Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

57 hasil
Subjek: Rumah sakit
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penyimpanan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan sangat penting untuk memastikan kualitas dan keamanan dalam penyimpanan sediaan farmasi bahan medis habis pakai serta sediaan farmasi dan alat kesehatan. Persyaratan kefarmasian dalam penyimpanan obat yang dimaksud meliputi stabilitas dan keamanan, cahaya, kelembaban, sanitasi, ventilasi, dan penggolongan jenis sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kesesuaian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Penelitian ini merupakan non-eksperimental yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara kualitatif dan kuantitatif, berdasarkan pengamatan untuk menghasilkan data informasi menggunakan formulir daftar periksa atau form checklist. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan total sampling. Data kualitataif yang diperoleh dari hasil lembar pengumpulan data melalui form checklist observasi disajikan dalam bentuk berupa narasi, lembar form checklist observasi berupa persentase persen untuk kategori penilaian dari penelitian ini dimasukkan pada bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda sudah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian yang sudah dilakukan seperti persyaratan penyimpanan persentase yang di dapatkan sebesar 100%, komponen penyimpanan 100%, pengaturan penyimpanan 100%, metode penyimpanan 100%, pengelolaan obat emergency 100%, dan untuk peralatan penyimpanan 100%. Hasil evaluasi penelitian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda masih terdapat banyak indikator yang belum sesuai standarseperti hasil nilai TOR sebesar 2.127.63 kali, persentase obat kadaluarsa sebesar 1.854.737 %, persentase stok obat mati 9,1%, persentase kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 76,22%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG PERBEKALAN FARMASI RUMAH SAKIT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan perbekalan farmasi harus menjamin mutu, kualitas dan keamanan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang penyimpanan di beberapa gudang perbekalan farmasi rumah sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, jurnal-jurnal serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Objek penelitian ini adalah beberapa gudang perbekalan farmasi Rumah Sakit. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran penyimpanan obat di gudang farmasi Rumah Sakit berdasarkan data-data yang terkumpul. Berdasarkan hasil studi literatur mengenai pengelolaan penyimpanan obat di gudang farmasi Rumah Sakit dapat disimpulkan bahwa penyimpanan di Gudang Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Manado telah memenuhi ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun 2016. Sementara itu, di Gudang Perbekalan Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Lapangan Sawang Sitaro, tingkat kepatuhannya hanya mencapai 68%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PELAKSANAAN PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT (PKPO) BERDASARKAN PEDOMAN STARKES 2024 DI RSUD Dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat di rumah sakit merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien dan bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien melalui obat yang aman, efektif dan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pelayanan kefarmasian dan pengelolaan obat berdasarkan STARKES 2024 di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif dengan informan kunci berjumlah 9 orang yang dipilih melalui purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu pelaksanaan PKPO, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, telaah dokumen, dan simulasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk memberikan Gambaran yang sistematis dan terukur mengenai Tingkat keterlaksanaan PKPO berdasarkan 7 elemen penilaian STARKES 2024.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Kepatuhan Pasiean Diabetes Mellitus Terhadap Penggunaan Obat Antidiabetik Di Rumah Sakit Dirgahayu

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan pengobatan jangka panjang. Tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antidiabetik sangat menentukan keberhasilan terapi dan pengendalian kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik pada pasien DM di Rumah Sakit Dirgahayu. Metode penelitian menggunakan desain survey analitik crosssectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling berupa purposive sampling terhadap pasien DM yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel minimal berjumlah 95 responden data dikumpulkan secara prospektif menggunakan kuesioner MMAS-8 yang telah tervalidasi. Analisis data mencakup analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat kepatuhan serta dilakukan uji chi-square untuk melihat hubungan karakteristik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pasien tergolong rendah, dengan persentase kepatuhan tinggi 7,22%, kepatuhan sedang 36,08%, dan kepatuhan rendah sebesar 56,70%. Pekerjaan merupakan faktor yang mempengaruhi kepatuhan, sedangkan jenis kelamin, usia, dan pendidikan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG DI RUANG ICCU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDOEL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA MENGGUNAKAN METODE ATC/DDD ((Anatomical Therapeutic Chemical / Defined Daily Dose) PERIODE JULI – DESEMBER 2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik merupakan senyawa kimia yang dihasilkan dari mikroorganisme seperti jamur dan bakteri, maupun diproduksi secara sintetis yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri serta organisme lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai evaluasi penggunaan antibiotik di Ruang ICCU Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda berdasarkan jenis dan kuantitas penggunaan metode ATC/DDD. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik dengan rancangan cross-sectional, dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Teknik sampling yang diterapkan dalam penelitian ini purposive sampling, dengan sampel yang digunakan adalah pasien ICCU dengan kriteria inklusi rawat inap yang menerima terapi antibiotik serta mempunyai data rekam medik yang lengkap selama periode Juli - Desember 2024. Analisis data dilakukan berdasarkan pada demografi pasien, karakteristik pasien (jenis kelamin, usia, lama rawat inap), dan profil penggunaan antibiotik (jenis dan rute pemberian).Kemudian Analisis kuantitatif penggunaan antibiotik menggunakan metode ATC/DDD, dengan menghitung nilai DDD/100 pasien-hari untuk setiap jenis antibiotik, dan total nilai DDD/100 pasien-hari penggunaan antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan total konsumsi antibiotik mencapai 393,8 DDD dengan nilai sebesar 124,23 DDD/100 hari rawat. Antibiotik yang paling dominan digunakan adalah Ceftriaxone dengan nilai 57,10 DDD/100 hari rawat, diikuti oleh Ampicillin Sulbactam sebesar 28,80 DDD/100 hari rawat. Berdasarkan analisis metode DU 90%, penggunaan antibiotik terkonsentrasi pada empat jenis utama, yaitu Ceftriaxone, Ampicillin Sulbactam, Metronidazol (PO), dan Metronidazol (IV) dengan persentase kumulatif 89,23%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan tingginya penggunaan antibiotik spektrum luas pada pasien kritis di ruang ICCU. Meskipun pola penggunaan antibiotik relatif terfokus, evaluasi lebih lanjut secara berkala serta penerapan program pengawasan penggunaan antibiotik (antimicrobial stewardship) tetap diperlukan guna memastikan rasionalitas terapi dan mencegah terjadinya resistensi antimikroba.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT YANG BENAR DI RSUD AJI MUHAMMAD SALEHUDDIN II

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan dan pendistribusian obat merupakan salah satu bagian penting dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit karena berkaitan dengan mutu, keamanan, ketersediaan, dan ketepatan penggunaan obat bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penyimpanan dan pendistribusian obat yang benar di RSUD Aji Muhammad Salehuddin II berdasarkan Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pengumpulan data melalui observasi, lembar checklist, dan wawancara terhadap petugas yang terlibat dalam pengelolaan dan pendistribusian obat di Instalasi Farmasi. Pengamatan meliputi penyimpanan obat di seluruh Instalasi Farmasi serta pendistribusian obat pada pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ruangan dan fasilitas penyimpanan memperoleh persentase sebesar 93,33%, sedangkan penyimpanan obat di seluruh Instalasi Farmasi memperoleh persentase sebesar 90,91%. Pada aspek pendistribusian obat, pelayanan rawat jalan memperoleh persentase sebesar 80%, sedangkan pelayanan rawat inap memperoleh persentase sebesar 66%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pelaksanaan penyimpanan dan pendistribusian obat di RSUD Aji Muhammad Salehuddin II telah memenuhi standar Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016. Penerapan standar dalam penyimpanan dan pendistribusian obat perlu dipertahankan serta dilakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk menjaga mutu dan keamanan obat serta meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kefarmasian di rumah sakit merupakan bagian penting dalam menjamin mutu penggunaan obat, keselamatan pasien, dan keberhasilan terapi. Evaluasi kepuasan pasien diperlukan sebagai salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian sesuai Standar Pelayanan Kefarmasian berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda menggunakan metode Importance- Performance Analysis (IPA). Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 404 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan metode IPA untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan yang diterima pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian keseluruhan pelayanan kefarmasian sebesar 89,12% dan termasuk kategori memuaskan. Dimensi assurance memperoleh tingkat kesesuaian tertinggi, sedangkan dimensi tangible memperoleh tingkat kesesuaian terendah. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa kecepatan waktu tunggu pelayanan obat dan sistem antrean masih menjadi prioritas utama perbaikan. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda secara umum telah berjalan baik dan memuaskan, namun optimalisasi kecepatan pelayanan dan pengelolaan antrean masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Evaluasi Penyimpanan Obat LASA (Look Alike Sound Alike) Di Rumah Sakit

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat merupakan salah satu cara pemeliharaan perbekalan farmasi sehingga aman dari gangguan fisik dan pencurian yang dapat merusak kualitas obat. Tenaga kefarmasian berperan penting dalam melakukan penyimpanan obat dengan baik dan benar khususnya pada sediaan high alert. Salah satu bagian high alert yaitu obat LASA (Look Alike Sound Alike) yang merupakan obat-obat dengan nama,rupa dan ucapan yang mirip dan perlu diwaspadai agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan obat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi penyimpanan obat LASA di Rumah Sakit. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur dengan melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisa data pada beberapa jurnal penelitian. Berdasarkan hasil yang diperoleh RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan, bahwa sistem penyimpanan obat LASA telah memenuhi standar, ditunjukkan dengan penerapan prinsip FEFO (First Expired, First Out) dan FIFO (First In, First Out), pemisahan dan penandaan fisik obat menggunakan metode Tall Man Lettering, serta pemberian label yang jelas dan mencolok. Sementara itu, di Rumah Sakit Stella Maris Makassar, hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem penyimpanan obat LASA tidak memenuhi 2 kriteria, yaitu penerapan Tall Man Lattering dan penggunaan label warna yang berbeda. Meskipun terdapat beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki, kedua rumah sakit telah menunjukkan penerapan sistem penyimpanan obat LASA.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN RESISTENSI TERHADAP PENGOBATAN ANTIBIOTIK DALAM PENYAKIT INFEKSI SALURAN KEMIH DI RUMAH SAKIT

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi dan menjadi perhatian utama di bidang kesehatan, terutama disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis pola resistensi antibiotik terhadap bakteri penyebab ISK di beberapa rumah sakit di Indonesia, dengan fokus utama pada tingkat resistensi terhadap antibiotik tertentu seperti ampicillin, trimethoprim-sulfamethoxazole, dan golongan β-laktam. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah, termasuk jurnal dan hasil kultur urin pasien, kemudian dianalisis secara deskriptif secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi terhadap antibiotik tertentu meningkat secara signifikan akibat penggunaan yang tidak rasional dan terapi empiris tanpa uji kepekaan. Escherichia coli tetap menjadi penyebab utama ISK dengan tingkat resistensi tinggi terhadap beberapa antibiotik, sementara antibiotik seperti amikacin, meropenem, dan ceftazidime masih menunjukkan efektivitas. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan antibiotik secara rasional dan pengawasan pola resistensi secara berkala untuk meningkatkan efektivitas pengobatan serta menekan perkembangan resistensi antibiotik di fasilitas kesehatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT LASA (LOOK ALIKE SOUND ALIKE) DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT DI INDONESIA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Obat LASA (Look Alike Sound Alike) adalah obat yang memiliki penampilan dan ucapan yang mirip. Penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) dapat menyebabkan kesalahan pengobatan yang berakibat serius bagi pasien jika salah pemberian obat. Penyimpanan obat LASA dilakukan dengan diberikan penandaan khusus dan diletakan secara terpisah dengan obat lain, hal ini dilakukan agar petugas kefarmasian lebih jelih dan teliti dalam pengambilan obat untuk mencegah terjadinya kesalahan. Tahapan penelitian yang dilakukan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal ilmiah, skripsi, dan karya ilmiah lainnya sehingga didapatkannya data. Analisis data yang dilakukan merupakan metode analisis deskriptif yang disajikan dalam tabel dan narasi. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Indonesia. Hasil telaah literatur menyimpulkan bahwa gambaran penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) di Instalasi Farmasi di Indonesia telah cukup baik. RSUD Brig. Hasan Basry Kandangan disimpulkan bahawa penyimpanan obat LASA sudah sesuai dengan persyaratan yang berlaku menurut Permenkes No. 72 Tahun 2016. Rumah Sakit Sariningsih dengan hasil angka yang didapat dari observasi tersebut sebesar 83,3% di karenakan terdapat satu persyaratan yang tidak sesuai dengan presentase 16,7% yang berarti hasil tersebut sudah cukup baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Evaluasi penggunaan insulin pada pasien DM tipe II di beberapa Rumah Sakit

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang, salah satunya melalui terapi insulin. Insulin membantu menurunkan kadar glukosa darah, khususnya pada pasien dengan defisiensi insulin. Namun, efektifitas penggunaannya dapat dipengaruhi oleh karakteristik pasien dan jenis insulin. Studi literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan insulin pada pasien DM tipe II di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kajen dan Rumah Sakit (RS) St. Elisabeth Semarang. Rancangan penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian yaitu evaluasi penggunaan insulin pada pasien DM tipe II di RSUD Kajen dan RS St.Elisabeth Semarang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, mencakup karakteristik pasien (jenis kelamin, usia, berat badan), hasil pemeriksaan laboratorium, jenis insulin, kesesuaian insulin, dan ketepatan dosis insulin. Hasil menunjukkan sebagian besar pasien berusia ≥ 45 tahun, dengan kadar gula darah puasa (GDP) ≥ 126 mg/dL, gula darah post prandial (GDPP) ≥ 200 mg/dL, dan hemoglobin (HbA1C) ≥ 9% - 10%. Jenis insulin yang umum yaitu insulin kerja panjang (long acting), kombinasi insulin long acting-premixed, serta kombinasi rapid acting-long acting. Tingkat kesesuaian insulin tinggi (94%), namun ketepatan dosis masih rendah, khususnya di RS St. Elisabeth Semarang (19,30%).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN EMERGENCY TROLLEY MANAGEMENT YANG EFEKTIF DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Emergency trolley merupakan tempat penyimpanan sediaan farmasi emergensi yang hanya digunakan dalam situasi gawat darurat. Ketersediaan obat dan kemudahan akses dalam waktu singkat menjadi aspek penting yang harus dipastikan melalui pengelolaan yang baik. Pengelolaan emergency trolley di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) diwajibkan mengacu pada Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit, Petunjuk Teknis Pelayanan Kefarmasian Tahun 2019, serta Standar Prosedur Operasional (SPO) yang berlaku. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan emergency trolley yang efektif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis deskriptif terhadap dua artikel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan acuan Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016 dan Petunjuk Teknis Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit Tahun 2019. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa pengelolaan emergency trolley di RSUD Pringsewu Lampung memiliki tingkat kesesuaian >80% dengan kepatuhan pencatatan logbook 91,67%, pelaporan rutin, serta monitoring stok yang baik. Namun, masih terdapat kelemahan pada pencatatan di ruang penyakit dalam (50%) dan aspek penyimpanan tertentu. Sebaliknya, pengelolaan di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo belum optimal, dengan permasalahan utama pada pencatatan, penataan troli, kesiapan sumber daya manusia, serta kelengkapan sarana prasarana. Perbedaan implementasi antar rumah sakit menunjukkan perlunya penguatan koordinasi lintas unit, pelatihan SDM berkelanjutan, serta pengawasan berkala agar pengelolaan emergency trolley lebih efektif, sesuai standar nasional, dan mendukung keselamatan pasien.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Pelayanan Farmasi Rawat Jalan Di Rumah Sakit

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas pelayanan farmasi yang baik dapat dilihat dari kepuasan pasien. Hal utama yang perlu diperhatikan dari instalasi farmasi rumah sakit adalah pelayanan farmasi. Kepuasan pasien dalam kaitannya dengan pelayanan kefarmasian dapat diukur berdasarkan lima dimensi yaitu dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan berwujud. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pelayanan farmasi rawat jalan di rumah sakit. Dari data perbandingan pelayanan farmasi rawat jalan di Rumah Sakit diharapkan sebagai informasi, edukasi serta menambah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pelayanan farmasi rawat jalan. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian yaitu penggunaan pelayanan farmasi rawat jalan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu Kabupaten Blora dan Rumah Sakit Sumedang Kabupaten Sumedang. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa persentase data karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta data persentase skor rata-rata pelayanan kefarmasian berdasarkan dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan berwujud.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI MEDICATION ERROR DARI FASE PRESCRIBING PADA RESEP PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYAKU RAJA KOTA BANGUN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nama : Kartini Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Evaluasi Medication Error dari Fase Prescribing pada Resep Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja Kota Bangun Pembimbing : 1. apt. Nurul Fatimah, M.Sc. Pembimbing : 2. apt. Heri Wijaya, M.Si., Ph.D. Medication error merupakan permasalahan serius dalam pelayanan kefarmasian yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan keluarga pasien. Kejadian ini dapat terjadi di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik, dan apotek. Medication error dapat disebabkan oleh kesalahan dalam proses peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), persiapan hingga penyerahan obat (dispensing), dan dalam proses penggunaan obat (administration). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi medication error pada fase prescribing pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunakan 213 resep pasien hipertensi yang masuk di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medication error yang terjadi pada fase prescribing yaitu tidak ada rute pemakaian 7,04%; tidak ada frekuensi 1,88%; tidak ada paraf dokter 100%; tidak ada nomor rekam medis pasien sebanyak 2,35%; tidak ada usia pasien sebanyak 26,30%; tidak ada berat badan pasien 21,12%. Kejadian Medication error di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja Kota Bangun yaitu terjadi pada fase prescribing.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI MEDICATION ERROR DARI FASE PRESCRIBING PADA RESEP PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYAKU RAJA KOTA BANGUN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Medication error merupakan permasalahan serius dalam pelayanan kefarmasian yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan keluarga pasien. Kejadian ini dapat terjadi di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik, dan apotek. Medication error dapat disebabkan oleh kesalahan dalam proses peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), persiapan hingga penyerahan obat (dispensing), dan dalam proses penggunaan obat (administration). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi medication error pada fase prescribing pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunakan 213 resep pasien hipertensi yang masuk di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medication error yang terjadi pada fase prescribing yaitu tidak ada rute pemakaian 7,04%; tidak ada frekuensi 1,88%; tidak ada paraf dokter 100%; tidak ada nomor rekam medis pasien sebanyak 2,35%; tidak ada usia pasien sebanyak 26,30%; tidak ada berat badan pasien 21,12%. Kejadian Medication error di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Dayaku Raja Kota Bangun yaitu terjadi pada fase prescribing.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan rumah sakit dengan metode MMAS-8

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi adalah kelainan yang sering terjadi, kronis, dan berkaitan dengan usia, yang sering kali menyebabkan komplikasi kardiovaskular dan ginjal yang melemahkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik purposive sampling dengan pendekatan prospektif, yang diukur dengan menggunakan instrumen Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Berdasarkan dari hasil analisis menunjukkan bahwa pasien yang terlibat dalam penelitian ini cenderung pada jenis kelamin perempuan. Tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi dirumah sakit hasilnya beragam, dengan adanya hasil dari penelitian ini perlu adanya intervensi dari tenaga kesehatan terkait untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi, karena kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi pasien. Kepatuhan minum obat dapat mempengaruhi tekanan darah secara bertahap dan dapat mencegah terjadinya komplikasi ke penyakit lain. Seseorang dengan tingkat pengetahuan kurang beresiko 1,503 kali untuk tidak patuh minum obat hipertensi dibanding pasien yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Penggunaan obat yang terlalu banyak dapat memberikan dampak negatif terkait kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat karena sebagian pasien merasa takut dengan akan efek samping maupun kejadian yang tidak diinginkan ketika pemakaian obat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR EVALUASI PELAYANAN LAMA WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggara kan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayan an rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Salah satu standar minimal pelayanan farmasi Rumah Sakit adalah waktu tunggu resep. Salah satu standar minimal pelayanan farmasi Rumah Sakit adalah waktu tunggu resep. lama waktu tunggu pelayanan obat non racik merupakan tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat jadi dengn standar minimal yang telah ditetapkan oleh kementrian kesehatan yaitu ≤ 30 menit, dan waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah tenggang waktu pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat racikan yaitu ≤ 60 menit. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui evaluasi lama waktu tunggu pelayanan resep di Rumah Sakit. Analisis data menggunakan metode deskriptif yaitu membuat gambaran dari data- data yang terkumpul dari jurnal penelitian sebelumnya, data disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel dan narasi, Disimpulkan bahwa RSUD dr. Edfram Hasana Magetan memiliki persetase lama waktu tunggu obat non racikan lebih tinggi yaitu 93% sedangkan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin memilki persentase lama waktu resep racikan lebih tinggi yaitu 27%. Adapun Faktor yang mempengaruhi kedua rumah sakit tersebut yaitu sumber daya manusia (SDM), jadwal praktek, jumlah resep, alat, material, dan ketersediaan obat. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien atas pelayanan resep di rumah sakit.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Perbandingan Waktu Tunggu Pelayanan Resep pada Rawat Jalan di Rumah Sakit

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesehatan merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap manusia. Pelayanan kefarmasian di rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, salah satunya adalah pelayanan di rawat jalan, di lihat dari waktu tunggu. Standar pelayanan minimal (SPM) pada rumah sakit untuk resep obat racikan ≤ 60 menit dan untuk resep obat non racikan ≤ 30 menit. Permasalahan yang ada di rumah sakit waktu tunggu belum memenuhi standar. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di beberapa rumah sakit. Rancangan yang digunakan pada penelitian yaitu studi literatur, yang melakukan pengumpulan data, menelaah, dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu perbandingan waktu tunggu pelayanan resep pada rawat jalan di rumah sakit pada jurnal tahun 2021-2023. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur berupa perbandingan waktu tunggu resep racikan dan non racikan. Hasil dari ketiga rumah sakit yang berbeda-beda sudah memenuhi standar waktu tunggu pelayanan minimal rumah sakit, rumah sakit ciputra citra raya dengan resep racikan dengan rata-rata 17,23 menit dan untuk resep non racikan 7,12 menit, rumah sakit tangulandang memiliki rata-rata resep racikan 19 menit dan untuk resep non racikan 2,9 menit, dan untuk rumah sakit anwar medika memiliki rata-rata resep racikan 30,9 menit dan untuk resep non racikan 18,7 menit.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH SESAR (SECTIO CAESAREA) DI BEBERAPA RUMAH SAKIT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan anitibotik profilaksis pada pasien sectio caesarea atau pasien bedah sesar di beberapa Rumah Sakit. Antibiotik profilaksis adalah antibiotik digunakan bagi pasien yang belum terkena infeksi, tetapi diduga mempunyai peluang besar untuk mendapatkannya, atau bila terkena infeksi dapat menimbulkan dampak buruk bagi pasien. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek dari penelitian ini pasien sectio caesarea di rumah sakit. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, meringkas, dan menarik kesimpulan dari data yang didapat dilakukan secara benar. Analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data yang telah di dapat dari jurnal yang akan di teliti. Berdasarkan hasil studi literatur, antibiotik profilaksis yang digunakan pada Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB adalah sefotaksim, seftriakson, dan ampisilin. Pada Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo antibiotik profilaksis yang digunakan adalah sefazolin dan seftrikason. Pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang antibiotik profilaksis yang digunakan adalah sefotaksim dan seftriakson. Dengan rute pemberian secara intra vena (IV). Dan waktu pemberian 30 menit sebelum sectio caesarea.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat gudang instalasi farmasi rumah sakit. Penyimpanan obat adalah standar pengelolaan obat dan sediaan farmasi yang diterima, menjaga agar aman (tidak hilang), bebas dari kerusakan fisik dan kimiawi, serta terjamin mutunya sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan cara mengumpulkan data dan menganalisis literatur ilmiah dan literatur terkait. Tahap penelitian kepustakaan terdiri dari reduksi data berupa menyunting dan meringkas untuk mendapatkan data inti pokok untuk penulisan, dilanjutkan dengan penyajian data yaitu menyajikan data dalam bentuk tabel deskriptif dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan, verifikasi dan review data yang diperoleh untuk menarik kesimpulan yang benar. Hasil Peneltian menyimpulkan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara Manado 100% memenuhi persyaratan sedangkan Rumah Sakit Advent Manado 83,33% telah memenuhi persyaratan dan 16,67% masih belum memenuhi sistem penyimpanan yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail