Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

511 hasil
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Potensi Kombinasi Tithonia diversifolia dengan daun alpukat Persea americana miller Sebagai Pakan Alternatif Ternak Kambing

2022•Koleksi Perpustakaan

Judul : Potensi Kombinasi Tithonia diversifolia dengan daun alpukat Persea americana miller Sebagai Pakan Alternatif Ternak Kambing Penulis : Dr. Roni Pazla, S. Pt, MP. Prof. Dr. Ir. Novirman Jamarun, M. Sc. Gusri Yanti, SP, MP. Dwi Nanda Indah Sari, S.Pt. Indra Saputra, S.Pt. dan Selmia Susanti, S.Pt. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 131 Halaman NO ISBN : 978-623-497-057-9 Tahun Terbit : September 2022 Sinopsis Daun alpukat (Persea americama miller) merupakan limbah dari perkebunan alpukat setelah dilakukan pemangkasan cabang. Pemangkasan cabang diperlukan karena akan berdampak lansung pada factor lingkungan dan keberlanjutan budidaya alpukat. Namun saat ini limbah dari perkebunan alpukat kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pakan ternak, sama halnnya seperti tanaman paitan. Tanaman paitan (Tithonia diversifolia) merupakan tanaman semak yang berpotensi besar untuk dijadikan pakan ternak namun masih kurang termanfaatkan dengan baik , hanya sebagian orang yang mengunakannya sebagai mulsa atau pestisida alami dan belum banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak terutama ruminansia. Tanaman paitan dan daun alpukat dapat dijadikan sebagai pakan alternatif bagi ternak ruminansia. Namun kendala dari pengunaan tanaman paitan dan daun alpukat adalah zat anti gizi seperti asam fitat, tanin, saponin, oksalat, alkaloid dan flavonoid. Faktor pembatas tersebut, baik zat yang lansung terkandung dalam bahan pakan maupun melalui produk metabolisme pada ternak, dapat menganggu penggunan pakan. Selain itu, dapat mempengaruhi kesehatan dan produksi ternak melalui mekanisme penurunan asupan nutrisi, gangguan pencernaan dan penyerapan serta menyebabkan efek samping yang merugikan. Kandungan zat antinutrisi yang paling banyak di titonia dan daun alpukat adalah asam fitat dan tanin. Kandungan asam fitat dan tanin yang tinggi pada tanaman tittonia dan daun alpukat menyebabkan rasa pahit , sehingga kurang disukai oleh ternak. Asam fitat dalam suatu bahan pakan juga dapat mengangu penyerapan mineral karena asam fitat memiliki chelating agent yang dapat mengikat mineral sehingga ketersediaan biologis mineral tersebut menurun. Pada ternak kambing perah , konsentrasi pemberian titonia yang tinggi membuat rasa susu kambing terasa agak pahit. Sehingga dilakukanlah fermentasi tithonia dengan mengunakan lactobacillus bulgaricus yang mampu mereduksi kadar asam fitat pada titonia dan meningkatkan kadar mineral fosfor sehingga mampu dimanfaatkan mikroba rumen untuk pertumbuhan dan aktivitasnya. Kombinasi dari Tithonia diversifolia dengan daun adpukat serta penggunaan konsentrat berbahan lokal akan dapat menekan biaya ransum dari usaha kambing perah karna bahan-bahan ini merupakan bahan lokal dan mudah didapat. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dan solusi serta pemanfaatan dari bahan pakan local dan limbah limbah perkebunan dalam rangka mewujudkan ketahanan pakan, yang muaranya untuk mendukung program ketahanan pangan serta menunjang program swasembada susu yang dicanangkan pemerintah.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi simplisia serta ekstrak etanol daun dan buah limpasu (baccaurea lanceolata)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Baccaurea lanceolata merupakan tumbuhan obat yang berada di hutan lindung Samboja yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan limpasu. Secara empiris limpasu (Baccaurea lanceolata) digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bakumpai sebagai obat diabetes dan buah limpasu dimanfaatkan sebagai bahan pencampur bedak dingin yang dipercaya dapat menghaluskan kulit wajah. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakterisasi simplisia serta ekstrak etanol pada daun dan buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian tentang karakterisasi (Baccaurea lanceolata) baik parameter spesifik dan parameter non spesifik belum pernah dilaporkan. Hasil penelitian organolpetis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu meliputi ekstrak kental, berbau khas, berwana hijau tua kehitaman pada ekstrak daun, berwarna coklat merah bata pada ekstrak buah, dan rasa pahit. Hasil makroskopik daun limpasu yaitu daunnya tunggal, berseling, tersusun secara spiral, pangkal tepi daunnya biasanya mengandung kelenjar, daun berbentuk bulat telur hingga bulat sungsang, daging daun tipis, panjang daun 27 cm, lebar daun 9 cm. Hasil mikroskopik fragmen pengenal pada daun yaitu epidermis, berkas pembuluh, parenkim, rambut pembuluh dan stomata. Hasil uji parameter spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun, ekstrak buah kadar sari larut air yaitu 3,27 %, 7,77 %, 9,18 %, 25 %, kadar sari larut etanol 3,07 %, 24 %, 14,2 % dan 45 %. Hasil uji skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak daun limpasu mengandung alkaloid, flavonoid dan steroid, sedangkan simplisia dan ekstrak buah limpasu mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid. Hasil uji parameter non spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun dan ekstrak buah kadar air yaitu 15 %, 18 %, 0 %, 5,67 %. Kadar abu 0,26 %, 0,16 %, 0,14 %, 0,16 %, kadar abu tidak larut asam 0,20 %, 0,14 %, 0,18 %, 0,17 %. Bobot jenis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu 0,90 g/ml, 0,98 g/ml pada daun, 0,98 g/ml, 0,99 g/ml pada buah. Hasil dari total cemaran mikroba pada simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu sebanyak 1,6 × 10-2 koloni/g, 10 × 10-3 koloni/g, 6,1 × 10-2 koloni/g dan 6,9 × 10-2 koloni/g serta angka kapang/khamir 5,5 × 10-2 koloni/g, 3 × 10-3 koloni/g, 2,8 × 10-2 koloni/g dan 0 koloni/g.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK KULIT BATANG SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocapa Jack.) TERHADAP LARVA Artemia Salina Leach DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selutui puka adalah salah satu tumbuhan liar secara empiris oleh masyarakat suku dayak di Desa Karangan, Kecamatan Mook Manar Bulant, Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur yang digunakan sebagai obat kanker pada bagian kulit batang. Tujuan penelitian untuk mengetahui sifat toksik dan nilai LC50 ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol kulit batang selutui puka (Tabernaemontana macrocapa Jack) terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan penelitian yaitu pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol, skrining fitokimia, penetasan telur larva Artemia salina Leach dan uji toksisitas akut ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol terhadap larva Artemia salina Leach dengan masing-masing konsentrasi 50 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Diperoleh ekstrak kental n-heksana sebanyak 4,34 g (rendemen 2,17%), ekstrak etil asetat sebanyak 2,7 g (rendemen 1,35%) dan ekstrak etanol sebanyak 7,05 g (rendemen 3,53%). Hasil skrining fitokimia kulit batang selutui puka ekstrak n-heksana mengandung senyawa alkaloid dan triterpenoid. Ekstrak etil asetat mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid. Ekstrak etanol mengandung senyawa alkaloid, triterpenoid, flavonoid, tannin, saponin, dan triterpenoid. Nilai LC50 ekstrak n-heksana 241,617 ppm (sangat toksik), ekstrak etil asetat 140,955 ppm (sangat toksik) dan ekstrak etanol 103,618 ppm (sangat toksik).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Aktif Kulit Batang Sekilang (embelia borneensis Scheff) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Dengan Metode Difusi Cakram

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit adalah Propionibacterium acnes.  Propionibacterium acnes dapat  menyebabkan infeksi  kulit  ringan  seperti  jerawat  dengan  cara memproduksi metabolit yang dapat bereaksi dengan sebum sehingga menyebabkan inflamasi. Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang biasa dikenal dengan sebutan acne vulgaris, yaitu suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat. Sekilang merupakan salah satu tumbuhan yang ada di Kalimantan Utara dan terdapat di Hutan Ampan Ibau. Tumbuhan ini secara empiris digunakan oleh masyarakat Desa Long Temuyat sebagai racun dari bahan alami untuk menangkap ikan dan sebagai pengusir lintah. Kandungan senyawa aktif dalam ekstrak kulit batang sekilang diantaranya adalah alkaloid, tanin, saponin, flavonoid. Tujuan  penelitian  ini adalah untuk mengetahui potensi fraksi kulit batang sekilang (Embelia borneensis Scheff) sebagai antibakteri untuk menghambat aktivitas bakteri Propionibacterium acnes. Metode  penelitian yang  dilakukan  adalah  metode  eksperimental.  Objek  yang  diteliti  adalah  aktivitas  kulit batang sekilang  sebagai  antibakteri  Propionibacterium acnes.  Tahapan  penelitian  meliputi    pengumpulan  bahan  baku,  pengolahan  sampel,  ekstraksi  dengan  menggunakan  metode  maserasi  menggunakan  pelarut  etanol 70%,  skrining  fitokimia,  fraksinasi, uji  aktivitas  antibakteri  ekstrak  kulit batang sekilang dengan konsentrasi 10 %, 20% dan 30%. Klindamisin 0,1 % digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, berupa zona hambat antibakteri dari ekstrak kulit batang sekilang. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang sekilang mengandung senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sekilang terhadap Propionibacterium acne terbesar terdapat pada fraksi etil asetat dengan konsentrasi 30% dengan kategori kuat. Aktivitas antibakteri diduga disebabkan adanya kandungan senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, saponin dan Fraksi n-heksan, etil asetat dan etanol air kulit batang sekilang (Embelia bornensis Scheff) dapat menghambat pertumbuhan pada bakteri Propionibacterium acnes  dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30%. %. Hasil  pengukuran zona hambat tersebut dianalisis secara statistik dengan uji One-way ANOVA yang hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan dari hasil perlakuan daya hambat antibakteri masing-masing dengan nilai (p) 0,025 >0,05.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK KULIT BATANG SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocapa Jack.) TERHADAP LARVA Artemia Salina Leach DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

2022•Koleksi Perpustakaan

Selutui puka adalah salah satu tumbuhan liar secara empiris oleh masyarakat suku dayak di Desa Karangan, Kecamatan Mook Manar Bulant, Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur yang digunakan sebagai obat kanker pada bagian kulit batang. Tujuan penelitian untuk mengetahui sifat toksik dan nilai LC50 ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol kulit batang selutui puka (Tabernaemontana macrocapa Jack) terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan penelitian yaitu pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol, skrining fitokimia, penetasan telur larva Artemia salina Leach dan uji toksisitas akut ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol terhadap larva Artemia salina Leach dengan masing-masing konsentrasi 50 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Diperoleh ekstrak kental n-heksana sebanyak 4,34 g (rendemen 2,17%), ekstrak etil asetat sebanyak 2,7 g (rendemen 1,35%) dan ekstrak etanol sebanyak 7,05 g (rendemen 3,53%). Hasil skrining fitokimia kulit batang selutui puka ekstrak n-heksana mengandung senyawa alkaloid dan triterpenoid. Ekstrak etil asetat mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid. Ekstrak etanol mengandung senyawa alkaloid, triterpenoid, flavonoid, tannin, saponin, dan triterpenoid. Nilai LC50 ekstrak n-heksana 241,617 ppm (sangat toksik), ekstrak etil asetat 140,955 ppm (sangat toksik) dan ekstrak etanol 103,618 ppm (sangat toksik).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi simplisia serta ekstrak etanol daun dan buah limpasu (baccaurea lanceolata)

2022•Koleksi Perpustakaan

Baccaurea lanceolata merupakan tumbuhan obat yang berada di hutan lindung Samboja yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan limpasu. Secara empiris limpasu (Baccaurea lanceolata) digunakan oleh masyarakat suku Dayak Bakumpai sebagai obat diabetes dan buah limpasu dimanfaatkan sebagai bahan pencampur bedak dingin yang dipercaya dapat menghaluskan kulit wajah. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakterisasi simplisia serta ekstrak etanol pada daun dan buah limpasu (Baccaurea lanceolata). Penelitian tentang karakterisasi (Baccaurea lanceolata) baik parameter spesifik dan parameter non spesifik belum pernah dilaporkan. Hasil penelitian organolpetis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu meliputi ekstrak kental, berbau khas, berwana hijau tua kehitaman pada ekstrak daun, berwarna coklat merah bata pada ekstrak buah, dan rasa pahit. Hasil makroskopik daun limpasu yaitu daunnya tunggal, berseling, tersusun secara spiral, pangkal tepi daunnya biasanya mengandung kelenjar, daun berbentuk bulat telur hingga bulat sungsang, daging daun tipis, panjang daun 27 cm, lebar daun 9 cm. Hasil mikroskopik fragmen pengenal pada daun yaitu epidermis, berkas pembuluh, parenkim, rambut pembuluh dan stomata. Hasil uji parameter spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun, ekstrak buah kadar sari larut air yaitu 3,27 %, 7,77 %, 9,18 %, 25 %, kadar sari larut etanol 3,07 %, 24 %, 14,2 % dan 45 %. Hasil uji skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak daun limpasu mengandung alkaloid, flavonoid dan steroid, sedangkan simplisia dan ekstrak buah limpasu mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid. Hasil uji parameter non spesifik simplisia daun, simplisia buah, ekstrak daun dan ekstrak buah kadar air yaitu 15 %, 18 %, 0 %, 5,67 %. Kadar abu 0,26 %, 0,16 %, 0,14 %, 0,16 %, kadar abu tidak larut asam 0,20 %, 0,14 %, 0,18 %, 0,17 %. Bobot jenis simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu 0,90 g/ml, 0,98 g/ml pada daun, 0,98 g/ml, 0,99 g/ml pada buah. Hasil dari total cemaran mikroba pada simplisia serta ekstrak daun dan buah limpasu sebanyak 1,6 × 10-2 koloni/g, 10 × 10-3 koloni/g, 6,1 × 10-2 koloni/g dan 6,9 × 10-2 koloni/g serta angka kapang/khamir 5,5 × 10-2 koloni/g, 3 × 10-3 koloni/g, 2,8 × 10-2 koloni/g dan 0 koloni/g.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas antioksidan ekstrak Etanol buah limpasu dengan metode abts dan DPPH

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang berlanjut kepada penyakit kronis seperti kanker, penyakit neurodegeneratif, arthritis dan diabetes. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang disebabkan radikal bebas. Ekstrak etanol buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) memiliki kandungan senyawa flavonoid dan tanin, metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin ini memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan buah Limpasu menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Acid) dan DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil) melalui nilai IC50. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental. Objek penelitian ini adalah aktivitas antioksidan dari metode ABTS dan DPPH. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak etanol buah Limpasu konsentrasi 100; 200; 300; 400 500 ppm pada uji DPPH dan konsentrasi 30; 40; 50; 60; 70 ppm pada uji ABTS, variabel terikat adalah aktivitas antioksidan buah Limpasu. Konsentrasi ekstrak etanol buah Limpasu diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mendapatkan persen inhibisi dari sampel. Persen inhibisi kemudian dimasukkan kedalam persamaan regresi linear untuk mendapatkan nilai IC50 dari kedua metode uji. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai IC50 sebesar 721,19 ppm pada metode DPPH yang tergolong antioksidan tidak aktif, sedangkan pada uji ABTS didapatkan nilai IC50 sebesar 118,70 ppm yang dimana tergolong antioksidan sedang.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI LIP BALM DARI EKSTRAK BAWANG TIWAI (Eleutherine palmifolia (L.)Merr) SEBAGAI TABIR SURYA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lip balm merupakan salah satu bentuk sediaan kosmetik yang diaplikasikan pada bibir berfungsi sebagai pelembab dan melindungi dari sinar UV. Salah satu bahan alam yang mengandung senyawa flavonoid dan memiliki potensi sebagai tabir surya adalah bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr). Bawang tiwai berpotensi diformulasi ke dalam sediaan lip balm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi dalam sediaan lip balm dan mengetahui nilai SPF pada formulasi sediaan lip balm ekstrak bawang tiwai sebagai tabir surya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Objek yang diteliti adalah mutu fisik dan aktivitas tabir surya lip balm eksrak bawang tiwai. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi ekstrak bawang tiwai 2%, 3%, 4% dan 5%. Evaluasi fisik lip balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, kekerasan dan aktivitas tabir surya. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang tiwai dapat diformulasi menjadi sediaan lip balm tabir surya yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, titik leleh, pH dan kekerasan lip balm.Nilai SPF tertinggi didapatkan sebesar 0,7025 pada formula 4 konsentrasi ekstrak 5%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS TABIR SURYA SEDIAAN LIP GLOSS DARI EKSTRAK ETANOL BAWANG TIWAI (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bibir tidak memiliki melanin sebagai pelindung dari sinar UV sehingga memerlukan tabir surya. Salah satu kosmetik bibir yang memiliki aktivitas tabir surya adalah lip gloss. Bahan alam yang dapat digunakan sebagai tabir surya pada lip gloss adalah bawang tiwai. Bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) mengandung flavonoid yang dapat mengurangi melanogenesis dan hiperpigmentasi kulit karena gugus kromofor senyawa tersebut dapat menyerap sinar UV sehingga mengurangi intensitas pembentukan melanin pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai SPF dan mutu fisik sediaan lip gloss dari ekstrak etanol bawang tiwai. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Obyek yang diteliti adalah mutu fisik dan aktivitas tabir surya sediaan lip gloss dari ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel bebas dari penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel terikat dari penelitian ini adalah aktivitas tabir surya dan hasil uji stabilitas fisik dari sediaan lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel terkontrol dari penelitian ini adalah tempat pengambilan sampel, metode pembuatan, metode evaluasi serta jenis dari bawang tiwai. Evaluasi sediaan lip gloss meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, pengukuran pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji daya oles, serta uji penentuan nilai SPF dari sediaan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa sediaan lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai memiliki mutu fisik yang baik dan telah memenuhi persyaratan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya oles, uji daya sebar, dan uji viskositas sediaan lip gloss. Nilai SPF lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai tertinggi ada pada formula IV, yaitu 0,6417 dan nilai SPF lip gloss ekstrak etanol bawang tiwai terendah ada pada formula I, yaitu 0,3381.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI KAPSUL ANTI DIABETES EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleuhterine palmifolia (L) Merr. DENGAN VARIASI KONSENTRASI AVICEL 101 DAN PREGELATINIZED STARCH

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelainan heterogen yang ditandai oleh naiknya kadar glukosa dalam darah atau hiper glikemia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang dayak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, dan saponin yang memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes mellitus. Flavonoid yang terdapat dalam bawang dayak mampu mengembalikan fungsi jaringan pancreas dengan meningkatkan pelepasan insulin oleh sel β, yang menurunkan kadar gula darah dan juga dapat memperbaiki sensitivitas sel perifer terhadap insulin. Mengingat besarnya potensi bawang dayak sebagai antidiabetik maka perlu pengembangan dalam sediaan yang lebih praktis dan dapat menjamin keseragaman dosis dari produk yang digunakan salah satunya adalah sediaan farmasi dalam bentuk kapsul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sifat fisik dan aktivitas antioksidan kapsul ekstrak umbi bawang dayak dengan variasi konsentrasi avicelPH 101 dan pregelatinized starch sebagai bahan pengisi. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan tiga formula dengan variasi konsentrasi bahan pengisi dengan perbandingan antara avicel PH 101 dan danpregelatinized starch yaitu formula I (1:0), formula II (0,5:0,5) dan formula III (0:1). Dilakukan pengujian sifat fisik dan stabilitas dari kapsul dan selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometri. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan komposisi avicel PH 101 dan pregelatinized starch dengan perbandingan (0:1) memberikan hasil uji sifat fisik yang paling baik. Hasil uji kadar lembab 3,4%, uji sifat alir 12,82 gram/detik, uji kompresibilitas 8%, uji densitas massa 0,544 dan uji waktu hancur 3 menit 37 detik. Sedangkan hasil uji aktivitas antioksidan menunjukan bahwa 200 mg kapsul ekstrak umbi bwang dayak menunjukan aktivitas antioksidan yang tergolong sedang yaitu 229,71 ppm.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Validasi Metode Analisis Tablet Allopurinol dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sediaan obat membutuhkan penjaminan mutu dengan metode yang tervalidasi. Salah satu sediaan obat yang bisa divalidasi adalah allopurinol. Allopurinol adalah sediaan obat yang bisa digunakan untuk pengobatan penyakit asam urat. Metode yang bisa digunakan untuk melakukan validasi metode analisis adalah Spektrofotometri Ultraviolet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelarut terbaik yang dapat digunakan dalam melakukan validasi metode analisis Allopurinol dengan spektrofotometri UV dan mengetahui hasil validasi metode spektrofotometri UV dengan pelarut terbaik dengan parameter validasi analisis meliputi linearitas, LOD (limit fo detection), LOQ (limit of quantitation), akurasi, presisi, dan selektivitas jika digunakan untuk penetapan kadar tablet allopurinol menurut persyaratan Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014. Objek penelitian ini adalah parameter-parameter yang meliputi linearitas, LOD (limit of detection), LOQ (limit of quantitation), akurasi, presisi, dan selektivitas. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan dengan kriteria peneliti. Kriteria yang digunakan adalah sediaan tablet allopurinol 100 mg yang bemerek generik dan dagang. Penelitian ini menggunakan variasi pelarut yaitu pelarut HCl 0,10 N dan KOH 0,10 N. Berdasarkan hasil uji yang sudah dilakukan diperoleh data bahwa pelarut HCl 0,10 N adalah pelarut terbaik yang dapat digunakan dalam validasi metode analisis Allopurinol dengan spektrofotometri UV. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh pada pelarut HCl 0,10 N adalah 250 nm. Hasil uji validasi metode spektrofotometri UV pada pelarut HCl 0,10 N menunjukkan nilai linieritas, akurasi, presisi dan selektivitas yang baik. Pelarut HCl dengan konsentrasi 0,10 N juga menunjukkan bahwa kadar Allopurinol yang diperoleh dalam sediaan tablet memenuhi persyaratan menurut Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014 (93,0 % - 107,0%) dari jumlah yang tertera pada etiket. Data kadar tablet Allopurinol bermerk generik dan dagang dianalisis dengan uji normalitas shapiro wilk/liliefors dan diperoleh hasil pengujian bahwa data berdistribusi normal, selanjutnya data di analisis kembali dengan uji homogenitas yaitu uji t dua sampel berpasangan menggunakan Microsoft excel dan diperoleh hasil pengujian data kadar tablet Allopurinol merk generik dan dagang tidak ada perbedaan rata-rata kadar, data yang diperoleh homogen.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Validasi Metode Analisis Tablet Allopurinol dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet

2022•Koleksi Perpustakaan

Sediaan obat membutuhkan penjaminan mutu dengan metode yang tervalidasi. Salah satu sediaan obat yang bisa divalidasi adalah allopurinol. Allopurinol adalah sediaan obat yang bisa digunakan untuk pengobatan penyakit asam urat. Metode yang bisa digunakan untuk melakukan validasi metode analisis adalah Spektrofotometri Ultraviolet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelarut terbaik yang dapat digunakan dalam melakukan validasi metode analisis Allopurinol dengan spektrofotometri UV dan mengetahui hasil validasi metode spektrofotometri UV dengan pelarut terbaik dengan parameter validasi analisis meliputi linearitas, LOD (limit fo detection), LOQ (limit of quantitation), akurasi, presisi, dan selektivitas jika digunakan untuk penetapan kadar tablet allopurinol menurut persyaratan Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014. Objek penelitian ini adalah parameter-parameter yang meliputi linearitas, LOD (limit of detection), LOQ (limit of quantitation), akurasi, presisi, dan selektivitas. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan dengan kriteria peneliti. Kriteria yang digunakan adalah sediaan tablet allopurinol 100 mg yang bemerek generik dan dagang. Penelitian ini menggunakan variasi pelarut yaitu pelarut HCl 0,10 N dan KOH 0,10 N. Berdasarkan hasil uji yang sudah dilakukan diperoleh data bahwa pelarut HCl 0,10 N adalah pelarut terbaik yang dapat digunakan dalam validasi metode analisis Allopurinol dengan spektrofotometri UV. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh pada pelarut HCl 0,10 N adalah 250 nm. Hasil uji validasi metode spektrofotometri UV pada pelarut HCl 0,10 N menunjukkan nilai linieritas, akurasi, presisi dan selektivitas yang baik. Pelarut HCl dengan konsentrasi 0,10 N juga menunjukkan bahwa kadar Allopurinol yang diperoleh dalam sediaan tablet memenuhi persyaratan menurut Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014 (93,0 % - 107,0%) dari jumlah yang tertera pada etiket. Data kadar tablet Allopurinol bermerk generik dan dagang dianalisis dengan uji normalitas shapiro wilk/liliefors dan diperoleh hasil pengujian bahwa data berdistribusi normal, selanjutnya data di analisis kembali dengan uji homogenitas yaitu uji t dua sampel berpasangan menggunakan Microsoft excel dan diperoleh hasil pengujian data kadar tablet Allopurinol merk generik dan dagang tidak ada perbedaan rata-rata kadar, data yang diperoleh homogen.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI KAPSUL ANTI DIABETES EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleuhterine palmifolia (L) Merr. DENGAN VARIASI KONSENTRASI AVICEL 101 DAN PREGELATINIZED STARCH

2022•Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelainan heterogen yang ditandai oleh naiknya kadar glukosa dalam darah atau hiper glikemia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang dayak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, dan saponin yang memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah yang sangat bermanfaat untuk pengobatan diabetes mellitus. Flavonoid yang terdapat dalam bawang dayak mampu mengembalikan fungsi jaringan pancreas dengan meningkatkan pelepasan insulin oleh sel β, yang menurunkan kadar gula darah dan juga dapat memperbaiki sensitivitas sel perifer terhadap insulin. Mengingat besarnya potensi bawang dayak sebagai antidiabetik maka perlu pengembangan dalam sediaan yang lebih praktis dan dapat menjamin keseragaman dosis dari produk yang digunakan salah satunya adalah sediaan farmasi dalam bentuk kapsul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sifat fisik dan aktivitas antioksidan kapsul ekstrak umbi bawang dayak dengan variasi konsentrasi avicelPH 101 dan pregelatinized starch sebagai bahan pengisi. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan tiga formula dengan variasi konsentrasi bahan pengisi dengan perbandingan antara avicel PH 101 dan danpregelatinized starch yaitu formula I (1:0), formula II (0,5:0,5) dan formula III (0:1). Dilakukan pengujian sifat fisik dan stabilitas dari kapsul dan selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometri. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan komposisi avicel PH 101 dan pregelatinized starch dengan perbandingan (0:1) memberikan hasil uji sifat fisik yang paling baik. Hasil uji kadar lembab 3,4%, uji sifat alir 12,82 gram/detik, uji kompresibilitas 8%, uji densitas massa 0,544 dan uji waktu hancur 3 menit 37 detik. Sedangkan hasil uji aktivitas antioksidan menunjukan bahwa 200 mg kapsul ekstrak umbi bwang dayak menunjukan aktivitas antioksidan yang tergolong sedang yaitu 229,71 ppm.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) SELAMA PANDEMI COVID-19 TAHUIN 2020-2021 DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA

2022•Koleksi Perpustakaan

Pada masa pandemi COVID-19, banyak penyakit menular selain penyakit COVID-19 sering terabaikan penyebarannya. Salah satu penyakit infeksi yang cukup banyak terjadi adalah Infeksi Menular Seksual (IMS). IMS merupakan infeksi pada saluran reproduksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Tingginya angka kejadian IMS merupakan bukti bahwa masih rendahnya pengetahuan masyarakat akan IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat dan karakteristik pasien IMS selama pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2021 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48 pasien IMS, yang terdiri dari 17 pasien pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 31 pasien pada tahun 2021. Pada tahun 2020, karakteristik pasien IMS terbanyak berjenis kelamin laki-laki (64,7%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (41,2%), pasien penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (47,1%), tingkat pendidikan SLTA (76,5%), status pernikahan belum menikah (52,9%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 2x (41,2%). Karakteristik pasien selama periode 2021 memiliki mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (64,5%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (48,4%), penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (54,8%), tingkat pendidikan SLTA (67,7%), status pernikahan belum menikah (61,3%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 3x (51,6%). Jenis IMS dengan kasus terbanyak pada tahun 2020 adalah gonore (35,3%) dan pada tahun 2021 adalah sifilis (51,6%). Pengobatan yang paling sering digunakan selama periode 2020-2021 adalah injeksi benzatin penisilin untuk sifilis (76,2%), azitromisin untuk gonore (42,9%), cefiksim ciprofloksasin untuk kondiloma akuminata (33,3%), dan asiklovir untuk herpes genital (100%).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas antioksidan ekstrak Etanol buah limpasu dengan metode abts dan DPPH

2022•Koleksi Perpustakaan

Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang berlanjut kepada penyakit kronis seperti kanker, penyakit neurodegeneratif, arthritis dan diabetes. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang disebabkan radikal bebas. Ekstrak etanol buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) memiliki kandungan senyawa flavonoid dan tanin, metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin ini memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan buah Limpasu menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Acid) dan DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil) melalui nilai IC50. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental. Objek penelitian ini adalah aktivitas antioksidan dari metode ABTS dan DPPH. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak etanol buah Limpasu konsentrasi 100; 200; 300; 400 500 ppm pada uji DPPH dan konsentrasi 30; 40; 50; 60; 70 ppm pada uji ABTS, variabel terikat adalah aktivitas antioksidan buah Limpasu. Konsentrasi ekstrak etanol buah Limpasu diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mendapatkan persen inhibisi dari sampel. Persen inhibisi kemudian dimasukkan kedalam persamaan regresi linear untuk mendapatkan nilai IC50 dari kedua metode uji. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai IC50 sebesar 721,19 ppm pada metode DPPH yang tergolong antioksidan tidak aktif, sedangkan pada uji ABTS didapatkan nilai IC50 sebesar 118,70 ppm yang dimana tergolong antioksidan sedang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Kulit Buah dan Kulit Umbi Sebagai Indikator Asam-Basa Alternatif Alami Dengan Perbandingan Variasi Suhu Pengeringan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indikator asam basa alami dapat dibuat dengan mengesktrak bagian dari tanaman, seperti batang, daun, bunga, buah dan kulit buah atau kulit umbi. Antosianin merupakan sub-tipe senyawa organik dari keluarga flavonoid. Antosianin adalah pigmen larut air yang secara alami terdapat pada berbagai jenis tumbuhan. Kestabilan antosianin dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu transformasi struktur, pH, suhu, cahaya dan oksigen. Kadar antosianin akan menurun pada suhu 100oC karena terjadi degradasi pada antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan pada kulit buah dan kulit umbi terhadap pembuatan indikator asam- basa. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dengan teknik sampling yang digunakan adalah metode Purposive Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah kulit buah naga, kulit buah manggis dan kulit ubi jalar ungu. Sampel diperoleh dari pasar tradisional Kota Samarinda. Tahapan penelitian ini dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan bahan baku yaitu kulit buah naga, kulit buah manggis dan kulit umbi jalar ungu, persiapan sampel, mengeringkan sampel dengan variasi suhu 30oC, 40oC, 50oC, 60oC, dan 70oC selama 8 jam, pembuatan ekstrak dari kulit buah dan umbi yang kemudian akan digunakan sebagai indikator asam-basa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi suhu pengeringan berpengaruh terhadap hasil kertas indikator asam basa alami. Kulit buah naga, kulit buah manggis dan kulit ubi ungu memiliki potensi untuk dijadikan indiktor asam basa alternatif dan ekstrak dari simplisia kulit ubi ungu yang dikeringkan dengan suhi 60oC dan 70oC memiliki potensi yang paling besar untuk dijadikan kertas indikator asam basa alternatif karena dapat memberikan hasil perbedaan warna ketika diujikan dengan larutan asam kuat, basa kuat, asam lemah dan basa lemah

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) SELAMA PANDEMI COVID-19 TAHUIN 2020-2021 DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada masa pandemi COVID-19, banyak penyakit menular selain penyakit COVID-19 sering terabaikan penyebarannya. Salah satu penyakit infeksi yang cukup banyak terjadi adalah Infeksi Menular Seksual (IMS). IMS merupakan infeksi pada saluran reproduksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Tingginya angka kejadian IMS merupakan bukti bahwa masih rendahnya pengetahuan masyarakat akan IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat dan karakteristik pasien IMS selama pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2021 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48 pasien IMS, yang terdiri dari 17 pasien pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 31 pasien pada tahun 2021. Pada tahun 2020, karakteristik pasien IMS terbanyak berjenis kelamin laki-laki (64,7%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (41,2%), pasien penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (47,1%), tingkat pendidikan SLTA (76,5%), status pernikahan belum menikah (52,9%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 2x (41,2%). Karakteristik pasien selama periode 2021 memiliki mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (64,5%), usia pasien penderita IMS terbanyak berasal dari kelompok usia 17-25 tahun (48,4%), penderita IMS terbanyak bekerja sebagai karyawan swasta (54,8%), tingkat pendidikan SLTA (67,7%), status pernikahan belum menikah (61,3%) dan jumlah kunjungan terbanyak sebanyak 3x (51,6%). Jenis IMS dengan kasus terbanyak pada tahun 2020 adalah gonore (35,3%) dan pada tahun 2021 adalah sifilis (51,6%). Pengobatan yang paling sering digunakan selama periode 2020-2021 adalah injeksi benzatin penisilin untuk sifilis (76,2%), azitromisin untuk gonore (42,9%), cefiksim ciprofloksasin untuk kondiloma akuminata (33,3%), dan asiklovir untuk herpes genital (100%).

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Jenis Saponin dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Kulit Batang Sekilang (Embelia borneensis Scheff.) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit Batang Sekilang (Embelia borneensis Scheff.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder antara lain, alkaloid, flavonoid, tanin, saponin. Senyawa saponin dibagi menjadi dua jenis yaitu steroid dan triterpenoid yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri, antijamur, antidiabetes dan ekspektoran. Tujuan penelitian mengetahui jenis saponin dan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol kulit batang sekilang terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan metanol, skrining fitokimia, identifikasi jenis saponin dan uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol kulit batang sekilang dengan metode difusi cakram terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Pseudomonas aeruginosa dengan konsentrasi 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35%. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol kulit batang sekilang memiliki kandungan saponin jenis triterpenoid dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35% dengan zona hambat yang terbentuk masing-masing sebesar 7,65 mm, 7,89 mm, 7,67 mm, 7,98 mm, dan 7,13 mm kriteria kekuatan antibakteri dikategorikan sedang. Ekstrak metanol kulit batang sekilang tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa, karena tidak terbentuk zona hambat di sekitar kertas cakram. Kontrol positif yang digunakan yaitu amoxicillin 0,1% dan kontrol negatif menggunakan DMSO 1%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail