Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Ekstrak Etanol
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah tampoi (Baccaurea macrocarpa) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Reaksi oksidasi yang berlebihan di dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai efek merugikan, terutama karena produksi radikal bebas yang tidak terkendali. Untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dibutuhkan senyawa antioksidan. Salah satu sumber alami yang berpotensi sebagai antioksidan berasal dari tumbuhan, adalah buah tampoi (Baccaurea macrocarpa). Buah ini ketahui mengandung senyawa metabolit seperti flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana aktivitas antioksidan buah Tampoi (Baccaurea macrocarpa) dengan metode DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan variabel bebas ekstrak etanol buah tampoi dan variabel terikat aktivitas antioksidan. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan slimpisia, ekstraksi secara maserasi, skrining fitokimia penetapan kadar air ekstrak, uji aktivitas antioksidan dengan DPPH. Data aktivitas antioksidan diperoleh dari persentase inhibisi DPPH dan nilai IC50. Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Hasil uji menunjukkan ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki nilai IC50 rata-rata 11,8165 ppm yang tergolong sangat kuat, sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki IC50 sebesar 7,5019 ppm.Dengan demikian, ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN PETAI BELALANG (Archidendron clypearia) (Jack) Nielsen DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Archidendron clypearia (Jack) Nielsen, dikenal sebagai petai belalang, merupakan tumbuhan yang mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid (robenetin, fisetin, kuersetin), asam galat, alkaloid, tanin, serta antioksidan yang berpotensi sebagai agen tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas tabir surya dari ekstrak etanol daun petai belalang serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi airnya menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan variabel bebas berupa jenis ekstrak dan fraksi, serta variabel terikat berupa nilai Sun Protection Factor (SPF). Variabel kontrol adalah daun petai belalang, etanol 70%, metode ekstraksi, dan metode spektrofotometri. Hasil uji menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki nilai SPF tertinggi pada konsentrasi 400 ppm yaitu 38,44 ± 0,05 (kategori tinggi), diikuti oleh ekstrak etanol sebesar 33,40 ± 2,28 (kategori tinggi), fraksi air sebesar 21,75 ± 0,23 (kategori sedang), dan fraksi n-heksan sebesar 8,54 ± 0,07 (kategori rendah). Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi untuk semua kelompok menunjukan p = 0,001 0,05 yang berarti adanya perbedaan rata-rata yang signifikan antar kelompok. Hasil ini menunjukan bukti variabel yang diuji berpengaruh atau berbeda secara nyata antar kelompok adanya perbedaan tersebut menujukan bahwa setiap kelompok mempunyai kemampuan sebagai tabir surya yang berbeda mengikuti tingkat kelarutan pelarut masing-masing.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Efektivitas Antioksidan Terhadap Ekstrak Daun Bakau Hitam (Rhizophora muncronata Poir) menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Acid)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bakau hitam merupakan salah satu jenis tanaman bakau yang tersebar luas di Kawasan Samudra Hindia dan Pasifik, salah satu spesies mangrove yang umum ditemukan di sepanjang pesisir wilayah Semenanjung Malaya. Masyarakat pesisir banyak memanfaatkan bahan mentahnya untuk pengobatan tradisional dengan khasiat berbagai penyakit, termasuk diare, malaria, cacar, asma, diabetes, demam, pembengkakan, rematik, penyakit kulit, hepatitis, diuretik, kusta, antitumor, leukemia, antikanker, antivirus, gondok, sebagai obat pelangsing, antimuntah, dan beri-beri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antioksidan dari ekstrak daun bakau hitam (Rhizophora mucronata Poir) menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid). Daun bakau hitam diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid yang berperan sebagai antioksidan alami. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, dan aktivitas diukur berdasarkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun bakau hitam memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 10,97 ± 3,19 ppm, mendekati efektivitas vitamin C sebagai pembanding. Dengan demikian, daun bakau hitam berpotensi sebagai sumber antioksidan alami.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan Kulit Naga Merah (Hylocereus Polyrhrizus) dengan Metode DPPH

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah naga memiliki kulit yang pada umumnya hanya dibuang sebagai limbah sehingga tidak dimanfaatkan secara optimal. Kulit buah naga merah mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin A, fenolik, flavonoid, karotenoid, dan antosianin. Kulit buah naga bermanfaat sebagai antimikroba, antikanker dan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol kulit buah naga merah metode DPPH (2,2 difenil-1-pikrihidrazil). Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental, sampel kulit buah naga merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah naga merah menggunakan metode DPPH sebagai radikal bebas yang diukur menggunakan Spektofotometer UV-Vis pada panjang gelombang serapan maksimum 520 nm. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) diperoleh ekstrak kental dengan presentase rendemen 11,25%. Hasil skrining fitokimia didapatkan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga merah positif mengandung flavonoid, tanin dan steroid. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 814,821 ppm termasuk kategori sangat lemah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Pro-Antosianidin Pada Seduhan dan Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dengan metode spektrofotometri UV-Vis

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan tumbuhan yang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara alami sebagai tanaman kaya antioksidan, namun pemanfaatan dari kulit buah naga merah belum sepenuhnya dimaksimalkan. Kulit buah naga merah dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengobati diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Penarikan senyawa serta aktivitas biologis dari suatu tanaman dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Metode seduhan dan maserasi dipilih karena merupakan metode yang mudah, murah serta lebih aplikatif digunakan masyarakat. Ekstrak etanol dan seduhan kulit buah naga merah memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid dan proantosianidin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kadar proantosianidin ekstrak etanol dan seduhan kulit buah naga merah dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi, pengumpulan kulit buah naga merah, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, pembuatan seduhan, dan penetapan kadar proantosianidin menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding katekin. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar pada ekstrak sebesar 7,47 mgCE/ g ± 0,18 dan pada seduhan didapatkan hasil sebesar 6,33 mgCE/g ± 0,21667. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar proantosianidin pada ekstrak lebih besar dibanding pada seduhan. Hasil analisis data secara statistik kadar proantosianidin menggunakan uji Independent Sample Test menunjukkan nilai P 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara ekstrak dan seduhan kulit buah naga merah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah. Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan herba tahunan dari famili Liliaceae yang banyak tumbuh hampir di seluruh penjuru dunia. Kulit tumbuhan bawang merah banyak digunakan sebagai obat untuk penyakit-penyakit seperti batuk, haid tidak teratur, kencing manis, dan demam pada anak-anak. Skrining fitokimia merupakan langkah awal untuk mengetahui bahan aktif yang merupakan metabolit sekunder pada tumbuhan. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Objek penelitian adalah hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah. Tahap penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis desktiptif, berupa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit bawang merah (Allium cepa L.). Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit bawang merah positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, dan terpenoid.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Riuz & Pav)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi litelatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun sirih merah. Daun sirih merah banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Daun sirih merah diketahui mengandung senyawa antioksidan alami seperti senyawa flavonoid, tanin,serta golongan alkaloid, minyak atsiri dan saponin. Tahapan penelitian yaitu dimulai dari penyuntingan dan meringkas isi artikel ilmiah, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan studi litelatur dapat disimpulkan bahwa daun sirih merah memiliki aktivitas antioksidan. Ekstrak etanol 50% dan 70% memiliki aktivitas antioksidan sedang, dengan nilai IC50 132,52 ppm dan 129,11 ppm. Ekstrak etanol absolut daun sirih merah memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat, dengan nilai IC50 47,45 ppm. Ekstrak etanol 70% memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 28,05 ppm.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KULIT BATANG SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN KULIT BATANG PULAI (Alstonia Scholaris R.Br)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan kulit batang selutui puka dengan kulit batang pulai. Tumbuhan yang berasal dari family apocynaceae banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Beberapa tumbuhan family apocynaceae dibudidayakan untuk kepentingan penelitian ilmiah dan beberapa spesiesnya seperti kulit batang selutui puka dan pulai diketahui mengandung senyawa antioksidan alami yaitu senyawa golongan fenolik flavonoid dan tanin serta golongan alkaloid, steroid, triterpenoid, dan saponin.Konsentrasi kulit batang selutui puka yang digunakan yaitu 5, 10, 25, 50 dan 100 bpj dan konsentrasi kulit batang pulai yang digunakan yaitu 400, 200, 100, 50, dan 25 µg/ml. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel diskriptif, selanyutnya dilakukan penerikan kesimpulan. Hasil telaah studi literatur didapatkan bahwa aktivitas antioksidan dari kulit batang selutui puka dan kulit batang pulai memiliki aktivitas antioksidan tergolong kuat. Ekstrak etanol kulit batang selutui puka memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 48,103 µg/ml dalam kategori sangat kuat (≤ 50 ppm). Ekstrak etanol Kulit batang pulai termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat lemah, karena memiliki nilai IC50 sebesar 211,54 µg/ml (≥ 200 ppm). Kesimpulanya aktivitas antioksidan terkecil dengan nilai IC50 sebesar 48,103 µg/ml pada ekstrak etanol kulit batang selutui puka sedangkan aktivitas antioksidan terbesar pada ekstrak etanol kulit batang pulai dengan nilai IC50 sebesar 211,54 µg/ml.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran zona hambat ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Escherichia coli. Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki berbagai khasiat. Daun pepaya sendiri dapat digunakan sebagai antibakteri. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Pengukuran zona hambat yang ditimbulkan oleh EEDP 96% dengan konsentrasi tertinggi yaitu 30% 100%, dan 100% menghasilkan daya hambat berturut-turut sebesar 15,3mm, 9,1mm, dan 18,67mm. dan pada EEDP 70% dengan konsentrasi ekstrak 20% dan 100% menghasilkan zona hambat sebesar 14mm, dan 16mm. Kesimpulan dari studi litertaur bahwa zona hambat yang terbentuk bervariasi tergantung pada konsentrasi ekstrak, umur daun pepaya, perbedaan konsentrasi pelarut, dan kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol daun pepaya (EEDP).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail