Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
ANALISIS KADAR FENOLIK TOTAL DAN FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK (Musa pradisiacaL)
Banana peel is a very large amount of waste material (banana fruit waste). In general, banana peels have not been used optimally. Based on the research results, kepok banana peel contains secondary metabolites in the form of flavonoids, alkaloids, tannins and saponins. This study aims to determine the total phenolic content and total flavonoid content of the ethanol extract of kepok banana skin (Musa pradisiaca L). Extraction was carried out by maceration method with 96% ethanol solvent. Determination of total phenol content used the Folin-Ciocalteu method with gallic acid as comparator compound and the determination of total flavonoid content used the colorimetric method with 10% AlCl3 and 5% acetic acid as reagents. The results showed that kepok banana peel extract had an average total phenolic content of 13.4495 mg GAE/g ± 1.5473206 and an average total flavonoid content of 8.5468 mg QE/g ± 0.947422695.
Aktivitas Ekstrak Etanol 70% Daun Rambai Laut (Sonneratia caseolaris (L.) Engl.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R. M.Sm.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Sp.
Senyawa antibakteri merupakan senyawa kimiawi atau biologis baik alami maupun sintetik yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri. Bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) mempunyai aktivitas efektif terhadap antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ekstrak etanol bunga kecombrang asal desa Pampang (100-500 mdpl), Kalimantan timur yang optimal dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Dengan objek yang diteliti yaitu, zona hambat ekstrak bunga kecombrang terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode sumuran dengan konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 40%, 60% dan kontrol positif kloramfenikol, dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil pada penelitian ini adalah ekstrak etanol 96% bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi optimal 60% memiliki daya hambat kategori sedang yaitu 5,933 mm.
Puding Daun Kelor dan Chicken Nuget Buah Naga Untuk Pengentasan Stunting di Kecamatan Palaran
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R. M.Sm.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Sp.
Senyawa antibakteri merupakan senyawa kimiawi atau biologis baik alami maupun sintetik yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri. Bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) mempunyai aktivitas efektif terhadap antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ekstrak etanol bunga kecombrang asal desa Pampang (100-500 mdpl), Kalimantan timur yang optimal dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Dengan objek yang diteliti yaitu, zona hambat ekstrak bunga kecombrang terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode sumuran dengan konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 40%, 60% dan kontrol positif kloramfenikol, dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil pada penelitian ini adalah ekstrak etanol 96% bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi optimal 60% memiliki daya hambat kategori sedang yaitu 5,933 mm.
Telaah Kelengkapan Administratif, Farmasetik Dan Klinis Resep Poli Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahrani Samarinda Tahun 2022.
Resep adalah suatu permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi atau dokter hewan kepada apoteker untuk membuatkan obat dalam bentuk sediaan tertentu dan menyerahkannya kepada pasien. Penulisan resep harus ditulis degan jelas, lengkap dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Resep yang ditulis tidak jelas akan menimbulkan terjadinya kesalahan saat peracikan, penyiapan obat dan penggunaan obat yang diresepkan. Kelengkapan resep meliputi administrasi, farmasetik dan klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahrani Samarinda pada tahun 2022 sesuai dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Tahun 2019. Metode penelitian yaitu secara observasional yang bersifat dekskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Objek dalam penelitian ini adalah kelengkapan dan kejelasan resep pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahrani tahun 2022. Sampel yang digunakan adalah resep pasien poli rawat jalan yang masuk ke RSUD Abdul Wahab Sjahrani pada tahun 2022 dengan teknik sampling yaitu simpel random sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan dihitung dalam besaran persentase sehingga menghasilkan angka persentase kelengkapan dan kejelasan resep pada kajian administratif, farmasetik dan klinis.
Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Fenolik Ekstrak Etanol Kulit Buah Limpasu Limpasu (Baccaurea Lanceolata) Menggunakan Spektrofotometri UV-vis
Limpasu merupakan salah satu spesies tumbuhan yang banyak ditemukan di Kalimantan Selatan yang mempunyai data empiris sebagai tanaman obat. Ekstrak kulit limpasu mengandung senyawa metabolit sekunder, salah satunya adalah senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar fenolik ekstrak etanol kulit buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia menggunakan pengeringan matahari dan pengeringan oven pada suhu 50°C, ekstrasi secara maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik menggunakan perbandingan asam galat dengan konsentrasi 12,5 25; 50; 100; dan 200 ppm. Nilai absorbansi diukur menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Biji Markisa Ungu (Passiflora edulis var. edulis) Dengan Metode DPPH (2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl)
High exposure to free radicals on the skin can cause damage to skin cells or tissues. Damage to cells or tissues in the skin will result in the skin being susceptible to diseases such as autoimmunity, skin cancer, and premature aging. Antioxidants function to protect the body from free radicals, both internally and externally. The part of the body that is often exposed to free radicals externally is the skin, such as ultraviolet radiation and cigarette smoke. One of the plants that has the potential for antioxidant compounds is the seeds of passion fruit. Purple passion fruit seed extract contains flavonoids, tannins, saponins and triterpenoids which are secondary metabolites. The research method included sample preparation,determination, simplicia manufacture, sample extraction using methanol solvent, thickening process by maceration process, phytochemical screening, and testing of antioxidant activity using the DPPH (2,2diphenyl-1-picrylhydrazyl) method by UV-Vis spectrophotometry.
Pengaruh metode pengeringan pada fraksi etil asetat dan n-heksan terhadap kadar fenolik total ekstrak biji buah alpukat (Persea americana Mill.)
Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki aneka tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah – buahan salah satunya adalah buah alpukat yang permintaanya meningkat setiap tahunnya. Buah alpukat merupakan buah yang termasuk paling sering dikonsumsi. Masyarakat memanfaatkan pada buahnya saja sedangkan bagian lainnya seperti bijinya kurang dimanfaatkan. Pengeringan menggunakan oven dapat menghasilkan berat kering konstan lebih cepat, yang dipengaruhi oleh suhu yang digunakan sehingga dapat meningkatkan biaya produksi sedangkan pengeringan dengan sinar matahari dapat memberikan keuntungan dari segi biaya produksi yang murah dengan waktu yang singkat namun sinar matahari dapat mendegradasi senyawa fitokimia yang terkandung dalam simplisia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perlakuan pengeringan matahari langsung dan pengeringan oven serta menguji kadar fenolik total dengan fraksi etil asetat dan n-heksan biji buah alpukat (Persea americana Mill.). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian ini meliputi determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia dengan cara pengeringan alami secara matahari langsung dan pengeringan buatan dengan oven pada suhu 60oC, ekstraksi secara maserasi, fraksinasi dengan etil asetat dan n-heksan, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik total secara spektrofotometri UV-Vis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berupa data kualitatif dan kuantitatif.
Analisis persepsi orang tua terhadap pencegahan stunting siswa sekolah dasar negeri 005 di samarinda seberang
Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mempunyai tinggi badan lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan orang seumuran pada umumnya. Kurang gizi dan multivitamin dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak. Status gizi pada anak dipengaruhi oleh faktor asupan makanan,multivitamin, pendapatan, pendidikan, dan pola asuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan persepsi orang tua SDN 005 Samarinda Seberang terhadap pencegahan Stunting. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode cross sectional yaitu rancangan penelitian dengan melakukan pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu. Data diambil menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji korelasi spearman rank.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata) Berdasarkan Perbedaan Metode Ekstraksi
Buah labu kuning merupakan tanaman yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia, tetapi kulit dari buah labu kuning jarang dimanfaatkan bahkan dianggap limbah yang tidak terpakai. Di sisi lain, kulit labu kaya akan metabolit sekunder seperti kandungan flavonoid, alkaloid, saponin dan terpenoid. Bahkan kulit buah labu kuning juga memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat. Kandungan senyawa aktif dalam tumbuhan dapat dipisahkan dengan cara ekstraksi. Metode ekstraksi yang digunakan akan berpengaruh terhadap senyawa aktif yang diperoleh, sehingga dapat mempengaruhi aktivitas farmakologinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit labu kuning berdasarkan perbedaan metode ekstraksi maserasi dan refluks. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental melalui beberapa tahapan dimulai dari determinasi tanaman, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi dan refluks, uji aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer dengan metode DPPH (2,2 Difenil-1-Pikrihidrazil). Analisis data yang digunakan berupa data deskriptif yang diperoleh dari pengamatan langsung dan diolah dalam bentuk tabel, grafik, dan narasi agar dapat dipaparkan secara baik dan diinterpretasikan secara mudah.
Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Akar Alang-Alang (Imperata cylindrica L.) Dengan Metode DPPH (1,1-Difenil-2- pikrihidrazil)
Alang-alang (Imperata cylindrica L. ) merupakan tumbuhan liar yang dapat tumbuh di daerah kering, digunakan oleh masyarakat sebagai tumbuhan berkhasiat obat. Tumbuhan ini memiliki banyak sekali potensi terapeutik termasuk aktivitas antioksidan. Pengeringan merupakan tahapan terpenting dalam menjaga kestabilan senyawa pada simplisia dan sangat berpengaruh untuk menghasilkan kualitas bahan yang baik dalam aktivitas antiokidan yang terkandung dalam simplisia. Antioksidan merupakan zat penghambat reaksi oksidasi akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeringan terhadap konsentrasi aktivitas antioksidan dari akar alang-alang. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah aktivitas antioksidan ekstrak etanol akar alang-alang. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan sampel, determinasi dan pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrihidrazil) secara spektofotomeri UV-Vis. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik menggunakan SPSS.
Uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daging buah pare (Momordica chanrantia L.) Dengan Menggunakan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil).
Buah pare (Momordica charantia L.) adalah salah satu tanaman yang penyebarannya cukup luas di Indonesia dan sangat mudah ditemukan, seagian besar masyarakat juga meyakini bahwa buah pare yang pahit ini banyak manfaatnya untuk mengobati segala macam penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan dari ekstrak daging buah pare. Kandungan dari ekstrak metanol daging buah pare mengandung flavonoid, saponin, dan terpenoid. Salah satu kandungan didalam daging buah pare yang berfungsi sebagai antioksidan adalah flavonoid Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Tahap penelitian meliputi pengumpulan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 difenil-2-pikrilhidrazil) dan sebagai pembanding digunakan Vitamin C secara spektrofotometri UV – Vis. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan niai IC50 yaitu konsentrasi ekstrak yang mampu menghambat aktivitas suatu radikal bebas 50 %. Hasil rendemen ekstrak daging buah pare diperoleh sebanyak 6,08%. Sedangkan hasil dari aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50 ekstrak metanol daging buah pare termasuk dalam kategori sangat lemah yaitu sebesar 512,0606 ppm dan Vitamin C sebagai pembanding termasuk dalam kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 17,9956 ppm.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap bakteri Streptococcus mutans.
Infeksi bakteri adalah penyakit yang paling banyak yang sering terjadi di kalangan masyarakat. Infeksi yang menyerang organ tubuh paling banyak dibandingkan organ lainnya adalah rongga mulut. Salah satu penyebab infeksi pada rongga mulut adalah bakteri Streptococcus mutans. Streptococcus mutans adalah bakteri utama penyebab penyakit karies gigi. Bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai zat antibakteri salah satunya tumbuhan alpukat, yang dapat dimanfaatkan salah satunya adalah bagian kulitnya. Kulit alpukat dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri karena memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti saponin, alkaloid, dan flavonoid yang bekerja sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas antibakteri kulit buah alpukat (Persea americana Mill) sebagai antibakteri pada bakteri Streptococcus mutans. Objek yang diteliti adalah zona hambat ekstrak kulit buah alpukat terhadap bakteri Streptococcus mutans. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak kulit buah alpukat dan variabel terikat pada penelitian yaitu zona hambat yang terbentuk di daerah kertas cakram. Tahapan penelitian ini dimulai dengan pengumpulan sampel, pembuatan ekstrak kulit buah alpukat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95%,uji skrining fitokimia, uji aktivitas antibakteri diuji dengan menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 12,5; 25; 37,5%, kontrol negatif Dimetil sulfoksida 10%, kontrol positif Amoksisillin 1%. Data dianalisis menggunakan statistik dengan taraf kepercayaan 0,05. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol kulit buah alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri streptococcus kutans dengan kriteria kuat pada konsentrasi 10; 15; 20%.
EVALUASI KELENGKAPAN RESEP DI APOTEK SAHABAT SAMARINDA PERIODE MARET 2023
Kelengkapan resep merupakan aspek yang sangat penting dalam peresepan karena dapat membantu mengurangi terjadinya kesalahan pada resep dan dapat merugikan pasien akibat pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan. , skrining resep merupakan suatu pemeriksaaan resep yang pertama kali dilakukan oleh petugas apotek setelah resep diterima di apotek.Skrining resep meliputi skrining admninstratif, kesesuaian farmasetis, dan kesesuian klinis. Skrining administrastif adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri dari nama pasien, umur, jenis kelamin, tanggal penulisan resep, nama dokter, nomor Surat Izin Praktek (SIP), alamat pasien, nomor telepon pasien, dan paraf dokter. Skrining farmasetik adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri daribentuk dan kekuatan sediaan, aturan dan cara penggunaan obat, nama obat, jumlah obat, stabilitas, dan kompatibilitas (ketercampuran obat). Skrining Klinis adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri dari ketepatan indikasi, dosis obat, duplikasi dan interaksi obat.Skrining resep bertujuan untuk menjamin legalitas suatu resep dan meminimalkan kesalahan pengobatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase kelengkapan Resep di Apotek Sahabat Samarinda sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.73 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental bersifat deskriptif dengan melakukan analisis hanya pada taraf deskripsi atau hanya menggambarkan keadaan objek yang didasarkan pada data. Teknik pengambilan data adalah dengan metode purposive sampling dan hasil disajikan dalam bentuk tabel. Adapun data yang digunakan adalah resep di Apotek Sahabat Samarinda pada bulan Maret 2023. Pengambilan data bersifat retrospektif.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL BIJI TIMUN SURI (Cucumis melo L) MENGGUNAKAN DPPH
Timun Suri (Cucumis melo L) merupakan tumbuhan yang termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae yang memiliki kandungan metabolit sekunder pada kulit, buah, dan biji. Tujuan penelitian ini mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol biji timun suri (Cucumis melo L) dengan metode DPPH. Tahapan peneitian meliputi identifikasi tumbuhan, pengambilan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi, skrining fitokimia, dan aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak biji timun suri mengandung senyawa alkoloid dengan dinyatakan hasil positif dari uji skrining fitokimia dari pereaksi mayer dan bouchardat. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menunjukan bahwa ekstrak biji timun suri memiliki nilai IC50 sebesar 1226,8 ppm dengan kategori tidak ada aktivitas antioksidan.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Selutui Puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) Terhadap Pseudomonas aeruginosa Dengan Metode Difusi Sumuran
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui diameter zona hambat ekstrak daun selutui puka terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental yaitu dengan tahapan determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi, lalu ekstrak daun selutui puka diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 25%, 35%, 45%, 55%, 65% dan 75%. Data dianalisis secara statistik dengan Anova/Kruskall Wallis dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa memiliki daya hambat pada konsentrasi 25%, 35%, 45%, 55%, 65% dan 75% secara berurutan 1,76 mm, 4,46 mm, 4,48 mm, 4,97 mm, 5,43 mm dan 5,83 mm kategori daya hambat lemah hingga sedang.
Gambaran Tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian pasien di apotek X DI kecamatan Palaran Periode Juli 2023
Kepuasan merupakan perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesan terhadap kinerja atau hasil produk dan harapan-harapannya. Ada lima dimensi kualitas pelayanan yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan konsumen terhadap suatu pelayanan yaitu, tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy (SERVQUAL). Apotek X merupakan salah satu apotek yang berada di Jalan Adi Sucipto RT.02 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda, apotek ini merupakan apotek yang cukup ramai dikunjungi pasien. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata pasien yang berkunjung dan berobat perharinya adalah sekitar 50 hingga 80. Jumlah tenaga kefarmasian di apotek sebanyak 5 orang yang terdiri dari 1 apoteker dan 4 tenaga teknis kefarmasian. Pelayanan Kefarmasian merupakan suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan penelitian yaitu mengetahui tingkat kepuasan pasien di apotek terhadap pelayanan kefarmasian. Sampel dalam penelitian ini merupakan pasien atau konsumen yang datang yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di apotek. Jenis penelitian deskriptif. Cara pengambilan sampel dengan metode non-eksperimental sampling dengan teknik accident sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 303 responden. Metode perhitungan tingkat kepuasan konsumen menggunakan metode Skala Likert.
Studi Etnofarmasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Suku Dayak Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur
Etnofarmasi merupakan bagian dari ilmu yang mempelajari penggunaan dan pengobatan obat untuk kelompok etnis atau kelompok tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan, bagian tumbuhan, cara penggunaan tumbuhan, dan khasiat tumbuhan yang digunakan masyarakat suku Dayak Basap. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif dan kuantitatif menggunakan tekhnik Snowbal sampling. Objek penelitian adalah penggunaan tumbuhan obat oleh suku Dayak Basap.Variabel bebas pada penelitian ini adalah pengetahuan tentang tumbuhan obat.