Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

259 hasil
DaftarKartu
ArticleOpen AccessMetadata saja

ECO-FRIENDLY INNOVATION: POTENTIAL OF RED DRAGON FRUIT PEEL EXTRACT IN SILVER NANOPARTICLE BIOSYNTHESIS

2024•Artikel Penelitian dan Pengabdian

East Kalimantan is one of the regions that cultivates red dragon fruit ( Hylocereus polyrhizus) in large quantities due to its promising health benefits. The peel of red dragon fruit has antioxidant activity comparable to its flesh, yet it is rarely utilized and often discarded as organic waste. This study aims to explore the potential of water and ethanol extracts from red dragon fruit peel as antioxidant sources that can serve as natural reducing and stabilizing agents in the biosynthesis of silver nanoparticles (AgNPs). Extraction using water and ethanol solvents was conducted to analyze the antioxidant compounds in the peel. The extract with the strongest antioxidant activity was used for AgNP biosynthesis, and the absorption peak was observed using UV-Vis spectrophotometry at a specific wavelength of 400–450 nm, which is characteristic of AgNP surface plasmon resonance. The results showed that the ethanol extract exhibited stronger antioxidant potential based on its lower IC₅₀ value and functioned effectively as a reducing and stabilizing agent at synthesis temperatures of 40–50°C, without degrading the extract's secondary metabolites. These findings support the utilization of red dragon fruit peel as a sustainable and eco-friendly raw material for the development of health-related products.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ArticleOpen AccessMetadata saja

Open Veterinary Journal

2024•Artikel Penelitian dan Pengabdian

ABSTRACT Background: The muslim population is very concerned about halal food. Nowadays, there is a growing awareness among consumers regarding the adulteration of food. High-quality Gabus fish oil (halal) is very susceptible to being adulterated with Pork oil (non-halal) by unethical producers to gain greater profits. Aim: The research objective was to use Fourier Transform Infrared-Attenuated Total Reflection (FTIR-ATR) spectroscopy and gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS) in combination with chemometrics for the analysis of pork oil adulteration in Gabus fish oil. Methods: Extraction of Gabus fish oil using the pressing method and pork oil using the soxhlet method. The oil components extracted were then analyzed using FTIR-ATR spectroscopy combined with chemometrics of linear discriminant analysis (LDA) and multivariate calibrations of partial least square (PLS) and principle component regression (PCR) using optimized conditions. The GC-MS data from methyl ester were processed using chemometrics principal component analysis (PCA) to group Gabus fish oil, pork oil, and palm oil. Results: The absorbance values at wavenumber regions of 1,500–1,000 cm−1 were selected for discrimination between Gabus fish oil and Gabus fish oil adulterated with pork oil using chemometrics of LDA. The LDA applied to the same wavenumber regions used in the quantitative analysis successfully classified Gabus fish oil, pork oil, and a Gabuspork oil mixture with an accuracy of 100%. The prediction of pork oil was successfully determined using multivariate calibrations of PLS and PCR using optimized conditions. There are three fatty acid markers found in Gabus fish oil caprylic acid, pentadecanoic acid and arachidic acid. The PCA was applied for data GC-MS interpretation. An analysis by PCA was able to cluster and discriminate Gabus fish oil, pork oil, and palm oil. Conclusion: FTIR-ATR spectroscopy and GC-MS coupled with chemometrics is a rapid and accurate method for detecting and quantifying pork oil in Gabus fish oil for halal authentication

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BUNGA KENOP (Gomphrena globosa L) TERHADAP Salmonella typhi

2024•Koleksi Perpustakaan

Secara empiris bunga kenop digunakan untuk pengobatan sesak nafas karena asma, bronchitis kronis, panas pada anak, radang mata serta disentri. Daun bunga kenop mengandung saponin, alkaloid, flavonoid, gum, mucilago, kumarin dan gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun bunga kenop konsentrasi 15%, 20% dan 30% dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Ekstrak daun bunga kenop diperoleh dari proses maserasi dengan pelarut etanol 70% dan dilakukan skrining fitokimia. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram pada larutan uji konsentrasi 15%, 20% dan 30% terhadap bakteri Salmonella typhi dengan kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatif DMSO. Pengamatan dilakukan dengan mengukur zona bening di sekitar kertas cakram menggunakan jangka sorong selama inkubasi setiap 1x24 jam, 2x24 jam dan 3x24 jam. Data yang diperoleh dengan hasil rata rata zona hambat pada konsentrasi 15% sebesar 1,40 mm, pada konsentrasi 20% sebesar 1,82 mm, dan pada pada konsentrasi 30% sebesar 2,51 mm. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 15%, 20% dan 30% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhy dengan kategori respon lemah.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

hubungan dukungan keluarga pasien hipertensi terhadap kepatuhan minum obat di puskesmas sambutan kota samarinda

2024•Koleksi Perpustakaan

Ketidakpatuhan pada pengobatan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar. Kurangnya kepatuhan pada obat antihipertensi adalah alasan utama untuk kontrol hipertensi yang buruk. Faktor yang mempengaruhi perilaku kepatuhan minum obat sangat kompleks dan beragam salah satunya dukungan keluarga. Dukungan keluarga sangat penting dalam pemeliharaan kesehatan, karena dengan adanya dukungan keluarga pencapaian keluarga sehat akan tercapai. Dukungan keluarga berupa informasi mengenai penyakit atau mengingatkan untuk minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan dukungan keluarga pasien hipertensi terhadap kepatuhan minum obat di puskesmas Sambutan kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan metode cross sectional yaitu rancangan penelitian dengan melakukan pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu. Data dimabil menggunakan metode kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner MMAS (morisky medication adherence scale). Objek penelitian ini adalah hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani pengobatan hipertensi di Puskesmas Sambutan dan memiliki keluarga serta berusia > 25 tahun. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Sambutan memiliki kepatuhan rendah 72,18%, kepatuhan sedang 21,05%, dan kepatuhan tinggi 6,77%. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga pada kepatuhan minum obat dengan nilai P Value 0,994 > 0,05.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Propionibacterium acnes

2024•Koleksi Perpustakaan

Daun senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat salah satunya yaitu sebagai antibakteri. Diare dapat disebabkan karena adanya bakteri disaluran pencernaan, salah satu bakteri yang dapat menyebabkan diare adalah bakteri Escherichia coli. Jerawat dapat disebabkan karena adanya pertumbuhan koloni bakteri penyebab jerawat dan inflamasi, inflamasi atau peradangan ini umumnya dipicu oleh salah satu bakteri yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui diameter zona hambat dari daun senggani terhadap bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dan menggunakan metode difusi cakram. Variabel bebas penelitian ini yang digunakan adalah konsentrasi 20%, 40% dan 60%, variabel terikatnya adalah diameter zona hambat bakteri yang terbentuk disekitar kertas cakram dan variabel kontrol penelitian ini adalah perlakuan bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes dan metode uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun senggani mengandung metabolit sekunder berupa alkoloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun senggani memiliki aktivitas terhadap bakteri Escherichia coli ditandai adanya diameter zona bening disekitar kertas cakram, aktivitas zona hambat pada ekstrak etanol 70% dengan konsentrasi 20% (12,88 mm), 40% (15,03 mm) dan 60% (15,71 mm). Sedangkan aktivitas zona hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan kosentrasi 20% (13,13 mm), 40 % (15,90 mm) dan 60% (16,71 mm). Uji daya hambat ekstrak etanol 70 % daun senggani terhadap bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes menunjukkan hasil bahwa daun senggani memiliki daya hambat terhadap kedua bakteri dengan kategori kuat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG PASAK BUMI KUNING (Eurycoma longifolia), MERAH (Rennellia elliptica), dan HITAM (Trivalvaria macrophylla) DENGAN METODE DPPH

2024•Koleksi Perpustakaan

Terdapat tiga jenis pasak bumi kuning, merah, dan hitam. Pasak bumi kuning (Eurycoma longifolia) dari famili Simaroubaceae, Pasak bumi merah (Rennellia elliptica) famili Rubiaceae dan pasak bumi hitam (Trivalvaria macrophylla) dari famili Annonacea. Pasak bumi merah dan hitam telah lama dikenal oleh masyarakat dan memiliki nama dagang sebagai pasak bumi karena kedua jenis ini mengandung senyawa kimia yang berkhasiat sebagai afrodisiak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol batang pasak bumi. Batang dipilih sebagai objek penelitian karena potensi kandungan senyawa bioaktif yang belum banyak diteliti dibandingkan dengan bagian lain seperti akar dan daun. Senyawa-senyawa ini dapat memiliki efek antioksidan yang kuat, yang penting untuk pencegahan kerusakan sel dan berbagai penyakit degeneratif. Objek penelitian ini adalah kandungan antioksidan pada ekstrak etanol batang pasak bumi kuning, hitam dan merah menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2- picryhidrazyl). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis batang pasak bumi dan variabel terikatnya adalah kandungan antioksidan pada ekstrak etanol batang pasak bumi. Penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu tempat pengambilan sampel dan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryhidrazyl). Analisis data pada penelitian ini bersifat deskriptif, artinya analisis data dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif menggunakan statistik yaitu menguji perbedaan nilai uji antioksidan batang tanaman pasak bumi kuning, merah dan hitam dengan metode DPPH.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) EKSTRAK ETANOL TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2024•Koleksi Perpustakaan

Sinar UV dari matahari memiliki efek buruk terhadap kulit manusia, terutama pada radiasi ultraviolet yang dimilikinya. Sun Protection Factor (SPF) merupakan suatu nilai yang mengukur kemampuan dari tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. SPF dari tanaman mempunyai proteksi dari sinar UV matahari yang baik, contoh tanaman tersebut salah satunya yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Temulawak berpotensi sebagai sumber tabir surya alami karena terdapat kandungan kurkumin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF yang terdapat pada rimpang temulawak dengan variasi konsentrasi pelarut menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Pada penelitian ini yaitu menguji nilai SPF ekstrak etanol rimpang temulawak dengan variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan 95%. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pelarut etanol dengan konsentrasi 70% dan 95% dan variabel terikat yaitu nilai SPF ekstrak etanol rimpang temulawak. Pada penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu pereaksi/reagen uji dan spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah rimpang temulawak dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rimpang temulawak mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, polifenol, triterpenoid, dan steroid. Berdasarkan hasil penentuan nilai SPF ekstrak etanol rimpang temulawak dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol 70% dengan rentang nilai SPF sebesar 33,53-39,58 dengan kategori tinggi, dan untuk variasi konsentrasi ekstrak etanol 95% dengan rentang nilai SPF sebesar 20,01-29,44 dengan kategori sedang. Hasil analisis statistik diperoleh data normal dan homogen, kemudian digunakan uji Independent T-test dengan hasil nilai p value (0,01) (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap penentuan nilai SPF dari kedua sampel.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BUNGA KENOP (Gomphrena globosa L) TERHADAP Salmonella typhi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Secara empiris bunga kenop digunakan untuk pengobatan sesak nafas karena asma, bronchitis kronis, panas pada anak, radang mata serta disentri. Daun bunga kenop mengandung saponin, alkaloid, flavonoid, gum, mucilago, kumarin dan gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun bunga kenop konsentrasi 15%, 20% dan 30% dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Ekstrak daun bunga kenop diperoleh dari proses maserasi dengan pelarut etanol 70% dan dilakukan skrining fitokimia. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram pada larutan uji konsentrasi 15%, 20% dan 30% terhadap bakteri Salmonella typhi dengan kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatif DMSO. Pengamatan dilakukan dengan mengukur zona bening di sekitar kertas cakram menggunakan jangka sorong selama inkubasi setiap 1x24 jam, 2x24 jam dan 3x24 jam. Data yang diperoleh dengan hasil rata rata zona hambat pada konsentrasi 15% sebesar 1,40 mm, pada konsentrasi 20% sebesar 1,82 mm, dan pada pada konsentrasi 30% sebesar 2,51 mm. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 15%, 20% dan 30% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhy dengan kategori respon lemah.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

hubungan dukungan keluarga pasien hipertensi terhadap kepatuhan minum obat di puskesmas sambutan kota samarinda

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketidakpatuhan pada pengobatan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar. Kurangnya kepatuhan pada obat antihipertensi adalah alasan utama untuk kontrol hipertensi yang buruk. Faktor yang mempengaruhi perilaku kepatuhan minum obat sangat kompleks dan beragam salah satunya dukungan keluarga. Dukungan keluarga sangat penting dalam pemeliharaan kesehatan, karena dengan adanya dukungan keluarga pencapaian keluarga sehat akan tercapai. Dukungan keluarga berupa informasi mengenai penyakit atau mengingatkan untuk minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan dukungan keluarga pasien hipertensi terhadap kepatuhan minum obat di puskesmas Sambutan kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan metode cross sectional yaitu rancangan penelitian dengan melakukan pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu. Data dimabil menggunakan metode kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner MMAS (morisky medication adherence scale). Objek penelitian ini adalah hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani pengobatan hipertensi di Puskesmas Sambutan dan memiliki keluarga serta berusia > 25 tahun. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Sambutan memiliki kepatuhan rendah 72,18%, kepatuhan sedang 21,05%, dan kepatuhan tinggi 6,77%. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga pada kepatuhan minum obat dengan nilai P Value 0,994 > 0,05.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN PETAI BELALANG (Archidendron clypearia (Jack) Nielson) TERHADAP LARVA UDANG Artemia Salina Leach DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test)

2024•Koleksi Perpustakaan

Petai belalang (Archidendron clypearia (Jack) Nielson) secara tradisional digunakan sebagai tumbuhan obat untuk detoksifikasi, mendinginkan, mengurangi edema, dan mengobati diare. Tumbuhan petai belalang juga dipercaya dapat digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan atas, faringolaringitis, tonsilitis, dan gastroenteritis. Pemakaian dengan jumlah yang melebihi batas takaran dapat menyebabkan keracunan (ketoksikan), sehingga untuk menjamin keamanannya harus dilakukan uji toksisitas ekstrak daun petai belalang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol daun petai belalang terhadap larva udang Artemia salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan tahapan determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, ekstraksi, skrining fitokimia, pembuatan larutan seri dengan konsentrasi 0 sebagai konsentrasi kontrol (negatif), 100, 150, 200, dan 250 ppm. Pengujian dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva udang yang berumur 24 jam. Analisis data dari hasil uji toksisitas menggunakan metode analisis probit untuk menghitung LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak etanol daun petai belalang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid, dan pada Perhitungan rendemen diperoleh hasil sebesar 18,16 %. Pada hasil uji toksisitas diperoleh dengan nilai LC50 sebesar 251,2465 µg/mL, sehingga ekstrak etanol daun petai belalang termasuk dalam kategori toksik terhadap larva udang Artmia salina Leach.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL BATANG PASAK BUMI KUNING (Eurycoma longifolia), MERAH (Rennellia elliptica) dan HITAM (Trivalvaria macrophylla)

2024•Koleksi Perpustakaan

Tumbuhan telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat salah satunya adalah pasak bumi. Pasak bumi yang digunakan sebagai bahan baku obat di masyarakat terdiri atas beberapa jenis, antara lain pasak bumi kuning, merah, dan hitam. Ketiga jenis pasak bumi ini berbeda famili dan jenisnya. Pasak bumi merah dan hitam disebut dengan nama pasak bumi karena mengandung senyawa kimia yang berkhasiat sebagai afrodisiak. Penelusuran pustaka menunjukkan belum ada penelitian tentang kadar flavonoid dari batang pasak bumi kuning, merah dan hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid ekstrak etanol batang pasak bumi kuning (Eurycoma longifolia), merah (Rennellia elliptica) dan hitam (Trivalvaria macrophylla) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol batang pasak bumi dan variabel terikat yaitu kadar flavonoid ekstrak etanol batang pasak bumi. Pada penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu batang pasak bumi (Kuning, merah dan hitam) dan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah batang pasak bumi (Kuning, merah dan hitam) diperoleh dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu bagian batang. Ekstraksi pada penelitian ini menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu berupa penetapan kadar ekstrak etanol batang pasak bumi berdasarkan metode spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol batang pasak bumi kuning (Eurycoma longifolia) memiliki kadar flavonoid 3,8689 ± 0,0837%, merah (Rennellia elliptica) memiliki kadar flavonoid 4,2984 ± 0,4069% dan hitam (Trivalvaria macrophylla) memiliki kadar flavonoid 6,3299 ± 0,1453%. Terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid total dari ketiga sampel.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN BAKAU HITAM (Rhizophora mucronata Poir.) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)

2024•Koleksi Perpustakaan

Bakau hitam (Rhizophora mucronata Poir.) termasuk famili Rhizoporaceae, merupakan tumbuhan yang tumbuh di sepanjang pesisir pantai Indonesia yang memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif termasuk antioksidan. Daun bakau hitam diketahui memiliki beberapa kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, fenol, polifenol, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai IC50 sebagai parameter aktivitas antioksidan dari ekstrak serta fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol-air daun bakau hitam. Daun bakau hitam diekstraksi dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Dilakukan fraksinasi dengan pelarut a-heksana, etil asetat, dan air terhadap ekstrak etanol yang diperoleh setelah itu dilakukan pengujian kadar antioksidan menggunakan metode DPPH terhadap ekstrak dan fraksi yang dihasilkan. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 95% daun bakau hitam diperoleh nilai IC50 38,8254 ppm, fraksi air nilai IC50 sebesar 41,4876 ppm, fraksi etil asetat sebesar 90,6051 ppm, dan fraksi n-heksan sebesar 117,7765 ppm. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 95% memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi di antara fraksi yang lain karena nilai IC50 ekstrak etanol 95% yang paling rendah diantara fraksi lainnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail