Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Baccaurea Macrocarpa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Fenolik, Flavonoid dan Nilai SPF Terhadap Ekstrak Etanol Daun Tampoi (Baccaeurea Macrocarpa) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, seperti penuaan dini hingga peningkatan risiko kanker kulit. Salah satu bentuk perlindungan terhadap sinar UV adalah penggunaan tabir surya. Kandungan senyawa antioksidan, seperti fenolik dan flavonoid, diketahui berperan dalam meningkatkan efektivitas tabir surya melalui kemampuan menyerap sinar UV. Daun tampoi (Baccaurea macrocarpa (Miq.) Mull.Arg.) diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid, serta berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam formulasi tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar fenolik, flavonoid, dan nilai SPF dari ekstrak etanol daun tampoi dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tahapan ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 70%, dilanjutkan dengan pengujian kadar fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu, pengujian flavonoid dengan metode AlCl₃, serta penentuan nilai SPF secara in vitro dengan cara menganalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol daun tampoi yaitu alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, steroid dan triterpenoid. Kadar fenolik sebesar 27,8021 ± 0,9553mg GAE/g dan kadar flavonoid sebesar 2,1548 ± 0,1586%. Nilai SPF ekstrak etanol daun tampoi pada konsentrasi 125 ppm sebesar 3,2005 dan 250 ppm sebesar 6,7021 termasuk dalam kategori rendah. Sedangkan nilai SPF pada konsentrasi 500 ppm sebesar 13,3355 dan 1000 ppm sebesar 27,0735 termasuk dalam kategori sedang. Korelasi menunjukkan bahwa kadar flavonoid memiliki hubungan sangat kuat terhadap nilai SPF sebesar 0,9007, sedangkan kadar fenolik menunjukkan hubungan rendah sebesar 0,362.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah tampoi (Baccaurea macrocarpa) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Reaksi oksidasi yang berlebihan di dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai efek merugikan, terutama karena produksi radikal bebas yang tidak terkendali. Untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dibutuhkan senyawa antioksidan. Salah satu sumber alami yang berpotensi sebagai antioksidan berasal dari tumbuhan, adalah buah tampoi (Baccaurea macrocarpa). Buah ini ketahui mengandung senyawa metabolit seperti flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana aktivitas antioksidan buah Tampoi (Baccaurea macrocarpa) dengan metode DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan variabel bebas ekstrak etanol buah tampoi dan variabel terikat aktivitas antioksidan. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan slimpisia, ekstraksi secara maserasi, skrining fitokimia penetapan kadar air ekstrak, uji aktivitas antioksidan dengan DPPH. Data aktivitas antioksidan diperoleh dari persentase inhibisi DPPH dan nilai IC50. Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Hasil uji menunjukkan ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki nilai IC50 rata-rata 11,8165 ppm yang tergolong sangat kuat, sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki IC50 sebesar 7,5019 ppm.Dengan demikian, ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Tampoi (Baccaurea macrocarpa) Dengan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perubahan pola hidup modern sering kali meningkatkan risiko penyakit degeneratif yang disebabkan oleh stres oksidatif akibat radikal bebas, seperti hidrogen peroksida, superoksida, dan radikal hidroksil. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan biomolekul seperti protein, lipid, dan DNA, sehingga berkontribusi terhadap penyakit seperti kanker, diabetes mellitus, hipertensi, dan penuaan dini. Untuk menangkal efek radikal bebas, diperlukan senyawa antioksidan yang mampu menetralisir dan mencegah kerusakan sel. Salah satu sumber antioksidan potensial adalah daun tampoi (Baccaurea macrocarpa), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun tampoi menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Proses penelitian melibatkan beberapa tahapan, yaitu determinasi tumbuhan untuk memastikan spesies, pembuatan simplisia daun tampoi, dan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Selanjutnya, ekstrak diuji kandungan fitokimianya, meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak ditentukan melalui pengukuran nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis, yang mengukur kemampuan ekstrak dalam mereduksi radikal bebas DPPH. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dinarasikan dalam bentuk tabel.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KADAR FLAVONOID EKSTRAK KULIT BUAH KAPUL (Baccaraurea macrocarpa) BERDASARKAN VARIASI JENIS PELARUT SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingkat kepolaran pelarut dapat mempengaruhi kandungan senyawa yang di ekstrak berdasarkan prinsip like dissolve like, yaitu senyawa yang bersifat polar akan larut dalam pelarut polar dan senyawa yang bersifat non polar akan larut dalam pelarut non polar. Kulit buah kapul (Baccaurea macrocarpa ) mengandung senyawa flavonoid dan memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian adalah mengetahui kadar flavonoid ekstrak kulit buah kapul berdasarkan variasi jenis pelarut dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Objek penelitian adalah kadar flavonoid total ekstrak kulit buah kapul menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 95%, etil asetat, n-heksan, dilanjutkan skrining fitokimia dan penetapan kadar flavonoid . Hasil penelitian menunjukan bahwa kulit buah kapul mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, saponin dan flavonoid. Berdasarkan hasil penetapan kadar flavonoid total ekstrak kulit buah kapul berdasarkan variasi jenis pelarut etanol 95%, etil asetat, dan n-heksan diperoleh masing-masing kadar sebesar 4,7238±0,5807 mgQE/g, 2,9699±0,1539 mgQE/g dan 2,0417±0,4236 mgQE/g. Hasil analisis statistik diperoleh data normal dan homogen sehingga digunakan uji one way anova dengan hasil nilai p value (0,00) (0,05) dan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid total dari ketiga sampel.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT DAN DAGING BUAH TAMPOI (Baccaurea macrocarpa) DENGAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas adalah molekul yang tidak berpasangan dengan sifat yang tidak stabil dan sangat reaktif. Radikal bebas berasal dari sumber endogen (dari dalam tubuh) dan eksogen (polusi udara, radiasi, asap rokok, bahan kimia industri, dan paparan sinar matahari). Salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit adalah karena kerusakan sel-sel tubuh oleh radikal bebas. Buah tampoi (Baccaurea macrocarpa) dapat ditemukan di Kalimantan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil akhir IC50 dari aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah tampoi (Baccaurea macrocarpa). Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Penelitian diawali dengan pengumpulan sampel, penentuan tanaman, dan pengolahan simplisia, persiapan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah tampoi mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, dan steroid. Semakin kecil hasil IC50 membuktikan semakin tinggi aktivitas antioksidan. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah tampoi memiliki nilai IC50 rata-rata 14,5785 ppm (sangat kuat). Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan menggunakan vitamin C sebagai perbandingan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail