Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Masyarakat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kefarmasian yang berkualitas di rumah sakit berperan penting dalam meningkatkan kepuasan dan keamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif non-eksperimental. Responden dipilih menggunakan metode accidental sampling dan data dikumpulkan melalui kuesioner berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti langsung (tangible). Hasil penelitian mengenai pelayanan kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor menunjukkan bahwa dimensi pelayanan berada dalam kategori baik, yaitu kehandalan 77,5, daya tanggap 77,5, jaminan 78,125, dan empati 78,75, dan bukti langsung 77,5. Secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor diperoleh nilai SKM sebesar 77,8 dengan mutu pelayanan baik (B).

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Loa Duri Ilir Terhadap Perilaku Penyimpanan Obat Di Rumah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat di rumah berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, stabilitas, dan efektivitas obat selama masa penggunaannya. Penyimpanan obat yang tidak sesuai masih banyak ditemukan di masyarakat sehingga berpotensi menurunkankualitas obat, mengurangi efektivitas terapi, serta meningkatkan risiko penggunaan obat yang tidak rasional. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi perilaku tersebut adalah tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penyimpanan obat yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Desa Loa Duri Ilir tentang penyimpanan obat di rumah, mengidentifikasi perilaku penyimpanan obat, serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penyimpanan obat di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain Cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 13.509 jiwa. Sampel penelitian sebanyak 389 responden ditentukan menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5% dan dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2026 menggunakan kuesioner yang terdiri atas 12 item pengetahuan dan 10 item perilaku. Instrumen telah diuji validitas menggunakan korelasi pearson product moment pada 30 responden dan seluruh butir pertanyaan dinyatakan valid (Sig. < 0,05). Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,889 pada variabel pengetahuan dan 0,780 pada variabel perilaku sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil uji normalitas Kolmogorov-smirnov menunjukkan data tingkat pengetahuan dan perilaku tidak berdistribusi normal, sehingga analisis hubungan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (72,5%) dan perilaku penyimpanan obat kategori baik (70,9%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku penyimpanan obat di rumah. Semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat, semakin baik pula perilaku penyimpanan obat yang diterapkan. Edukasi mengenai penyimpanan obat yang benar perlu terus ditingkatkan melalui peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, guna mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional di masyarakat.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT DI KAMPUNG LIRUNG UBING

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan resistensi bakteri, meningkatkan biaya pengobatan, serta menurunkan efektivitas terapi. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi penggunaan antibiotik adalah tingkat pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, gambaran penggunaan antibiotik, serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kampung Lirung Ubing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 72 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi setiap variabel dan secara bivariat menggunakan uji Korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 30 responden (41,7%), sedangkan penggunaan antibiotik sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 41 responden (56,9%). Hasil uji Korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi (r = 0,323) dengan nilai signifikansi (p = 0,006). Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan antibiotik pada masyarakat di Kampung Lirung Ubing. Hubungan tersebut bersifat positif dengan kekuatan hubungan rendah, yang berarti semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat maka semakin baik pula penggunaan antibiotiknya.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SIKAP DAN TINDAKKAN DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DOKTER

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter merupakan tantangan serius karena risiko resistensi antibiotik. Studi literatur ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah tentang hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap tindakan penggunaan antibiotik tanpa resep. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan tinjauan artikel dari Google Scholar dan Garuda periode 2015– 2025. Hasil kajian terhadap dua artikel menunjukkan bahwa sikap masyarakat memiliki hubungan lebih dominan dibandingkan pengetahuan. Tingkat pengetahuan masyarakat masih tergolong rendah (47,7%), sikap cenderung negatif (54,2%), dan tindakan penggunaan antibiotik tidak tepat (57,3%). Secara bersama, pengetahuan dan sikap memiliki hubungan signifikan terhadap tindakan (p=0,000). Faktor pendidikan dan pekerjaan juga turut mempengaruhi ketiga aspek tersebut. Kesimpulannya, kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik rasional tidak hanya ditentukan oleh tingkat pengetahuan, tetapi juga sangat bergantung pada sikap positif serta faktor sosiodemografi. Saran yang diajukan adalah perlunya edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk sikap positif, serta penguatan peran tenaga kesehatan dalam mengawasi penggunaan antibiotik di masyarakat.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP SWAMEDIKASI GASTRITIS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastritis merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di masyarakat, ditandai dengan peradangan pada lapisan lambung yang dapat menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, mual, dan perut kembung. Swamedikasi atau pengobatan sendiri menjadi salah satu pendekatan yang umum dilakukan untuk menangani gejala gastritis Gastritis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, infeksi bakteri H. pylori, kebiasaan makan makanan yang pedas, asam, minuman seperti soda, konsumsi kopi, alkohol, stres emosional, obat-obatan seperti NSAID, serta dapat juga disebabkan oleh faktor imunitas. Pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi tergolong baik, namun masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami, swamedikasi tentang gastritis, penggunaan obat dan informasi mengenai obat. Studi literatur ini bertujuan untu menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu mencari artikel terkait tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis dan mempelajari buku-buku terkait swamedikasi gastritis pada masyarakat dan melakukan penyajian data dalam, bentuk tabel deskriptif berdasarkan karateristik, tingkat pengetahuan masyarakat dalam swamedikasi gastritis. Objek penelitian ini yaitu artikel terkait tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis dengan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan persentase pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat di 2 wilayah berbeda yaitu masyarakat di Pangkalan Bun dengan persentase 87,0% dan di Gagaan Blora dengan persentase tinggi terhadap pemahaman pengetahuan swamedikasi gastritis yaitu 92,9%. Responden memahami pengetahuan swamedikasi gastritis, indikasi, aturan pakai serta efek samping.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DAGUSIBU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengetahuan merupakan suatu hasil dari rasa keingin tahuan melalui proses sensoris, terutama pada mata dan telinga terhadap objek tertentu. Perlu adanya pengawasan dan penyampaian informasi tentang obat untuk masyarakat dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan serta membuang obat dengan baik, dalam dunia kesehatan dikenal dengan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian yaitu gambaran pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik, pengetahuan dan sikap responden.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan kesehatan di Indonesia menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan nasional. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan penyediaan obat generik yang harganya lebih ekonomis bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Banyaknya persepsi negatif dari masyarakat terkait obat generik sebagai pilihan yang murah dan dianggap kurang bermutu, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai konsep obat generik. Studi literatur ini bertujuan untuk dapat melihat gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik khususnya di wilayah Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Objek studi literatur ini adalah tingkat pengetahuan masyarakat terhadap obat generik di wilayah Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan tahapan penelitian meliputi pengumpulan, penyuntingan dan meringkas data serta penarikan kesimpulan dari data yang didapatkan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul yaitu karakteristik responden berupa usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Hasil yang diperoleh dari pengkajian kedua artikel penelitian ialah, pada artikel pertama mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat termasuk dalam kategori tingkat pengetahuan “kurang” dengan persentase 75,69% dan pada artikel kedua mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat termasuk dalam kategori tingkat pengetahuan “cukup” dengan persentase 45%. Dari kedua artikel didapatkan tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori “baik” merupakan persentase paling rendah yaitu “1,39%” dan “25%”, sehingga dapat disimpulkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan masuk dalam kategori “kurang hingga cukup”.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DIBEBERAPA APOTEK

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian. Pelayanan Kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan masyaraka terhadap pelayanan kefarmasian di beberapa apotek. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengancara mengumpulkan mempelajari, dan menelaah dokumen, skripsi, serta jurnal terkait. Hasil dari studi literatur ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian di beberapa apotek di kota Surabaya, apotek di kota Kupang dan apotek di kota Samata yang ditinjau dari dimensi Tangibles (Bukti Fisik), Reliability (Kehandalan), Responsivennes (Ketanggapan), Assurance (Kepastian), Emphaty (Empati) termasuk kategori puas dengan persentase masing-masing 89.9%,85% dan 80%

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARKAT TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk membandingkan penelitian dari jurnal ilmiah dan skripsi dari pihak terkait tentang pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik berdasarkan umur dan tingkat pendidikan. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penilitian. Total butir dalam distribusi berdasarkan umur responden adalah 37% dalam kategori baik, 36% dalam kategori cukup, dan 28,57% dalam kategori baik. Dan dari tingkatan umur 17-30, 31-40, 41-60. Total butir distribusi berdasarkan tingkat pendidikan responden adalah 35% kategori cukup, 51% kategori baik, 28,57 kategori cukup. Dari tingkatan pendidikan SD, SMP, SMA, SARJANA/AKADEMIK. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada ketiga penelitian terdapat hasil yang berbeda-beda dalam ketegori tingkat pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yaitu dari segi tingkat pendidikan dan umur responden

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail