Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: Spektrofotometri UV-Vis.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Fenolik, Flavonoid dan Nilai SPF Terhadap Ekstrak Etanol Daun Tampoi (Baccaeurea Macrocarpa) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, seperti penuaan dini hingga peningkatan risiko kanker kulit. Salah satu bentuk perlindungan terhadap sinar UV adalah penggunaan tabir surya. Kandungan senyawa antioksidan, seperti fenolik dan flavonoid, diketahui berperan dalam meningkatkan efektivitas tabir surya melalui kemampuan menyerap sinar UV. Daun tampoi (Baccaurea macrocarpa (Miq.) Mull.Arg.) diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid, serta berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam formulasi tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar fenolik, flavonoid, dan nilai SPF dari ekstrak etanol daun tampoi dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tahapan ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 70%, dilanjutkan dengan pengujian kadar fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu, pengujian flavonoid dengan metode AlCl₃, serta penentuan nilai SPF secara in vitro dengan cara menganalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol daun tampoi yaitu alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, steroid dan triterpenoid. Kadar fenolik sebesar 27,8021 ± 0,9553mg GAE/g dan kadar flavonoid sebesar 2,1548 ± 0,1586%. Nilai SPF ekstrak etanol daun tampoi pada konsentrasi 125 ppm sebesar 3,2005 dan 250 ppm sebesar 6,7021 termasuk dalam kategori rendah. Sedangkan nilai SPF pada konsentrasi 500 ppm sebesar 13,3355 dan 1000 ppm sebesar 27,0735 termasuk dalam kategori sedang. Korelasi menunjukkan bahwa kadar flavonoid memiliki hubungan sangat kuat terhadap nilai SPF sebesar 0,9007, sedangkan kadar fenolik menunjukkan hubungan rendah sebesar 0,362.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT PARASETAMOL DALAM JAMU PEGAL LINU MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bahan kimia obat (BKO) parasetamol merupakan senyawa sintetis yang dilarang ditambahkan ke dalam jamu, namun masih dapat ditemukan pada produk jamu pegal linu. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberadaan dan menetapkan kadar parasetamol pada jamu pegal linu yang beredar di pasar tradisional Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan teknik purposive sampling terhadap 10 sampel jamu berkode A–J. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan FeCl₃ 10% dan pereaksi Tollens, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis melalui penentuan λmaks, pembuatan kurva kalibrasi, dan pengukuran absorbansi sampel. Hasil kualitatif menunjukkan sampel B, E, dan H positif mengandung parasetamol. λmaks diperoleh pada 249 nm dan kurva kalibrasi menggunakan standar 5–25 ppm memberikan persamaan y = 0,0779x − 0,0294 dengan r = 0,9999. Kadar rata-rata parasetamol pada sampel B, C, D, E, F, G, H, dan I berturut-turut sebesar 0,0564%; 0,0326%; 0,0066%; 0,5385%; 0,0280%; 0,0004%; 0,4711%; dan 0,0126%, sedangkan A dan J tidak terdeteksi. Dapat disimpulkan bahwa sebagian sampel jamu pegal linu yang diteliti mengandung BKO parasetamol dengan kadar yang bervariasi, sehingga diperlukan pengawasan mutu dan kehati-hatian masyarakat dalam memilih jamu.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN NILAI SPF (Sun Protection Factor) EKSTRAK ETANOL BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit merupakan organ terluar tubuh manusia yang berfungsi sebagai pelindung utama terhadap radiasi sinar ultraviolet (UV), sehingga penggunaan tabir surya berbahan alami menjadi alternatif yang lebih aman. Salah satu bahan alami yang berpotensi sebagai tabir surya adalah buah terong susu (Solanum mammosum L.) yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenol yang berpotensi melindungi kulit dari radiasi sinar UV. Pelarut yang umum digunakan untuk mengekstraksi bahan aktif adalah etanol, dimana konsentrasi pelarut etanol berpengaruh terhadap jenis senyawa metabolit sekunder yang diperoleh dan aktivitas farmakologinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF pada ekstrak etanol buah terong susu dengan variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan etanol 95% menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak etanol 70% dan etanol 95% dengan metode maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan pengujian nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm dengan interval 5 nm. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa buah terong susu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, dan steroid/triterpenoid. Hasil pada serbuk simplisia buah terong susu diperoleh nilai susut pengeringan 5,50% dan hasil rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 54,76% serta etanol 95% sebesar 13,66% dengan nilai kadar air pada ekstrak etanol 70% sebesar 19,86% dan ekstrak etanol 95% sebesar 13,05%. Berdasarkan hasil penentuan nilai SPF, ekstrak etanol 70% memiliki rentang nilai SPF sebesar 9,70– 10,82 yang termasuk (kategori rendah), sedangkan ekstrak etanol 95% memiliki rentang nilai SPF yang lebih tinggi yaitu sebesar 21,71–34,43 yang termasuk (kategori sedang-tinggi). Hasil analisis statistik menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, kemudian digunakan uji Welch T-Test dengan hasil nilai p- value (0,0132) < (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penentuan nilai SPF dari kedua sampel.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOLIK, FLAVONOID TOTAL, DAN NILAI SPF EKSTRAK METANOL KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) memberikan sejumlah manfaat bagi kehidupan, namun di balik manfaat tersebut, sinar UV dapat menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia seperti dapat memicu pembentukan radikal bebas pada jaringan kulit yang berujung pada terjadinya stres oksidatif, penuaan dini, hingga risiko kanker kulit. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif akibat paparan sinar matahari adalah dengan penggunaan tabir surya yang mengandung senyawa bioaktif alami. Kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) yang dapat ditemukan di wilayah Kalimantan, diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan serta berpotensi sebagai tabir surya alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar fenolik, kadar flavonoid total, serta nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak metanol kulit buah tampoi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dan dilakukan secara in vitro. Objek penelitian ini adalah ekstrak metanol kulit buah tampoi. Pengujian kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu, kadar flavonoid total menggunakan metode AlCl3, dan pengujian SPF dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol kulit buah tampoi yaitu flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fenolik total ekstrak metanol kulit buah tampoi sebesar 40,55 ± 0,44 mg GAE/g, kadar flavonoid total ekstrak metanol kulit buah tampoi sebesar 15,68 ± 0,42 mg QE/g, dan nilai SPF tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1500 ppm sebesar 22,2824 termasuk dalam kategori SPF sedang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Analisis Hidrokuinon pada Handbody Lotion dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hidrokuinon merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencerahkan kulit, dan mengatasi hiperpigmentasi. Banyak kosmetik yang mengandung hidrokuinon salah satunya adalah handbody lotion. Handbody lotion adalah kosmetik yang dapat diaplikasikan pada kulit bagian tangan yang berfungsi untuk mengurangi dehidrasi kulit. Pada handbody salah satu bahan pemutih kulit yang terkenal dan banyak digunakan adalah hidrokuinon. Hidrokuinon lebih dari 2% termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja dan hasil analisis kualitatif dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif hidrokuinon menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis kualitatif dari 10 sampel handbody lotion yang diuji oleh Sari et al., (2021) enam sampel positif mengandung hidrokuinon, dengan nilai Rf mendekati 0,85. Sementara itu, hasil penelitian Amelia et al., (2022) bahwa sampel X negarif atau tidak terdeteksi mengandung hidrokuinon. Pada analisis kuantitatif, kadar hidrokuinon dalam sampel positif berkisar antara 0,05%–0,26%. Penelitian ini menegaskan bahwa masih ada produk kosmetik di pasaran yang mengandung hidrokuinon, sehingga diperlukan pengawasan dan edukasi konsumen yang lebih intensif terkait keamanan kosmetik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Pro-Antosianidin Pada Seduhan dan Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dengan metode spektrofotometri UV-Vis

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan tumbuhan yang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara alami sebagai tanaman kaya antioksidan, namun pemanfaatan dari kulit buah naga merah belum sepenuhnya dimaksimalkan. Kulit buah naga merah dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengobati diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Penarikan senyawa serta aktivitas biologis dari suatu tanaman dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Metode seduhan dan maserasi dipilih karena merupakan metode yang mudah, murah serta lebih aplikatif digunakan masyarakat. Ekstrak etanol dan seduhan kulit buah naga merah memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid dan proantosianidin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kadar proantosianidin ekstrak etanol dan seduhan kulit buah naga merah dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi, pengumpulan kulit buah naga merah, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, pembuatan seduhan, dan penetapan kadar proantosianidin menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding katekin. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar pada ekstrak sebesar 7,47 mgCE/ g ± 0,18 dan pada seduhan didapatkan hasil sebesar 6,33 mgCE/g ± 0,21667. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar proantosianidin pada ekstrak lebih besar dibanding pada seduhan. Hasil analisis data secara statistik kadar proantosianidin menggunakan uji Independent Sample Test menunjukkan nilai P 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara ekstrak dan seduhan kulit buah naga merah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria) dengan variasi konsentrasi pelarut

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Temu putih (Curcuma zedoaria) termasuk dalam tanaman keluarga yang mempunyai khasiat sebagai penambah nafsu makan, mengatasi kram akibat menstruasi, gangguan pencernaan, muntah, penawar racun menurunkan demam, mengobati gatal-gatal, bronkitis serta radang akibat luka. Tanaman ini juga memiliki kandungan fitokimia yaitu alkaloid, saponin, tannin, fenol, terpenoid, dan flavonoid. Flavonoid adalah senyawa metabolit sekunder yang termasuk dalam senyawa fenol yang struktur benzenanya tersubstitusi dengan gugus OH. Flavonoid tardapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas ekstrak adalah kepolaran pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak rimpang temu putih (Curcuma zedoaria) berdasarkan variasi konsentrasi pelarut etanol dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dari determinasi tanaman, pengumpulan sampel, penetapan susut pengeringan, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak etanol (30%, 50% dan 70%), penetapan kadar air, dan penetapan kadar flavonoid dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan pembanding kuersetin. Berdasarkan hasil rata - rata penetapan susut pengeringan sebesar 9,45%. Pada uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa rimpang temu putih mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin dan triterpenoid. Hasil rendemen eksrak etanol 70%, 50% dan 30% secara berturut - turut yaitu 31,25%, 27,00% dan 11,76%. Sedangkan pada penetan kadar air mendapatkan hasil sebesar 9,49%, 18,9% dan 9,07%. Hasil panjang gelombang maksimum yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 441 nm. Pada penelitian ini diperoleh hasil penetapan kadar flavonoid ekstrak rimpang temu putih dengan konsentrasi 70% memiliki kadar flavonoid yang lebih tinggi yaitu 1,3964 ±0,0195 di bandingkan dengan konnsentrasi etanol 50 % (1,2667±0,0187) dan 30% (1,1243±0,0171). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel sesuai dengan pertimbangan tertentu dari peneliti. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini dilakukan secara statistik menggunakan uji ANOVA dengan aplikasi Minitab. Nilai p value yang diperoleh sebesar (0,000 0,05) maka dapat disimpulkan hasil uji statistik pada ketiga variasi konsentrasi pelarut etanol tersebut menunjukkan adanya nilai kadar flavonoid yang signifikan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOL TOTAL EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI PELARUT

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) merupakan salah satu genus Curcuma yang banyak digunakan sebagai obat. Temu Putih memiliki aktivitas aktioksidan karena mengandung senyawa fenolik. Senyawa fenolik merupakan hasil metabolit sekunder dari tanaman dengan kombinasi antara mono dan polisakarida yang berikatan dengan satu atau lebih gugus fenolik, atau sebagai turunan ester atau metil ester. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenol total dari ekstrak etanol rimpang temu putih dengan perbedaan konsentrasi pelarut menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti pada penelitian ini adalah kadar fenol total ekstrak etanol rimpang temu putih dengan perbedaan konsentrasi pelarut menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pelarut etanol dengan konsentrasi 30%, 50%, dan 70% dan variabel terikat yaitu kadar fenol total ekstrak rimpang temu putih. Pada penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu rimpang temu putih dan spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah rimpang temu putih dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Bagian yang diambil dari temu putih adalah bagian rimpang yang telah cukup umur 11 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rimpang temu putih mengandung senyawa metabolit sekunder berupa fenolik, alkaloid, flavonoid , saponin, dan terpenoid. Berdasarkan hasil penetapan kadar fenol total ekstrak temu putih dengan perbedaan konsentrasi pelarut etanol 30%, 50%, dan 70% diperoleh masing-masing kadar sebesar 23,4477±0,9827 mg GAE/g, 32,2464±1,3022 mg GAE/g, dan 51,6880±0,4948 mg GAE/g. Hasil analisis statistik diperoleh data normal dan homogen sehingga digunakan uji one way anova dengan hasil nilai p value (0,00) (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kadar fenol total dari ketiga sampel.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata) Berdasarkan Perbedaan Konsentrasi Pelarut Secara Spektrofotometri UV-Vis

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan jenis tanaman dari keluarga cucurbitacae. Tanaman ini merupakan sumber karotenoid yang kaya akan vitamin larut air, fenolat, flavonoid, polisakarida, dan garam mineral, yang bermanfaat bagi kesehatan. Konsentrasi pelarut etanol dapat mempengaruhi hasil ekstraksi suatu simplisia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit buah labu kuning berdasarkan perbedaan konsentrasi pelarut etanol. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan variasi konsentrasi etanol, skrining fitokimia, penetapan kadar flavonoid total secara spektrofotometri UV-Vis. Variabel bebas pada penelitian ini adalah variasi konsentrasi etanol 70% dan 95%, variabel terikat berupa kadar flavonoid total, variabel kontrol berupa metode ekstraski, tempat pengambilan sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil Penelitian menyatakan kadar rendemen ekstrak etanol 70%, dan 95% adalah 13.68% dan 15.54%. Kadar flavonoid total dari ekstrak etanol 70%, dan 95% adalah 1.1931 ± 0.0810, 1.2045 ± 0.0854. Konsentrasi pelarut etanol berpengaruh terhadap kadar rendemen dan flavonoid ekstrak kulit buah labu kuning.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BOL(Syzygium malaccense) BERDASARKAN VARIASI BENTUK SIMPLISIA DAN KONSENTRASI ETANOL

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Senyawa fenolik merupakan senyawa kimia yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, sehingga dapat berperan aktif sebagai tabir surya dan dapat mencegah efek merugikan dari paparan radiasi sinar UV terhadap kulit. Antioksidan yang terdapat pada senyawa fenolik bersifat sebagai oksidator dan berperan dalam menetralisasikan radikal bebas. Jambu bol (Syzygium malaccense) termasuk kedalam family Myrtaceae. Jambu bol merupakan tanaman yang memiliki kadar fenolik tinggi dan memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar fenolik total dan nilai SPF ekstrak etanol daun jambu bol berdasarkan variasi bentuk simplisia dan konsentrasi pelarut. Penelitian yang dilakukan ini bersifat eksperimental. Objek yang diteliti adalah kadar fenolik total dan nilai SPF ekstrak etanol daun jambu bol berdasarkan variasi bentuk simplisia (serbuk dan rajangan) dan konsentrasi pelarut. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak etanol daun jambu bol dengan variasi bentuk simplisia (serbuk dan rajangan) dengan konsentrasi pelarut yang digunakan yaitu etanol 70%, 95% dan 100%. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kadar fenolik total dan nilai SPF ekstrak etanol daun jambu bol. Tahapan dalam penelitian ini dimulai dari determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, penetapan kadar air ekstrak, skrining fitokimia, penentuan kadar fenolik total dan uji aktivitas tabir surya dengan spektrofotometri UV-Vis. Ekstrak kental yang diperoleh dihitung kadar air, skrinning fitokimia dan dilanjutkan dengan uji kadar fenolik total dengan menggunakan pembanding asam galat dan dihitung nilai SPF menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penetapan kadar fenolik total dinyatakan dalam mg/GAE dan dihitung menggunakan rumus TPC (Total Phenolic Content) dan nilai SPF dihitung menggunakan persamaan Mansur.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT SIBUTRAMIN HIDROKLORIDA PADA JAMU PELANGSING YANG BEREDAR DI MASYARAKAT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui identifikasi bahan kimia obat sibutramin hidroklorida pada jamu pelangsing yang beredar di masyarakat. Sibutramin hidroklorida merupakan obat yang digunakan sebagai obat pelangsing. Jamu yang mengandung bahan kimia obat sibutramin hidroklorida jika di konsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping yaitu, peningkatan denyut jantung, palpitasi (jantung berdebar), peningkatan tekanan darah, sakit kepala, kegelisahan, kehilangan nafsu makan, konstipasi, mulut kering, gangguan pada alat perasa, vasodilatasi, insomnia, pusing, berkeringat. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Objek penelitian ini adalah identifikasi bahan kimia obat sibutramin hidroklorida pada jamu pelangsing yang beredar di masyarakat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data jurnal yang di dapat. Hasil penelitian identifikasi bahan kimia obat sibutramin hidroklorida dalam jamu pelangsing di.masyarakat, maka dapat disimpulkan bahwa jamu pelangsing yang beredar di masyarakat terutama di Kecamatan Curug dan Kota Manado positif mengandung bahan kimia obat sibutramin hidroklorida.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL PADA FAMILI ASTERACEAE DAN LAMIACEAE DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL PADA FAMILI ASTERACEAE DAN LAMIACEAE DENGAN METODE SPEKTOFOTOMETRI ABSTRAK Senyawa fenolik merupakan produk alami yang memiliki sifat sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Beberapa famili tumbuhan yang mempunyai senyawa fenolik adalah Asteraceae dan Lamiaceae. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kadar fenolik total pada famili Asteraceae dan Lamiaceae. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi literatur dengan tahapan ngumpulkan, jurnal-jurnal, artikel dan data yang terkait tentang perbandingan kadar fenolik yang diperoleh secara Spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari kajian beberapa literatur diperoleh kadar fenolik yang paling tinggi pada famili Lamiaceae ekstrak etanol 96% daun nilam sebesar 327,84mg GAE/gram, ekstrak etanol 70% daun selasih 167,4512mg GAE/gram, diikuti famili Asteraceae ekstrak metanol daun beluntas 84,11mg GAE/gram, ekstrak etanol 96% daun insulin 67,41mg GAE/gram, ekstrak etanol 70% daun tapak liman 20,5392mg GAE/gram dan terendah pada ekstrak etanol 96% daun kenikir 7,2mg GAE/gram, dengan metode maserasi dan spektrofotometri UV-Vis.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PENETAPAN KADAR HIDROKUINON DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis PADA KRIM PEMUTIH WAJAH

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Hidrokuinon adalah bahan yang sering digunakan dalam krim pemutih wajah, hidrokuinon digunakan dalam produk pemutih kulit sebagai agen depigmentasi dengan mekanisme menghambat enzim tirosinase yang bertanggung jawab dalam pembentukan melanin. Studi ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar hidrokuinon dengan metode spektrofotometri uv-vis pada krim pemutih wajah yang beredar dibeberapa kota dan m hasil engetahui kadar hidrokuinon yang beredar dibeberapa kota dengan menggunakan metode spektrofotometri uv-vis telah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.445/MENKES/PER/V/1998. Hasil studi literatur dari kelima jurnal semua krim pemutih wajah positif mengandung hidrokuinon dengan kadar yang masih aman atau kurang dari 2%, akan tetapi terdapat 1 penelitian pada jurnal yang menunjukan bahwa 2 sampel krim pemutih wajah yang beredar di kabupaten Sidoarjo yang diperjual belikan di Klinik Kecantikan dengan kadar melebihi batas yang telah ditetapkan yaitu krim dengan kode CW1 = 4,05% dan krim dengan kode CW2=3,09%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail