Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SP

42 karya publik ditemukan.

2026: 102025: 22024: 22023: 92022: 72021: 12020: 8

GAMBARAN INTERAKSI OBAT DALAM RESEP PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS BARONG TONGKOK

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Kondisi ini ditandai oleh gangguan metabolisme glukosa akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Berdasarkan laporan profil kesehatan, jumlah penderita DM menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sehingga memerlukan perhatian serius. Pasien DM umumnya memiliki penyakit penyerta, sehingga sering menerima lebih dari satu jenis obat dalam satu resep. Penggunaan monoterapi maupun terapi kombinasi berpotensi menimbulkan interaksi obat, yaitu kondisi ketika dua atau lebih obat yang digunakan secara bersamaan saling memengaruhi efek masing-masing. Penelitian ini bertujuan menggambarkan potensi interaksi obat pada resep pasien DM. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari resep elektronik di Instalasi Farmasi Puskesmas Barong Tongkok. Analisis dilakukan menggunakan Drugs.com dan Microsoft Excel secara sistematis untuk mendukung keamanan dan efektivitas terapi pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 174 resep pasien, sebanyak 132 pasien (75,9%) memiliki potensi interaksi obat, sementara 42 pasien (24,1%) tidak menunjukkan potensi interaksi. Total kejadian interaksi obat tercatat sebanyak 228 kejadian, dengan tingkat keparahan terbanyak adalah kategori moderat sebanyak 183 kejadian (80,3%), diikuti kategori minor sebanyak 37 kejadian (16,2%), dan kategori mayor sebanyak 8 kejadian (3,5%). Pasangan obat yang paling banyak berinteraksi adalah glimepirid dengan metformin, sementara interaksi mayor ditemukan pada kombinasi amlodipin dengan simvastatin. Temuan ini mengindikasikan tingginya beban farmakoterapi dan risiko polifarmasi pada pasien DM di Puskesmas Barong Tongkok, sehingga diperlukan pemantauan klinis yang ketat serta peran aktif apoteker dalam melakukan skrining, evaluasi, dan monitoring terapi guna memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan bagi pasien

GAMBARAN INTERAKSI OBAT DALAM RESEP DAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS BARONG TONGKOK

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Kondisi ini ditandai oleh gangguan metabolisme glukosa akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Berdasarkan laporan profil kesehatan, jumlah penderita DM menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sehingga memerlukan perhatian serius. Pasien DM umumnya memiliki penyakit penyerta, sehingga sering menerima lebih dari satu jenis obat dalam satu resep. Penggunaan monoterapi maupun terapi kombinasi berpotensi menimbulkan interaksi obat, yaitu kondisi ketika dua atau lebih obat yang digunakan secara bersamaan saling memengaruhi efek masing-masing. Penelitian ini bertujuan menggambarkan potensi interaksi obat pada resep pasien DM. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari resep elektronik di Instalasi Farmasi Puskesmas Barong Tongkok. Analisis dilakukan menggunakan Drugs.com dan Microsoft Excel secara sistematis untuk mendukung keamanan dan efektivitas terapi pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 174 resep pasien, sebanyak 132 pasien (75,9%) memiliki potensi interaksi obat, sementara 42 pasien (24,1%) tidak menunjukkan potensi interaksi. Total kejadian interaksi obat tercatat sebanyak 228 kejadian, dengan tingkat keparahan terbanyak adalah kategori moderat sebanyak 183 kejadian (80,3%), diikuti kategori minor sebanyak 37 kejadian (16,2%), dan kategori mayor sebanyak 8 kejadian (3,5%). Pasangan obat yang paling banyak berinteraksi adalah glimepirid dengan metformin, sementara interaksi mayor ditemukan pada kombinasi amlodipin dengan simvastatin. Temuan ini mengindikasikan tingginya beban farmakoterapi dan risiko polifarmasi pada pasien DM di Puskesmas Barong Tongkok, sehingga diperlukan pemantauan klinis yang ketat serta peran aktif apoteker dalam melakukan skrining, evaluasi, dan monitoring terapi guna memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan bagi pasien

Optimasi Formula Sunscreen Stick Ekstrak Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Dengan Kombinasi Carnauba Wax dan Cera Alba Sebagai Basis

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Indonesia sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari tinggi memerlukan perlindungan kulit dengan penggunaan tabir surya, serta pengembangan tabir surya berbahan alami semakin diminati karena lebih aman. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan serta mampu menyerap radiasi UV. Ekstrak daun senduduk diformulasikan dalam bentuk sunscreen stick karena praktis, stabil, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimum carnauba wax dan cera alba sebagai basis sunscreen stick ekstrak daun senduduk yang memenuhi persyaratan fisik dan nilai SPF sediaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak daun senduduk diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode factorial design dengan aplikasi Design Expert versi 13 dengan memvariasikan konsentrasi carnauba wax dan cera alba sebagai variabel bebas. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi optimum diperoleh pada carnauba wax 10% dan cera alba 20% dengan nilai desirability sebesar 0,669. Formula optimum menghasilkan karakteristik fisik yang memenuhi kriteria, meliputi pH 5,72, daya sebar 5,63 cm, daya lekat 26,12 detik, dan titik leleh 62°C. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290–320 nm dengan perhitungan menggunakan rumus Mansur.

OPTIMASI FORMULA SUNSCREEN STICK EKSTRAK DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) DENGAN KOMBINASI CARNAUBA WAX DAN CERA ALBA SEBAGAI BASIS

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari tinggi memerlukan perlindungan kulit dengan penggunaan tabir surya, serta pengembangan tabir surya berbahan alami semakin diminati karena lebih aman. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan serta mampu menyerap radiasi UV. Ekstrak daun senduduk diformulasikan dalam bentuk sunscreen stick karena praktis, stabil, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimum carnauba wax dan cera alba sebagai basis sunscreen stick ekstrak daun senduduk yang memenuhi persyaratan fisik dan nilai SPF sediaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak daun senduduk diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode factorial design dengan aplikasi Design Expert versi 13 dengan memvariasikan konsentrasi carnauba wax dan cera alba sebagai variabel bebas. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi optimum diperoleh pada carnauba wax 10% dan cera alba 20% dengan nilai desirability sebesar 0,669. Formula optimum menghasilkan karakteristik fisik yang memenuhi kriteria, meliputi pH 5,72, daya sebar 5,63 cm, daya lekat 26,12 detik, dan titik leleh 62°C. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290–320 nm dengan perhitungan menggunakan rumus Mansur.

Uji Aktivitas Penghambatan Tirosinase Pada Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb.) Dengan Variasi Konsentrasi Pelarut

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit manusia berfungsi sebagai pelindung utama tubuh dari paparan sinar ultraviolet (UV). Intensitas UV yang tinggi sering memicu hiperpigmentasi akibat produksi melanin berlebih yang dikatalisis oleh enzim tirosinase. Penghambatan tirosinase menjadi salah satu upaya mencegah gangguan pigmentasi melalui pemanfaatan bahan alami, salah satunya kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.). Perbedaan konsentrasi pelarut dalam ekstraksi berpotensi memengaruhi aktivitas penghambatan tirosinase yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas penghambatan enzim tirosinase dari ekstrak etanol 70% dan etanol 95% rimpang Curcuma caesia Roxb. dengan pembanding asam kojat. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan dan kadar air, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas penghambatan tirosinase secara in vitro menggunakan microplate reader. Hasil penelitian menunjukkan susut pengeringan simplisia sebesar 8,71 ± 0,35%, rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 16,60% dan etanol 95% sebesar 8,44%, serta kadar air masing-masing sebesar 10,85 ± 0,24% dan 9,5 ± 0,32%. Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin, sedangkan ekstrak etanol 95% mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Uji penghambatan enzim tirosinase menunjukkan ekstrak etanol 70% pada konsentrasi 500 dan 1000 ppm memberikan persentase penghambatan sebesar 7,05 ± 0,17% dan 13,71 ± 0,09%, sedangkan ekstrak etanol 95% sebesar 10,28 ± 0,21% dan 15,06 ± 0,40%, jauh lebih rendah dibandingkan kontrol positif asam kojat sebesar 80,93 ± 0,14% dan 86,91 ± 0,23%. Hasil uji Two Way ANOVA dan Post Hoc Tukey HSD menunjukkan semua kelompok perlakuan berbeda secara signifikan (p=0,000 < 0,05).

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT (Propionibacterium acnes) BERDASARKAN METODE DIFUSI CAKRAM DAN DIFUSI SUMURAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Acne vulgaris yang lebih dikenal sebagai jerawat adalah kondisi peradangan kronik dari unit pilosebaceous yang ditandai dengan adanya komedo, papula, kista, pustula, dan nodul. Terdapat beberapa mekanisme utama dalam patogenesis jerawat, salah satunya disebabkan infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Daun pegagan (Centella asiatica L.) dengan kandungan senyawa triterpenoid centelloid memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Metode uji aktivitas antibakteri dapat berpengaruh terhadap hasil diameter zona hambat yang terbentuk. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Tahapan penelitian meliputi reduksi data dari beberapa jurnal penelitian hingga diperoleh data utama, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif komparatif yaitu membuat gambaran dari data artikel penelitian yang digunakan, berupa diameter zona hambat aktivitas antibakteri. Hasil analisis data dari metode sumuran diperoleh hasil rata-rata zona hambat antara 7,6 – 12,6 mm dengan kategori sedang hingga kuat. Sedangkan menggunakan metode difusi cakram, diperoleh hasil rata-rata zona hambat antara 8,66 – 19,33 mm, dengan kategori sedang hingga kuat. Perbedaan besar zona hambat yang dihasilkan dipengaruhi oleh metode pengujian yang digunakan, konsentrasi ekstrak, serta perbedaan lokasi pengambilan sampel tanaman pegagan (Centella asiatica L.).

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT (Propionibacterium acnes) BERDASARKAN METODE DIFUSI CAKRAM DAN DIFUSI SUMURAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Acne vulgaris yang lebih dikenal sebagai jerawat adalah kondisi peradangan kronik dari unit pilosebaceous yang ditandai dengan adanya komedo, papula, kista, pustula, dan nodul. Terdapat beberapa mekanisme utama dalam patogenesis jerawat, salah satunya disebabkan infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Daun pegagan (Centella asiatica L.) dengan kandungan senyawa triterpenoid centelloid memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Metode uji aktivitas antibakteri dapat berpengaruh terhadap hasil diameter zona hambat yang terbentuk. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Tahapan penelitian meliputi reduksi data dari beberapa jurnal penelitian hingga diperoleh data utama, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif komparatif yaitu membuat gambaran dari data artikel penelitian yang digunakan, berupa diameter zona hambat aktivitas antibakteri. Hasil analisis data dari metode sumuran diperoleh hasil rata-rata zona hambat antara 7,6 – 12,6 mm dengan kategori sedang hingga kuat. Sedangkan menggunakan metode difusi cakram, diperoleh hasil rata-rata zona hambat antara 8,66 – 19,33 mm, dengan kategori sedang hingga kuat. Perbedaan besar zona hambat yang dihasilkan dipengaruhi oleh metode pengujian yang digunakan, konsentrasi ekstrak, serta perbedaan lokasi pengambilan sampel tanaman pegagan (Centella asiatica L.).

STUDI LITERATUR PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan karena kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa tersebut dapat diperoleh melalui proses ekstraksi, dengan rendemen sebagai salah satu indikator penting yang menentukan keberhasilan proses tersebut. Nilai rendemen dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama jenis pelarut yang digunakan karena perbedaan tingkat kepolaran pelarut akan mempengaruhi kemampuan melarutkan senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap rendemen ekstrak jahe merah. Metode ekstraksi yang dipilih adalah metode maserasi karena prosedurnya sederhana, dan mudah dilakukan tanpa memerlukan pemanasan yang tinggi. Kajian dilakukan terhadap dua jurnal ilmiah yang membahas ekstraksi jahe merah menggunakan pelarut polar (etanol 96%), semi-polar (etil asetat), dan non-polar (n-heksana). Data yang dikaji meliputi tahapan pembuatan simplisia, metode ekstraksi, dan nilai rendemen. Hasil kajian menunjukkan bahwa etanol 96% secara konsisten menghasilkan rendemen tertinggi dibandingkan pelarut lainnya, sementara perbedaan nilai rendemen juga dipengaruhi oleh perlakuan awal bahan dan cara ekstraksi yang digunakan.

STUDI LITERATUR PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan karena kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa tersebut dapat diperoleh melalui proses ekstraksi, dengan rendemen sebagai salah satu indikator penting yang menentukan keberhasilan proses tersebut. Nilai rendemen dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama jenis pelarut yang digunakan karena perbedaan tingkat kepolaran pelarut akan mempengaruhi kemampuan melarutkan senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap rendemen ekstrak jahe merah. Metode ekstraksi yang dipilih adalah metode maserasi karena prosedurnya sederhana, dan mudah dilakukan tanpa memerlukan pemanasan yang tinggi. Kajian dilakukan terhadap dua jurnal ilmiah yang membahas ekstraksi jahe merah menggunakan pelarut polar (etanol 96%), semi-polar (etil asetat), dan non-polar (n-heksana). Data yang dikaji meliputi tahapan pembuatan simplisia, metode ekstraksi, dan nilai rendemen. Hasil kajian menunjukkan bahwa etanol 96% secara konsisten menghasilkan rendemen tertinggi dibandingkan pelarut lainnya, sementara perbedaan nilai rendemen juga dipengaruhi oleh perlakuan awal bahan dan cara ekstraksi yang digunakan.

Buku Ajar Gizi Dalam Daur Kehidupan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku Ajar Gizi Dalam Daur Kehidupan ini disusun sebagai buku panduan komprehensif yang menjelajahi kompleksitas dan mendalamnya tentang Gizi. Buku ini dapat digunakan oleh pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di bidang ilmu gizi dalam daur kehidupan dan diberbagai bidang Ilmu terkait lainnya. Buku ini dapat digunakan sebagai panduan dan referensi mengajar mata kuliah gizi dalam daur kehidupan dan menyesuaikan dengan Rencana Pembelajaran Semester tingkat Perguruan Tinggi masing-masing. Secara garis besar, buku ajar ini pembahasannya mulai dari konsep dasar gizi dalam daur kehidupan, gizi pada pra-konsepsi, gizi pada ibu hamil, gizi pada ibu menyusui, gizi pada balita, gizi pada bayi, gizi pada anak sekolah, gizi pada remaja, gizi pada dewasa. Selain itu materi mengenai gizi pada lansia dan materi mengenai standar nilai gizi WHO juga di bahas secara mendalam. Buku ajar ini disusun secara sistematis, ditulis dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami, dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

ANALISIS METODE ABC (ALWAYS, BETTER, CONTROL) DAN EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT DI DEPO FARMASI IGD RSUD AW SYAHRANIE SAMARINDA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengendalian persediaan di rumah sakit merupakan kegiatan untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan analisa kebutuhan dan perencanaan yang telah ditetapkan di rumah sakit. Pengendalian persediaan farmasi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu metode analisis ABC (Always, Better, Control) dan metode EOQ (Economic Order Quantity). Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengelompokan obat berdasarkan nilai investasinya dengan metode analisis ABC dan menentukan pemesanan obat yang ekonomis dengan metode EOQ di Depo Farmasi IGD RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode Januari – Desember 2023. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimental dengan analisis secara deskriptif dan menggunakan data kuantitatif. Tahapan penelitian ini dimulai dari observasi, perizinan, pengumpulan data dan pengolahan data dengan metode analisis ABC dan metode EOQ menggunakan data obat pasien di Depo Farmasi IGD RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode Januari – Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan Pemakaian obat klasifikasi A berjumlah 43 item dengan jumlah pemakaian sebanyak 292.905 item (69,52%). Pemakaian obat klasifikasi B berjumlah 69 item dengan jumlah pemakaian sebanyak 84.650 item (20,09%). Pemakaian obat klasifikasi C berjumlah 414 item dengan jumlah pemakaian sebanyak 43.764 item (10,39%). Nilai investasi klasifikasi A sebanyak 28 item dengan nilai investasi Rp.2.182.324.880,- (69,67%). Nilai investasi klasifikasi B sebanyak 56 item dengan nilai investasi Rp.634.427.420,- (20,25%). Nilai invesatasi klasifikasi C sebanyak 442 item dengan nilai investasi Rp.315.744.296,- (10,69%). Analisis metode EOQ diperoleh pemesanan optimum untuk obat kategori A adalah 1 – 595 item. Pemesanan optimum untuk obat kategori B adalah 1 – 2.475 item. Pemesanan optimum untuk obat kategori C adalah 1 – 2.598 item.

ANALISIS METODE ABC (ALWAYS, BETTER, CONTROL) DAN EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT DI DEPO FARMASI IGD RSUD AW SYAHRANIE SAMARINDA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pengendalian persediaan di rumah sakit merupakan kegiatan untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan analisa kebutuhan dan perencanaan yang telah ditetapkan di rumah sakit. Pengendalian persediaan farmasi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu metode analisis ABC (Always, Better, Control) dan metode EOQ (Economic Order Quantity). Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengelompokan obat berdasarkan nilai investasinya dengan metode analisis ABC dan menentukan pemesanan obat yang ekonomis dengan metode EOQ di Depo Farmasi IGD RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode Januari – Desember 2023. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimental dengan analisis secara deskriptif dan menggunakan data kuantitatif. Tahapan penelitian ini dimulai dari observasi, perizinan, pengumpulan data dan pengolahan data dengan metode analisis ABC dan metode EOQ menggunakan data obat pasien di Depo Farmasi IGD RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode Januari – Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan Pemakaian obat klasifikasi A berjumlah 43 item dengan jumlah pemakaian sebanyak 292.905 item (69,52%). Pemakaian obat klasifikasi B berjumlah 69 item dengan jumlah pemakaian sebanyak 84.650 item (20,09%). Pemakaian obat klasifikasi C berjumlah 414 item dengan jumlah pemakaian sebanyak 43.764 item (10,39%). Nilai investasi klasifikasi A sebanyak 28 item dengan nilai investasi Rp.2.182.324.880,- (69,67%). Nilai investasi klasifikasi B sebanyak 56 item dengan nilai investasi Rp.634.427.420,- (20,25%). Nilai invesatasi klasifikasi C sebanyak 442 item dengan nilai investasi Rp.315.744.296,- (10,69%). Analisis metode EOQ diperoleh pemesanan optimum untuk obat kategori A adalah 1 – 595 item. Pemesanan optimum untuk obat kategori B adalah 1 – 2.475 item. Pemesanan optimum untuk obat kategori C adalah 1 – 2.598 item.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH ATMA HUSADA MAHAKAM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kepuasan adalah tanggapan pelanggan atau pengguna jasa untuk setiap pelayanan yang diberikan Rumusan Masalah : Bagaimana gambaran kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di IFRS RSJD Atma Husada Mahakam ? Jenis penelitian adalah non eksperimental dengan menggunakan kuesioner Unsur kualitas pelayanan yang diukur 1. Penampilan fisik petugas (tangible) 2. Kehandalan (reliability) 3. Ketanggapan Petugas (responsivenes) 4. Jaminan Petugas (assurance) 5. Empaty (emphaty)

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH ATMA HUSADA MAHAKAM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepuasan adalah tanggapan pelanggan atau pengguna jasa untuk setiap pelayanan yang diberikan Rumusan Masalah : Bagaimana gambaran kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di IFRS RSJD Atma Husada Mahakam ? Jenis penelitian adalah non eksperimental dengan menggunakan kuesioner Unsur kualitas pelayanan yang diukur 1. Penampilan fisik petugas (tangible) 2. Kehandalan (reliability) 3. Ketanggapan Petugas (responsivenes) 4. Jaminan Petugas (assurance) 5. Empaty (emphaty)

STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN (TTK) DI FASILITAS KESEHATAN TERHADAP OBAT PATEN DAN OBAT GENERIK

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Obat berdasarkan penamaannya terbagi menjadi dua jenis yaitu obat paten dan obat generik. Tenaga teknis kefarmasian adalah tenaga yang membantu apoteker dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian, yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi dan Analis Farmasi. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian (TTK) di fasilitas kesehatan terhadap obat paten dan generik. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dengan cara mengumpulkan, memilah dan menganalisis data dari beberapa artikel ilmiah. Data yang dianalisis berupa data demografi, pengetahuan dan persepsi tenaga teknis kefarmasian (TTK) di fasilitas kesehatan terhadap obat paten dan obat generik. Metode analisis data adalah metode deskriptif yang dirangkum dalam bentuk tabel. Hasil tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian terhadap obat paten dan obat generik di fasilitas kesehatan dari dua penelitian yang termasuk kategori baik yaitu pada penelitian di Kota Padang termasuk kategori “cukup” terdapat 41 responden dengan persentase 74,5% dan penelitian di Kepulauan Mentawai termasuk kategori “baik” terdapat 12 responden dengan persentase 70,6%.