Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: karakteristik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 TERHADAP PENGGUNAAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL DI PUSKESMAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang sehingga kepatuhan penggunaan obat hipoglikemik oral menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien Diabetes Melitus Tipe 2 serta tingkat kepatuhan penggunaan obat hipoglikemik oral di Puskesmas berdasarkan studi literatur. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menelaah tiga artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa karakteristik pasien pada ketiga penelitian didominasi oleh kelompok usia 46–65 tahun, berjenis kelamin perempuan, memiliki tingkat pendidikan dasar hingga menengah (SD–SMA), serta sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga, meskipun pada beberapa penelitian juga ditemukan responden yang tidak bekerja dan pensiunan. Berdasarkan analisis terhadap ketiga jurnal, tingkat kepatuhan penggunaan obat hipoglikemik oral menunjukkan variasi, yaitu 37,1% termasuk kategori kepatuhan tinggi, 47,3% kategori kepatuhan sedang, dan 46,88% kategori kepatuhan rendah. Perbedaan tingkat kepatuhan dipengaruhi oleh usia, tingkat pendidikan, pengetahuan, lama menjalani terapi, kompleksitas regimen pengobatan, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa karakteristik pasien Diabetes Melitus Tipe 2 relatif serupa, sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat masih bervariasi sehingga diperlukan edukasi, konseling, dan pemantauan terapi secara berkelanjutan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN POLA PENGOBATAN PASIEN KANKER TIROID PERIODE 2023 DI INSTALASI KEDOKTERAN NUKLIR RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam mengatur fungsi organ, jaringan, dan sel dalam tubuh manusia melalui pembentukan dan pelepasan hormon tiroid. Kanker tiroid merupakan salah satu gangguan pada kelenjar tiroid yang memiliki beberapa klasifikasi seperti karsinoma papiler, karsinoma folikular, karsinoma meduler, dan karsinoma anaplastik. Beberapa faktor risiko yang mempengaruhi kanker tiroid meliputi faktor genetik, jenis kelamin, usia, kebiasaan merokok, dan paparan radiasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran karakteristik dan pola pengobatan pasien kanker tiroid periode 2023 di Instalasi Kedokteran Nuklir RSUD Abdul Wahab Sjahranie yang dilaksanakan secara deskriptif kuanlitatif dengan pendekatan retrospektif, menggunakan data rekam medik pasien kanker tiroid yang telah menjalani terapi ablasi iodium-131. Hasil penelitian diolah dan dipresentasikan melalui rangkuman yang menggambarkan data secara ilmiah dalam bentuk tabel. Pada penilitian ini didapatkan hasil mengenai karakteristik pasien kanker tiroid terbanyak. Paling banyak berdasarkan jenis kelamin adalah (80,14%), berdasarkan asal pasien adalah dari Kalimantan Timur (63,71%), berdasarkan usia pasien adalah 20-44 tahun (47,94%), berdasarkan status pembiayaan adalah BPJS (91,78%), berdasarkan BMI adalah normal (46,23%), berdasarkan pekerjaan adalah IRT (45,21%), berdasarkan durasi isolasi adalah 2 hari (98,65%), berdasarkan jenis kanker adalah karsinoma papiler (86,30%). Hasil penelitian untuk pola pengobatan terbanyak, diperoleh berdasarkan dosis diagnostik SST Nal-131 adalah 5 mCi (132 tindakan), berdasarkan dosis terapi ablasi I-131 adalah 100 mCi (281 tindakan), berdasarkan peresepan obat oral pendamping adalah euthyrox 100 mcg (236 peresepan)

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil Karakteristik dan Pola Penggunaan Obat Antidiabetes pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di instalasi Rumah Sakit

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) merupakan kondisi metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis yang diakibatkan karena kerusakan atau kekurangan sekresi insulin. Pada tahun 2021 jumlah penderita diabetes melitus mencapai 19,47 juta jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil karaktertistik dan pola penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe II di instalasi rawat jalan Rumah Sakit. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi fasilitas pelayanan kesehatan serta menjadi referensi bagi penelitian terkait pola penggunaan obat pada pasien diabetes melitus tipe II. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, dengan melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu profil karakteristik dan pola penggunaan obat pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Rumah Sakit Kabupaten Bogor, Rumah Sakit Provinsi Anwar Medika dan Rumah Sakit NTB. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, diagnosa pasien dan data pola penggunaan obat antidiabetes serta obat penyerta lain berdasarkan golongannya. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian besar penderita diabetes adalah perempuan, dengan usia mayoritas 46 – 65 tahun. Obat yang paling sering digunakan oleh para penderita adalah sulfonilurea (Glimepirid) dan Biguanid (Metformin). Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2, Profil Karakteristik Pasien, Pola Penggunaan Obat

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) SELAMA PANDEMI COVID-19 TAHUIN 2020-2021 DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada masa pandemi COVID-19, banyak penyakit menular selain penyakit COVID-19 sering terabaikan penyebarannya. Salah satu penyakit infeksi yang cukup banyak terjadi adalah Infeksi Menular Seksual (IMS). IMS merupakan infeksi pada saluran reproduksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Tingginya angka kejadian IMS merupakan bukti bahwa masih rendahnya pengetahuan masyarakat akan IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat dan karakteristik pasien IMS selama pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2021 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48 pasien IMS, yang terdiri dari 17 pasien pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 31 pasien pada tahun 2021. Pada tahun 2020, karakteristik pasien IMS terbanyak berjenis kelamin laki-laki (64,7%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (41,2%), pasien penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (47,1%), tingkat pendidikan SLTA (76,5%), status pernikahan belum menikah (52,9%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 2x (41,2%). Karakteristik pasien selama periode 2021 memiliki mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (64,5%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (48,4%), penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (54,8%), tingkat pendidikan SLTA (67,7%), status pernikahan belum menikah (61,3%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 3x (51,6%). Jenis IMS dengan kasus terbanyak pada tahun 2020 adalah gonore (35,3%) dan pada tahun 2021 adalah sifilis (51,6%). Pengobatan yang paling sering digunakan selama periode 2020-2021 adalah injeksi benzatin penisilin untuk sifilis (76,2%), azitromisin untuk gonore (42,9%), cefiksim ciprofloksasin untuk kondiloma akuminata (33,3%), dan asiklovir untuk herpes genital (100%).

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK MUTU FISIK DAN DISOLUSI TABLET PARASETAMOL BERMEREK DAN GENERIK

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Karakteristik mutu fisik tablet merupakan suatu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui mutu fisik sediaan tablet. Banyaknya penggunaan tablet parasetamol dan pandangan masyarakat meragukan tablet parasetamol generik. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi pustaka karakteristik mutu fisik tablet parasetamol. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu fisik dan disolusi tablet parasetamol bermerek dan generik. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian karakteristik mutu fisik dan disolusi tablet parasetamol. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data karakteristik fisik meliputi uji keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, kadar dan disolusi tablet. Hasil penelitian menunjukan bahwa produk bermerek dan generik memiliki perbedaan yang tidak jauh lebih besar dari parameter uji tablet dan disolusi tablet, memenuhi persyaratan parameter uji tablet dan disolusi tablet pada produk bermerek dan generik

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK SIMPLISIA DAUN JERUK LEMON (Citrus limon (L.) Burm.f.) DAN DAUN JERUK LIMAU (Citrus amblycarpa (Hassk.) Osche)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur bertujuan untuk membandingkan hasil karakteristik simplisia daun jeruk lemon(Citrus limon (L.) Burm.f.) dan daun jeruk limau(Citrus amblycarpa (Hassk.) Osche).Citrus merupakan genus dari famili Rutaceae, yang memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Daun jeruk lemon memiliki manfaat untuk mengatasi penyakit kanker, jantung dan liver. Daun jeruk limau memiliki manfaat sebagai obat kesemutan, mengatasi kram dan sebagai analgesik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik simplisia daun jeruk lemon dan daun jeruk limau. Data yang dipakai adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Tahapan penelitian yaitu reduksi data untuk mendapatkan data utama inti tulisan, verifikasi dan tinjauan ulang data, penarikan simpulan. Hasil penelitian simplisia daun jeruk lemon diperoleh susut pengeringan 69,29%, kadar abu total 6,40%, abu tidak larut asam 1,23%, kadar sari larut etanol 17,73%, kadar sari larut air 24,79%, Hasil skrining fitokimia daun jeruk lemon mengandung alkaloid, flavonoid, steroid/triterpenoid dan tanin. Hasil penelitian simplisia daun jeruk limau diperoleh kadar abu total 9,732% ± 0,864%, kadar abu tidak larut asam 0,597% ± 0,0021%, kadar abu larut air 1,458% ± 0,028%, kadar air 4,492% ± 0,0043%, Hasil skrining fitokimia daun jeruk limu mengandung senyawa golongan flavonoid, pilifenol, tanin, glikosida , dan minyak atsiri.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK FISIK DAN DISOLUSI TABLET ANTIHIPERLIPIDEMIA GOLONGAN STATIN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat merupakan komponen penting dalam upaya pelayanan kesehatan karena pengobatan dan pencegahan berbagai penyakit tidak dapat dilepaskan dari tindakan terapi dengan obat atau farmakoterapi. Masyarakat seringkali beranggapan bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas obat. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi literatur terhadap karakteristik dan disolusi tablet antihiperlipidemia golongan statin sebagai parameter kualitas suatu sediaan tablet. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan karakteristik fisik dan disolusi tablet antihiperlipidemia golongan statin generik dan bernama dagang. Penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa karakteristik fisik dan disolusi tablet. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat yaitu data karakteristik fisik meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan penetapan kadar serta data disolusi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian mutu tablet antihiperlipidemia golongan statin pada obat generik, generik bernama dagang dan produk innovator meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur menunjukkan bahwa terdapat satu tablet atorvastatin generik yang tidak memenuhi salah satu waktu hancur tablet yaitu dan satu merek tablet e-catalogue BPJS yang tidak memenuhi persyaratan uji penetapan kadar. Untuk tablet lainnya telah memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia dan literatur terkait. Uji disolusi tablet antihiperlipidemia pada obat generik, generik bernama dagang dan produk inovator telah memenuhi persyaratan uji disolusi yang terdapat dalam Farmakope Indonesia dan literatur terkait.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK FISIK DAN DISOLUSI TABLET METFORMIN HIDROKLORIDA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tablet adalah salah satu sediaan yang banyak mengalami perkembangan dari segi formulasi. Sediaan tablet mempunyai beberapa persyaratan yaitu persyaratan karakteristik mutu fisik dan disolusi yang dijadikan dasar acuan untuk menetapkan kebenaran khasiat dan keamanan serta mutu suatu sediaan obat. Studi literatur ini bertujuan mengetahui perbandingan karakteristik fisik dan disolusi tablet metformin hidroklorida yang beredar dipasaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa karakteristik mutu fisik dan disolusi tablet metformin hidroklorida. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Pengujian mutu karakteristik fisik tablet metformin hidroklorida telah memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia dari literatur terkait serta mempunyai mutu fisik tablet yang baik serta, memiliki profil disolusi yang tidak indentik satu sama lain. Namun untuk tablet dengan merek dagang dan generik dari pabrik yang sama profil disolusinya relatif sama.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK FISIK DAN DISOLUSI SEDIAAN TABLET OBAT ANTIHIPERTENSI

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyediaan obat yang bermutu dengan harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat menjadi hal yang penting dalam pelayanan kesehatan. Masyarakat seringkali beranggapan bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas obat. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi pustaka terhadap karakteristik fisik dan disolusi obat antihipertensi sebagai parameter kualitas suatu sediaan tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik fisik dan disolusi sediaan tablet obat antihipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa karakteristik fisik dan disolusi tablet. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data karakteristik fisik meliputi uji keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur serta disolusi tablet antihipertensi. Uji karakteristik fisik obat inovator, obat bermerek dagang dan produk obat generik meliputi uji keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur memenuhi persyaratan yang tertera pada Farmakope Indonesia Edisi III dan pustaka penunjang lainnya. Namum, beberapa obat tidak memenuhi uji keseragaman bobot dan kekerasan hal tersebut dikarenakan setiap pabrik mempunyai formula dan metode pembuatan yang berbeda-beda. Profil disolusi menunjukkan hasil bahwa obat antihipertensi produk inovator, bermerek dagang dan produk obat generik memenuhi persyaratan pustaka yang terkait serta ekivalen antar produk berdasarkan parameter pengujian disolusi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK PATI BIJI BUAH DURIAN (Durio zibethinus) DAN PATI BIJI BUAH LAI (Durio kutejensis) SEBAGAI EKSIPIEN TABLET

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan obat sangat didukung dengan penemuan bentuk sediaan baru yang melibatkan eksipien pendukung sebagai campuran untuk mendapatkan pengembangan suatu formula yang baik dan aman, salah satu bahan yang dapat dikembangkan dalam sediaan farmasi yaitu pati biji durian. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik pati biji durian yang memenuhi persyaratan sebagai eksipien farmasetika. Penelitian ini merupakan studi literatur. Objek yang diteliti adalah karkateristik pati biji durian dan pati biji lai. Tahapan penelitian dimulai mereduksi data yaitu melakukan penyuntingan dan meringkas data yang berasal dari jurnal, sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif kemudian akan dilakukan penarikan kesimpulan yaitu verifikasi dan tinjauan ulang dari penarikan data kesimpulan agar data penelitian ini didapatkan dengan benar. Analisis penelitian ini dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa kedua jenis pati biji durian semuanya memenuhi persyaratan standar sebagai bahan eksipien farmasi, pemeriksaan organoleptik memiliki bentuk serbuk halus; warna putih kecoklatan; tidak berasa dan bau khas pati biji durian, pemeriksaan kadar air 9,45%, 8,06% dan 8%-13%, kadar abu hanya dimiliki kode B sebesar 1,32%, kadar pati 27,22%, 38,89%, dan 26,16%, daya kembang 6,03%, 3,23%, dan 11,63%. Dengan demikian pati biji durian memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan eksipien farmasetika.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK EKSTRAK ETANOL DAUN KEREHAU (Callicarpa longifolia), DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum) DAN DAUN JERUJU (Acanthus illicifolius)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kerehau (Callicarpa longifolia) memiliki manfaat sebagai antiinflamasi dan antimalaria. Daun Kemangi (Ocimum sanctum ) digunakan sebagai penurun kadar asam urat. Jeruju (Acanthus illicifolius) digunakan sebagai antidiabetes dan antirematik. Karakterisasi adalah langkah awal untuk mengetahui mutu ekstrak, tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik ekstrak etanol daun kerehau, daun kemangi dan daun jeruju. Penelitian ini berupa studi literatur. Tahapan penelitian yaitu, reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas; penyajian data; penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Karakteristik ekstrak daun kerehau, daun kemangi dan daun jeruju secara organoleptis yaitu: warna coklat tua, rasa pahit, bau khas dan ekstrak kental; hijau kecoklatan, rasa pahit, bau aromatis dan ekstrak kental; kecoklatan, rasa pahit, bau khas dan ekstrak kental. Senyawa metabolit sekunder pada ekstrak daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid/terpenoid. Kadar sari larut air dan etanol dari ekstrak etanol daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju berurutan adalah 40,4% dan 39,9%; 6,74% dan 22,83%; (-). Kadar air, kadar abu dan kadar abu tidak larut asam ekstrak etanol daun Kerehau, daun kemangi dan daun jeruju beurutan adalah 15%, 3,5% dan 0,3%; (-), 4,8% dan 4,53%; 25,40%, 15,6% dan 0,74%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK SIMPLISIA DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.), DAUN PAITAN (Tithonia diversifolia (HEMSLEY) A. GRAY), DAN DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis.L)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik simplisia daun beluntas, daun paitan, dan daun tempuyung dari famili Asteracea. Karakterisasi merupakan suatu proses awal yang dilakukan untuk mengetahui mutu suatu bahan baik simplisia maupun ekstrak. Data yang digunakan dalam studi literatur ini adalah data sekunder dari beberapa penelitian. Berdasarkan dari tiga penelitian ini didapatkan karakteristik daun beluntas yaitu untuk kadar sari larut etanol > 5%, kadar sari larut air >26%, kadar abu total 16%, kadar abu larut air 10%, kadar abu tidak larut asam 8% dan susut pengeringan 12%. Karakteristik simplisia daun paitan adalah kadar air 5,2%, susut pengeringan 8,958%, kadar abu total 11,918%, kadar abu tidak larut asam 0,708%, kadar sari larut air 20,810% dan kadar sari larut etanol 12,241%. Sedangkan karakteristik simplisia daun tempuyung adalah kadar air 5,33%, kadar sari larut air 28,27%, kadar sari larut etanol 9,42%, kadar abu total 16,44% dan kadar abu tidak larut asam 0,61%.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail