ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian di rumah sakit telah bergeser dari product-oriented menjadi patient-oriented demi menjamin mutu pelayanan kesehatan, penggunaan obat yang rasional, meminimalkan risiko terapi, dan mengoptimalkan biaya pengobatan. Salah satu instrumen utama untuk mencapai tujuan ini adalah Formularium Nasional (Fornas), yang menjadi pedoman peresepan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan menilai kepatuhan peresepan obat terhadap Fornas di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti (ABADI) Samboja pada tahun 2024 berdasarkan standar minimal indikator mutu pelayanan kefarmasian nasional yaitu sebesar ≥80%. Penelitian deskriptif observasional retrospektif ini mengevaluasi data e-resep (Januari–Desember 2024). Dari total populasi 111.984 resep, diperoleh sampel minimal 9.180 resep berdasarkan rumus Slovin (margin of error 1%). Pengambilan sampel dilakukan secara proportional stratified systematic random sampling agar seluruh depo pelayanan farmasi terwakili. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan kumulatif sebesar 75,07%, sehingga belum mencapai standar mutu nasional. Target berhasil dicapai oleh Depo Instalasi Bedah Sentral (IBS) (100%) dan Depo Instalasi Gawat Darurat (IGD) (82,62%), namun belum optimal di Depo Rawat Inap (72,16%) dan Depo Rawat Jalan (70,40%). Faktor klinis dan sistemis memicu peresepan obat non-Fornas seperti piracetam, Tremenza, L-Bio, dan albumin oral. Komite Farmasi dan Terapi (KFT) direkomendasikan memperketat pengawasan serta mengintegrasikan fitur pengingat otomatis pembatasan non-Fornas pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Kayu putih (Melaleuca cajuputi subsp cajuputi) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri umumnya diperoleh dari daun yang dihasilkan melalui proses penyulingan (destilasi). Minyak kayu putih salah satu jenis minyak atsiri banyak digunakan untuk bahan berbagai produk kesehatan khususnya sebagai aromaterapi. Salah satu sediaan aromaterapi yaitu yang sering digunakan slah satunya yaitu balsem. Pada penelitian ini memformulasikan balsem dalam bentuk stick yang penggunaanya lebih praktis dan nyaman digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minyak kayu putih dapat diformulasi ke dalam sediaan stick balm dengan variasi konsentrasi minyak kayu putih untuk menghasilkan sediaan stick balm yang stabil pada uji fisik dari berbagai variasi konsentrasi 10%, 20%, 30%. Objek yang diteliti adalah mutu fisik dan uji potensi iritasi sediaan stick balm. Komponen stick balm dalam penelitian ini adalah cera alba, carnauba wax, setil alkohol, butylated hydroxytoluene, virgin coconut oil dan minyak kayu putih. Evaluasi stick balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, uji titik leleh, uji kekerasan, freeze-thaw dan uji potensi iritasi sediaan stick balm. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa minyak kayu putih dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan stick balm yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, titik leleh, kekerasan stick balm, hasil uji freeze-thaw cycling selama 12 siklus menyatakan stick balm mengalami perubahan pH dan daya sebar serta hasil uji iritasi dengan metode pacth test sedian
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lip balm merupakan salah satu bentuk sediaan kosmetik yang diaplikasikan pada bibir berfungsi sebagai pelembab dan melindungi dari sinar UV. Salah satu bahan alam yang mengandung senyawa flavonoid dan memiliki potensi sebagai tabir surya adalah bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr). Bawang tiwai berpotensi diformulasi ke dalam sediaan lip balm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi dalam sediaan lip balm dan mengetahui nilai SPF pada formulasi sediaan lip balm ekstrak bawang tiwai sebagai tabir surya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Objek yang diteliti adalah mutu fisik dan aktivitas tabir surya lip balm eksrak bawang tiwai. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi ekstrak bawang tiwai 2%, 3%, 4% dan 5%. Evaluasi fisik lip balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, kekerasan dan aktivitas tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi menjadi sediaan lip balm tabir surya yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, titik leleh, pH dan kekerasan lip balm.Nilai SPF tertinggi didapatkan sebesar 0,7025 pada formula 4 konsentrasi ekstrak 5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Karakteristik mutu fisik tablet merupakan suatu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui mutu fisik sediaan tablet. Banyaknya penggunaan tablet parasetamol dan pandangan masyarakat meragukan tablet parasetamol generik. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi pustaka karakteristik mutu fisik tablet parasetamol. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu fisik dan disolusi tablet parasetamol bermerek dan generik. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian karakteristik mutu fisik dan disolusi tablet parasetamol. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data karakteristik fisik meliputi uji keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, kadar dan disolusi tablet. Hasil penelitian menunjukan bahwa produk bermerek dan generik memiliki perbedaan yang tidak jauh lebih besar dari parameter uji tablet dan disolusi tablet, memenuhi persyaratan parameter uji tablet dan disolusi tablet pada produk bermerek dan generik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian studi literarur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kefarmasian di Apotek. Profil kepuasan ditinjau dari dimensi tangibles (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsivennes (ketanggapan), assurance (kepastian), emphaty (empati) dapat menggambarkan kepuasan total terhadap pelayanan kefarmasian. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil dari studi literatur ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap mutu pelayanan kefarmasian di apotek yang ditinjau dari dimensi Tangibles (Bukti Fisik), Reliability (Kehandalan), Responsivennes (Ketanggapan), Assurance (Kepastian), dan Emphaty (Empati) termasuk kategori puas dengan persentase 76.42% (Lestari,2019), 73.26% (Meila,2020) dan 71.2% (Raising,2019). Jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan bukan merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien pada ketiga penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI LITERATUR MUTU FISIK SEDIAAN PULVERES Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mutu fisik dari racikan sediaan pulveres yang diambil dari sumber penelitian sebelumnya yang terpublikasi dari jurnal. Metode penelitian yaitu dengan membandingkan hasil penelitian sebelumnya dan dianalisa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mempelajari dan menelaah buku-buku serta dokumen yang terkait seperti jurnal, karya tulis ilmiah dan skripsi. Hasil penelitian pulveres yang diracik dari 16 apotek di Kota Jambi diperoleh bahwa dari 13 apotek, 3 apotek tidak memenuhi keseragaman bobot pulveres. Penelitian pada apotek di kecamatan yang berada di kota Medan diperoleh hasil 21 apotek yang diambil sebagai sampel, tidak memenuhi kersegaman bobot pulveres. Pada penelitian dari di Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat pada 12 apotek, 10 apotek yang tidak memenuhi persyaratan keseragaman bobot pulveres.