Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

23 hasil
Subjek: Pasien
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTIK KIMIA FARMA AGUS SALIM DENGAN METODE IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kefarmasian memiliki peran penting dalam menjamin kepuasan pasien di apotek, yang melampaui harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepuasan pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda selama periode April hingga Juni 2025 dengan menggunakan metode Importance-Performance Analysis (IPA). Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan analisis secara deskriptif. Dengan objek penelitian kepuasan pasien Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda yang menggunakan jasa pelayanan. Analisis data yang digunakan adalah metode (IPA) untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tingkat harapan dan kenyataan pasien terhadap pelayanan di Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK RIZKY MAHAKAM FARMA 2 KOTA BANGUN ULU DENGAN METODE (IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama​: Rosiana Silla Wati​​​ Program Studi​: Sarjana Farmasi Judul Skrisi​: Gambaran Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Rizky Mahakam Farma 2 Kota Bangun ulu Dengan Metode Inportance Perfomence Analysis . Pembimbing​​​: 1. apt. Heri Wijaya, S.Farm.,M.Si.,Ph.D 2. apt. Siti Jubaidah, S.Farm.,M.Pd. ​​ Pelayanan kefarmasian yang berkualitas merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kepuasan pasien di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Rizky Mahakam Farma 2 Kota Bangun Ulu dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kepentingan dan kinerja pelayanan yang dirasakan oleh pasien, sehingga dapat diketahui area pelayanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Penelitian ini bersifat deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek pelayanan yang masuk dalam kuadran prioritas perbaikan, seperti kecepatan pelayanan, ketepatan pemberian informasi obat, dan keramahan tenaga farmasi. Sementara itu, beberapa aspek lain berada dalam kuadran kinerja tinggi dan penting bagi pasien, sehingga perlu dipertahankan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa secara umum pasien merasa cukup puas terhadap pelayanan kefarmasian di apotek tersebut, namun masih diperlukan perbaikan pada beberapa aspek layanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM Dr. H SOEMARNO SOSROATMODJO TANJUNG SELOR MENGGUNAKAN METODE IPA (Importance Performance Analysis) DAN ZoT (Zone of Tolerance)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit karena berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan bermutu serta berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien. Evaluasi kepuasan pasien diperlukan sebagai dasar dalam mengidentifikasi aspek pelayanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan tenaga kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor menggunakan metode SERVQUAL, Importance Performance Analysis (IPA), dan Zone of Tolerance (ZoT). Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 378 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri atas 20 unsur pelayanan berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pelayanan kefarmasian termasuk dalam kategori Baik. Analisis IPA menunjukkan bahwa atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan adalah ketersediaan obat dan penyerahan obat sesuai nomor urut antrean, sedangkan aspek keramahan, perhatian, kesabaran, dan penampilan tenaga kefarmasian telah memenuhi harapan pasien sehingga perlu dipertahankan. Analisis ZoT menunjukkan bahwa seluruh dimensi pelayanan masih berada dalam batas toleransi pasien, yang menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan masih dapat diterima oleh pasien meskipun masih terdapat beberapa atribut yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor secara umum telah memberikan kepuasan kepada pasien, tetapi peningkatan mutu pelayanan masih perlu difokuskan pada aspek kehandalan, terutama ketersediaan obat dan ketertiban proses penyerahan obat.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Apotek Wilayah Sanga-Sanga Kutai Kartanegara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kefarmasian yang berkualitas memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah dengan fasilitas terbatas seperti Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di dua apotek wilayah Sanga-Sanga pada periode Februari–Maret 2026. Kepuasan diukur menggunakan model SERVQUAL yang meliputi lima dimensi: reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan), empathy (empati), dan tangible (bukti fisik). Metode penelitian bersifat kuantitatif deskriptif non-eksperimental dengan teknik accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 350 pasien yang menerima layanan kefarmasian. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi menampilkan nilai GAP negatif, yang mengindikasikan adanya selisih antara harapan pasien dan kenyataan layanan di apotek. Pada Apotek A, rata-rata skor kenyataan adalah 84,55 dan harapan 98,46 sehingga GAP total −13,90. Sedangkan pada Apotek B, skor kenyataan 82,95 dan harapan 97,43 sehingga GAP total −14,48. Dimensi dengan GAP terbesar pada Apotek A adalah tangible (−15,86), menunjukkan kebutuhan peningkatan fasilitas fisik dan penampilan layanan. Pada Apotek B dimensi terbesar adalah responsiveness (−15,45), menandakan perlunya peningkatan kecepatan dan ketanggapan staf dalam melayani pasien. Berdasarkan penilaian pasien tingkat pelayanan kefarmasian kedua apotek masih dikategorikan baik. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pelayanan kefarmasian di wilayah Sanga-Sanga belum sepenuhnya memenuhi harapan pasien sehingga diperlukan perbaikan, khususnya pada dimensi yang memiliki GAP terbesar. Penelitian diharapkan menjadi acuan evaluasi bagi apotek setempat, referensi akademik bagi mahasiswa farmasi, serta dasar rekomendasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam upaya peningkatan dan pemerataan layanan kesehatan di daerah terpencil.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

"Gambaran Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Dewasa dan Faktor yang Mempengaruhinya di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam"

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sangat serius di Indonesia, dengan tingkat kasus yang relatif tinggi dan proses pengobatan yang sering kali terkendala oleh ketidakpatuhan pasien dalam menyelesaikan seluruh tahapan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepatuhan dalam pengobatan pasien TBC dewasa di wilayah kerja Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam serta mengidentifikasi berbagai faktor-faktor utama yang memengaruhinya, seperti tingkat pengetahuan individu pasien, dukungan dari keluarga inti dan lingkungan sekitar, serta peran aktif tenaga kesehatan dalam pendampingan selama masa terapi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap pasien TBC dewasa yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien TBC dewasa yang telah menjalani pengobatan minimal selama satu bulan dan bersedia menjadi partisipan dengan menandatangani lembar persetujuan di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Data dikumpulkan melalui kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien, serta kuesioner tambahan untuk menilai pengetahuan, dukungan keluarga, dan persepsi pasien terhadap peran tenaga kesehatan. Data pendukung juga diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi dari rekam medis pasien yang tersedia di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, tingkat kepatuhan, serta faktor-faktor yang diteliti. Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan pengetahuan pasien, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG SWAMEDIKASI ANALGETIK DI APOTEK MERDEKA BENGALON

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Tenaga kefarmasian sebagai bagian dari tenaga kesehatan memiliki kewenangan dan kewajiban untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang optimal kepada pasien. Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengobati dan mengatasi keluhan yang dialaminya tanpa menggunakan resep dari dokter. Analgetik merupakan golongan Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit sehingga sering digunakan masyarakat untuk mengobati nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi analgetik di Apotek Merdeka Bengalon. Objek penelitian difokuskan pada tingkat pengetahuan pasien. Sampel dalam penelitian adalah masyarakat yang membeli obat analgetik di Apotek Merdeka Bengalon dan memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan sebanyak 290 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling dengan pengambilan data diambil dari bulan November 2025 -Februari 2026. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil : Karakteristik berdasarkan jenis kelamin responden adalah laki-laki sebanyak 132 orang (45,5%), dan perempuan sebanyak 158 orang (54,5%). Kategori umur 17-25 tahun sebanyak 72 orang (24,8%), usia 26-35 tahun sebanyak 84 orang (29%), usia 36-45 tahun sebanyak 68 orang (23,4%), usia 46-55 tahun sebanyak 44 orang (15,2%), usia 56-65 tahun sebanyak 22 orang ( 7,6%). Mayoritas responden sebagai pgawai swasta sebanyak 68 orang (23,4%). Dan dari hasil penelitian ini tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi analgetik di Apotek Merdeka Bengalon adalah Baik atau sebanyak 223 orang dengan persentase 76,90%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum di masyarakat. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya melebihi 130/85 mmHg. Prevalensi hipertensi terus meningkat, sehingga pemahaman mengenai kondisi ini sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi di apotek. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka, seperti jurnal dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan hasil dalam bentuk tabel dan persentase untuk memberikan gambaran yang lebih jelas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai tingkat pemahaman pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi serta membantu meningkatkan edukasi terkait pengelolaan dan pencegahan hipertensi di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penggunaan obat antihipertensi, meskipun masih terdapat kekeliruan dalam pemahaman terkait konsumsi obat bersama makanan tertentu dan pentingnya keteraturan dalam minum obat. Perbedaan tingkat pendidikan dan usia pasien juga berkontribusi terhadap variasi pemahaman yang dimiliki. Studi ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada pasien guna meningkatkan kepatuhan dan efektivitas terapi antihipertensi.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KOTA BANJARMASIN DAN KOTA BENGKULU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek semakin penting dalam konteks kesehatan saat ini. Kesadaran pasien akan hak yang seharusnya didapatkan dan tuntutan untuk layanan berkualitas mendorong apotek untuk memenuhi harapan pasien secara optimal. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek melalui studi literatur. Penelitian ini mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien, seperti kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. Metode yang digunakan adalah analisis literatur yang komprehensif, dengan menelaah artikel akademis dan laporan penelitian yang relevan. Data dikumpulkan dari 2 jurnal yang relevan dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien di Apotek Melia Banjarmasin tergolong puas, dengan skor rata-rata 3,25, sedangkan di Apotek X Kota Bengkulu tergolong sangat puas dengan skor rata-rata 85,43%. Dimensi empati, jaminan, dan ketanggapan merupakan faktor dominan yang memengaruhi kepuasan pasien pada kedua apotek. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa meskipun keduanya menunjukkan kepuasan tinggi, peningkatan fasilitas fisik serta pelatihan komunikasi apoteker tetap diperlukan untuk menunjang mutu pelayanan secara berkelanjutan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi literatur tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotik amoksisilin di puskesmas

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik bisa bersifat bakterisid atau bakteriostatik. Antibiotik banyak di resepkan di puskesmas, namun penggunaanya sering kali tidak tepat, akibatnya terjadi peningkatan resistensi terhadap antibiotik. Antibiotik yang sering di konsumsi dan di pasarkan secara bebas adalah amoksisilin. Ketidakpatuhan dalam penggunaan antibiotik dikarenakan kurangnya pengetahuan di masyarakat. Kepatuhan dalam penggunaan antibiotik bertujuan untuk memperkecil resiko terjadinya efek samping dan resistensi. Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapat terapi antibiotik yang sesuai. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan amoksisilin di Puskesmas. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotik. Hasil studi literatur Tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotik amoksisilin Puskesmas Campurejo sebanyak 24 responden (48%) patuh minum obat antibiotik amoksisilin dan Puskesmas Masbagik sebanyak 89 responden (97,8%).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian. Pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelanggarakan pelayanan kefarmasian. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di beberapa Apotek. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, skripsi, serta jurnal terkait. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil dari studi literatur ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian di beberapa Apotek di Apotek Satkes Pusdokkes Mabes Polri, Apotek di Kota Parepare dan Apotek di Selakau Farma yang ditinjau dari dimensi Tangible (Bukti fisik), Realibility (Kehandalan), Responsivennes (Ketanggapan), Assurance (kepastian), Emphaty (Empati) termasuk kategori puas dengan persentase masing-masing >70%, >70% dan >90%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil Karakteristik dan Pola Penggunaan Obat Antidiabetes pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di instalasi Rumah Sakit

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) merupakan kondisi metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis yang diakibatkan karena kerusakan atau kekurangan sekresi insulin. Pada tahun 2021 jumlah penderita diabetes melitus mencapai 19,47 juta jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil karaktertistik dan pola penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe II di instalasi rawat jalan Rumah Sakit. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi fasilitas pelayanan kesehatan serta menjadi referensi bagi penelitian terkait pola penggunaan obat pada pasien diabetes melitus tipe II. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, dengan melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu profil karakteristik dan pola penggunaan obat pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Rumah Sakit Kabupaten Bogor, Rumah Sakit Provinsi Anwar Medika dan Rumah Sakit NTB. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, diagnosa pasien dan data pola penggunaan obat antidiabetes serta obat penyerta lain berdasarkan golongannya. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian besar penderita diabetes adalah perempuan, dengan usia mayoritas 46 – 65 tahun. Obat yang paling sering digunakan oleh para penderita adalah sulfonilurea (Glimepirid) dan Biguanid (Metformin). Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2, Profil Karakteristik Pasien, Pola Penggunaan Obat

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) SELAMA PANDEMI COVID-19 TAHUIN 2020-2021 DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada masa pandemi COVID-19, banyak penyakit menular selain penyakit COVID-19 sering terabaikan penyebarannya. Salah satu penyakit infeksi yang cukup banyak terjadi adalah Infeksi Menular Seksual (IMS). IMS merupakan infeksi pada saluran reproduksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Tingginya angka kejadian IMS merupakan bukti bahwa masih rendahnya pengetahuan masyarakat akan IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat dan karakteristik pasien IMS selama pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2021 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48 pasien IMS, yang terdiri dari 17 pasien pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 31 pasien pada tahun 2021. Pada tahun 2020, karakteristik pasien IMS terbanyak berjenis kelamin laki-laki (64,7%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (41,2%), pasien penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (47,1%), tingkat pendidikan SLTA (76,5%), status pernikahan belum menikah (52,9%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 2x (41,2%). Karakteristik pasien selama periode 2021 memiliki mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (64,5%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (48,4%), penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (54,8%), tingkat pendidikan SLTA (67,7%), status pernikahan belum menikah (61,3%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 3x (51,6%). Jenis IMS dengan kasus terbanyak pada tahun 2020 adalah gonore (35,3%) dan pada tahun 2021 adalah sifilis (51,6%). Pengobatan yang paling sering digunakan selama periode 2020-2021 adalah injeksi benzatin penisilin untuk sifilis (76,2%), azitromisin untuk gonore (42,9%), cefiksim ciprofloksasin untuk kondiloma akuminata (33,3%), dan asiklovir untuk herpes genital (100%).

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Literatur Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kallimantan Timur

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas Kalimantan Timur. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal penelitian yang sama dan sudah dilakukan. Analisis data yang digunakan dengan metode deskriptif. Objek pada penelitian ini adalah tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur perbandingan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di tiga puskesmas, didapatkan hasil rata-rata kepuasan tertinggi adalah Puskesmas Baqa Samarinda dengan rata-rata 86,27% pada dimensi jaminan, responden merasa sangat puas. Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Sempaja Samarinda rata-rata 81,4% responden merasa puas. Ketidakpuasan pasien tertinggi terdapat pada Puskesmas Loa Ipuh sebesar 23,5% responden tidak puas dalam dimensi jaminan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR POLA PENGGUNAAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL PADA PASIEN DIABETES TIPE II RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi penderita diabetes mellitus di indonesia meningkat dari 13,7 pada 2019 menjadi 16,6 juta jiwa pada tahun 2045 berdasarkan data IDF. Diabetes mellitus tipe II memiliki angka kejadian 9 kali lebih banyak dari tipe diabetes mellitus yang lain. Pemberian obat hipoglikemik oral sebagai salah satu pilihan terapi untuk mengatur kadar gula dalam darah. Pada pasien diabetes mellitus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat hipoglikemik oral pada pasien diabetes melitus tipe II rawat jalan di rumah sakit. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian dengan metode studi literatur pada penggunaan obat hipoglikemik oral pada pasien rawat jalan di rumah sakit. Objek yang diteliti adalah pola penggunaan obat hipoglikemik oral pada pasien diabetes mellitus tipe II rawat jalan di rumah sakit. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur dari ketiga jurnal menunjukkan bahwa penderita diabetes mellitus tipe 2 terbanyak adalah perempuan sebesar (65.8%) dengan rentan usia penderita terbanyak adalah ≥ 45 tahun (68,4%). Terapi oral tunggal dari ketiga rumah sakit yang paling banyak digunakan adalah metformin (30,33%) yang merupakan golongan biguanid dan pola penggunaan obat kombinasi yang sering digunakan adalah golongan sulfonilurea ditambah biguanid.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Standar pelayanan kefarmasian adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian dan pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas, maka ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong.Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021. Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitian observasional dengan menggunakan desain penelitian cohort.Data diperoleh dari pengisian lembar wawancara, lembar kuesioner oleh pasien dan lembar daftar tilik berdasarkan pengamatan langsung di ruang farmasi Puskesmas Loa Ipuh.Data yang diperoleh dibandingkan dengan standar yang ada pada kepustakaan dan dianalisis menggunakan uji ChiSquare dan Spearman’s.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK PADA PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat anti diabetik pada pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menyimpulkan berbagai literatur yang digunakan dan meninjau kembali data-data yang didapat agar dapat disimpulkan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa gambaran penggunaan obat anti diabetik pada pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 pasien rawat jalan di rumah sakit

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi rumah sakit. Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna meliputi pelayanan rawat jalan, rawat inap, dan rawat darurat. Salah satu indikator untuk mengevaluasi kualitas pelayanan farmasi adalah dengan mengukur tingkat kepuasan/pelanggang. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan metode analisis deskriptif yaitu menggunakan data sekunder yang telah ditelaah dari beberapa literatur dan dituangkan dalam bentuk tabel. Adapun tahapan penelitian yaitu : melakukan kompilasi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dituangkan dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan dan melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil penelitian studi literatur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit didapatkan hasil rata-rata kepuasaan tertinggi adalah di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado dengan persentase 80,96% dengan kriteria sangat puas, selanjutnya tingkat kepuasan di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Kota Cirebon dengan persentase 68,66% dengan kriteria puas dan tingkat kepuasan terendah adalah di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon dengan persentase 66,12% dengan kriteria puas. Dalam 5 dimensi yang digunakan, hasil rata-rata tingkat kepuasan tertinggi adalah pada Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon pada dimensi realibility dengan persentase 91,8% dengan kriteria sangat puas dan rata-rata tingkat kepuasan terendah adalah di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon pada dimensi empathy dengan persentase 53,1% dengan kriteria puas.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI BEBERAPA RUMAH SAKIT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas pelayanan kesehatan menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri pasien. Kualitas pelayanan dengan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat dicapai melalui penciptaan pelayanan yang berkualitas tinggi dalam hal penyediaan sarana yang baik, kehandalan petugas, daya tanggap petugas, jaminan pelayanan dan empati. Jika kepuasan pelanggan tinggi akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang demi kelangsungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy terhadap kepuasan pasien rawat jalan di beberapa rumah sakit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Obyek penelitian ini adalah kualitas pelayanan di rawat jalan beberapa rumah sakit mencakup aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran perbandingan dari data-data yang diperoleh terhadap pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di beberapa rumah sakit. Hasil penelitian di RS. St. Elisabeth Semarang diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,716, berarti 71,6% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan, nilai koefisien determinasi RS. Thursina Duri sebesar 0,957, berarti 95,7% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan dan nilai koefisien determinasi RS. Sarila Husada Sragen sebesar 0,377, artinya 37,7% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DALAM MINUM OBAT DI PUSKESMAS

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kepatuhan pasien penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dalam menggunakan obat diabetes melitus. Dalam pencegahan terjadinya komplikasi penyakit pada penderita Diabetes Melitus, diperlukan adanya kepatuhan terhadap penggunaan obat sesuai yang di anjurkan. Jenis penelitian ini merupakan studi literatur menggunakan data sekunder yang berasal dari penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif . Hasil penelitian studi literatur tentang profil kepatuhan di Puskesmas Candi Sidoarjo dan Puskesmas Pucang Sewu Surabaya dalam penggunaan obat anti diabetes oral menunjukan bahwa tidak ada satupun pasien yang patuh terhadap penggunaan obat antidiabetes oral,namun kepatuhan nampak berbeda pada tiap variabel. Adapun penelitian kepatuhan pasien DM yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Makasar Jakarta Timur menunjukan paling banyak tingkat kepatuhan dengan kategori sedang, faktor bosan menjadi penyebab yang paling dominan sebagai penyebab ketidakpatuhan responden.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR KESESUAIAN RESEP PASIEN BPJS TERHADAP FORMULARIUM NASIONAL DI RUMAH SAKIT

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk mengetahui persentase angka kejadian kesesuaian resep terhadap Formularium Nasional di Rumah Sakit. Formularium Nasional merupakan daftar obat terpilih yang dibutuhkan dan tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai acuan dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kepatuhan terhadap penggunaan Formularium Nasional menggambarkan efisiensi pelayanan obat kepada pasien JKN dalam hal ini pasien BPJS sehingga terwujudnya penyelengaraan sistem pelayanan kefarmasian yang berbasis mutu dan keselamatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek penelitian yaitu kesesuaian resep pasien BPJS terhadap Formularium Nasional di Rumah Sakit. Tahapan penelitian yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian resep pasien BPJS terhadap Formularium Nasional di beberapa rumah sakit belum 100% mengacu pada Formularium Nasional, dimana persentase kesesuaian resep yang diperoleh dari masing-masing penelitian secara berturut-turut adalah 91,7%, 84,1% dan 71,32%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail