Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

CA

84 karya publik ditemukan.

2026: 92025: 52024: 52023: 322022: 112021: 22020: 122018: 2

Penetapan Kadar Fenolik, Flavonoid dan Nilai SPF Terhadap Ekstrak Etanol Daun Tampoi (Baccaeurea Macrocarpa) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, seperti penuaan dini hingga peningkatan risiko kanker kulit. Salah satu bentuk perlindungan terhadap sinar UV adalah penggunaan tabir surya. Kandungan senyawa antioksidan, seperti fenolik dan flavonoid, diketahui berperan dalam meningkatkan efektivitas tabir surya melalui kemampuan menyerap sinar UV. Daun tampoi (Baccaurea macrocarpa (Miq.) Mull.Arg.) diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid, serta berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam formulasi tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar fenolik, flavonoid, dan nilai SPF dari ekstrak etanol daun tampoi dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tahapan ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 70%, dilanjutkan dengan pengujian kadar fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu, pengujian flavonoid dengan metode AlCl₃, serta penentuan nilai SPF secara in vitro dengan cara menganalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol daun tampoi yaitu alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, steroid dan triterpenoid. Kadar fenolik sebesar 27,8021 ± 0,9553mg GAE/g dan kadar flavonoid sebesar 2,1548 ± 0,1586%. Nilai SPF ekstrak etanol daun tampoi pada konsentrasi 125 ppm sebesar 3,2005 dan 250 ppm sebesar 6,7021 termasuk dalam kategori rendah. Sedangkan nilai SPF pada konsentrasi 500 ppm sebesar 13,3355 dan 1000 ppm sebesar 27,0735 termasuk dalam kategori sedang. Korelasi menunjukkan bahwa kadar flavonoid memiliki hubungan sangat kuat terhadap nilai SPF sebesar 0,9007, sedangkan kadar fenolik menunjukkan hubungan rendah sebesar 0,362.

PERBANDINGAN TINGKAT KETERAMPILAN 4C MAHASISWA S1 FARMASI DENGAN KEAKTIFAN MAHASISWA DALAM ORMAWA

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan abad ke-21 (4C), yaitu critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Organisasi kemahasiswaan (ormawa) menjadi salah satu wadah yang berpotensi mengembangkan keterampilan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat keterampilan 4C antara mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) yang aktif dan yang tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, uji homogenitas Levene's Test, dan Independent Samples t-test dengan bantuan SPSS. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (p = 0,200), sedangkan uji homogenitas menunjukkan varians kedua kelompok homogen (p = 0,821). Hasil Independent Samples t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan 4C antara mahasiswa yang aktif dan yang tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan (p 0,000), dengan perbedaan rata-rata sebesar 9,98 poin. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi memiliki skor lebih tinggi pada seluruh aspek keterampilan 4C, yaitu critical thinking (3,16), creativity (2,98), collaboration (3,18), dan commu-nication (3,09), dibandingkan mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi. Dengan demikian, organisasi kemahasiswaan berperan sebagai sarana yang mendukung pengembangan keterampilan 4C mahasiswa Farmasi sebagai kompetensi pendukung dalam mewujudkan profil Ten Star Pharmacist.

PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAN METANOL DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia dan dimanfaatkan secara tradisional sebagai bahan pengobatan. Daun tanaman ini mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan senyawa fenolik dapat dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan selama proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak daun jarak pagar menggunakan variasi pelarut etanol 70%, etanol 95%, dan metanol. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental dengan teknik purposive sampling. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi, skrining fitokimia, serta penetapan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan asam galat sebagai standar. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, One Way ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji post hoc Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fenolik total ekstrak etanol 70%, etanol 95%, dan metanol berturut-turut sebesar 22,8289 ± 1,53 mg GAE/g, 36,0400 ± 0,66 mg GAE/g, dan 20,6133 ± 2,62 mg GAE/g. Uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar ketiga kelompok pelarut (p<0,05). Hasil uji lanjut Bonferroni menunjukkan bahwa ekstrak etanol 95% berbeda signifikan dengan ekstrak etanol 70% dan metanol, sedangkan antara ekstrak etanol 70% dan metanol tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 95% menghasilkan kadar fenolik total tertinggi, sehingga lebih efektif dibandingkan etanol 70% dan metanol dalam mengekstraksi senyawa fenolik daun jarak pagar.

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN FARMASI MELALUI PENDEKATAN LEAN MANAGEMENT DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD DAYAKU RAJA KOTA BANGUN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Instalasi Farmasi Rawat Jalan sebagai unit pelayanan dengan tingkat aktivitas tinggi masih menghadapi permasalahan efisiensi proses dan waste yang dapat berdampak pada kualitas pelayanan farmasi dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan farmasi melalui pendekatan Lean Management. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan sampel berupa resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dan tenaga farmasi sebagai informan. Analisis data dilakukan melalui observasi, wawancara, VSM, VAA, identifikasi waste kritis dengan metode BORDA, dan analisis akar penyebab menggunakan metode 5Why. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tunggu resep non-racikan sebesar 15,06 menit dan resep racikan sebesar 38,71 menit, keduanya telah memenuhi SPM. Analisis VSM menghasilkan VAR sebesar 52,7% untuk resep non-racikan dan 80,3% untuk resep racikan. Keduanya telah melampaui ambang batas kondisi lean. Identifikasi waste kritis menunjukkan waste paling dominan adalah overprocessing (25,00%), diikuti transportation (17,86%), dan defect (11,90%). Analisis akar penyebab mengungkap bahwa overprocessing bersumber dari belum optimalnya integrasi sistem KESIA sebagai SIMRS, sehingga dokter tidak dapat mengetahui ketersediaan obat secara real-time saat penulisan resep dan apoteker harus melakukan konfirmasi ulang secara manual. Usulan perbaikan disusun dalam tiga jangka waktu, yaitu jangka pendek berupa penerapan 5R dan pembuatan daftar obat substitusi, jangka menengah berupa monitoring ketersediaan obat dan pengembangan shared file stok obat, jangka panjang berupa pembaruan dan integrasi sistem KESIA secara menyeluruh. Instalasi Farmasi Rawat Jalan secara keseluruhan sudah berada pada kondisi yang baik, ditandai dengan tercapainya nilai VAR sebesar 52,7% untuk resep non- racikan dan 80,3% untuk resep racikan yang keduanya telah melampaui batas standar lean yaitu di atas 30%.

OPTIMASI FORMULA ANTIOKSIDAN FACE MIST EKSTRAK DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) VARIASI GLISERIN DAN PROPILENGLIKOL DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Face mist berbasis bahan alam memiliki potensi sebagai sediaan perawatan kulit, namun kombinasi humektan yang optimal untuk menghasilkan karakteristik fisik yang baik sekaligus mempertahankan aktivitas antioksidan masih perlu ditentukan. Penelitian ini bertujuan menentukan formula optimum face mist ekstrak daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) dengan variasi konsentrasi gliserin dan propilenglikol serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya menggunakan metode ABTS. Penelitian dilakukan melalui determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, skrining fitokimia, formulasi face mist menggunakan desain faktorial dengan bantuan Design Expert 13, evaluasi sifat fisik sediaan, optimasi formula, verifikasi menggunakan One Sample T-Test, dan pengujian aktivitas antioksidan metode ABTS dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 19,63% dengan susut pengeringan 8,67%, kadar air 20,17%, serta ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid. Formula optimum diperoleh pada kombinasi gliserin 15,5% dan propilenglikol 8% dengan nilai desirability 0,737. Formula tersebut memiliki pH 4,977, viskositas 66,667 cP, daya semprot 5,575 cm, dan waktu kering 3,29 menit. Hasil verifikasi menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil prediksi dan hasil percobaan (p>0,05), sehingga model optimasi dinyatakan valid. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ face mist optimum sebesar 565,85 ± 63,325 ppm, sedangkan vitamin C sebesar 0,5017 ± 0,1872 ppm. Dengan demikian, kombinasi gliserin dan propilenglikol yang diperoleh mampu menghasilkan face mist dengan karakteristik fisik yang memenuhi target optimasi, namun aktivitas antioksidannya masih tergolong sangat lemah.

Uji Toksisitas Akut Produk Prototipe Haruan Soybean Pada Mencit Putih (Mus Musculus) Berdasarkan Organization For Economic Co-Operation And Develompment (OECD)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Toksisitas akut merupakan salah satu tahapan penting dalam pengujian keamanan produk berbahan alam sebelum dikembangkan lebih lanjut dan memperoleh izin edar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LD₅₀ semu, klasifikasi tingkat toksisitas akut, serta gambaran gejala toksik Produk Prototipe Haruan Soybean pada mencit putih (Mus musculus) berdasarkan pedoman Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) Guideline No. 423. Produk Prototipe Haruan Soybean merupakan formulasi yang terdiri atas 70% minyak ikan haruan (Channa striata) dan 30% minyak kedelai (Glycine max). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Acute Toxic Class Method OECD 423. Sebanyak 9 ekor mencit putih jantan dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan dan diberikan dosis tunggal secara oral sebesar 300 mg/kgBB, 2.000 mg/kgBB, dan 5.000 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi gejala toksik, mortalitas, dan perubahan berat badan selama 14 hari pengamatan. Data gejala toksik dan mortalitas dianalisis secara deskriptif, sedangkan data perubahan berat badan dianalisis menggunakan uji Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat kematian pada seluruh hewan uji hingga dosis 5.000 mg/kgBB sehingga nilai LD₅₀ semu Produk Prototipe Haruan Soybean ditetapkan >5.000 mg/kgBB dan termasuk kategori Unclassified atau praktis tidak toksik. Gejala toksik yang muncul berupa grooming dan tremor ringan yang bersifat sementara, terutama pada kelompok dosis 2.000 mg/kgBB dan 5.000 mg/kgBB, tanpa disertai gejala toksik berat maupun kematian. Seluruh kelompok mencit mengalami peningkatan berat badan yang signifikan secara statistik (p0,05) selama masa pengamatan. Berdasarkan hasil tersebut, Produk Prototipe Haruan Soybean memiliki tingkat toksisitas akut yang rendah dan masih dapat ditoleransi oleh tubuh mencit pada pemberian dosis akut.

Penetapan Kadar Fenolik, Flavonoid dan Nilai SPF Terhadap Ekstrak Etanol Daun Tampoi (Baccaeurea Macrocarpa) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, seperti penuaan dini hingga peningkatan risiko kanker kulit. Salah satu bentuk perlindungan terhadap sinar UV adalah penggunaan tabir surya. Kandungan senyawa antioksidan, seperti fenolik dan flavonoid, diketahui berperan dalam meningkatkan efektivitas tabir surya melalui kemampuan menyerap sinar UV. Daun tampoi (Baccaurea macrocarpa (Miq.) Mull.Arg.) diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid, serta berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam formulasi tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar fenolik, flavonoid, dan nilai SPF dari ekstrak etanol daun tampoi dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tahapan ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 70%, dilanjutkan dengan pengujian kadar fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu, pengujian flavonoid dengan metode AlCl₃, serta penentuan nilai SPF secara in vitro dengan cara menganalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etanol daun tampoi yaitu alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, steroid dan triterpenoid. Kadar fenolik sebesar 27,8021 ± 0,9553mg GAE/g dan kadar flavonoid sebesar 2,1548 ± 0,1586%. Nilai SPF ekstrak etanol daun tampoi pada konsentrasi 125 ppm sebesar 3,2005 dan 250 ppm sebesar 6,7021 termasuk dalam kategori rendah. Sedangkan nilai SPF pada konsentrasi 500 ppm sebesar 13,3355 dan 1000 ppm sebesar 27,0735 termasuk dalam kategori sedang. Korelasi menunjukkan bahwa kadar flavonoid memiliki hubungan sangat kuat terhadap nilai SPF sebesar 0,9007, sedangkan kadar fenolik menunjukkan hubungan rendah sebesar 0,362.

HUBUNGAN ORMAWA TERHADAP KETERAMPILAN 4C MAHASISWA S1 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Nama : Vonny Jessica Justine Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Hubungan Ormawa Terhadap Keterampilan 4C Mahasiswa S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda Pembimbing : 1. apt. Husnul Warnida, S.Si., M.Si 2. apt. Hayatus Sa’adah, M.Sc Dalam menghadapi era yang semakin kompetitif, seorang mahasiswa Farmasi tidak hanya dituntut untuk berfokus pada nilai akademik, namun diperlukannya tindakan yang lebih jauh lagi untuk mengasah potensi diri. Selain kecerdasan akademik, soft skill merupakan salah satu potensi diri yang sangat penting dikembangkan bagi mahasiswa Farmasi dalam menghadapi dunia pasca perkuliahan. Tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui pengaruh ormawa terhadap keterampilan dari 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication) mahasiswa S1 Farmasi STIKSAM. Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Objek penelitian adalah keterampilan dari 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication) mahasiswa S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu partisipasi mahasiswa S1 Farmasi STIKSAM dalam ormawa. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu keterampilan 4C mahasiswa S1 Farmasi STIKSAM. Teknik sampling yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dalam bentuk Google Form yang dibagikan secara online kepada mahasiswa S1 Farmasi STIKSAM yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Teknis analisis data yang digunakan, diantaranya adalah uji normalitas data, uji homogenitas data, dan uji regresi linear sederhana. Kata Kunci: Pengaruh, Mahasiswa, Organisasi Kemahasiswaan, Keterampilan 4C, STIKSAM.