ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian memiliki peran penting dalam menjamin kepuasan pasien di apotek, yang melampaui harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepuasan pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda selama periode April hingga Juni 2025 dengan menggunakan metode Importance-Performance Analysis (IPA). Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan analisis secara deskriptif. Dengan objek penelitian kepuasan pasien Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda yang menggunakan jasa pelayanan. Analisis data yang digunakan adalah metode (IPA) untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tingkat harapan dan kenyataan pasien terhadap pelayanan di Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nama: Rosiana Silla Wati Program Studi: Sarjana Farmasi Judul Skrisi: Gambaran Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Rizky Mahakam Farma 2 Kota Bangun ulu Dengan Metode Inportance Perfomence Analysis . Pembimbing: 1. apt. Heri Wijaya, S.Farm.,M.Si.,Ph.D 2. apt. Siti Jubaidah, S.Farm.,M.Pd. Pelayanan kefarmasian yang berkualitas merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kepuasan pasien di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Rizky Mahakam Farma 2 Kota Bangun Ulu dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kepentingan dan kinerja pelayanan yang dirasakan oleh pasien, sehingga dapat diketahui area pelayanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Penelitian ini bersifat deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek pelayanan yang masuk dalam kuadran prioritas perbaikan, seperti kecepatan pelayanan, ketepatan pemberian informasi obat, dan keramahan tenaga farmasi. Sementara itu, beberapa aspek lain berada dalam kuadran kinerja tinggi dan penting bagi pasien, sehingga perlu dipertahankan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa secara umum pasien merasa cukup puas terhadap pelayanan kefarmasian di apotek tersebut, namun masih diperlukan perbaikan pada beberapa aspek layanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit karena berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan bermutu serta berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien. Evaluasi kepuasan pasien diperlukan sebagai dasar dalam mengidentifikasi aspek pelayanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan tenaga kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor menggunakan metode SERVQUAL, Importance Performance Analysis (IPA), dan Zone of Tolerance (ZoT). Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 378 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri atas 20 unsur pelayanan berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pelayanan kefarmasian termasuk dalam kategori Baik. Analisis IPA menunjukkan bahwa atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan adalah ketersediaan obat dan penyerahan obat sesuai nomor urut antrean, sedangkan aspek keramahan, perhatian, kesabaran, dan penampilan tenaga kefarmasian telah memenuhi harapan pasien sehingga perlu dipertahankan. Analisis ZoT menunjukkan bahwa seluruh dimensi pelayanan masih berada dalam batas toleransi pasien, yang menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan masih dapat diterima oleh pasien meskipun masih terdapat beberapa atribut yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor secara umum telah memberikan kepuasan kepada pasien, tetapi peningkatan mutu pelayanan masih perlu difokuskan pada aspek kehandalan, terutama ketersediaan obat dan ketertiban proses penyerahan obat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian yang berkualitas di rumah sakit berperan penting dalam meningkatkan kepuasan dan keamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif non-eksperimental. Responden dipilih menggunakan metode accidental sampling dan data dikumpulkan melalui kuesioner berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti langsung (tangible). Hasil penelitian mengenai pelayanan kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor menunjukkan bahwa dimensi pelayanan berada dalam kategori baik, yaitu kehandalan 77,5, daya tanggap 77,5, jaminan 78,125, dan empati 78,75, dan bukti langsung 77,5. Secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor diperoleh nilai SKM sebesar 77,8 dengan mutu pelayanan baik (B).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Apotek sebagai sarana pelayanan kefarmasian dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pasien. Pengukuran kinerja apotek yang hanya berfokus pada aspek keuangan belum mampu menggambarkan kinerja secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Apotek Mangkupalas Kota Samarinda menggunakan pendekatan Balanced Scorecard melalui tiga perspektif utama, yaitu perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, serta menganalisis hubungan antar ketiga perspektif tersebut terhadap kinerja apotek. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain deskriptif dan naratif dengan pengambilan data secara ambispektif yaitu dengan menggabungkan data retrospektif (melihat masa lalu) dan data prospektif (mengikuti ke masa depan) pada periode tahun 2023–2025. Data diperoleh melalui observasi dan kuesioner kepada pelanggan dan karyawan Apotek Mangkupalas. Indikator yang digunakan meliputi kepuasan dan pertumbuhan pelanggan, ketersediaan obat, kelengkapan label, waktu dispensing, kepuasan karyawan, pengadaan obat, serta mutu karyawan. Data dianalisis secara univariat, dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan Informasi Obat (PIO) adalah salah satu tugas utama yang harus dilaksanakan oleh apoteker ketika berinteraksi dengan pasien yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai obat, penggunaan obat yang rasional, serta meminimalisir masalah penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan informasi obat yang diterima oleh pasien di instalasi farmasi di RSUD Panglima Sebaya guna mencapai kepuasan optimal, kepuasan yang optimal berperan penting bagi kemajuan institusi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain non-eksperimen. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mendistribusikan atau memberikan kuesioner yang dirancang berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yakni kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), serta bukti fisik (tangible). Sementara itu, pemilihan responden dilakukan melalui teknik accidental sampling. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis melalui beberapa tahapan pengujian yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, dimana uji validitas dilakukan dengan tujuan sejauh mana kuesioner tersebut mampu mengukur aspek yang dimaksudkan sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi suatu kuesioner sebagai instrumen penelitian menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi reliability memperoleh nilai sebesar 85,17 dan responsiveness sebesar 85,33 yang termasuk dalam kategori baik, sedangkan dimensi assurance memperoleh nilai sebesar 88,64, empathy sebesar 88,96, dan tangible sebesar 88,59 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pasien terhadap Pelayanan Informasi Obat di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot berada pada kategori puas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian yang berkualitas memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah dengan fasilitas terbatas seperti Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di dua apotek wilayah Sanga-Sanga pada periode Februari–Maret 2026. Kepuasan diukur menggunakan model SERVQUAL yang meliputi lima dimensi: reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan), empathy (empati), dan tangible (bukti fisik). Metode penelitian bersifat kuantitatif deskriptif non-eksperimental dengan teknik accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 350 pasien yang menerima layanan kefarmasian. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi menampilkan nilai GAP negatif, yang mengindikasikan adanya selisih antara harapan pasien dan kenyataan layanan di apotek. Pada Apotek A, rata-rata skor kenyataan adalah 84,55 dan harapan 98,46 sehingga GAP total −13,90. Sedangkan pada Apotek B, skor kenyataan 82,95 dan harapan 97,43 sehingga GAP total −14,48. Dimensi dengan GAP terbesar pada Apotek A adalah tangible (−15,86), menunjukkan kebutuhan peningkatan fasilitas fisik dan penampilan layanan. Pada Apotek B dimensi terbesar adalah responsiveness (−15,45), menandakan perlunya peningkatan kecepatan dan ketanggapan staf dalam melayani pasien. Berdasarkan penilaian pasien tingkat pelayanan kefarmasian kedua apotek masih dikategorikan baik. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pelayanan kefarmasian di wilayah Sanga-Sanga belum sepenuhnya memenuhi harapan pasien sehingga diperlukan perbaikan, khususnya pada dimensi yang memiliki GAP terbesar. Penelitian diharapkan menjadi acuan evaluasi bagi apotek setempat, referensi akademik bagi mahasiswa farmasi, serta dasar rekomendasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam upaya peningkatan dan pemerataan layanan kesehatan di daerah terpencil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi dalam pelayanan kesehatan, salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional dalam mengakses berbagai layanan administrasi kesehatan secara digital, seperti pendaftaran pelayanan, antrean online, serta informasi fasilitas kesehatan. Pemanfaatan aplikasi Mobile JKN diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan serta mempermudah masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan di rumah sakit. Oleh karena itu, evaluasi terhadap kepuasan pengguna menjadi penting untuk mengetahui pengalaman pengguna dalam memanfaatkan layanan berbasis digital tersebut. Studi literatur ini bertujuan untuk menelaah berbagai penelitian yang berkaitan dengan kepuasan pengguna layanan aplikasi Mobile JKN di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelusuri artikel ilmiah melalui Google Scholar, Portal Garuda, dan Perpusnas, kemudian dilakukan proses identifikasi, seleksi, serta peninjauan berdasarkan relevansi topik dan tahun publikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengguna aplikasi Mobile JKN secara umum berada pada kategori tinggi. Sebagian besar pengguna merasa puas dengan layanan yang diberikan, dengan persentase kepuasan mencapai 86% pada jurnal 1oleh Widowati dkk., (2024) dan 97,8% pada jurnal 2 oleh Pane dkk., (2025). Tingginya tingkat kepuasan tersebut dipengaruhi oleh kemudahan penggunaan aplikasi, kebermanfaatan fitur, serta efisiensi waktu pelayanan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala seperti kesulitan penggunaan bagi pengguna baru, keterbatasan pemahaman teknologi, serta gangguan teknis pada sistem.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek semakin penting dalam konteks kesehatan saat ini. Kesadaran pasien akan hak yang seharusnya didapatkan dan tuntutan untuk layanan berkualitas mendorong apotek untuk memenuhi harapan pasien secara optimal. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek melalui studi literatur. Penelitian ini mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien, seperti kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. Metode yang digunakan adalah analisis literatur yang komprehensif, dengan menelaah artikel akademis dan laporan penelitian yang relevan. Data dikumpulkan dari 2 jurnal yang relevan dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien di Apotek Melia Banjarmasin tergolong puas, dengan skor rata-rata 3,25, sedangkan di Apotek X Kota Bengkulu tergolong sangat puas dengan skor rata-rata 85,43%. Dimensi empati, jaminan, dan ketanggapan merupakan faktor dominan yang memengaruhi kepuasan pasien pada kedua apotek. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa meskipun keduanya menunjukkan kepuasan tinggi, peningkatan fasilitas fisik serta pelatihan komunikasi apoteker tetap diperlukan untuk menunjang mutu pelayanan secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan yang berfungsi untuk menyelenggarakan, meningkatkan, mencegah, mengobati, dan memulihkan kesehatan masyarakat, yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, serta masyarakat, dalam memberikan pelayanan instalasi farmasi yang berkualitas dan memuaskan pasien, pihak puskesmas perlu memperhatikan berbagai aspek pelayanan yang ditawarkan untuk menciptakan sekaligus meningkatkan mutu layanan farmasi. Kepuasan pelanggan adalah tanggapan perilaku yang muncul sebagai hasil dari perbandingan antara harapan dengan pengalaman nyata yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di dua puskesmas, yaitu Puskesmas Bromo di Medan dan Puskesmas Pracimantoro di Wonogiri. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner SERVQUAL diterapkan untuk menilai lima dimensi utama pelayanan, meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, tingkat kepuasan pasien di kedua puskesmas berada dalam kategori tinggi, dengan dimensi responsivitas, assurance, dan empati mendapatkan nilai tertinggi. Meskipun demikian, terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti fasilitas ruang tunggu dan penjelasan tentang efek samping obat. Disarankan untuk melakukan pelatihan komunikasi secara berkala dan evaluasi kualitas layanan guna mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pasien serta kualitas pelayanan kefarmasian di puskesmas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian. Pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelanggarakan pelayanan kefarmasian. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di beberapa Apotek. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, skripsi, serta jurnal terkait. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil dari studi literatur ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian di beberapa Apotek di Apotek Satkes Pusdokkes Mabes Polri, Apotek di Kota Parepare dan Apotek di Selakau Farma yang ditinjau dari dimensi Tangible (Bukti fisik), Realibility (Kehandalan), Responsivennes (Ketanggapan), Assurance (kepastian), Emphaty (Empati) termasuk kategori puas dengan persentase masing-masing >70%, >70% dan >90%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan pasien merupakan asset yang sangat berharga karena apabila pasien puas mereka akan terus melakukan pemakaian terhadap jasa pilihannya. Kepuasan konsumen pada dasarnya merupakan tingkat kesesuaian antara harapan dan pelayanan yang diterima. Pelayanan dinilai memuaskan bila dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Apabila harapan itu sesuai dengan kenyataan maka pihak yang dilayani akan memberikan tanggapan yang positif terhadap pelayanan dan merasa puas. Studi literature ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien PRB (Program Rujuk Balik) terhadap pelayanan resep di Apotek Kimia Farma Kartini gresik dan Apotek Kimia Farma Karawang. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat data seperti jumlah usia, jenis kelamin dan tingkat kepuasan pasien PRB (Program Rujuk Balik).Hasil penelitian ini menujukkan bahwa tingkat kepuasan pasien PRB (Program Rujuk Balik) terhadap pelayanan resep di Apotek Kimia Farma Kartini Gresik sebesar 90,20% dengan klasifikasi “Sangat puas” dan di Apotek Kimia Farma Karawang sebesar 59,24$ dengan klasifikasi “Puas”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Apotek merupakan salah satu bentuk fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat, dengan jumlah apotek yang semakin meningkat pesat berdampak positif bagi masyarakat yaitu dapat membandingkan harga pada apotek satu dengan apotek yang lain, sehingga masing-masing apotek dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dengan harga yang bersaing. Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran terkontrol yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan Kepuasan yang diinginkan pasar sasaran. Model bauran pemasaran menekankan pada berbagai faktor yang kemudian dikenal dengan istilah 7P yaitu product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepuasan konsumen terhadap bauran pemasaran di Apotek Fajar Farma. Penelitian ini adalah penelitian non experimental dengan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah konsumen yang membeli obat di Apotek Fajar Farma. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling yaitu purposive sampling. Variabel bebas pada penelitian ini berupa strategi bauran pemasaran di Apotek Fajar Farma dan variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil Kepuasan konsumen terhadap strategi bauran pemasaran di Apotek Fajar Farma. Analisis data pada penelitian adalah metode deskriptif yang merupakan metode yang bermaksud tanpa membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi dan statistik inferensial dipakai dalam menganalisis sebuah data sampel sehingga hasilnya diberlakukan untuk populasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas Kalimantan Timur. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal penelitian yang sama dan sudah dilakukan. Analisis data yang digunakan dengan metode deskriptif. Objek pada penelitian ini adalah tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur perbandingan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di tiga puskesmas, didapatkan hasil rata-rata kepuasan tertinggi adalah Puskesmas Baqa Samarinda dengan rata-rata 86,27% pada dimensi jaminan, responden merasa sangat puas. Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Sempaja Samarinda rata-rata 81,4% responden merasa puas. Ketidakpuasan pasien tertinggi terdapat pada Puskesmas Loa Ipuh sebesar 23,5% responden tidak puas dalam dimensi jaminan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Standar pelayanan kefarmasian adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian dan pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas, maka ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong.Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021. Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitian observasional dengan menggunakan desain penelitian cohort.Data diperoleh dari pengisian lembar wawancara, lembar kuesioner oleh pasien dan lembar daftar tilik berdasarkan pengamatan langsung di ruang farmasi Puskesmas Loa Ipuh.Data yang diperoleh dibandingkan dengan standar yang ada pada kepustakaan dan dianalisis menggunakan uji ChiSquare dan Spearman’s.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemasaran di Apotek merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan bisnis yang dirancang untuk menentukan rancangan produk, harga, promosi, distribusi produk, sumber daya, dan konsep penjualan, terutama di Apotek. Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya dengan cara merancang strategi. Bauran pemasaran (marketing mix) adalah strategi pemasaran terpadu atau strategi pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan elemen strategis dari bauran pemasaran itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepuasan konsumen terhadap bauran pemasaran di apotek tersebut. Jenis penelitian menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angka yang diolah menjadi informasi deskriptif. Objek penelitian menggunakan respon konsumen dan menggunakan variabel kepuasan konsumen dan bauran pemasaran 7P. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling. Teknik analisis data pada angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji instrument berupa validitas dan realibilitas menggunakan statistik, uji kepuasan menggunakan Microsoft excel, uji asumsi klasik berupa uji normalitas, multikorelasi, heteroskedastisitas menggunakan statistik dan uji hipotesis berupa koefisien determinasi, koefisien regresi simultan dan parsial menggunakan Statistik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi rumah sakit. Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna meliputi pelayanan rawat jalan, rawat inap, dan rawat darurat. Salah satu indikator untuk mengevaluasi kualitas pelayanan farmasi adalah dengan mengukur tingkat kepuasan/pelanggang. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan metode analisis deskriptif yaitu menggunakan data sekunder yang telah ditelaah dari beberapa literatur dan dituangkan dalam bentuk tabel. Adapun tahapan penelitian yaitu : melakukan kompilasi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dituangkan dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan dan melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil penelitian studi literatur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit didapatkan hasil rata-rata kepuasaan tertinggi adalah di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado dengan persentase 80,96% dengan kriteria sangat puas, selanjutnya tingkat kepuasan di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Kota Cirebon dengan persentase 68,66% dengan kriteria puas dan tingkat kepuasan terendah adalah di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon dengan persentase 66,12% dengan kriteria puas. Dalam 5 dimensi yang digunakan, hasil rata-rata tingkat kepuasan tertinggi adalah pada Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon pada dimensi realibility dengan persentase 91,8% dengan kriteria sangat puas dan rata-rata tingkat kepuasan terendah adalah di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon pada dimensi empathy dengan persentase 53,1% dengan kriteria puas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas pelayanan kesehatan menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri pasien. Kualitas pelayanan dengan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat dicapai melalui penciptaan pelayanan yang berkualitas tinggi dalam hal penyediaan sarana yang baik, kehandalan petugas, daya tanggap petugas, jaminan pelayanan dan empati. Jika kepuasan pelanggan tinggi akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang demi kelangsungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy terhadap kepuasan pasien rawat jalan di beberapa rumah sakit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Obyek penelitian ini adalah kualitas pelayanan di rawat jalan beberapa rumah sakit mencakup aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran perbandingan dari data-data yang diperoleh terhadap pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di beberapa rumah sakit. Hasil penelitian di RS. St. Elisabeth Semarang diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,716, berarti 71,6% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan, nilai koefisien determinasi RS. Thursina Duri sebesar 0,957, berarti 95,7% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan dan nilai koefisien determinasi RS. Sarila Husada Sragen sebesar 0,377, artinya 37,7% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian studi literarur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kefarmasian di Apotek. Profil kepuasan ditinjau dari dimensi tangibles (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsivennes (ketanggapan), assurance (kepastian), emphaty (empati) dapat menggambarkan kepuasan total terhadap pelayanan kefarmasian. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil dari studi literatur ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap mutu pelayanan kefarmasian di apotek yang ditinjau dari dimensi Tangibles (Bukti Fisik), Reliability (Kehandalan), Responsivennes (Ketanggapan), Assurance (Kepastian), dan Emphaty (Empati) termasuk kategori puas dengan persentase 76.42% (Lestari,2019), 73.26% (Meila,2020) dan 71.2% (Raising,2019). Jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan bukan merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien pada ketiga penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian. Pelayanan Kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan masyaraka terhadap pelayanan kefarmasian di beberapa apotek. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengancara mengumpulkan mempelajari, dan menelaah dokumen, skripsi, serta jurnal terkait. Hasil dari studi literatur ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian di beberapa apotek di kota Surabaya, apotek di kota Kupang dan apotek di kota Samata yang ditinjau dari dimensi Tangibles (Bukti Fisik), Reliability (Kehandalan), Responsivennes (Ketanggapan), Assurance (Kepastian), Emphaty (Empati) termasuk kategori puas dengan persentase masing-masing 89.9%,85% dan 80%