengetahuan sedang/cukup dan usia serta pendidikan memiliki pengaruh terhadap swamedikasi.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat di gudang instalasi farmasi rumah sakit. Penyimpanan obat merupakan suatu kegiatan pengaturan terhadap pengelolaan obat dan sediaan farmasi yang diterima agar aman (tidak hilang), terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah literatur ilmiah serta dokumen yang terkait. Tahapan penelitian meliputi penyuntingan data, penyajian data, dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan kesimpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil studi literatur terkait penelitian tentang gambaran penyimpanan obat di Gudang Instalasi farmasi rumah sakit dapat disimpulkan bahwa rumah sakit telah menerapkan sebagian besar standar pengelolaan penyimpanan obat di Gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Hanya saja masih perlu melakukan beberapa peningkatan di sarana dan prasarana seperti menambah luasan gudang penyimpanan, pengadaan rak kadaluarsa, alat pemindah dan perlu memperhatikan kestabilan suhu di dalam gudang.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi ini bertujuan untuk mengetahui profil tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi diare. Profil sosiodemografi dan pengetahuan masyarakat tentang obat dapat menggambarkan ke rasionalan pemilihan obat secara swamedikasi. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat lebih dominan tergolong cukup atau sedang dengan persentasi 56.53%, 22% dan 54.25%. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi diare menunjukkan masyarakat rata-rata memiliki tingkat pengetahuan sedang/cukup dan usia serta pendidikan memiliki pengaruh terhadap swamedikasi.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat di gudang instalasi farmasi rumah sakit. Penyimpanan obat merupakan suatu kegiatan pengaturan terhadap pengelolaan obat dan sediaan farmasi yang diterima agar aman (tidak hilang), terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah literatur ilmiah serta dokumen yang terkait. Tahapan penelitian meliputi penyuntingan data, penyajian data, dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan kesimpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil studi literatur terkait penelitian tentang gambaran penyimpanan obat di Gudang Instalasi farmasi rumah sakit dapat disimpulkan bahwa rumah sakit telah menerapkan sebagian besar standar pengelolaan penyimpanan obat di Gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Hanya saja masih perlu melakukan beberapa peningkatan di sarana dan prasarana seperti menambah luasan gudang penyimpanan, pengadaan rak kadaluarsa, alat pemindah dan perlu memperhatikan kestabilan suhu di dalam gudang.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Rambutan merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat. Khasiat rambutan yang baik untuk kesehatan tidak lepas dari kandungan kimia di dalamnya. Bagian rambutan yang digunakan sebagai obat diantaranya daun dan kulit buah. Daun rambutan mengandung senyawa saponin dan tanin, sedangkan kulit buahnya mengandung senyawa golongan saponin, polifenol dan tanin. Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang diketahui mempunyai beberapa khasiat diantaranya yaitu sebagai astringen, anti diare, antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar tanin pada daun dan kulit buah rambutan. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait, seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriftif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, daun muda dan daun tua serta kulit buah rambutan mengandung tanin terhidrolisis. Kadar rata-rata tanin daun muda dan daun tua secara spektrofotometri adalah 6,25% dan 6,62%. Kadar tanin kulit buah rambutan secara permanganometri adalah 23,25%. Kata kunci :Tanin, daun dan kulit rambutan, spektrofotometri UV-Vis, permanganometri.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Rambutan merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat. Khasiat rambutan yang baik untuk kesehatan tidak lepas dari kandungan kimia di dalamnya. Bagian rambutan yang digunakan sebagai obat diantaranya daun dan kulit buah. Daun rambutan mengandung senyawa saponin dan tanin, sedangkan kulit buahnya mengandung senyawa golongan saponin, polifenol dan tanin. Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang diketahui mempunyai beberapa khasiat diantaranya yaitu sebagai astringen, anti diare, antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar tanin pada daun dan kulit buah rambutan. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait, seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriftif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, daun muda dan daun tua serta kulit buah rambutan mengandung tanin terhidrolisis. Kadar rata-rata tanin daun muda dan daun tua secara spektrofotometri adalah 6,25% dan 6,62%. Kadar tanin kulit buah rambutan secara permanganometri adalah 23,25%. Kata kunci :Tanin, daun dan kulit rambutan, spektrofotometri UV-Vis, permanganometri.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL PADA FAMILI ASTERACEAE DAN LAMIACEAE DENGAN METODE SPEKTOFOTOMETRI ABSTRAK Senyawa fenolik merupakan produk alami yang memiliki sifat sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Beberapa famili tumbuhan yang mempunyai senyawa fenolik adalah Asteraceae dan Lamiaceae. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kadar fenolik total pada famili Asteraceae dan Lamiaceae. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi literatur dengan tahapan ngumpulkan, jurnal-jurnal, artikel dan data yang terkait tentang perbandingan kadar fenolik yang diperoleh secara Spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari kajian beberapa literatur diperoleh kadar fenolik yang paling tinggi pada famili Lamiaceae ekstrak etanol 96% daun nilam sebesar 327,84mg GAE/gram, ekstrak etanol 70% daun selasih 167,4512mg GAE/gram, diikuti famili Asteraceae ekstrak metanol daun beluntas 84,11mg GAE/gram, ekstrak etanol 96% daun insulin 67,41mg GAE/gram, ekstrak etanol 70% daun tapak liman 20,5392mg GAE/gram dan terendah pada ekstrak etanol 96% daun kenikir 7,2mg GAE/gram, dengan metode maserasi dan spektrofotometri UV-Vis.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL PADA FAMILI ASTERACEAE DAN LAMIACEAE DENGAN METODE SPEKTOFOTOMETRI ABSTRAK Senyawa fenolik merupakan produk alami yang memiliki sifat sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Beberapa famili tumbuhan yang mempunyai senyawa fenolik adalah Asteraceae dan Lamiaceae. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kadar fenolik total pada famili Asteraceae dan Lamiaceae. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi literatur dengan tahapan ngumpulkan, jurnal-jurnal, artikel dan data yang terkait tentang perbandingan kadar fenolik yang diperoleh secara Spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari kajian beberapa literatur diperoleh kadar fenolik yang paling tinggi pada famili Lamiaceae ekstrak etanol 96% daun nilam sebesar 327,84mg GAE/gram, ekstrak etanol 70% daun selasih 167,4512mg GAE/gram, diikuti famili Asteraceae ekstrak metanol daun beluntas 84,11mg GAE/gram, ekstrak etanol 96% daun insulin 67,41mg GAE/gram, ekstrak etanol 70% daun tapak liman 20,5392mg GAE/gram dan terendah pada ekstrak etanol 96% daun kenikir 7,2mg GAE/gram, dengan metode maserasi dan spektrofotometri UV-Vis.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan Bintaro (Cebera odollam Gaertn) merupakan tumbuhan berfamili apocynaceae. Secara empiris daun selutui puka memiliki khasiat sebagai obat sakit gigi dan daun bintaro berkhasiat sebagai penyembuh luka. Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun bintaro terhadap bakteri staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah, serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan karya tulis ilmiah. Objek penelitian gambaran aktivitas antibakteri ekstrak daun selutui puka dan ekstrak daun bintaro terhadap bakteri staphylococcus aureus. Data yang digunakan dalam studi ini ialah kosentrasi yang di gunakan untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Dari data yang disajikan, diketahui aktivitas antibakteri ekstrak daun selutui puka pada kosentrasi 5%, 10% dan 15% dengan menggunakan metode difusi kertas cakram memiliki daya hambat berturut-turut sebesar 6,09 mm, 6,24 mm dan 6,25 mm dengan katagori daya hambat sedang sedangkan daya hambat ekstrak daun bintaro pada kosentrasi 4% dengan menggunakan metode dilusi padat lebih kecil dengan katagori daya hambat minimum.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan pulai (Alstonia scholaris R. B.r) adalah tumbuhan dengan famili yang sama yaitu Apocynaceae dan memiliki kandungan metabolit sekunder yang sama seperti tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Studi ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun pulai (Alstonia scholaris R. .B.r) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur, analisis data dilakukan denan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah, skripsi, serta karya tulis ilmiah. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul Pada daun selutui puka dengan ekstrak etanol menggunakan konsentrasi 10% dengan zona hambat yang didapat adalah 6,25 mm. Pada daun pulai dengan ekstrak metanol menggunakan konsentrasi 10% dengan zona hambat yang didapat adalah 6,75 mm. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka menghasilkan zona hambat yang lebih kecil dibandingkan dengan ekstrak metanol daun pulai.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan pulai (Alstonia scholaris R. B.r) adalah tumbuhan dengan famili yang sama yaitu Apocynaceae dan memiliki kandungan metabolit sekunder yang sama seperti tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Studi ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun pulai (Alstonia scholaris R. .B.r) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur, analisis data dilakukan denan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah, skripsi, serta karya tulis ilmiah. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul Pada daun selutui puka dengan ekstrak etanol menggunakan konsentrasi 10% dengan zona hambat yang didapat adalah 6,25 mm. Pada daun pulai dengan ekstrak metanol menggunakan konsentrasi 10% dengan zona hambat yang didapat adalah 6,75 mm. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka menghasilkan zona hambat yang lebih kecil dibandingkan dengan ekstrak metanol daun pulai.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan Bintaro (Cebera odollam Gaertn) merupakan tumbuhan berfamili apocynaceae. Secara empiris daun selutui puka memiliki khasiat sebagai obat sakit gigi dan daun bintaro berkhasiat sebagai penyembuh luka. Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun bintaro terhadap bakteri staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah, serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan karya tulis ilmiah. Objek penelitian gambaran aktivitas antibakteri ekstrak daun selutui puka dan ekstrak daun bintaro terhadap bakteri staphylococcus aureus. Data yang digunakan dalam studi ini ialah kosentrasi yang di gunakan untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Dari data yang disajikan, diketahui aktivitas antibakteri ekstrak daun selutui puka pada kosentrasi 5%, 10% dan 15% dengan menggunakan metode difusi kertas cakram memiliki daya hambat berturut-turut sebesar 6,09 mm, 6,24 mm dan 6,25 mm dengan katagori daya hambat sedang sedangkan daya hambat ekstrak daun bintaro pada kosentrasi 4% dengan menggunakan metode dilusi padat lebih kecil dengan katagori daya hambat minimum.
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan