Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Biji
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FENOLIK EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea Americana Mill) BERDASARKAN PERBEDAAN CARA PENGERINGAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ekstrak etanol biji alpukat mengandung alkaloid, saponin, karbohidrat, asam amino, glikosida, terpenoid, fenol, flavonoid dan kumarin glikosida. Kandungan bahan aktif yang terdapat pada tanaman sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan. Metode pengeringan yang tepat diperlukan agar diperoleh ekstrak biji alpukat dengan kadar senyawa fenolik yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar fenolik ekstrak etanol biji alpukat berdasarkan perbedaan cara pengeringan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan , pengambilan sampel, pembuatan simplisia dengan cara pengeringan alami secara matahari langsung dan pengeringan buatan dengan oven pada suhu 60℃, ekstraksi secara maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik secara spektrofotometri UV-Vis. Data yang diperoleh dinalisis secara deskriptif berupa data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat metode pengeringan matahari dan oven positif mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid. Hasil penelitian diperoleh kadar total fenolik ekstrak biji alpukat menggunakan metode pengeringan matahari langsung sebesar 194,8769 ±0,3795 mg GAE/g dan kadar total fenolik ekstrak biji alpukat menggunakan metode pengeringan oven suhu 60℃ sebesar 56,1492 ±0,3957 mg GAE/g. Analisis data kadar fenolik menggunakan uji Independent T-Test dengan p0,05 dan didapatkan Sig. (2-tailed) adalah 0,000 maka H1 diterima yaitu, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metode pengeringan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT DAN BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN METODE DPPH (1,1-DIPHENYL-2-PICRYLHIDRAZYL)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami. Selain daging buahnya, bagian kulit dan biji alpukat diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, tanin, dan senyawa fenolik lainnya yang berperan dalam menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang berhubungan dengan berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan sumber antioksidan yang aman dan berasal dari bahan alam. Pemanfaatan bagian kulit dan biji alpukat sebagai sumber antioksidan menjadi peluang yang perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan biji alpukat berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelusuri artikel ilmiah melalui mesin pencari Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kesesuaian judul, metode penelitian, dan hasil yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan kulit dan biji alpukat menggunakan metode (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) DPPH. Dari hasil penelusuran dan seleksi literatur, diperoleh dua jurnal penelitian yang relevan untuk dianalisis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan biji alpukat berdasarkan nilai persentase penghambatan yang dilaporkan dalam literatur.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PEMBERIAN REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun jambu biji (Psidium guajava) merupakan salah satu dari jenis terapi herbal untuk menangani penyakit diabetes melitus (DM), bagian tanaman jambu biji yang dapat dijadikan obat DM salah satunya adalah bagian daun. Daun jambu biji Mengandung tanin dan kalsium dimana tanin menghambat enzim -glikosidase sehingga memperlambat pelepasan glukosa dalam darah. Melalui studi literatur tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pemberian rebusan daun jambu biji untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM. Objek penelitian ini adalah informasi hasil penurunan kadar gula darah setelah pemberian air rebusan daun jambu biji. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, berupa data kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Kadar glukosa sebelum diberikannya rebusan daun jambu biji kelompok maupun intervensimaupun kontrol adalah 257,09 mg/dl dan 232,79 mg/dl sedangkan setelah diberikan air rebusan daun jambu biji adalah 189,36 mg/dl dan 232,79 mg/dl. Kesimpulan dari penelitian pemberian rebusan air daun jambu biji efektif dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus type 2.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Escherichia coli merupakan bakteri patogen yang sering menyebabkan infeksi, terutama pada saluran pencernaan, serta menjadi resisten akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Daun jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan tanaman obat tradisional yang mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid, tanin, dan saponin, yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Senyawa tersebut bekerja dengan merusak membran sel, mengganggu permeabilitas, dan menghambat pertumbuhan bakteri. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Melalui studi literatur, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai jurnal ilmiah yang membahas tentang potensi dan manfaat daun jambu biji sebagai antibakteri. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur yang mencakup analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data- data yang terkumpul mengenai nilai aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jambu biji terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli, sehingga diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna mengenai potensi daun jambu biji sebagai sumber antibakteri alami dan kontribusinya dalam pengobatan tradisional, serta menjadi referensi bagi penelitian lebih lanjut di bidang farmasi dan kesehatan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK EKSTRAK METANOL BIJI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var. edulis) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biji buah markisa mengandung beberapa senyawa seperti flavonoid, polifenol, dan saponin yang memiliki efek sebagai antioksidan, hipoglikemia, antihipertensi dan perbaikan kondisi kulit. Aktivitas antioksidan dipengaruhi oleh total flavonoid, dimana semakin tinggi senyawa flavonoid yang terdapat pada suau ekstrak maka semakin tinggi aktivitas antioksidannya, sehingga senyawa polifenol dan flavonoid memiliki korelasi dengan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik dan flavonoid ekstrak metanol biji markisa ungu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tanaman, pengumpulan biji markisa dari Tana Toraja, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak metanol biji markisa, uji kadar air, skrining fitokimia, penetapan kadar fenolik menggunakan asam galat dengan reagen folin ciocalteau dan penetapan kadar flavonoid menggunakan pembanding kuersetin dengan metode spektrofotmetri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji markisa ungu mengandung sejumlah besar besar flavonoid, saponin, triterpenoid, tanin,dan fenol. Ekstrak biji markisa ungu mengandung senyawa fenolik dengan pembanding asam galat yang dibaca pada panjang gelombang 745 nm diperoleh rata-rata kadar fenol sebesar 72,76 mgGAE/ g Ekstrak dan mengandung senyawa flavonoid dengan pembanding kuersetin yang dibaca pada gelombang 440 nm, diperoleh rata-rata kadar flavonoid sebesar 49,03 mgQE/ g Ekstrak

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh metode pengeringan pada fraksi etil asetat dan n-heksan terhadap kadar fenolik total ekstrak biji buah alpukat (Persea americana Mill.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki aneka tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah – buahan salah satunya adalah buah alpukat yang permintaanya meningkat setiap tahunnya. Buah alpukat merupakan buah yang termasuk paling sering dikonsumsi. Masyarakat memanfaatkan pada buahnya saja sedangkan bagian lainnya seperti bijinya kurang dimanfaatkan. Pengeringan menggunakan oven dapat menghasilkan berat kering konstan lebih cepat, yang dipengaruhi oleh suhu yang digunakan sehingga dapat meningkatkan biaya produksi sedangkan pengeringan dengan sinar matahari dapat memberikan keuntungan dari segi biaya produksi yang murah dengan waktu yang singkat namun sinar matahari dapat mendegradasi senyawa fitokimia yang terkandung dalam simplisia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perlakuan pengeringan matahari langsung dan pengeringan oven serta menguji kadar fenolik total dengan fraksi etil asetat dan n-heksan biji buah alpukat (Persea americana Mill.). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian ini meliputi determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia dengan cara pengeringan alami secara matahari langsung dan pengeringan buatan dengan oven pada suhu 60oC, ekstraksi secara maserasi, fraksinasi dengan etil asetat dan n-heksan, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik total secara spektrofotometri UV-Vis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berupa data kualitatif dan kuantitatif.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Biji Semangka Kuning (Citrullus lanatus (Thunb.)) Dengan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil).

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil yang dapat memicu stres oksidatif. Stres oksidatif dapat memicu kerusakan sel, jaringan, hingga gangguan paru-paru, yang kemudian akan menyebabkan penyakit degeneratif. Salah satu cara untuk mengurangi stres oksidatif adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh melalui terapi antioksidan, dimana antioksidan dapat ditemukan pada salah satu bahan alam yaitu biji semangka karena memiliki senyawa fenol dan flavonoid. Fenol dan flavonoid adalah salah satu senyawa antioksidan karena dapat mendonorkan atom hidrogen pada senyawa radikal sehingga senyawa radikal dapat bersifat stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji semangka kuning (Citrullus lanatus (Thunb.)). Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental. Objek pada penelitian ini adalah aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji semangka kuning. Proses penelitian ini dimulai dari pengumpulan sampel semangka kuning dengan kriteria tertentu, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, skrining fitokimia, serta penetuan aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji semangka kuning dengan menggunakan vitamin C sebagai pembanding. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH (1,1-definil-2piklhidrazil) secara spektrofotometri UV-Vis. Data yang diperoleh berupa data kualitatif yang dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi, tabel dan grafik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak metanol biji semangka kuning memiliki nilai IC50 rata-rata sebesar 409,2876 ppm yang dikategorikan sebagai antioksidan lemah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Metode Pengeringan Pada Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas sehingga dapat terlindung dari berbagai macam penyakit dan dapat melindungi kulit yang sensitif terhadap peradangan, penuaan dini, dan kanker yang disebabkan oleh radikal bebas. Salah satu radikal bebas yang dapat ditangkal oleh antioksidan yaitu sinar matahari. Salah satu bahan alam yang mengandung antioksidan yaitu alpukat. Alpukat mengandung antioksidan tinggi yang terdapat pada bijinya. Salah satu cara agar terhindar dari paparan radikal bebas dapat diperoleh dari suatu produk dengan nilai aktivitas antioksidan dan tabir surya dengan proses pengeringan yang baik. Mengingat pentingnya proses pengeringan simplisia guna mendapatkan simplisia yang bermutu, maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengeringan simplisia dengan dua metode pengeringan yaitu sinar matahari dengan ditutup kain hitam yang dilakukan pada siang hari selama 3 hari dan pengeringan oven pada suhu 60oC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap Inhibitory Concentration 50 (IC50) dan Sun Protection Factor (SPF) ekstrak biji alpukat. Objek yang diteliti adalah aktivitas antioksidan dan tabir surya ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.). Aktivitas antioksidan dan tabir surya ditentukan secara in vitro dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan Spektrofotometri UV-Vis berdasarkan panjang gelombang yaitu 290 nm – 320 nm. Berdasarkan hasil penelitian pada ekstrak etanol biji alpukat pengeringan oven diperoleh nilai IC50 sebesar 29,45 ppm termasuk kategori sangat kuat dan pada pengeringan sinar matahari sebesar 6,81 ppm termasuk kategori sangat kuat. Pada uji aktivitas tabir surya pengeringan oven pada konsentrasi 1000 ppm memiliki nilai SPF 7 ppm kategori rendah dan pengeringan sinar matahari pada konsentrasi 1000 ppm memiliki nilai SPF 9,3 kategori rendah

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Lulur Kocok Beras Merah (Oryza nivara Linn.) Kombinasi Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Sebagai Antioksidan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit manusia berfungsi sebagai proteksi, fungsi proteksi akan terganggu jika kulit sering terpapar polusi dan radikal bebas dari sinar UV matahari. Melawan radikal bebas dapat diberikan antioksidan. Sumber antioksidan dapat dijumpai pada biji Alpukat (Persea americana Mill.) dan beras merah (Oryza nivara L.). Biji alpukat memiliki sumber senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan dan beras merah memiliki senyawa antosianin sebagai antioksidan, selain itu beras merah berfungsi mengangkat sel kulit mati. Sediaan topikal sangat dibutuhkan untuk melindungi kulit dari serangan radikal bebas, sediaan topikal dapat berupa lulur kocok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik dan mengetahui kandungan aktivitas antioksidan dalam sediaan lulur kocok. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Biji alpukat diekstrak menggunakan pelarut etanol 95% yang diformulasikan menjadi sediaan lulur kocok beras merah kombinasi ekstrak biji alpukat, dengan konsentrasi ekstrak biji alpukat 2,5%, 5% dan 7,5%. Evaluasi sediaan lulur kocok meliputi uji organoleptis, uji viskositas, uji sedimentasi, uji redispersi dan uji aktivitas antioksidan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji mutu fisik menunjukkan bahwa F0, F1, F2, F3 memenuhi persyaratan yang baik pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH , uji sedimentasi dan uji redispersi. Pada pengujian pH memenuhi syarat pH kulit 4,5-8, pada pengujian viskositas F0 memiliki viskositas yang baik dari minggu 0 hingga minggu 4. Pada F1, F2 dan F3 mengalami peningkatan viskositas. Pada pengujian sedimentasi memenuhi syarat memiliki harga mendekati 1 dan pada pengujian redispersi memiliki syarat tidak lebih dari 30 detik. Nilai antioksidan pada F1 dengan konsentrasi ekstrak biji alpukat 2,5% menghasilkan nilai IC50 1.655,11 ppm, nilai IC50 pada F2 dengan konsentrasi 5% menghasilkan nilai IC50 956,51 ppm, dan pada F3 dengan konsentrasi 7% menghasilkan nilai IC50 725 ppm. Sediaan lulur kocok tergolong ke dalam antioksidan lemah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) PADA BAKTERI Escherichia coli

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Studi Literatur menjelaskan tentang Escherichia coli merupakan golongan bakteri coliform yaitu flora normal didalam usus manusia dan menimbulkan penyakit bila masuk kedalam organ atau jaringan lain, seperti pneumonia, endocarditis, infeksi pada luka, dan penyakit diare. Secara tradisional biji pepaya memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder pada ekstrak biji pepaya dan penghambatan antibakteri E.coli. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri biji pepaya (Carica papaya L.) pada Escherichia coli. Tahapan penelitian dimulai dari data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data yaitu data dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan melakukan verifikasi dan tujuan ulang data yang didapat agar kesimpulan dilakukan dengan benar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan skrining fitokimia pada ekstrak biji pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Sedangkan aktivitas antibakteri ekstrak biji pepaya mampu menghambat pada konsentrasi 1,25%, 10%, 20%, 50% dengan pelarut etanol 96% dan pada etanol 70% mampu menghambat pada konsentrasi 1%. Kesimpulan dari penelitian studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya sudah mampu menghambat pada konsentrasi 1,25% menghasilkan zona hambat 3,60 mm pada pelarut etanol 96% dan dengan konsentrasi 1% mengasilkan zona hambat 9 mm pada pelarut etanol 70%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BIJI DAN DAUN PANGI (Pangium edule Reinw.)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pangi (Pangium edule Reinw.) tumbuh subur di sebagaian besar wilayah Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Tumbuhan pangi merupakan tumbuhan serbaguna yang hampir semua bagian dari tumbuhan ini memiliki manfaat. Tumbuhan ini mengandung flavonoid, terpenoid, alkaloid, saponin dan berkhasiat sebagai antioksida. Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi dengan cara mengikat radikal bebas. Tumbuhan ini juga mengandung asam sianida dan mengandung asam glutamat. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antioksidan biji dan daun pangi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antioksidan daun dan biji pangi. Studi ini bermanfaat untuk digunakan sebagai kelengkapan informasi terkait antioksidan pangi. Data yang digunakan pada studi ini adalah data sekunder yang yang berasal dari beberapa penelitian. Nilai IC50 daun pangi, biji pangi tanpa perebusan, biji pangi dengan perebusan 5 menit, 10 menit, maupun 15 menit berurutan adalah 831,33 ppm, 9756,61 ppm, 10949,34 ppm, 12882,72 ppm dan 15704,79 ppm. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat persamaan aktivitas antioksidan dari daun dan biji pangi.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK PATI BIJI BUAH DURIAN (Durio zibethinus) DAN PATI BIJI BUAH LAI (Durio kutejensis) SEBAGAI EKSIPIEN TABLET

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan obat sangat didukung dengan penemuan bentuk sediaan baru yang melibatkan eksipien pendukung sebagai campuran untuk mendapatkan pengembangan suatu formula yang baik dan aman, salah satu bahan yang dapat dikembangkan dalam sediaan farmasi yaitu pati biji durian. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik pati biji durian yang memenuhi persyaratan sebagai eksipien farmasetika. Penelitian ini merupakan studi literatur. Objek yang diteliti adalah karkateristik pati biji durian dan pati biji lai. Tahapan penelitian dimulai mereduksi data yaitu melakukan penyuntingan dan meringkas data yang berasal dari jurnal, sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif kemudian akan dilakukan penarikan kesimpulan yaitu verifikasi dan tinjauan ulang dari penarikan data kesimpulan agar data penelitian ini didapatkan dengan benar. Analisis penelitian ini dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa kedua jenis pati biji durian semuanya memenuhi persyaratan standar sebagai bahan eksipien farmasi, pemeriksaan organoleptik memiliki bentuk serbuk halus; warna putih kecoklatan; tidak berasa dan bau khas pati biji durian, pemeriksaan kadar air 9,45%, 8,06% dan 8%-13%, kadar abu hanya dimiliki kode B sebesar 1,32%, kadar pati 27,22%, 38,89%, dan 26,16%, daya kembang 6,03%, 3,23%, dan 11,63%. Dengan demikian pati biji durian memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan eksipien farmasetika.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BIJI PANGI (Pangium edule REINW.) DAN BIJI PEPAYA (Carica papaya L.)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam studi ini bertujuan untuk membandingankan aktivitas antioksidan yang masih dalam satu golongan ordo Violales pada biji pangi (Pangium edule Reinw.) dan biji pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan tumbuhan pangi dengan pepaya dengan menggunakan metode DPPH. Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau merendam dampak negatif oksidan dalam tubuh. Antioksidann merupakan senyawa kimia yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas di sekitar lingkungan. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Pada hasil penelitian biji pangi didapat hasil IC50 optimal dengan perebusan selama 5 menit sebesar 10949,34 ppm, pada hasil penelitian aktivitas antioksidan biji pepaya didapat sebesar 462,7 ppm, hasil aktivitas antioksidan ekstrak daun pangi sebesar 831,33 ppm dan hasil aktivitas antiosidan ekstrak kulit buah pepaya sebesar 95,824 ppm. Kesimpulan yang dapat diambil ialah terdapat perbedaan nilai IC50 pada kedua tumbuhan tersebut walaupun masih termasuk dalam satu ordo.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN LIP BALM DENGAN BASIS MINYAK ZAITUN, MINYAK BIJI ANGGUR DAN MINYAK BUAH MERAH

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lip balm atau salep bibir adalah lilin substansi dioleskan pada bibir yang digunakan untuk menjaga bibir agar tidak mudah kering dan pecah-pecah. Lip balm bertujuan untuk melindungi dan menjaga kelembaban bibir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sediaan lip balm dengan basis minyak zaitun, minyak biji anggur dan minyak buah merah. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah dokumen terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data pada studi ini menggunakan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul yaitu sifat fisik sediaan lip balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, titik lebur, pH dan iritasi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan lip balm yang mengandung minyak zaitun, minyak biji anggur dan minyak buah merah memenuhi persyaratan uji homogenitas, organoleptis, titik lebur, pH, tidak mengiritasi kulit dan stabil selama penyimpanan 28 hari. Sifat fisik lip balm minyak biji anggur dan minyak buah merah lebih baik dari pada minyak zaitun.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail