Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Persepsi dan Partisipasi Mahasiswa Sarjana Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Samarinda dalam Organisasi Kemahasiswaan
Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga perlu aktif dalam organisasi untuk mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, kerja sama, dan komunikasi yang berguna untuk melatih mereka nanti menjadi tenaga kefarmasian serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain. Tujuan penelitian ini mengetahui persepsi dan partisipasi mahasiswa serta melihat hubungan antara persepsi dan partisipasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang memungkinkan dilakukan pencatatan dan penganalisisan data hasil penelitian secara numerik dengan menggunakan perhitungan statistik. Sampel dalam penelitian ini seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda prodi S1 Farmasi angkatan 2021 dan angkatan 2022. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbentuk google form dengan skala Likert. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi mahasiswa terhadap organisasi kemahasiswaan, sedangkan variabel terikatnya adalah partisipasi mahasiswa. Hasil analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan uji t satu arah menggunakan SPSS, Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap organisasi kemahasiswaan tergolong positif, baik pada mahasiswa yang mengikuti maupun yang tidak mengikuti organisasi. Tingkat partisipasi mahasiswa aktif dalam berbagai bentuk organisasi, baik sebagai anggota maupun pengurus. Uji t satu arah menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi dan partisipasi. Artinya, semakin positif persepsi mahasiswa terhadap organisasi, maka semakin tinggi kemungkinan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun persepsi positif terhadap organisasi kemahasiswaan untuk mendorong keterlibatan mahasiswa yang lebih aktif.
SKRINING FITOKIMIA DAN KAREKTERISASI EKSTRAK ETANOL DAUN LABU KUNING (Cucurbita Moschata Duch)
Tumbuhan labu kuning Cucurbita moschata Duch memiliki banyak manfaat daunnya memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, dan antimikroba. ekstrak bahan alam yang akan digunakan sebagai obat perlu distandarisasi terlebih dahulu untuk menjamin kualitas, manfaat dan keamanannya. Sebagai langkah awal pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan karakterisasi ekstrak. Pertama daun labu kuning diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan didapatkan rendeman sebesar 12,195%. Hasil karakterisasi spesifik dari uji organoleptik simplisia berupa serbuk, warna hijau tua, rasa pahit dan getir (sepat) dengan aroma khas pada ekstrak kental, berwarna hijau tua kehitaman, rasa pahit dengan aroma khas. Kadar rata- rata senyawa terlarut dalam air ekstrak 3,2 %, sedangkan rata-rata kadar senyawa yang terlarut dalam etanol ekstrak 88,33 %. Hasil karakterisasi non spesifik ekstrak etanol daun labu kuning didapatkan kadar air ekstrak sebesar 11,8%. Kadar abu total ekstrak 0,2824 ± 0,666% kadar abu tidak larut asam ekstrak sebesar 0,0368%. Bobot jenis ektrak rata- rata 0,9529g/ml. Uji cemaran mikroba angka lempeng total ekstrak 4,5 x 10-3 koloni/g, sedangkan angka kapang khamir pada ekstrak sebanyak 1,4 x 10-2 koloni/g. Pada pengujian skrining fitokimia ekstrak etanol daun labu kuning positif mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, steroid.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Labu Kuning (Cucubita moschata Duch.) Berdasarkan Perbedaan Konsesntrasi Pelarut Terhadap Bakteri Staphhylococcus aureus
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Labu Kuning (Cucubita moschata Duch.) Berdasarkan Perbedaan Konsesntrasi Pelarut Terhadap Bakteri Staphhylococcus aureus
Labu kuning (Cucurbita moschata Duch.) merupakan bahan pangan yang kaya akan vitamin A, C, mineral serta karbohidrat. Labu kuning memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti, antibakteri, antidiabetes, dan antioksidan. Ekstrak buah labu kuning (Cucurbita moschata Duch) mengandung senyawa flavonoid, saponin dan terpenoid yang bersifat antibakteri. Perbedaan konsentrasi pelarut dapat mempengaruhi aktivitas farmakologi suatu ekstrak bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri daging buah labu kuning dengan perbedaan pelarut terhadap bakteri Staphylococus aureus. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pembuatan simplisia, penetapan susut penegeringan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan perbedaan konsentrasi pelarut etanol 50% dan 70%, skrining fitokimia, penetapan kadar air ekstrak dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai susut pengeringan simplisia 4,26 %. Rendemen ekstrak etanol 50% sebesar 11,48% dan etanol 70% sebesar 20,97%. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol 50% menunjukkan danya senyawa saponin, dan flavonoid. Sedangkan pada ekstrak etanol 70 % diperoleh senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Hasil rata-rata kadar air ekstrak etanol 50% sebesar 16,47% dan ekstrak etanol 70% sebesar 23,71%. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan, bahwa perbedaan pelarut mempengaruhi aktivitas antibakteri pada ekstrak daging buah labu kuning, pada konsentrasi 10%; 12,5%; 15%; 20%; 25%, dan 30% dengan kategori sedang pada pelarut etanol 50% dan pada pelarut etanol 70% dengan kategori sedang hingga kuat. Diamater zona hambat pada kontrol positif kloramfenikol 0,1% sebesar 20 mm dan kontrol negatif DMSO 1% adalah 0 mm.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL MENGGUNAKAN MIROPLATE READER
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK BUAH TERONG SUSU (Solanum mammosum L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL MENGGUNAKAN MICROPLATE READER
Terong susu (Solanum mammosum L.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai sumber bahan alam berkhasiat obat karena mengandung berbagai senyawa fitokimia, salah satunya flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Kadar flavonoid yang diperoleh dari suatu bahan dipengaruhi oleh pemilihan pelarut, sehingga penggunaan etanol dengan konsentrasi berbeda dapat menghasilkan kadar flavonoid yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kada flavonoid total ekstrak etanol buah terong susu berdasarkan variasi konsentrasi pelarut etanol dan mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid total dari ekstrak buah terong susu etanol 70% dan 95%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang diawali dengan determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan 95%, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta penetapan kadar flavonoid total menggunakan Microplate Reader dengan kuersetin sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 54,76%, lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol 95% sebesar 13,66%. Kadar flavonoid total ekstrak etanol 95% sebesar 1,8705 ± 0,1022, lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol 70% sebesar 0,9667 ± 0,0261. Analisis data menggunakan uji Independent Sample T-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,005 (p-value <0,05), yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pelarut etanol 95% lebih optimal dalam mengekstraksi senyawa flavonoid dari buah terong susu dibandingkan etanol 70%, sehingga berpotensi sebagai pelarut yang lebih efektif dalam memperoleh senyawa flavonoid dari buah terong susu. Kata Kunci : Flavonoid, Solanum mammosum, Microplate reader
PENGANTAR ILMU GIZI : Pemahaman tentang Nutrisi dan Kesehatan
Buku “Pengantar Ilmu Gizi : Pemahaman tentang Nutrisi dan Kesehatan" adalah panduan yang membuka pintu wawasan mendalam mengenai pentingnya nutrisi dalam menjaga kesehatan manusia. Definisi dan lingkup ilmu gizi diperkenalkan secara jelas, menggambarkan bagaimana ilmu ini menjadi dasar pemahaman tentang nutrisi dan dampaknya pada tubuh. Buku ini menguraikan secara rinci makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral, memandu pembaca melalui peran masing-masing dalam mendukung fungsi tubuh dan menjaga keseimbangan. Selain itu, buku ini menjelajahi pentingnya serat dan air dalam makanan, menjelaskan proses metabolisme, pencernaan, absorbsi, dan transportasi nutrisi. Isu sensitif malnutrisi seperti gizi kurang dan gizi lebih ditangani dengan hati-hati, sementara gangguan pola makan seperti anoreksia dan bulimia juga diberikan ruang dalam diskusi. Buku ini tidak hanya mengedukasi tentang dampak nutrisi pada kesehatan, tetapi juga mengaitkannya dengan penyakit terkait gizi, memberikan pemahaman lebih dalam mengenai hubungan antara pola makan dan kondisi medis. Dengan fokus pada regulasi dan standar gizi, buku ini menjadi panduan komprehensif bagi siapa pun yang ingin menerapkan ilmu gizi dalam kehidupan sehari-hari demi kesejahteraan dan kesehatan optimal.
Buku Ajar Gizi Dalam Daur Kehidupan
Buku Ajar Gizi Dalam Daur Kehidupan ini disusun sebagai buku panduan komprehensif yang menjelajahi kompleksitas dan mendalamnya tentang Gizi. Buku ini dapat digunakan oleh pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di bidang ilmu gizi dalam daur kehidupan dan diberbagai bidang Ilmu terkait lainnya. Buku ini dapat digunakan sebagai panduan dan referensi mengajar mata kuliah gizi dalam daur kehidupan dan menyesuaikan dengan Rencana Pembelajaran Semester tingkat Perguruan Tinggi masing-masing. Secara garis besar, buku ajar ini pembahasannya mulai dari konsep dasar gizi dalam daur kehidupan, gizi pada pra-konsepsi, gizi pada ibu hamil, gizi pada ibu menyusui, gizi pada balita, gizi pada bayi, gizi pada anak sekolah, gizi pada remaja, gizi pada dewasa. Selain itu materi mengenai gizi pada lansia dan materi mengenai standar nilai gizi WHO juga di bahas secara mendalam. Buku ajar ini disusun secara sistematis, ditulis dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami, dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Persepsi dan Partisipasi Mahasiswa Sarjana Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Samarinda dalam Organisasi Kemahasiswaan
Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga perlu aktif dalam organisasi untuk mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, kerja sama, dan komunikasi yang berguna untuk melatih mereka nanti menjadi tenaga kefarmasian serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain. Tujuan penelitian ini mengetahui persepsi dan partisipasi mahasiswa serta melihat hubungan antara persepsi dan partisipasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang memungkinkan dilakukan pencatatan dan penganalisisan data hasil penelitian secara numerik dengan menggunakan perhitungan statistik. Sampel dalam penelitian ini seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda prodi S1 Farmasi angkatan 2021 dan angkatan 2022. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbentuk google form dengan skala Likert. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi mahasiswa terhadap organisasi kemahasiswaan, sedangkan variabel terikatnya adalah partisipasi mahasiswa. Hasil analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan uji t satu arah menggunakan SPSS, Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap organisasi kemahasiswaan tergolong positif, baik pada mahasiswa yang mengikuti maupun yang tidak mengikuti organisasi. Tingkat partisipasi mahasiswa aktif dalam berbagai bentuk organisasi, baik sebagai anggota maupun pengurus. Uji t satu arah menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi dan partisipasi. Artinya, semakin positif persepsi mahasiswa terhadap organisasi, maka semakin tinggi kemungkinan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun persepsi positif terhadap organisasi kemahasiswaan untuk mendorong keterlibatan mahasiswa yang lebih aktif.
SKRINING FITOKIMIA DAN KAREKTERISASI EKSTRAK ETANOL DAUN LABU KUNING (Cucurbita Moschata Duch)
Tumbuhan labu kuning Cucurbita moschata Duch memiliki banyak manfaat daunnya memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, dan antimikroba. ekstrak bahan alam yang akan digunakan sebagai obat perlu distandarisasi terlebih dahulu untuk menjamin kualitas, manfaat dan keamanannya. Sebagai langkah awal pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan karakterisasi ekstrak. Pertama daun labu kuning diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan didapatkan rendeman sebesar 12,195%. Hasil karakterisasi spesifik dari uji organoleptik simplisia berupa serbuk, warna hijau tua, rasa pahit dan getir (sepat) dengan aroma khas pada ekstrak kental, berwarna hijau tua kehitaman, rasa pahit dengan aroma khas. Kadar rata- rata senyawa terlarut dalam air ekstrak 3,2 %, sedangkan rata-rata kadar senyawa yang terlarut dalam etanol ekstrak 88,33 %. Hasil karakterisasi non spesifik ekstrak etanol daun labu kuning didapatkan kadar air ekstrak sebesar 11,8%. Kadar abu total ekstrak 0,2824 ± 0,666% kadar abu tidak larut asam ekstrak sebesar 0,0368%. Bobot jenis ektrak rata- rata 0,9529g/ml. Uji cemaran mikroba angka lempeng total ekstrak 4,5 x 10-3 koloni/g, sedangkan angka kapang khamir pada ekstrak sebanyak 1,4 x 10-2 koloni/g. Pada pengujian skrining fitokimia ekstrak etanol daun labu kuning positif mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, steroid.
Farmakologi Dasar
Buku ini membahas topik-topik yang diajarkan pada mata kuliah Farmakologi Dasar dan memuat beberapa bab yang meiputi Farmakokinetik, Farmakodinamik, Farmakologi Sistem Saraf Otonom, Toksikologi, Efek Samping dan Interaksi Obat, serta Prinsip Dasar Penulisan Resep. Buku ini juga membahas konsep-konsep dasar yang diperlukan untuk farmakoterapi dimana sudah menggunakan pendekatan klinis.
Kajian Daya Dukung dan Ekosistem Pulau Kecil
Buku ini merupakan pengembangan dari laporan akhir Kuliah Kerja Lapangan MPPDAS Fakultas Geografi Tahun 2015 di Pulau Pari, Provinsi DKI Jakarta. Buku ini membahas tentang rona lingkungan di Pulau Pari yang dibedakan menjadi rona lingkungan abiotik, biotik, dan sosial budaya. Lingkungan abiotik meliputi kondisi iklim, karakteristik pantai, kondisi air tawar, dan penggunaan lahan. Lingkungan biotik meliputi ekosistem mangrove, terumbu karang, padang lamun, semak belukar, tanaman perdu, pantai, dan laut. Lingkungan sosial budaya meliputi kebersihan lingkungan, mata pencaharian, pendidikan, dan kesehatan. Kondisi biodiversitas di Pulau Pari beragam dan berdasarkan tingkatannya dibedakan menjadi biodiversitas ekosistem dan biodiversitas spesies. Kesesuaian aspek fisik terhadap pengembangan objek wisata di Pulau Pari tergolong cukup sesuai untuk wisata bahari dan wisata pantai. Deskripsi mengenai rona lingkungan dan keragaman biodiversitas di Pulau Pari menggambarkan potensi sumber daya yang merupakan aspek utama dalam pembangunan di pulau, terutama kegiatan pembangunan pariwisata. Analisis kesesuaian aspek fisik untuk pengembangan objek wisata mampu menyajikan informasi terkait parameter fisik yang sesuai dan cocok untuk kegiatan wisata, baik wisata bahari maupun wisata pantai.] [UGM Press, UGM, Gadjah Mada University Press]
Bertanam Mangga Alpukat Rajin Berbuah
Gambaran Penyimpanan obat dan perbekalan Farmasi di Gudang obat Puskesmas Marangkayu Periode Bulan April Tahun 2019
STUDI LITERATUR ANALISIS PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS TELING ATAS MANADO DAN PUSKESMAS AIRMADIDI MINAHASA UTARA
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat di Puskesmas Teling Atas Manado dan Puskesmas Airmadidi Minahasa Utara dengan persyaratan. Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu hal yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Penyimpanan obat di Puskesmas mempunyai dampak besar dalam pelayanan kesehatan di puskesmas. Penyimpanan yang kurang baik dapat membawa kerugian material. Analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data tentang penyimpanan di puskesmas yang akan dibandingkan. Objek yang diteliti adalah kesesuaian prosedur penyimpanan obat di Puskesmas Teling Atas Manado dan Puskesmas Airmadidi Minahasa Utara. Hasil penelitian menyatakan bahwa penyimpanan obat di Puskesmas Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara dan Puskesmas Teling Atas Kecamatan Wanea Kota Manado memenuhi parameter pengamatan mutu, tetapi belum memenuhi parameter kondisi penyimpanan obat dan dan cara menyimpan dan menyususn obat. Kondisi penyimpanan obat di Puskesmas Aimadidi Kabupaten Minahasa Utara belum memenuhi persyaratan ventilasi dan suhu ruangan, Puskesmas Teling Atas Kecamatan Wanea Kota Manado belum memenuhi persyaratan luas gudang dan suhu ruangan. Puskesmas Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara belum memenuhi persyaratan penyimpanan injeksi dan penandaan obat kadaluarsa, Puskesmas Teling Atas Kecamatan Wanea Kota Manado belum memenuhi persyaratan penandaan obat kadaluarsa.
STUDI LITERATUR ANALISIS PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS TELING ATAS MANADO DAN PUSKESMAS AIRMADIDI MINAHASA UTARA
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat di Puskesmas Teling Atas Manado dan Puskesmas Airmadidi Minahasa Utara dengan persyaratan. Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu hal yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Penyimpanan obat di Puskesmas mempunyai dampak besar dalam pelayanan kesehatan di puskesmas. Penyimpanan yang kurang baik dapat membawa kerugian material. Analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data tentang penyimpanan di puskesmas yang akan dibandingkan. Objek yang diteliti adalah kesesuaian prosedur penyimpanan obat di Puskesmas Teling Atas Manado dan Puskesmas Airmadidi Minahasa Utara. Hasil penelitian menyatakan bahwa penyimpanan obat di Puskesmas Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara dan Puskesmas Teling Atas Kecamatan Wanea Kota Manado memenuhi parameter pengamatan mutu, tetapi belum memenuhi parameter kondisi penyimpanan obat dan dan cara menyimpan dan menyususn obat. Kondisi penyimpanan obat di Puskesmas Aimadidi Kabupaten Minahasa Utara belum memenuhi persyaratan ventilasi dan suhu ruangan, Puskesmas Teling Atas Kecamatan Wanea Kota Manado belum memenuhi persyaratan luas gudang dan suhu ruangan. Puskesmas Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara belum memenuhi persyaratan penyimpanan injeksi dan penandaan obat kadaluarsa, Puskesmas Teling Atas Kecamatan Wanea Kota Manado belum memenuhi persyaratan penandaan obat kadaluarsa.
Stabilizarea haldelor de steril din Banat şi impactul asupra mediului şi populaţiei
Intisari Bahasa Indonesia untuk SMA
Buku terbitan KawanPustaka ini mempelajari tentang intisari bahasa indonesia untuk SMA. -KawanPustaka-
Bahasa Indonesia Terapan
Dalam rangka membekali mahasiswa tetap bangga akan bahasa nasionalnya, buku Bahasa Indonesia Terapanini berupaya menghimpun dan menyadur berbagai literatur yang terkait, yang dapat dipakai sebagai sumber. Pengajaran Bahasa Indonesia Terapan sebagai Mata Kuliah Berkepribadian di Perguruan Tinggi dapat diwujudnyatakan dalam keterampilan berbahasa. Upaya mengundang minat mahasiswa terhadap mata kuliah ini, dalam setiap topik akan diberikan latihan-latihan (bukan pekerjaan rumah), kegiatan berdua, kegiatan kelompok hingga kemampuan diri baik dalam komunikasi lisan maupun tulisan untuk dapat menyusun karangan ilmiah yang baik dan benar. Materi yang ada dalam buku ini telah disesuaikan dengan kurikulum perguruan tinggi Silabus maupun SAP, namun pembahasan dan penjabarannya dimodifikasi sesuai program studi/jurusan. Buku sederhana ini kiranya dapat membantu pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi agar mendukung kecakapan mahasiswa dalam menulis karangan ilmiah